Discalimer: Reiichiro Inagaki & Yusuke Murata

Story line By: Morveren Petra

.

.

.

BAB II

KETIDAK SUKAAN (I)


Kehidupan perkuliahan lebih banyak menyita waktu, pikiran dan tenaga. Tidak seperti sewaktu Anezaki Mamori berada di masa-masa SMA dulu. Yah, setidaknya sewaktu SMA dulu 'kesibukan' yang harus gadis itu emban tidak sebanyak sekarang. Tugas perkuliahan, presentasi, tugas club yang diberikan Hiruma pun tidak kalah beratnya dengan dosen-dosen yang memberikan tugas perkuliahan kepadanya.

Baiklah, mengingat Mamori bukanlah gadis yang suka bermalas-malasan atau lebih tepatnya sesosok gadis pekerja keras dan bertanggung jawab tidak membuat semangat gadis itu menurun. Menurutnya, itu adalah sebuah tantangan yang harus dia jalani sepenuhnya, untuk sebuah masa depan yang baik, pikirnya.

Disinilah Mamori sekarang, duduk berhadapan dengan setumpukan tugas perkuliahan yang baru saja ia selesaikan.

"Selesai! Mou! Rasanya tugas di sekolah tidak sebanyak ini… Tinggal yang itu"

Kembali, matanya menatap setumpukan tugas yang Hiruma berikan. Oh! Sejujurnya Mamori jengkel, Hiruma membakar dua kotak Cream Puff kesukaan Mamori menggunakan Flame Thrower miliknya. Mengingat itu Mamori kembali dongkol dengan kelakuan kapten-nya itu.

"Hiruma-kun! Awas kau! Memang apa salahnya memakan Cream Puff?!"

Ucapnya seraya memukul-mukul meja dihadapanya. Perhatianya kemudian ter-arah ke pintu ruang klub, dengan kasar orang itu menendang pintu ruang klub hingga terbuka.

"Kau itu monster sus sialan yang mengerikan, kau tahu? Berat badanmu itu sama dengan si gendut sialan karena kau terus-terusan memakan benda beracun seperti itu"

Sejujurnya Mamori ingin sekali membalas perkataan Hiruma yang cukup membuatnya semakin sebal, namun ia mengurungkan niatnya. Mamori mendeklarasikan pernyataan kepada dirinya sendiri untuk mendiamkan Hiruma, dan sekarang sudah tiga hari ia tidak berbicara dengan Hiruma. Ditatapnya Hiruma dengan dingin yang kini berada di hadapannya, lalu memutuskan untuk mengabaikan Hiruma dan meneruskan tugas-tugasnya yang belum terselesaikan.

"Kau masih ngambek manajer sialan?" Tanyanya datar

"…"

"Tuli heh manajer sialan? Sampai kapan kau mau beralagak bisu?"

Tidak mendapat jawaban apapun dengan lawan bicaranya membuat Hiruma berdecak kesal. Menurutnya, mengerjai manajernya yang selama enam tahun ini selalu berada disampingnya adalah sebuah tradisi yang harus dia lakukan setiap hari. Hiruma pikir membuat manajernya kesal ataupun marah-marah memberikan suatu hiburan tersendiri untuk keseharianya yang ia rasa cukup membosankan, terlepas dari American Football tentunya.

Tapi, kali ini Hiruma melakukan itu tidak berlandaskan karena hanya ingin mengerjai, namun ada hal yang membuat dirinya merasakan hal yang ia tidak suka, sesuatu yang ganjil yang ia sendiripun enggan untuk mengakuinya selama ini.

"Hanya gara-gara dua kotak makanan beracun begitu kau semarah ini?" Hiruma menatap arlojinya "Tiga hari dua jam sepuluh menit dan lima detik manajer sialan".

"Berhenti menggangguku Hiruma-kun" Jawab Mamori sinis.

Seringai kecil terpatri diwajah Hiruma.

"Lain kali suruh si 'rambut liar' sialan itu bawakan tokonya sekaligus manajer sialan kekeke" Balas Hiruma dan berlalu meninggalkan Mamori.

Mamori tertegun mendengar kata-kata yang Hiruma lontarkan.

Sebenarnya, tiga hari yang lalu, Yamato Takeru rekan satu timnya mendatangi Mamori dan memberikan dua kotak Cream Puff Kariya favorit gadis berambut auburn tersebut dan sedikit mengelus kepalanya, membuat rona merah yang terlihat jelas diawajah Mamori. Disaat yang bersamaan Hiruma datang dan melihat mereka berdua. Dalam hati ia bertanya-tanya, ia memang tidak menyukai orang-orang di sekitarnya yang memang ia tidak kenal dengan baik, baginya, mereka hanyalah pengganggu sialan. Kemudian Hiruma berpikir kembali, apa yang ia sangat tidak sukai? Hiruma memicingkan kedua matanya, melihat kearah Yamato. Ia tidak menyukai 'itu'. Dalam diam Hiruma merutuk dirinya sendiri dan Yamato Takeru.

Dan pernyataan Hiruma tadi jelas membuat seorang Anezaki Mamori mengulas senyum tipis dibibrnya yang mungil.

"Dia itu, dasar Hiruma-kun".

Dilema di dalam pikiran pria yang dijuluki 'The Commander of Hell' terus bergemuruh, pasalnya, Hiruma merasa asing dengan perasaan sialan yang melandanya kali ini, sebenarnya tidak kali ini, setiap kali melihat manajernya ia merasakan sesuatu yang aneh didalam dirinya.

Hiruma menatap kearah lapangan yang kosong. Kedua tanganya ia masukan ke dalam kantung celananya, tidak lupa dengan permen karet yang tidak pernah absen dari mulutnya.

"Cih, perasaan sialan macam apa ini heh? Sialan" Ia bergumam.

"Yo, Hiruma-san".

"Rambut liar sialan" Batin Hiruma.

Hiruma hanya melirik Yamato atau tepatnya orang yang ia juluki dengan si 'Rambut Liar Sialan' dengan ujung matanya. Perasaan asing yang sama muncul lagi di dalam dirinya.

"Kau tahu diamana Anezaki-san berada?".

Sebelah alis Hiruma terangkat, balon permen karet yang ia tiup meletus.

"Mau apa kau dengan manajer sialan?".

Yamato sedikit tersenyum dan juga ikut menatap lapangan kosong dihadapanya.

"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganya, apa kau keberatan?".

"Keh, kau pikir aku siapanya manajer sialan jelek itu?".

"Benarkah? Aku kira kau itu keka…".

Ucapan Yamato menggantung diudara ketika Hiruma mengarahkan pistol miliknya ke kepala Yamato.

"Baiklah kalau kau tidak kebertan" Yamato mengangkat kedua tanganya diudara " Setidaknya aku masih ada harapan kan? Aku harap kau tidak menyesal Hiruma-san… Anezaki-san wanita yang sangat baik, kau juga tahu itu kan?" Yamato menatap mata Hiruma mantap, tidak ada tatapan yang menyiratkan keragu-raguan.

"Kau ngoceh apa sialan?" Balas Hiruma tidak kalah juga menatap Yamato dengan tatapan dingin dan tajam, kemudian ia menurunkan tanganya.

"*FN Five-SeveN*" Ucap Yamato "Pistol yang sangat bagus Hiruma-san" Yamato menunjuk kearah pistol yang Hiruma genggam dan berlalu pergi.

"Kau mau lihat betapa sangat bagusnya pistol ini heh rambut liar sialan? Kau akan tau bagusnya setelah aku melubangi kepala sialanmu itu" Hiruma menyeringai sinis.

Yamato hanya membalas dengan melambaikan tangan kananya.

Hiruma tidak senang, merasakan dadanya memanas dan semakin berapi-api.

"Berengsek" Gumamnya pelan dan segera berjalan menuju arah ruang klub.

Pria berambut spike pirang itu merasakan ketidak sukaan yang sangat merepotkan dihatinya.

To Be Continue


Morveren: Terima kasih bagi yang sudah mereview senang sekali rasanya masih ada yang membaca fanfiction di fandom ini, saya akan tuntaskan fic ini sampai selesai dan berusaha semaksimal mungkin, pendek ya? Hehehe karena saya hanya ingin membuat cerita ringan saja :) Oh iya disetiap episode akan ada penjelasan mengenai senjata-senjata yang Hiruma pakai, dan saya juga tertarik dengan senapan-senapan hahahaha informasinya ada juga di Wikipedia atau situs-situs mengenai senjata api. sampai jumpa di episode berikutnya ^^

Catatan: *FN Five-SeveN (FN 57)*

Pistol FN Five-seveN merupakan merek dagang untuk Pistol Semi Otomatis produksi perusahaan senjata asal Belgia..Five Seven sendiri itu adalah nama perusahaanya. Termasuk jenis pistol terbaik didunia

Sebagai senjata sidearm untuk Personal defense Weapon (PDW) FN P90, pistol ini menggunakan peluru dengan jenis yang sama yaitu 5,7 x 28 mm buatan FN yang dibuat pada awal 1990. FN Five-seveN USG yang dilengkapi dengan Rel Picatiny.

Pistol ini banyak digunakan oleh pasukan elit/khusus di banyak Negara termasuk Indonesia juga.

senjata ringan berbahan polimer, kapasitas magazene (kotak peluru yang fungsinya mendorong peluru) yang besar, mudah digunakan dengan tangan kiri/kanan, recoil yang rendah, dan mampu menembus baju anti peluru.

Berat

617 gram tanpa magazen

744 gram dengan magazen

Panjang

208 mm (8,2 in)

Panjang laras

122 mm (4,8 in)

Lebar

36 mm (1,4 in)

Tinggi

145 mm (5,7 in)

Peluru

5,7 x 28 mm

Mekanisme

Delayed blowback

Rata-rata tembakan

Semi otomatis

Kecepatan peluru

650 m/s (2,133 ft/s) (SS190)

625 m/s (2,050 ft/s) (SS195)

520 m/s (1,700 ft/s) (SS197)

Jarak efektif

50 m (165 ft)

Jarak jangkauan

1,510 m (4,950 ft) ]

Amunisi

Magazen box: jumlah peluru:

10 butir

20 peluru

30 peluru

Alat bidik

Besi