He get a Death Note too!
(the 2nd part of Semua Karena Pisang)
cuap-cuap penulis : Maapkan saya karna lama banget ga update, soalnya sy sempat bingung mau gimana.. hahaha.. makanya, mnurut saya crita yg kali ini kurang seru.. tapi coba deh dibaca dulu... hehehe..
"Ryuk," gumam Light yang sedang tidur-tiduran di ranjangnya sambil memutar-mutar buku death note.
"Ada apa Light?" balas Ryuk yang sedang makan pisang sambil duduk melayang
"Kepalaku pusing," jawab Light
"Kau sakit?"
Light menghela nafas. Wajahnya terlihat pucat. "Entahlah,"
Ryuk tetap mengunyah pisangnya sambil menatap ke langit-langit kamar Light. "Kurasa kau kekurangan darah,"
Light mengangguk lemah, "Mungkin,"
"Istirahat dulu saja," usul Ryuk. "Dalam sebulan ini, sudah 500 orang kau bunuh dengan death note,"
"Yah," Light memejamkan matanya. "Dan kejahatan mulai berkurang. Mereka takut akan dibunuh oleh Kira,"
"Kalau begitu, cita-citamu akan cepat tercapai ya, Light?" tanya Ryuk namun Light tidak menjawab. Ia sudah tidak sadarkan diri. Ryuk hanya diam sambil terus membuka pisang ke 20-nya hari ini.
Beberapa saat kemudian, pintu kamar Light di ketuk namun Light tidak menyahut. Ryuk hanya menatapi pintu kamar.
"Light, ayo makan malam! Light?" panggil Sayu dari luar kamar. Tidak ada jawaban. "Light?! Ayo makan!" Sayu mulai menggedor-gedor pintu kamar Light dan tetap tidak ada jawaban.
Ryuk membuka kunci pintu kamar Light supaya Sayu bisa masuk ke kamar Light yang tadinya terkunci.
Akhirnya, Sayu membuka pintu kamar Light yang sudah tidak terkunci lagi. Ia menemukan kakaknya tergeletak diatas ranjang dengan wajah pucat. Sayu langsung histeris. "Mama!!!"
"Aku sudah tahu siapa itu Kira," kata L sambil mengambil coklat dengan ujung jarinya.
"Siapa?" sahut Near yang sedang sibuk dengan puzzlenya tanpa menatap L.
L mengambil beberapa lembar kertas dari samping laptopnya. "Namanya Light Yagami, seorang murid SMA, dan ayahnya adalah kepala kepolisian,"
Near dan Mello yang berada di ruangan itu tidak bereaksi.
"Ia membunuh dengan menggunakan sebuah buku yang bernama Death note," kata L lagi
"Death note?" sambung Mello. "Apa itu?"
"Catatan kematian," jawab Near
"Bagaimana kau bisa langsung tahu kalau Kira itu ternyata Light?" tanya Mello lagi
Near menghela nafas. "Kau kan tahu, L itu punya kekuatan supranatural. Ia bisa melihat yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Jadi wajar, kan?"
L tertawa. "Aku perlu bertapa 7 hari 7 malam baru bisa mendapatkan informasi ini. Agak sulit,"
"Lalu? Yang kau dapatkan?"
"Informasi mengenai Kira dan Death Note. Juga," L diam dengan matanya yang sinis menatap kedua orang dihadapannya. Ujung bibirnya dinaikkannya sehingga menunjukkan senyum licik. "Aku mendapatkan sebuah Death Note," L mengangkat Death Note dengan ujung jarinya
"Hah?!" seru Mello dan Near serentak bersamaan.
"Ba.. bagaimana bisa?" tanya Mello sambil tergagap
"Shinigami lah yang menolongku dan memberiku petunjuk," jawab L sambil tersenyum puas.
"Shinigami? Apa itu? Semacam jin, kah?" sahut Mello lagi
"Shinigami itu dewa kematian," jawab Near. "Aku tidak menyangka kalau ternyata Shinigami itu nyata,"
"Yeah," jawab L sambil memutar-mutar buku hitam itu diujung jari telunjuknya. "Dan dia ada di ruangan ini sekarang,"
Near dan Mello merasakan bulu kuduk mereka berdiri.
"Eh, seperti apa rupa dia?" tanya Near yang berusaha tetap cool.
"Kalau kalian menyentuh buku ini, kalian bisa melihatnya," jawab L sambil menyodorkan Death Note pada kedua temannya
Mello terlihat tampak ragu-ragu namun Near mendekati L sambil menggigit bibirnya. Ia juga takut sebenarnya, tapi ia memberanikan diri dan mendekati L untuk menyentuh Death Note. Saat ia menyentuhnya, ia pun terkaget-kaget karena ia melihat sesosok shinigami yang bertubuh besar, berwarna biru, dan rambut hitam di kuncir keatas, sedang berdiri di samping L.
"Hai," sapa Lala
Near melihat shinigami itu ragu. Benarkah ini shinigami? Namun sosoknya lebih mirip jin.
"Namanya Lala," kata L
Mello juga menyentuh Death Note meskipun ragu. Dan saat ia melihat Lala, ia pun pingsan.
"Mello!"
Light membuka matanya perlahan-lahan. Ia pun melihat dirinya berada di ruangan serba putih. Ia melihat tangan kanannya di tancap jarum transfusi darah lalu melihat keadaan sekitarnya. Ia belum cukup kuat untuk duduk di ranjang.
Saat melihat Light sadar, Sayu segera memanggil mamanya. "Ma, dia bangun!"
Beberapa saat kemudian, Light pun sudah melihat mamanya berdiri di samping ranjangnya. "Light, kamu sudah sadar?"
"Iya Ma," jawab Light sambil tersenyum tipis.
"Aku pikir kamu meninggal dibunuh Kira," sambung Sayu sambil terisak-isak.
"Bodoh. Kira kan hanya membunuh para penjahat," jawab Light sambil menahan tawanya. Andai saja adiknya ini tahu kalau ia lah Kira. Mana mungkin Kira membunuh Kira.
"Sudah 2 hari kau tertidur,"
"2 hari?!" seru Light kaget. Ia pun menggigit bibirnya. Kalau 2 hari ia tertidur, berarti tidak ada orang yang mati karena ia bunuh dan bisa diketahui kalau dia lah Kira.
"Apa yang kau lakukan sampai kau kekurangan darah begini?" tanya mamanya
"Aku tidak tahu Ma," jawab Light. Ia memandang ke sekitarnya, berusaha mencari Ryuk. Namun Ryuk tidak ada. "Aku mau pulang,"
"Loh, belum boleh pulang!" kata mamanya sambil menahan tubuh Light supaya tetap tidur di ranjang
Usaha Light sia-sia. Dirinya masih terlalu lemah untuk bergerak. Ia pun kembali terbaring dengan penglihatan yang mulai berkunang-kunang. Light pun kembali tak sadarkan diri.
Saat ia kembali sadarkan diri, diluar ruangan sudah gelap. Sepertinya sudah malam. Tubuh Light masih belum kuat untuk bergerak, mungkin karena sudah 2 hari ini ia hanya tidur terbaring sehingga otot-ototnya menjadi kaku.
Tiba-tiba, seseorang memasuki kamarnya di rumah sakit itu. Seseorang yang wajahnya tidak terlihat di tengah kegelapan.
Saat Light sudah membiasakan dirinya melihat dalam gelap, ia pun melihat seseorang yang tak dikenalnya sedang menatapnya dalam keheningan.
"Siapa kau?" tanya Light yang terdengar seperti bisikkan.
"Aku, L!" jawabnya sambil mendekati Light lebih dekat.
Light terdiam.
Sementara itu L mendekati Light sambil tersenyum. Ini perjumpaan pertama kita ya? Kira?"
Tenggorokkan Light tercekat, kaget. Bagaimana bisa orang ini mengetahui kalau Light lah Kira. "K..k..kau?"
"Tidak perlu takut. Aku tahu kau Kira dan aku sudah menggantikan tugasmu selama dua hari ini," jawab L lagi. "Aku juga memegang buku Death note, sama sepertimu dan aku adalah…."
to be continued...
cuap - cuap lagi : ditunggu reviewnya!!! terima kasihh sangat!!!
