Title: Illegal

Rating: T lil M

Genre: Yaoi/Romance/SchoolLife/General

Cast: Kim Seok Jin

Kim Taehyung

Other Cast: Other Member BTS

Disclaimer: BTS is a hiphop group belong to BigHitEnt (expect seokjin bcz he's also mine^_~). And ofc the story is mine too~

Warning: Typo(s)! Many dirty talk here~! WB! EYD ga karuan! No Bashing! No Flamers!


1.

First Meet.

"Semua hal yang terjadi pada kita.. berawal dari bibir. Penyebab semua hal yang terjadi pada kita, bibirlah penyebabnya."


Illegal

Semuanya berawal dari pertemuan konyol mereka. Mulai dari terlibat dengan tawuran anak genk, nenek tua, dan yang membuat mereka saling terikat hidupnya untuk tiga bulan kedepan.

Sebuah. Taruhan.
Hanya dengan sebuah taruhan konyol yang namja itu ajukan, Taehyung sadar. Beberapa bulan ke depan ia mungkin berada disekitar kubangan lumpur lahar api gunung.

Illegal
.

.

Taehyung berjalan mengikuti alunan musik yang tengah mengalun begitu indahnya ditelinga pemilik rambut dirty blonde itu. Sambil bersenandung kecil, ia melewati lorong koridor sekolahnya.

Sepi.

Tentu saja. Ini sudah 2 jam berlalu, sejak jam pulang sekolah dibunyikan. Sempat mengeluh kesal karena guru matematikanya memberi jam pelajaran tambahan hanya untuk dirinya.

Untuk seorang Kim Taehyung, itu sangatlah merepotkan dan tentu saja membosankan. Bagaimana bisa seseorang memaksakan kemampuan anak dibawah umur untuk bisa melakukan hal yang bahkan bukan keahliannya? Geez. Benar-benar merepotkan.

Tak! Tak! Brugh!

Taehyung mengerutkan keningnya; menoleh kearah belakang dan kedepan secara bergantian, sekedar ingin tahu darimana sumber bunyi yang aneh itu berasal.

"Taehyung!"

Taehyung menoleh. Suara yang tak bisa dipungkiri oleh Taehyung jika dia sangat mengenal suara familiar itu.
Dengan nafas tersegal-segal dan keringat basah yang ada dikeningnya, sosok itu perlahan menghampiri Taehyung.

Dengan tatapan heran, Taehyung membuka lebar mulutnya, "Apa yang sedang kau lakukan hyung?"

Sosok itu terdiam; mencoba untuk menetralkan nafasnya yang tersegal-segal. Belum sempat Taehyung melanjutkan pertanyaannya, si anak yang menjadi lawan bicaranya itu malah mengangkat tangannya dan menunjuk ke sebuah titik tempat dengan jari telunjuk kirinya.

Taehyung menoleh kearah dimana orang yang ia panggil 'hyung' itu menunjuk. Dan lagi-lagi, namja berparas imut itu mengkerutkan keningnya, dan menatap arah yang dituju hyungnya dengan tatatap blank. Menghembuskan nafasnya lama, kemudian kembali menatap sang lawan bicara.

"Namjoon hyung, aku sedang tidak bercanda. Apa yang sedang kau lakukan disini? ...melakukan hal mesum lagi di pojok perpustakaan dan ketahuan—lagi—?"

Taehyung menatap hyung-nya sambil melipat kedua tangannya didepan dada mungilnya, sesekali menggerak-gerakkan kaki kanannya yang terbalut sepatu biru-kuning bermerek nike; seolah-olah menunggu jawaban dari namja tertua yang ada dihadapannya.

Sungguh pemandangan menggemaskan dari seorang Kim Taehyung saat-saat seperti ini—menurut yang Kim Namjoon lihat—.

Tidak, tidak. Tidak untuk saat ini Namjoon. Kim ini adalah hal yang serius, dan tolong hentikan kegiatan 'mari-berfanboy-ria' yang telah kau lakukan beberapa detik lalu.

Begitu sadar dari acara kegiatannya, Namjoon berseru, "Ini hal penting, Tae. Hoseok! Hoseok!"

Namjoon semakin berteriak tak jelas, membuat Taehyung menggertakkan giginya. 'Pasti benar. Dia sedang merencanakan hal yang jail bersama Hoseok hyung, dan akan mengelabuiku seperti orang bodoh.'

Melihat dari respon Taehyung yang biasa saja, Namjoon mendengus. Bagaimana bisa dia menjelaskan secara rinci kejadian rumit yang tengah terjadi? Tidak, tidak. Namjoon tidak punya banyak waktu, dan ini sangat mendesak. Butuh waktu yang lama untuk menjelaskan secara rinci bencana apa yang telah terjadi kepada Taehyung.

"Ya! Aku bersumpah, Hoseok sekarang dalam masalah besar! Dia akan berkelahi dengan anak genk dari sekolah seberang! Demi tuhan, aku berani bersumpah jika kau tidak menghentikan Hoseok sekarang juga, nyawanya akan melayang hanya dalam 1 detik!"

Taehyung menatap tajam, mata yang berbentuk bulatan bulan sabit yang sempurna itu; menngecek, mencari tahu dimana letak kebohongan yang ada pada mata namja yang lebih tinggi darinya. Tapi jujur, Taehyung tidak menemukan kebohongan dimata seorang Kim Namjoon. Yang ia tahu adalah, mata itu menunjukkan sebuah kekhawatiran yang sangat amat mendalam.

Melihat ekspresi Taehyung yang tak bergidik dari posisinya—malah menatap mata Namjoon—Kim Namjoon hanya bisa mendegus keras. Ia menarik tangan Taehyung sekuat tenaga, dan menuntun Taehyung untuk keluar dari lantai dua sekolahnya.

Namjoon yang tiba-tiba menarik tangannya, reflek membuat Taehyung terkejut, dan hanya bisa pasrah akan dituntun kemana tubuh mungilnya itu. Ia tengah berpikir, 'Apakah hyung ini benar-benar serius dengan perkataannya?'

.

.

Illegal

.

.

Terlihat dari posisi mereka, sepertinya mereka akan menggelar pesta perang brutal. Kedua ketua kumpulan itu, saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam dan terkesan…. mematikan. Apa tawuran ini akan berakhir dengan laut darah?

Oh. Itu. Mungkin. Saja.
Siapa yang akan tahu tentang hal itu? Hanya mereka yang bisa menentukan aksi perang ini dengan ending yang bagaimana. Ini semua tergantung dari kedua ketua kumpulan genk itu.

"Jadi… kau rupanya serius dengan perkataanmu kemarin." Sahut ketua genk dari sisi kiri sambil tersenyum merendahkan.

"Tentu saja, bodoh. Aku adalah tipe orang yang selalu serius dengan semua perkataanku." Ucap ketua genk lainnya dengan rambut merah gelap memegangi tengkuknya; sepertinya dia benar-benar tidak sabar untuk berkelahi, melihat tangannya yang sudah benar-benar sangat gatal untuk menonjok suatu objek yang ingin ia hancurkan.

Namja berambut dirty brown itu mengangkat alis kanannya, memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana jinsnya, "Kau sangat tak sabaran ternyata, bodoh sekali."

"Bodoh? Siapa yang lebih bodoh? Orang mabuk yang membuat onar atau… orang yang tidak punya salah menjadi korban orang pembuat keonaran, huh?"

"…."

"Kenapa hanya diam? Ah! Sudah sadar siapa yang paling terbodoh disini?" Lanjut namja dengan rambut merah gelap itu dengan nada merendahkan.

"Itu… bi-bisa saja terjadi. Ya, bisa saja. Mana ada orang mabuk bisa sadar dengan apa yang dia lakukan, huh!? Sebenarnya siapa disini yang bodoh!?" Dengan nada awal yang ragu, dan diakhiri nada tinggi, namja yang lebih rendah beberapa senti itu melotot kearah namja yang berada dihadapannya.

"Shit. Beraninya kau-"

"Yak! Hentikan ini semua!"

Huft.

Hampir saja namja berambut merah gelap itu memukul pipi namja yang rendah darinya. Terima kasih atas Taehyung karena teriakanmu yang memekakkan telinga itu.

"Hentikan ini semua dan cepat pergi!" Teriak Taehyung menghalangi tubuh namja berambut merah gelap itu denga tubuh mungilnya.

"Hoseok hyung, cepat pergi!"

Ok. Hoseok bukannya lari, malah lebih memilih diam ditempatnya. Dengan bibir yang berbentuk bulatan 'o' besar, ia men-death-glare Namjoon. Sosok yang membawa Taehyung hingga bisa terlibat dalam kejadian ini.

Namjoon hanya bisa menelah ludahnya kasar, dan mengalihkan pandangnnya dari seorang Jung Hoseok. Tatapan itu seolah-olah berkata—pada Namjoon tentunya—'I have to kill u, Punk! Kenapa kau membawa Taehyung kesini? Shit'

"Kenapa tetap diam? Kau tidak mengerti bahasa korea, huh!?" Hoseok menghentikan aktivitasnya. Menatap Taehyung yang kini tengah dalam bahaya besar.

"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu, jika kau-"

Hoseok belum selesai bicara pada Taehyung, si namja-

"Kau pikir kau siapa!? Seenaknya saja berteriak dan menghalangi jalanku!" Ucap namja yang lebih tinggi dengan nada sombongnya. "Brengsek! Cepat minggir," Lanjut namja itu.

Taehyung bergidik ngeri melihat namja yang ada dihadapannya.

Rambut merah gelap yang acak-acakan.
Kaus putih tipis yang kotor dengan lengan yang pendek—hampir mirip dengan tanktop—.
Celana yang tak layak pakai—banyak sobekan besar disela-sela celana itu—, juga lengan celananya dengan ukuran tidak sama; satunya dilipat selutut dan satunya hanya dilipat sampai mata kaki.
Dan, oh my god.
Mata gelap yang menakutkan itu tengah menatap Taehyung. (Ok author bisa pingsan sekarang juga kalo seokjin style begini otteohkeeee huaa ;u; /dying on the floor/ plis abaikan ini bby)

Glep.

'God, save me plis'

Taehyung hanya bisa terdium kaku. Menelan ludahnya beberapa kali. Namja yang ada didepannya, mengangkat alis kirinya.

Haha, lihatlah~! Hanya dengan satu gertakan saja, namja mungil ini sudah diam seribu kata. Melihat tatapannya yang seolah-olah takut karena namja yang ada dihadapannya, membuat namja tinggi itu tersenyum merendahkan. Sungguh, ingin sekali ia memakan namja mungil dihadapannya itu.

"Kenapa diam saja, hm? Kau takut manis~?"

What.

The.

Hell.

Kim Taehyung benar-benar tidak bisa apa-apa. Namja itu mengangkat dagunya dan tersenyum nakal didepannya. Sekali lagi, ia mengangkat dagu Taehyung tinggi-tinggi, dan membuat nafas Taehyung tiba-tiba tercekat.

Damn!
Tatapan nakal itu, membunuh Taehyung. Dan juga, oh pemandangan apa ini. Wajah mereka begitu dekat, bahkan nafas namja yang lebih tinggi dari Taehyung itu dengan bebas berhembus menerpa bibir pink milik Taehyung. Layaknya tumpukan pasir yang ada di padang rumput lama-kelamaan akan terkikis jika angina terus saja berhembus kearahnya.

Bibir Taehyung merinding. Rasanya, semakin tipis dan menikis setiap kali nafas itu menerpa dengan mudahnya diatas permukaan bibir mungil tapin sedikit lebar itu. Sekali lagi. Taehyung menelan ludahnya.

Mata itu. Begitu dekat, sampai-sampai benar-benar ingin membunuh Taehyung. Dalam hitungan tiga detik, Taehyung yakin nyawanya akan melayang dari dunia ini.

Tatapan itu semakin mendalam, saat namja berambut merah gelap itu menarik dagu Taehyung semakin keatas; membuat wajah mereka semakin dekat, dan kaki Taehyung yang sedikit menjijit.

Tatapan itu… entah mengapa, membuat Taehyung tak punya nyali untuk melawannya.

"Ya! Jangan sentuh dia, mesum!"

Taehyung menurunkan kakinya, lalu menundukkan kepalanya.

Hoseok yang menyingkirkan tangan namja itu dari Taehyung, membuat Taehyung sedikit lega.

"Apa yang kau lakukan, huh!? Lawanmu adalah aku, dan jangan libatkan dia dalam perkelahian ini, brengsek!"

Sisi manly Hoseok. Taehyung hanya bisa menganga sekarang. Sumpah demi apapun, baru pertama kalinya Hoseok bersikap seperti ini didepan Taehyung. Taehyung menatap Hoseok blank. Ini benar-benar hyung-nya, kan?

"Haha. Aku hanya ingin sedikit bermain-main kau tahu. Kenapa kau begitu sensitif."

Ok. Mungkin namja yang ada dihadapan Hoseok dan Taehyung ini benar-benar gila. Apa katanya tadi? Sensitif? Sebenarnya pokok permasalahannya, Hoseok yang memang begitu sensitive atau Namja itu yang begitu keterlaluan?

"Yak! Apa kau bilang? Brengs-"

"Berhentiiii!"

Huft.

Lagi-lagi pertarungan itu terhenti. Hampir saja mereka berdua berkelahi saling memukul satu sama lain. Kali ini bukan teriakan Taehyung. Tapi kepala sekolah mereka—Taehyung, Hoseok dan Namjoon—.

Terima kasih pada Namjoon yang tadi menghilang begitu saja, dan ternyata melaporkan hal ini pada Kepala Sekolah.

"Apa yang kalian lakukan disini!? KALIAN CEPAT BUBAR!"

"Kekanak-kanankan sekali, mengadu pada guru sial ini."

Persetan namja berambut merah gelap itu dan perkataanya!

"APA?! GURU SIAL? JIKA KAU TAK PERGI NAK, AKU AKAN MELAPORKAN PADA KEPALA SEKOLAH KALIAN SEKARANG JUGA!"

Brugh.

Itu suara sepatu kepala sekolah yang ia lempar sendiri, yang tepat sekali mengenai sasaran kepala namja brutal itu. Malangnya nasib namja itu.

Dan dengan terpaksa, mereka harus lari dari situasi ini.

Illegal

'Aku tidak akan membiarkan ini berakhir begitu saja.' Ucap namja berambut merah gelap yang tinggi itu. Kim Seok Jin.

TBC/END?


A/N: Hai reader(s)~ Ini chap 1 Illegal, maaf ya kalo rada garing/gak nge-feel TTATT Aku kan juga lagi dalam proses belajar/? jadi maaf banget kalo ngecewain. Makasih buat yang uda review ;u; Ily muach:*
Thx to: Jae Mi Lindudtz, Benivella, haeyeolhun, Eth'V'Hunnie, Yohohot, qyraaa, xiaoluanf, gin, xiaolu, GGNEON, Jisaid, TaeTae and chensation. Thx u so much guys, I just love u really ;;-;;