Yap. Sequel :v
Aslinya aku ga mau buat ini. Tapi daripada di cap Author gantung (emang hobi php orang) jadi aku buat sequel. Memang aku akui sih, yang sebelumnya ngegantung parah XD
Warning: Akakuro, Akakise. Kuroko PoV. Loosely based on Say Something by Big World fr Christina
Giving Up
Kulihat diriku dikaca. Tidak seperti biasaanya aku menggunakan baju super formal seperti ini. Sebuah tuxedo putih dengan sebuah bunga yang tak bisa kuidentifikasi tersemat disakuku. Sekali lagi aku merapikan rambutku yang sebelumnya luar biasa berantakan karena bed hair. Setelah puas, aku segera berjalan menuju pintu keluar ruangan karena aku yakin banyak orang yang menungguku. Namun sebelum membuka kenop, aku membuka handphone terlebih dahulu agar diubah ke mode getar. Sejenak aku melihat wallpaper handphone itu. Foto diriku ketika masih smp. Diriku, temanku, dan kenangan manis buruk.
And I am feeling so small
It was over my head
I know nothing at all
Terkadang orang yang mengenalku akan bercanda dengan mengatakan kalau aku tak mempunyai bayangan, karena aku sendiri adalah bayangan. Kehadiranku lebih tipis daripada kabut. Tak jarang orang tak bisa melihatku dalam sekali pandang. Jangankan sekali pandang, pada saat konsentrasi saja belum tentu. Namun ada satu orang yang pertama kalinya dapat melihat diriku, memandang mataku dan merasakan kehadiranku dengan mudah.
"Tetsuya.."
Tak pernah orang memanggil namaku pertama kali karena langsung melihatku dan ini adalah pengalaman langka bagiku. Wajahku mungkin terlihat datar, namun debaran jantung yang berdetak kencang ini menginginkan ekspektasi lebih.
... Notice me..
And I will stumble and fall
I'm still learning to love
Just starting to crawl
Selama ini aku mengira menjadi seorang yang tidak terlihat adalah sebuah keuntungan besar. Namun ternyata aku salah. Tak kusangka jauh di dalam hati kecil ini aku mendambakan sebuah perhatian. Tidak perlu banyak, tidak perlu semua orang, cukup satu agar bukti bahwa aku ada dan hidup.
Tuhan begitu adil karena dengan segala kekuranganku ini, aku mendapatkan perhatian itu. Captain-ku, sesorang ya rasional, pekerja keras dan serius, menemukan sebuah potensi besar didiriku. Aku sama sekali tak sadar akan hal itu sampai akhirnya dia mengubahku menjadi seorang magician yang begitu expert dengan trik menghilangnya. Aku mendapatkan lebih banyak perhatian dan pujian. Aku senang, namun aku tak terlalu memusingkannya karena perhatian dari captain-ku terasa lebih berharga.
Karena aku jatuh cinta padanya.
Say something, I'm giving up on you
I'm sorry that I couldn't get to you
Anywhere I would've followed you
Say something, I'm giving up on you
Apa kau juga menyukaiku Akashi-kun?
Setelah bakat ini kau temukan, aku merasa kita semakin dekat. Dalam latihan kau selalu mendampingiku dan membimbingku. Di sekolah kau juga selalu menemaniku dan berada disisiku. Hingga di saat kalut menerpaku, kau menggenggam tanganku dan mengusap kepalaku. Perhatianmu membuaiku dalam bisu. Tak pernah kau mengungkit tentang dirimu, diriku dan perasaan.
And I will swallow my pride
You're the one that I love
And I'm saying goodbye
Akhirnya aku mengerti.
Berjalan ke arah sebuah altar indah dipenuhi dengan sulur daun, aku menemukan Akashi-kun sedang berdiri disana sedang berbicara dengan seseorang yang ku kenal, segera aku berdiri di samping altar dan berkata,
"Akashi-kun, Kise-kun, selamat atas pernikahannya."
Say something, I'm giving up on you
