Sasuke,Sai dan juga Naruto sampai juga diruang kepala sekolah. Kepala sekolah KIHS yang berjenis kelamin perempuan itu, yang bernama Senju Tsunade menyuruh tim UPR tersebut untuk segera kesebuah ruangan yang diduga menyebab masalah hilangnya beberapa siswi KIHS tersebut.
Mereka akhirnya sampai keruangan itu. Ruangan itu adalah sebuah bekas ruangan perpustakaan dan sekarang tak lagi digunakan. Ruangan yang nampak seperti gudang tersebut terlihat kotor,seram karena minimnya sinar cahaya yang tak dapat masuk karena jendela yang tertutup oleh bekas rak buku. Banyak juga debu dan sarang laba-laba disana. Sasuke nampak mengerut saat melihat ruangan itu. Ia berpikir kenapa para siswi ketempat seperti ini?, itu lah yang ada dipikiran pria bermata onyx tersebut.
"Tsunade-sama, kenapa para murid anda yang menghilang bisa ketempat ini?" Tanya Sai to the point. Ia juga punya pemikiran yang sama ternyata dengan Sasuke.
"Maksud Sai, Kenapa mereka berani masuk keruangan ini. Dilihat saja tempat ini sangat kotor dan gelap. Biasanya seorang gadis akan takut masuk ketempat seperti ini." Sasuke menimpal saat ia melihat Tsunade yang tak mengerti maksud perkataan Sai.
"Aku juga tak tau, untuk apa mereka masuk keruangan ini. Menurut keterangan para murid lainnya. Mereka sering mendengar barang-barang jatuh atau seseorang yang menangis diruangan ini. Mungkin itu sebabnya mereka masuk kedalam ruangan ini. Mungkin mereka penasaran." Terang Tsunade.
Sasuke, Sai dan Naruto mengangguk,masuk akal. Penasaran biasanya akan mengalahkan rasa takut. Mungkin itu sebabnya murid perempuan yang hilang itu berani masuk kedalam ruangan tersebut. Sasuke menghela nafas berat. Ia mulai melangkah memasuki ruangan tersebut. Sai dan Naruto mengikuti dari belakang. Sedangkan Kepala sekolah yang awet muda tersebut hanya berdiri diambang pintu saja dan mengawasi mereka dari luar.
•
•
•
SasuSaku © Masashi Kishimoto
Warning!
Typo's , OOC, AU, Gaje dll
Genre : Romance/Fantasy/Horor/Supernatural
Chapter : 1
- GHOST HUNT -
Story by JuliaCherry07
- DON'T LIKE , DON'T READ -
•
•
•
"Gaara-kun, Bagaimana? Apa kau sudah menyiapkan formulir pendaftaran untukku?" Tanya Sakura diseberang sana.
"Hn. Tentu saja, aku sudah memintanya kepada kepala sekolah langsung khusus untukmu." Jawab Gaara. Pria bermata jade itu tersenyum tipis dan memandangi pemandangan diluar sana lewat jendela dengan ponsel yang menempel dikupingnya.
Sakura memekik senang diseberang sana. "Arigatou, Gaara-kun. Setelah urusanku disekolah lama selesai. Aku aku akan kesana."
"Kau datang saja hari ini sepulang sekolah. Aku akan menunggumu digerbang sekolahku."
"Baiklah. Tunggu aku ya"
"Hn. Tentu." Jawab Gaara. "Aku akan selalu menunggumu, Sakura." Tambahnya dalam hati. "Sakura" Panggilnya kemudian.
"Ya?"
"Bagaimana keadaan adikmu?"
"Aa, dia baik-baik saja. Sekarang aku dirumah dan sebentar lagi akan kembali kesekolah untuk mengurus kepindahanku ke KIHS. Aku harap kita bisa satu kelas seperti dulu, Gaara-kun" Ujar Sakura.
"Ya. Aku pun sama."
"Baiklah, Jaa ne." Sakura memutuskan sambungannya.
Gaara menghela nafas dan memasukkan ponselnya kedalam saku celananya. Pria itu menoleh saat salah satu para siswi bergosip ria tentang agen pemburu hantu tersebut. Pria bersurai itu berdecak kesal dan memutuskan untuk keluar dari ruang kelasnya.
Sakura berlari kecil dilorong sekolahnya. Setelah keadaan Konohamaru sudah membaik, ia memutuskan untuk kembali kesekolah untuk mengurus kepindahannya kesekolah KIHS dimana sahabatnya sekolah disana. Sebenarnya gadis merah muda itu pindah kesekolah KIHS karena satu alasan. Yaitu agar ia bisa lebih mengawasi adiknya, Konohamaru. Adiknya sekolah di Konoha Internasional Junior School yang letak gedungnya tepat disebelah gedung Konoha Internasional High School. Dengan kepindahannya kesekolah itu, ia bisa tetap dekat dan mengawasi satu-satunya keluarganya tersebut.
Sakura masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Sebelumnya ia sudah bicara pada kepala sekolah tersebut dan dengan terpaksa kepala sekolah tersebut mengijinkan murid pintarnya seperti Sakura keluar dari sekolahnya. Gadis musim itu keluar dari ruangan kepala sekolah setelah mengisi semua keperluan kepindahannya. Sakura berjalan keluar sekolah dan menuju sekolah barunya untuk segera daftar kesekolah bertaraf internasional tersebut.
•
•
Ghost Hunt ® JuliaCherry07
•
•
Sasuke nampak berkonsentrasi dan memejamkan kedua matanya. Ia berusaha untuk mendeteksi, apakah ada mahluk seperti youkai diruangan ini atau kah ini hanya perbuatan manusia saja. Sai nampak berdiri tenang disamping Sasuke. Sedangkan Naruto mengeluarkan sebuah kamera digital dan mengambil foto disetiap sudut diruangan itu. Dahi pria berkulit tan tersebut mengerut saat melihat hasil foto yang ia ambil tadi.
"Oi, Teme. Coba lihat" Suruh Naruto. Sasuke dan Sai pun mendekat kepria itu. "Ada apa,Naruto?" Tanya Sai penasaran.
"Apa kau berhasil mengambil foto youkai, Dobe?" Tanya Sasuke datar.
"Lihat saja sendiri" Naruto memperlihatkan hasil jepretannya itu. Sai dan Sasuke terdiam dan memperhatikan dengan seksama foto itu."Bukankah sosok itu seorang wanita?" Naruto kembali berucap.
Sai mengangguk setuju. "Kau benar Naruto, dan sosok itu kelihatan sedih" Timpal Sai.
"Jadi benar ya, ini ulah youkai, dattebayou" Seru Naruto.
"Hn. Itu belum pasti. Dobe" Sahut Sasuke. Naruto tersentak. "Apa maksudmu, Teme?" Tanya Naruto tidak mengerti.
"Kita cari tau saja. Kepastiannya." Ujar Sasuke. Sedetik kemudian pria raven itu menyeringai tipis. "Ini akan semakin menyenangkan" Sambungnya dalam hati. Tsunade masih mengawasi mereka dari ambang pintu. Kedua tangannya ia silangkan kedadanya. Dan matanya terus memperhatikan dalam diam.
"Tsunade-sama. Anda disini rupanya" Sapa sebuah suara dari arah koridor. Tsunade menoleh. "Aa, Kau rupanya Ibiki. Ada apa?" Tanya Tsunade.
Pria bernama Ibiki tersebut pun mendekat. "Aku hanya ingin me-..." Ibiki memutuskan ucapannya saat melihat tiga pria yang sibuk didalam ruangan tersebut. "Siapa mereka? kenapa mereka masuk kesana?" Tanya Ibiki pada Tsunade.
"Aku yang memanggil mereka. Masalah ini harus segera diselesaikan bukan?"
Ibiki mengangguk. "Aa, begitu ya" Gumamnya. "Ah, ini aku ingin meminta tanda tangan anda untuk urusan festival bulan depan." Ibiki menyerahkan dokumen itu pada Tsunade.
Wanita itu menerimanya dan membuka dokumen tersebut. "Aa, Festival musim panas ya. Murid-murid kelas 2 dan 3 pasti sangat sibuk sekarang. Apa semua sudah selesai persiapannya?" Tanya Tsunade.
"Semua sudah siap. Hanya tinggal para murid saja yang harus menyiapkan diri untuk pertunjukan dan yang lainya." Jawab Ibiki.
"Baguslah. Jangan lupa, beli banyak kembang api. Murid perempuan sangat suka kembang api dipengujung acara nanti"
Ibiki tersenyum. "Ya, anda benar dan itu termasuk anda bukan?" Tsunade terkekeh. "Aa, Kau benar. Tapi aku akan jauh lebih suka jika ditemani sake" Ujar Tsunade.
"Tenang saja Tsunade-sama, akan saya siapkan nanti tapi jika asisten anda tidak melarangnya."
Tsunade mendengus. "Kau benar. Shizune pasti akan menceramahiku nanti jika tau." Ibiki terkekeh, sedetik kemudian obrolan mereka terusik saat mendengar suara benda jatuh dari dalam ruangan yang Sasuke dan temanya periksa.
"Ada apa?" Tanya Tsunade dari luar.
"Hn. Hanya benda jatuh." Dusta Sasuke. Pria itu mengambil sesuatu didekat rak. "Ini...?".
"Ada apa, Sasuke-san?" Tanya Sai.
"Penjepit rambut wanita?" Cetus Naruto saat melihat benda yang ada ditangan Sasuke.
"Hn. Coba kau periksa disebalah sana, Sai. Disumber suara itu." Perintah Sasuke . Sai mengangguk dan berjalan mendekati sumber suara dimana tiba-tiba saja sebuah benda yang tergeser dengan sendirinya. Naruto bisa merasakan aura youkai disana. "Hati-hati,Sai" Seru Naruto. Sai mengangguk.
Sasuke masih memperhatikan jepit rambut yang ada ditangannya. "Apa ini punya korban?" Gumamnya.
•
•
•
•
Sakura duduk dihalte. Gadis yang masih menggunakan seragam sekolah itu menunggu bus yang akan datang. Sesekali ia menghela nafas dan bergumam tidak jelas, sampai-sampai orang yang berduduk disampingnya terkadang memandang aneh dirinya.
"Jangan mengangguku!" Bentak Sakura tiba-tiba seraya berdiri dan menatap marah kedepan seakan ada seseorang didepannya.
"Nona, Kau kenapa? siapa yang kau bentak?" Tanya orang yang tadi duduk disamping Sakura. Lelaki itu menatap aneh Sakura yang seakan berbicara sendirian.
Sakura tersentak dan merutuki dirinya. "Maaf, tadi aku hanya latihan saja untuk pertunjukan drama disekolahku" Kilah Sakura kikuk. Pria itu mengangguk serta ber'oh'ria.
Kemudian bus pun datang, Sakura dengan cepat masuk kedalam bus tersebut. Ia duduk dibangku paling belakang yang terlihat sepi. Sakura duduk didekat jendela. Ia memandangi pemandangan diluar sana dan sesekali menghela nafas pasrah. "Aku harus mengabaikan mereka yang tak kasat mata. Jika tidak aku pasti dikira orang gila." Gumamnya. Kemudian ia menyandarkan kepala merah mudanya ke kaca jendela. "Menyebalkan!" Sambungnya seraya membenturkan kepalanya berulang kali kekaca jendela dengan frustasi.
•
•
•
Bersambung dulu ya...
Spesial Thanks :
Kucing genduttidur, Nurilita as Lita-san, hanazono yuri, echaNM, DeShadyLady, lightflower22, Laifa, Harayukii-chan, TheLimitedEdition, Syalala, DaunIlalangKuning, zack kun kii chan.
A/N : Aku akan menjawab pertanyaan kalian disini.
Q : Apakah benar ada romance di fic horor/supernatural ini?
A : Ya, Tentu saja, saya juga suka fic bergenre apapun asal ada romancenya.
Q : Fic ini terinspirasi dari anime apa?
A : Anime Ghost Hunt
Q : Kok ceritanya mirip sama aslinya , yakin adegan di fic real dari otak sendiri?
A : Ya. Jelas mirip tapi cuma dari alur cerita saja. Karena dari awal saya sudah bilang fic ini terinspirasi dari anime. Jadi kalau alurnya mirip itu sudah pasti. Tapi dalam segi adegan, dialog itu benar benar real dari otak saya. Jika anda benar pengemar anime Ghost Hunt, Apakah Mai dan Naru ketemu di jalan? seperti Sasusaku? tidak kan? , Apakah Mai punya adik dan pindah dari sekolahnya? tidak kan? dan apakah Mai pernah melakukan apa yang Sakura lakukan di fic saya ini? dan apakah di anime Ghost Hunt Naru dan kawan2nya juga melakukan adegan seperti di fic saya dengan menemukan jepit rambut misalnya? tidak kan?.
Saya juga penggemar Anime Ghost Hunt. Adegan di anime itu dan fic saya ini jelas adegan didalamnya berbeda. Mai di anime Ghost Hunt cuma memiliki kemampuan melihat sesuatu dari mimpinya. Dific ini Sakura mempunyai kemampuan yg lebih dari Mai. Sakura memiliki kemampuan Six Sense. Dan nanti akan saya jelaskan lagi dalam cerita kemampuan2 tokoh dific ini nanti. Jadi mohon dukungannya.
Dan saya sangat berterima kasih atas review , Favorite dan follow dari kalian. Untuk flamers, maaf saya tak bisa menerima anda. Jika fic saya ini tak anda sukai, silahkan cari fic lain dan abaikan fic saya. Don't Like Don't Read.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya...
SELAMAT IDUL ADHA ^^
With Love
JuliaCherry07
.
