Jihoon datang paling akhir ke tenda informasi, tangan kirinya memegang papan scanner dan kanannya mengetik sesuatu di layar ponsel. Matanya kemudian menangkap anggota inti osis sibuk mengatur meja di lapangan, dan Seungcheol tiba-tiba berteriak padanya.
"Jihoon sini dong, jangan makan gaji buta!"
Jihoon memutar kedua matanya malas, menitipkan papan scanner pada Sejeong dan berlari kecil menyusul Seungcheol. Menggunakan rok pendek dan wedges memang perpaduan yang buruk, menurut Jihoon.
Mereka semua berkumpul di tenda informasi lima belas menit kemudian. Seungcheol memberi arahan kepada anak buahnya tentang apa saja kegiatan hari ini.
"Pembukaan resmi sekitar lima belas menit lagi. Masih ada juga beberapa lomba hari ini, semua sudah tau kan bagian masing-masing?", anak buah Seungcheol mengangguk. "Jihoon, bacakan siapa yang hari ini kerja lapangan."
Jihoon mengangguk, lalu mulai membaca dengan suara yang besar. "Anggota inti tetap terjun ke lapangan hari ini untuk mengawasi lomba tumpeng. Bidang olahraga turun untuk final futsal. Bidang teknologi informasi turun untuk mengatur bagian sistem musik dan pengeras suara untuk hari ini. Sisanya diharap untuk membantu." Jihoon berhenti untuk menghela nafas. "Acara ini sudah kita rencanakan berbulan-bulan lalu, bahkan beberapa sampai meninggalkan kelas untuk rapat. Jadi, ayo kita buat hari ini sempurna. Semangat!"
"SEMANGATTTTT!"
.
.
.
Soonyoung tersenyum setelah beberapa kali membidik Jihoon melalui lensa kameranya. Gadis itu terlihat cantik dengan bunga-bunga imajiner di mata Soonyoung, wedges itu berhasil membuat tinggi badan si kecil setara dengan Wonwoo, Soonyoung juga baru menyadari bahwa rambut mantannya itu berwarna sedikit kemerahan.
Senyum Soonyoung perlahan luntur saat lelaki lain datang dan bercengkrama dengan Jihoon.
"Jihoon nggak bakal ilang kok."
Soonyoung sedikit kaget saat menyadari Somin berdiri disebelahnya. "Sejak kapan disitu? Bikin kaget aja."
"Sejak negara api menyerang. Habisnya, kamu dari tadi asik banget ngefoto Jihoon, jadi nggam sadar kalo ada bidadari disini menanti untuk difoto."
Dan Soonyoung langsung memasang pose muntah setelah mendengar ucapan bendahara kelasnya itu.
"Kwon Soonyoung sialan, cepat foto aku."
Somin langsung memasang pose terbaiknya dan membuat Soonyoung terkekeh.
"Pacarmu jadi datang? Ini penutupan loh."
Somin mengangguk, "Iya, dia bilang tadi sudah di jalan."
Setelah memotret dua kali, Soonyoung menyerahkan kameranya pada Somin.
"Enak ya punya pacar anak kuliahan."
"Ya sana cari juga. Kan kamu belum move on dari Jihoon, gimana mau cari anak kuliahan."
Soonyoung mencibir, "Bingung deh sama hyung, bagusnya kamu itu nggak ada sama sekali."
Somin tersenyum manis sambil menyerahkan kembali kamera kepada sang pemilik. "Bagusnya ada banyak kok, lagian kamu kan nggak bisa move on dari mantan. Dari pada ngurusin hubungan orang, mending sana balikan."
Somin mehrong sebelum kabur ke gerbang untuk menjemput pacarnya.
Tanpa Soonyoung sadari, Jihoon memperhatikannya dari tadi sambil meremat ujung papan scanner.
.
.
.
Seungcheol menepuk tangannya nyaring, mencari perhatian para anggotanya. "Osis hari ini cuma dikasih uang, bukan nasi. Lapor ke bendahara aja yang mau makan siang."
Dan sorakan bahagia memenuhi ruangan saat Boo Seungkwan dengan gaya diva-nya masuk sambil memamerkan beberapa uang dari dalam amplop.
"Ji, mau makan siang di luar atau nyoba stan kelas?" Seungcheol berusaha mengingat sesuatu, "Kemarin aku sama Jeonghan makan di stan kelasku, enak kok."
"Iya-iya, nasi bakarnya enak kok." Wonwoo ikut menyahuti Seungcheol.
Jihoon merengut, "Oh jadi lebih asik makan siang sama pacar dari pada bareng aku? Oke, fine! Fine!"
"Loh kan kamu bisa makan sama Soonyoung, eh kan udah mantan ya? Sorry sorry Ji."
Dan bibir Jihoon makin maju karena ejekkan dari Junhui yang entah muncul dari mana. "Mentang-mentang taken. Sialan."
"Jihoon sunbae! Dicari sama Soonyoung sunbae nih!"
Teriakan itu berhasil menyita atensi Jihoon sepenuhnya, kemudian mata kecilnya mendapati Soonyoung berdiri di depan pintu osis sambil menggoyangkan ponselnya. Jihoon membaca gerak bibir Soonyoung; 'Cek ponselmu.'
Detik selanjutnya Jihoon kelabakan mencari ponselnya di dalam tas, pasalnya sejak dimulainya acara puncak, ia menyimpan ponselnya di ruang osis. Jihoon langsung menggeser lockscreen dan mendapati pop up dari line.
'Soonyoung
Mau makan siang bareng? Aku yang traktir.'
Jihoon mengalihkan pandangannya pada Soonyoung dan mengangguk. Kemudian membereskan isi tasnya dan pergi setelah mengatakan,
"Aku makan bareng Soonyoung."
Tepat setelah pintu di tutup, Seungcheol selaku tertua langsung heboh.
"Jihoon udah balikan?!"
.
.
.
"Cie yang habis makan bareng mantan~" goda Junhui saat Jihoon baru bergabung dengan genk sunbae osis, isinya Seungcheol, Wonwoo, Junhui, Jihoon, dan Sejeong. 5 sekawan osis sejak kelas 10.
"Nasinya rasa apa Ji? Ada pahit-pahitnya nggak?" tanya Wonwoo.
"Rasa yang pernah ada, Won." sahut Sejeong, lalu Sejeong dan Wonwoo melakukan high five.
Jihoon duduk disebelah Seungcheol dan bersandar pada lelaki yang sedang menikmati buah kupas. "Bacot ya."
"Sensi ya Ji? Balikan nggak nih?"
Jihoon mencubit lengan Seungcheol. "Berisik ih."
Seungcheol tertawa, lalu menyuapi Jihoon buah. "Balik ke tenda informasi yuk. Lima menit lagi mau dilanjut acaranya."
Dan mereka berlima langsung berjalan menuju tenda informasi.
.
.
.
Sudah menjadi tradisi ulang tahun sekolah bahwa setelah jam makan siang, murid tingkat akhir akan menguasai lapangan dan panggung. Mereka bersenang-senang dibawah terik matahari bersama, entah untuk menari ataupun bernyanyi bersama. Tidak ada lagi pembatas MIPA maupun IIS diantara mereka, semua larut dalam kebahagiaan singkat sebelum menempuh ujian naik ke perguruan tinggi. Termasuk Jihoon yang bertelanjang kaki, karena tidak mungkin ia berjingkrak dengan menggunakan wedges.
Tepat setelah lagu GOT7-Hard Carry selesai diputar, Sejeong dan Dongyoung naik panggung untuk menyanyi, lagu dari Jung Joonyoung dengan judul Me and You. Lagu mellow itu pas dengan suara Dongyoung yang khas dan tepat setelah Sejeong menyelesaikan partnya, Jihoon merasakan pergelangan tangannya ditarik. Setelah berbalik, ia mendapati Soonyoung berdiri dihadapannya dengan wajah serius.
"Jihoon."
Jihoon merasa jantungnya berdegup tak normal saat menyadari Soonyoung terlalu dekat dengannya. "Soonyoung, bisa mundur?"
"Tidak."
Jawaban mutlak Soonyoung membuat Jihoon mendongak, dan matanya beradu dengan mata Soonyoung yang juga memandangnya. "Aku udah nggak bisa mundur lagi, Ji."
Soonyoung tak lagi menggenggam pergelangan tangan Jihoon, melainkan telapak tangannya. "Kamu egois, Ji."
"Ha? Egois? Apaan sih?"
"Iya kamu. Kamu bilang kita udah nggak punya hubungan apa-apa, tapi kenapa detak jantungku seakan kamu yang kontrol? Bahkan mataku juga selalu otomatis fokus buat kamu."
"Ha?"
Soonyoung memperjelas maksudnya. "Jihoon balikan sama aku, mau?"
Jihoon tersenyum sekarang. "Sense romantismu emang nggak pernah tumbuh dan berkembang ya?"
Soonyoung balas tersenyum. "Balikan, kan?"
"Siapa bilang?"
Soonyoung menunjuk dirinya sendiri. "Aku, barusan."
.
.
.
"Jihoon jadi pulang bareng nggak nih? Kalo nggak, aku bareng Jeonghan."
Jihoon menggeleng, kemudian menunjuk Soonyoung yang mengklakson. "Bareng pacar kok. Hati-hati ya Papi Cheol."
"ANJIR KAPAN BALIKANNYA?" -Wonwoo.
"Ngegas si Soonyoung. Apa kabar diriku yang jomblo diantara kalian." -Sejeong.
"Asik besok makan besar." -Junhui.
.
.
.
.
Fin.
.
.
.
.
Selesai (Akhirnya!)
Sebenarnya aku ngga tau gimana cara menyelesaikan cerita ini, karena aku sama si mantan ngga balikan wkwk. Thanks to KARD, Jung Joonyoung, Jung Seunghwan, IOI(kurindu T.T) yg selalu masuk playlist uhuhu.
Eh tapi beneran jadi tradisi murid tingkat akhir pas hut sekolah, penguasa lapangan+panggung :v
Aku vakum untuk nulis tentang sebong(ssssss) karena feel akhir-akhir ini hilang, apalagi bibble belum dilanjut sampai sekarang. Kubutuh asupan Soonhoon pls! Jadi aku bercabang ke nct,sf9,astro(soon be),kard(soon be)
Terima kasih yang udah review, maaf ngga bisa balas karena aku cuma pake hp T.T
Ps: cobaan berat! Sebong ke indo(lagi) T.T
Pss: kutemukan 14(pertamanya 16 tapi Kim Sihyun dan Han Jongyeon out)T T bias di p101 s2, melebihi kapasitas hmm. Vote pertama-kedua tetap buat Samuel-Minhyun! Uhuhu degem sama oppa T.T
Psss : Pristin debut! Kyulkyung unni tetap cantik huhuhu.
Pssss: The Reason sama Dare and Kiss sedang otewe~
