Title : Perfect Partner in Crime

Genre : Crime, Friendship, Bromance

Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun, Do Kyungsoo and others

Rating : T / General

Length : Chaptered

A/N : Murni hasil dari imajinasi milikku sendiri, beberapa sumber diambil dari siaran televisi / artikel internet.


Chapter 2

Chanyeol menghembuskan nafas panjang, saat ini ia dituntut untuk berfikir cepat karena situasi terdesak. Ia butuh rencana yg matang untuk menemukan jalan keluar.

Saat ini ia terjebak diruang kerjanya yg berada di lantai 3. Satu-satunya jalan keluar dari kantornya hanya dengan melalui lift atau tangga darurat. Tapi Chanyeol yakin anggota polisi dibawah pasti sudah berjaga diseluruh akses keluar dari gedung kantornya mencegah Chanyeol untuk bisa kabur.

Saat Chanyeol masih sibuk dengan fikirannya, tiba-tiba ia dikagetkan oleh kehadiran Kyungsoo, sekertaris kantornya yg ikut lembur malam ini tiba-tiba menerobos masuk pintu ruang kerjanya dengan wajah panik.

"Maafkan saya sajang-nim, petugas keamanan dilantai bawah baru saja menelepon, separuh dari anggota kepolisian sudah berhasil masuk, mereka sedang menunggu satu-satunya lift yg sedang beroperasi untuk naik keatas. Anda hanya memiliki waktu sekitar 2 menit" wajah tegang Kyungsoo membuat Chanyeol semakin panik.

Chanyeol tidak mungkin menunggu mereka tiba diruangannya dan melawan dengan perkelahian, ia kalah jumlah. Mungkin kalau Sehun ada disini ia bisa mengatasi sebagiannya, tapi Chanyeol tidak tau kapan Sehun akan tiba.

Chanyeol memijit keningnya frustasi. Ia jelas tidak bisa menyerah karena ia bisa merusak nama baik kliennya kalau sampai ia berurusan dengan polisi, tapi ia juga tidak bisa menemukan ide apapun untuk menghindari dari penangkapan polisi yg saat ini sudah dalam perjalanan menuju ruangannya.

Tuk... tuk... tuk...

Suara ketukan memecah keneningan diruang kerja Chanyeol. Chanyeol refleks mengarahkan pandangannya mencari sumber suara berasal.

Chanyeol nyaris terkena serangan jantung saat matanya tertuju pada kaca besar jendela yg ada diruangannya yg mana ada Sehun yg masih mengenakan kemeja yg sama seperti terakhir Chanyeol melihanya sedang melambai-lambaikan tangan dari luar jendela.

Kyungsoo yg berada dihadapan Chanyeol juga sempat terkejut namun segera berpikir cepat, tanpa membuang-buang waktu ia telah mengeser jendela kaca diruangan Chanyeol sampai terbuka lebar menyebabkan angin malam yg dingin menerpa masuk kedalam ruangan.

"Surprise! Cepat keluar, waktu kita tidak banyak" seru Sehun dengan nada memerintah.

"Kau gila Sehun! Apa yg kau lakukan ? ba..bagaimana bisa kau muncul disana ?" Chanyeol berseru panik matanya sudah membelalak sempurna karna terkejut.

Sehun mendengus tidak sabar, dengan gerakan cepat ia melompat masuk kedalam ruangan melalui jendela menghampiri Chanyeol yg masih terpaku berdiri ditempatnya lalu menarik kasar ujung kerah belakang kemeja Chanyeol agar bergerak mengikutinya seperti gerakan menyeret anak anjing untuk pulang. Sehun tidak punya waktu untuk menjelaskan, bagaimana bisa Chanyeol membuang detik yg sangat berharga hanya untuk mengekspresikan keterkejutannya itu.

Tiba-tiba senyum Chanyeol mengembang saat dirinya telah sampai diperbatasan jendela dan mengetahui apa yg membuat Sehun bisa berada diluar jendela ruang kerjanya.

Setiap dini hari memang biasa digunakan oleh petugas maintenance kantornya untuk membersihkan kaca gedung perusahaan menggunakan sebuah gondola khusus, dengan alasan kantor akan kosong pada dini hari jadi tidak akan menganggu aktifitas para karyawan saat adanya pembersihan. Bagaimana bisa Chanyeol melupakan hal kecil seperti ini yg bisa membantu menyelamatkannya.

"Ini bukan saatnya untuk mengagumi pemandangan kota yg indah Tuan, kita dikejar waktu !" Sehun berseru jengkel dibelakang Chanyeol.

Chanyeol segera sadar dari lamunannya, dengan gerakan cepat ia sudah menaiki perbatasan jendela dibantu oleh salah seorang petugas maintenance yg sedang bertugas malam ini, Chanyeol mengabaikan raut kebingungan dari wajahnya. Chanyeol juga sama dengan Sehun tidak punya waktu untuk menjelaskan situasinya pada orang lain.

Dibelakangnya sudah ada Sehun yg dengan gesit meloncat keatas gondola dengan membawa tas kerja milik Chanyeol di tangannya.

Chanyeol menoleh kearah Kyungsoo yg masih berdiri didalam ruangannya dengan wajah ketakutan.

"Kyungsoo kau harus tutup jendelanya segera, jika para polisi itu tiba bilang saja kau tidak mengetahui apapun. Ini semua tidak ada hubungannya denganmu jadi kau tidak perlu khawatir mereka akan menangkapmu. Aku akan menghubungimu kalau aku membutuhkan bantuan. Kau juga segera hubungi aku jika ada kabar baru atau sesuatu yg mendesak" perintah Chanyeol yg langsung diangguki oleh Kyungsoo dan dengan cepat menutup jendela kaca besar dari dalam.

Chanyeol mengarahkan pandangannya kearah bawah mengecek situasi. Saat ini seluruh anggota polisi sudah masuk kedalam gedung kantornya. Mungkin mereka lebih memilih berjaga pada pintu lift atau pintu tangga darurat yg memiliki peluang besar sebagai jalan keluar dibandingkan dengan pintu masuk utama atau pos keamanan. Sungguh sangat ceroboh.

Sehun sudah memberikan perintah kepada petugas maintenance untuk mengarahkan gondola agar segera bergerak turun, petugas tersebut mengangguk patuh lalu meraih alat kemudi gondola dan memencet tombolnya yg bergerak turun.

Chanyeol dan Sehun bergegas meloncat turun saat gondola tersebut menyentuh aspal, langsung berlari kearah parkiran mobil mengabaikan petugas maintenance yg membungkukkan tubuhnya hormat kepada Chanyeol.

Sehun mengambil alih kursi kemudi sedangkan Chanyeol sudah menghempaskan punggungnya pada kursi jok disebelahnya. Sehun dengan segera menekan pedal gas persis setelah pintu tertutup melesat cepat meninggalkan area parkiran.

Chanyeol masih sempat melambaikan tangan pada Pak Kim kepala petugas keamanan dikantornya yg dengan senang hati membuka pintu palang otomatis padanya. Chanyeol merasa berhutang budi pada Pak Kim.

Lima belas detik berlalu, mereka sudah meninggalkan halaman gedung kantor. Saat ini Chanyeol masih mencoba mengatur nafas untuk menenangkan dirinya karena keributan barusan.

"Sepertinya kau berhutang nyawa lagi padaku Hyung" seru Sehun sambil tertawa.

"Ya, kau hitung saja semua nyawa yg kau berikan untukku. Aku bisa memberikan semua nyawaku untukmu kalau kau butuh" Chanyeol mendesah lelah, sedangkan Sehun kembali melanjutkan tawanya.

"Jadi bisa kau jelaskan apa yg sebenarnya terjadi ?" Sehun mulai bertanya dengan nada serius dan membuat Chanyeol segera menegakkan tubuhnya pada jok mobil.

"Entahlah aku juga belum bisa memastikan apa yg terjadi, Ketua Jung yg akan menjelaskannya nanti. Tapi satu hal yg aku tau. Orang dibalik semua ini bukanlah orang yg sembarangan" seru Chanyeol dengan nada khawatir.

"Maksudmu ?" Sehun kembali bertanya penasaran.

"Kau tau polisi yg tadi datang ke kantorku ? Mereka terlihat begitu tergesa-gesa, aku yakin mereka tidak membawa surat perintah penangkapan atau prosedur awal yg harus mereka lakukan saat akan menangkap seorang tersangka. Dan jika yg dikatakan Ketua Jung benar, maka alasan mereka ingin menangkap ku pasti agar mereka bisa menyelidiki lebih lanjut tentang rencana klien kita atau mungkin juga agar mereka bisa mencari celah untuk merekayasi data yg akan menjatuhkan klien kita. Rencana mereka sangat besar sampai melibatkan anggota kepolisian"

Sehun terdiam mencoba mencerna apa saja yg baru Chanyeol ucapkan sebelum akhirnya menghela nafas mengerti.

"Lalu kita harus kemana saat ini ?" tanya Sehun yg saat ini kembali fokus pada kemudi.

"Hong Kong, Sekertaris Ketua Jung baru saja memberi kabar kalau ia dan Ketua Jung beserta keluarganya sedang berada di rumah peristirahatannya yg ada disana untuk menghindari hal yg tidak diinginkan . Kita akan menyusulnya kesana" Chanyeol menyandarkan punggung lelahnya pada jok mobil, sepertinya ia kembali tidak bisa menikmati waktu liburnya kali ini.

"Kita harus naik pesawat lagi ? Bahkan aku belum berganti pakaian sejak kemarin malam" gerutu Sehun yg saat ini sudah menekan pedal gas lebih dalam, mobil melaju dengan cepat menuju ke bandara.


Chanyeol berjalan cepat di lobi bandara yg ramai diikuti oleh Sehun yg mengikuti dibelakangnya. Pesawat yg mereka tumpangi sudah mendarat sempurna di Hong Kong International Airport beberapa menit yg lalu. Saat ini masih pukul 09.00 pagi di Hong Kong tapi bandara sudah terlihat ramai oleh para penumpang.

Chanyeol menyalakan ponsel miliknya yg dimatikan selama di pesawat tadi, mengirim pesan singkat untuk memberi kabar kalau ia sudah tiba di Hong Kong dan dibalas cepat oleh Sekertaris Ketua Jung berupa info bahwa ia telah menyiapkan mobil yg dibawa oleh salah satu staff Ketua Jung di bagian lobi depan bandara untuk mereka gunakan.

Saat ini Chanyeol dan Sehun sudah melewati pintu otomatis pembatas menuju lobi kedatangan yg gaduh. Ada banyak orang-orang yg memegang karton bertuliskan nama, para supir taksi yg menawarkan jasa, dan juga begitu banyak orang yg berlalu-lalang disekitarnya.

Chanyeol masih sibuk mengalihkan pandangannya kesana kemari mencari nomer plat mobil yg Sekertaris Ketua Jung kirimkan saat Sehun menariknya dengan cepat lalu bersembunyi dibagian pilar besar yg ada ditengah lobi depan bandara.

"Ya! Apa yg kau lakukan ?" seru Chanyeol lalu menatap Sehun kesal.

Bukannya menjawab Sehun justru mengarahkan jari telunjuknya kedepan bibir menyuruh Chanyeol untuk diam, lalu kembali mengarahkan jari telunjuknya ke arah keramaian yg ada dihadapan mereka.

Dibagian depan lobi kedatangan terlihat lebih dari belasan polisi Hong Kong berseragam lengkap berjaga diantara kerumunan orang-orang yg membawa karton bertuliskan nama tidak jauh dari pilar tempat Chanyeol dan Sehun bersembunyi.

"Aku sempat curiga tadi saat petugas imigrasi berbisik pada anggota keamanan sesaat sebelum ia menstempel paspor kita. Untuk apa mereka menahan kita lebih dari 30 menit hanya untuk sebuah stempel kalau bukan untuk membocorkan informasi bahwa kita berada di bandara Hong Kong dan menyiapkan pasukan. Kau tau semalam pasti saat mereka tidak bisa menemukanmu diapartemen atau dikantor, mereka akan menyelidiki dimana kau berada termasuk kemungkinan kalau kau akan keluar negeri. Mereka pasti telah melacak paspor kita, Hyung" Sehun berbisik dengan wajah yg panik. Ia sedari tadi hanya menduga tapi ia tidak menyangka dugaannya tepat terjadi.

Chanyeol hanya bisa terdiam ditempatnya berdiri saat ini lalu menelan ludah gugup. Ia tidak berfikir akan sejauh ini rencana mereka untuk mengejar Chanyeol bahkan sampai bekerja sama dengan petugas kepolisian di luar negeri.

"Kau benar mereka bukan orang sembarangan, Hyung " ucap Sehun yg semakin membuat Chanyeol panik.

"Kita tidak bisa berdiam diri seperti ini, kita harus mencari mobil yg disiapkan Ketua Jung dan segera kabur" bisik Chanyeol yg di ikuti anggukan oleh Sehun.

Chanyeol dan Sehun tiba-tiba menemukan ide saat ada rombongan turis berwajah barat yg baru keluar dari pintu otomatis lewat dihadapan mereka. Dengan cepat mereka ikut bergabung diantara rombongan para turis yg sedang berbincang seolah-oleh mereka adalah bagian dari mereka. Bahkan Sehun demi mendalami perannya sempat ikut dalam perbincangan dengan salah seorang turis yg menatapnya kebinggungan karena tidak mengenali Sehun.

"Itu dia mobilnya" seru Chanyeol semangat saat melihat mobil Rolls-Royce Phantom Drophead berwarna hitam dengan plat nomer sama dengan yg dikirimkan oleh Sekertaris Ketua Jung dan seseorang berwajah oriental berdiri disamping mobil. Tinggal beberapa meter lagi mereka sampai dan mereka bisa kabur tanpa ketahuan.

"Jangan bergerak !" suara lantang dengan nada bicara yg tegas menggunakan bahasa mandarin itu membekukan lobi kedatangan.

Lobi yg tadi gaduh seketika sunyi, semua mata tertuju pada salah seorang polisi berseragam lengkap yg mengacungkan senjata ke arah belakang tubuh Sehun. Chanyeol yg sudah terdiam saat mendengar suara tersebut hanya bisa mematung ditempat setelah sempat berbalik dan Sehun yg dapat merasakan ujung senjata api dibagian belakang tubuhnya hanya bisa menelan ludah gugup.

Chanyeol menatap Sehun yg saat ini justru sedang memutar-mutar kedua bola matanya aneh, Chanyeol mengerutkan keningnya tidak mengerti hingga saat Sehun mengerakkan bibirnya seolah berbicara tanpa suara Chanyeol baru mengerti kalau Sehun sedang memberikan kode padanya.

Dengan gerakan cepat Chanyeol mengeluarkan pistol yg dibawanya dari balik pinggang lalu mengarahkan ke atas dan melontarkan peluru ke udara membuat semua orang yg ada di lobi menjerit terkejut lalu menundukkan kepala melindungi diri mereka masing-masing termasuk beberapa anggota polisi yg ikut terkejut dengan tembakan dadakan dari Chanyeol barusan.

Sehun dan Chanyeol yg mendapatkan peluang besar untuk kabur segera berlari kearah mobil. Sehun merebut kunci mobil dari seorang staff yg saat ini tengah berjongkok dibalik mobil ketakutan karena suara tembakan dari Chanyeol dan dengan cepat menyalakan mesin mobil yg diikuti oleh pedal gas yg diinjak Sehun dalam-dalam hingga mobil melesat pergi dari halaman lobi bandara.

Chanyeol menghembuskan nafas lega mengira mereka kembali berhasil lolos, namun suara sirene mobil patroli berbunyi kencang tidak jauh dari mobil yg dikendarai Sehun mengejutkan mereka.

"Sial ! Mereka mengejar" umpat Sehun saat ia menyadari mobil tersebut berada tidak jauh dari mobil yg dikendarainya.

Hingga suara desingan peluru beberapa kali terdengar dibelakang mereka, menghantam belakang badan mobil lalu kaca belakang mobil yg akhirnya pecah berhamburan dibagian jok belakang.

Sehun mencengkram kemudi lebih erat "Hyung, berpegangan!" seru Sehun lalu membanting stir ke arah kanan masuk ke jalanan Hong Kong yg lengang. Chanyeol reflek memegang jok mobil yg didudukinya.

"Aku akan menembak kaca depan mereka agar menganggu pandangan mereka pada jalanan, segera arahkan mobil pada jalur lain yg lebih ramai" perintah Chanyeol yg sudah mengarahkan pistolnya pada kaca belakang mobil yg telah pecah tepat pada mobil patroli yg masih mengejar dibelakangnya.

Sehun mengangguk, kakinya dengan gesit sudah berpindah menekan rem, gas dan kopling menyalip diantara mobil-mobil yg ada didepan mereka, hingga saat mereka hampir tiba di sebuah perempatan jalan Sehun memberikan kode pada Chanyeol untuk segera menembak.

Dengan cepat Chanyeol menekan pelatuk hingga pelurunya tepat mengenai kaca mobil dibagian depan mobil patroli hingga menyebabkan retak yg besar. Bersamaan dengan itu Sehun telah memutar kemudi keluar dari jalur dengan mengambil alih jalur bus menekan pedal gas lebih dalam melesat menghilang diantara mobil-mobil yg ramai dibagian pusat kota Hong Kong.

Hingga satu menit berlalu, suara sirine yg ada pada mobil patroli yg mengejar mereka tidak terdengar lagi karena tertinggal jauh dibelakang. Mereka kembali lolos dari kejaran polisi bahkan di negara Hong Kong sekalipun.


Chanyeol melirik jam dilayar ponsel miliknya, menurut perhitungannya saat ini pukul 12.00 siang di Hongkong. Ia telah sampai dirumah peristirahan milik kliennya. Lokasinya masih berada di ibukota Hong Kong hanya tempatnya dibuat lebih private karena berada dipinggiran dari pusat kota dan jauh dari keramaian.

Mobil yg dikendarai Sehun memasuki gerbang rumah yg dijaga oleh beberapa bodyguard didepannya setelah memeriksa dan mengenali Chanyeol mereka akhirnya dipersilahkan masuk.

Didepan rumah Chanyeol disambut oleh Sekertaris Ketua Jung yg tengah membungkuk hormat pada Chanyeol sesaat setelah Chanyeol keluar dari dalam mobil.

"Silahkan masuk, Ketua sedang menunggu" sapanya hormat.

Chanyeol merapikan penampilannya sejenak, mengancingkan jas hitamnya lalu menyisir rambutnya dengan jemari dan mulai melangkah memasuki rumah.

"Selamat datang Chanyeol-ssi, maaf aku harus menggangu waktu liburmu" Ketua Jung menghampiri Chanyeol yg muncul dari pintu masuk utama lalu menjabat tangan Chanyeol bersahabat.

"Tidak masalah Ketua Jung, ini adalah kewajibanku, tentu saja aku harus membantu saat klien ku membutuhkan bantuan, bukan ?" Chanyeol menyambut hangat uluran tangan pria paruh baya dihadapannya.

"Kau memang tidak pernah membuatku menyesal telah memilihmu sebagai penasihat hukum ku Chanyeol-ssi" Ketua Jung mempersilahkan Chanyeol duduk di sofa ruang tengah lalu memanggil pelayan untuk membawakan minuman.

"Jadi seberapa serius masalah yg kita hadapi Ketua Jung ?" Chanyeol membuka percakapan setelah meminum teh chamomile hangat yg disediakan oleh salah seorang pelayan dihadapannya.

"Aku rasa ini sangat serius Chanyeol-ssi, aku merasa ada pihak yg mencoba menjatuhkanku sebelum konvensi pemilihan umum akan diadakan, menurut sumber yg aku dapat dari orang kepercayaanku dipemerintahan mereka melibatkan banyak pihak dan permasalahannya adalah mereka termasuk orang-orang penting di kepolisian, para pejabat publik dan anggota partai besar, Mereka bekerja sama menjebakku agar aku didiskualifikasi dari daftar calon pemilihan tahun ini. Bahkan dengan melaporkanku pada komisi pemilihan umum dan menuduhku melakukan kecurangan dalam kampanye yg kita lakukan beberapa waktu lalu" dari nada suaranya Chanyeol bisa mengetahui bahwa saat ini klien nya sedang khawatir dan ketakutan dengan situasi yg dihadapinya.

"Ya aku tahu, bahwa mereka yg mencoba menjatuhkanmu adalah orang-orang yg berkuasa dipemerintahan. Aku telah melihat dengan mata kepalaku sendiri saat dalam perjalanan kemari"

"Apa maksudmu Chanyeol-ssi ?" Ketua Jung menatap penasaran.

"Semalam saat polisi datang ke kantorku, aku mengamati pergerakan mereka yg ceroboh, mereka memaksa masuk ke kantorku setelah tidak menemukanku di apartemen, mereka sangat tergesa-gesa dan aku yakin mereka tidak membawa surat perintah penangkapan apapun dari atasan mereka, yg mereka inginkan adalah menangkapku agar mereka bisa memiliki alasan untuk melakukan penyelidikan, Ketua Jung" Chanyeol menatap serius kearah Ketua Jung yg saat ini tengah menghela nafas kembali panik.

"Bahkan mereka juga sudah melacak paspor kami dan menyiapkan anggota kepolisian Hong Kong untuk menangkap kami saat dibandara tadi, Ketua Jung" Sehun yg berdiri dibelakang sofa yg diduduki Chanyeol melanjutkan, menjelaskan situasi yg mereka hadapi.

Lengang sejenak. Dari raut wajahnya Chanyeol tau kalau Ketua Jung saat ini tengah berfikir keras.

"Aku sudah tidak lagi perduli dengan konvensi pemilihan umun Chanyeol-ssi, aku akan mengambil keputusan untuk mengundurkan diri. Ini terlalu bahaya untuk dilanjutkan, aku tidak ingin melibatkan orang lain pada situasi yg berbahaya hanya karena diriku" Ketua Jung berkata pelan, suaranya bahkan lebih terdengar serak.

"Tidak Ketua Jung, kita tidak boleh kalah oleh cara "kotor" yg mereka gunakan. Biar aku melawan mereka. Mereka tidak akan melakukan hal-hal yg ceroboh dengan terang-terangan, serangan mereka pun terbatas, mereka juga tidak ingin rencana mereka sampai ke media masa"

"Kau jangan bertindak gila Chanyeol ! Aku tidak ingin melibatkan rekan kerjaku pada hal yabg membahayakan, hanya untuk sebuah jabatan. Aku sudah tidak perduli pada janji-janji yg kita ucapkan pada kampanye, aku tidak ingin membahayakan siapapun !" Ketua Jung berseru kesal.

"Lalu apakah semua yg anda janjikan selama ini adalah sebatas omong kosong ? Tidak ada artinya ? Anda menjanjikan kehidupan yg lebih baik tapi anda sendiri takut untuk menghadapi lawan yg mencoba cara "kotor" menjatuhkan anda ?" Chanyeol berseru emosi.

"Aku tidak mendukung anda hanya karena seberapa banyak uang yg anda berikan Ketua Jung, aku datang karena ingin mewujudkan semua omong kosong yg anda ucapkan saat itu menjadi kenyataan. Aku tidak datang dengan tangan kosong, aku mempertaruhkan nama baik perusahaanku dibidang politik dan statusku sebagai penasihat hukum. Bukan hanya aku, tapi anda harus melihat semua orang yg mendukung anda hingga bisa sampai ditahap ini, kita hanya perlu selangkah lagi untuk bisa mewujudkannya" seru Chanyeol meyakinkan, ia sangat menghormati Ketua Jung walau bagaimana pun kliennya ini adalah salah seorang panutannya dibidang politik.

Chanyeol kembali mengingat bagaimana pertemuan pertamanya dulu dengan Ketua Jung. Mereka bertemu tepat setahun yg lalu didalam pesawat yg menuju Pulau Jeju. Saat itu Ketua Jung dalam perjalanan menghadiri undangan salah satu lembaga pemerintah untuk menerima penghargaan sebagai pejabat publik paling berpengaruh untuk yg kesekian kalinya. Chanyeol juga mendapatkan undangan yg sama namun hanya sebatas tamu undangan.

Mereka duduk di seat yg bersebelahan, Chanyeol mengenali Ketua Jung yg saat itu masih menjabat sebagai pejabat publik. Tentu saja Chanyeol mengenalinya, di dunia politik nama Ketua Jung sangat terkenal sebagai pejabat publik yg "bersih", selalu disorot media dengan segudang prestasi yg diraihnya.

Mereka berkenalan. Selama dipesawat mereka berbincang banyak hal, termasuk impian Ketua Jung untuk berada pada jabatan tertinggi, ia ingin mengubah sistem pemerintahan yg menurutnya belum baik. Wajahnya yg tulus saat berbicara dan antusias saat menjelaskan rencana yg ia inginkan untuk membangun kehidupan yg lebih baik membuat Chanyeol memutuskan untuk menjadi orang pertama yg akan menjadikan semua itu nyata.

Chanyeol menawarkan bantuan politik untuk mewakili sebagai penasihat hukumnya, saat itu Ketua Jung tertawa riang menerima dengan senang hati tawaran Chanyeol. Mereka memutuskan membuat tim, lalu ikut pada koalisi partai besar yg akan mendukung mereka menuju jabatan tertinggi tersebut.

Namun saat ini yg Chanyeol lihat adalah Ketua Jung yg sudah putus asa dan menyerah, saat ini Ketua Jung tengah menghela nafas perlahan dihadapannya. Chanyeol juga terdiam beberapa saat mencoba menenangkan dirinya sendiri, sedangkan Sehun yg berada dibelakangnya tidak berani untuk berbicara dan hanya menunduk ditempatnya berdiri saat ini.

"Maafkan aku Ketua Jung tapi aku lebih memilih untuk menghadapi mereka. Aku memiliki banyak rencana, aku akan menunjukkan pada mereka kalau kita tidak takut dan tidak akan menyerah begitu saja dan memenangkan konvensi pemilihan tahun ini. Aku tau resikonya sangat besar tapi itu harga yg sepadan untuk hasil yg kita inginkan bersama" Chanyeol menurunkan nada bicaranya berusaha berbicara setenang mungkin agar Ketua Jung yakin akan ucapannya.

"Baiklah Chanyeol-ssi" suara Ketua Jung kembali terdengar setelah lama terdiam. Intonasi suaranya terdengar lebih terkendali setelah sebelumnya penuh kekhawatiran. "Aku selalu percaya padamu, tidak seharusnya aku menganggap kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri. Lakukan apa yg menurutmu merupakan keputusan yg tepat. Kau benar kita akan memenangkan konvensi tahun ini. Aku tidak akan ragu lagi, aku akan menghadapi segala kemungkinan yg ada, walaupun sangat beresiko. Terima kasih kau telah membuatku lebih berani, Chanyeol-ssi" Ketua Jung menepuk bahu Chanyeol bangga. Ia sangat menghargai keputusan Chanyeol yg sangat gigih dalam mendukungnya.

Setelah perbincangan tersebut Chanyeol pamit untuk kembali ke Seoul. Ia harus mulai menjalankan rencananya dan tentu saja rencana tersebut harus ia lakukan di Seoul dimana lawannya berada. Ketua Jung memilih untuk kembali ke Seoul esok lusa setelah keluarganya telah lengkap berkumpul dirumah peristirahatannya di Hong Kong demi menghindari sesuatu yg tidak diinginkan terjadi.

Chanyeol sudah masuk kedalam mobil yg ada dihalaman depan, bukan lagi mobil yg kaca belakangnya telah pecah, tapi mobil baru yg telah disediakan untuk mereka.

"Bagaimana kita bisa kembali ke Seoul ? Para polisi itu pasti sudah akan berjaga dibandara dan aku tidak bisa menjamin kalau kita akan bisa lolos lagi kali ini" Sehun berseru cepat setelah menyusul Chanyeol masuk kedalam mobil.

"Kau fikir apa gunanya memiliki banyak koneksi Tuan Oh Sehun, cepat nyalakan saja mobilnya kita harus bergegas untuk sampai di Seoul sebelum gelap" seru Chanyeol memerintah. Tangannya sudah sibuk mencari kontak seseorang pada ponsel digenggamannya. Sehun tanpa banyak bertanya segera menyalakan mesin mobil dan segera meninggalkan rumah peristirahatan Ketua Jung di belakangnya. Sedangkan Chanyeol saat ini tengah mangarahkan ponselnya ke telinga menelepon seseorang.

Tut.. tut.. tut..

"Halo selamat siang, Kim Jongin-ssi ?" sapa Chanyeol ramah saat panggilanya telah tersambung oleh orang diseberang telepon.

- To Be Continued –


Hai chapter 2 nya update yaa.

Aku nyelesaiin chapter ini penuh dengan pemikiran keras loh, entah karena temanya atau karena jalan ceritanya yg serius aku jadi berusaha bikin supaya lebih gampang dibacanya. Gimana menurut kalian ? Bahasanya terlalu sulit dimengerti ga ?

Aku tambahin Do Kyungsoo sebagai castnya karena ternyata dia bakal sering muncul juga di FF ini.

Aku sebenernya awalnya agak ragu bawa tema seperti ini, karena takut enggak diminati. Tapi aku seneng ternyata responnya lebih baik dan banyak yg minta di lanjut.

Jadi gimana setelah baca chapter ini ? Baiknya temanya tetep dipertahanin seperti ini atau jangan ? Aku minta pendapatnya loh dikotak review/hehe/

Terima kasih yg udah review dan PM aku, untuk FF ini kayanya enggak bisa aku bikin ada romancenya ya, karena agak susah juga masukinnya/hehe/

Ditunggu sarannya ya biar aku bisa lanjut bikin chapter selanjutnya/bye/