Cerita ini bukanlah sequel/lanjutan dari chap sebelumnya, hanya berjudul sama maka dari itu di publish di sini. Itu alasan keduanya, alasan pertama aku masih kesulitan publish cerita baru di ponsel, terlalu terbiasa publish cerita baru di pc. Alasan ketiga karena sulit menentukan judul.
Cast: Kibum dan Kyuhyun sudah pasti, lainnya cari sendiri.
Cerita ini murni karyaku, pemerannya mengambil nama korean idol dan oc.
Selamat membaca
.
Langit telah berubah menjadi gelap tatkala Kyuhyun mematikan mesin mobil setelah menikungkan kendaraan tersebut ke parkiran sekitaran pantai selatan. Keluar dari mobil, Kyuhyun membenahi rambut merah ikalnya yang langsung di sapa oleh angin laut. Berjalan ke arah lokasi pesta setelah mengunci mobil, sepasang manik kembar kecoklatan Kyuhyun mengedar ke seluruh tempat.
Nickhun mengadakan pesta pantai untuk kesuksesannya dalam proyek kerjasama Korea-Thailand di bidang kesenian kemarin. Ini pesta putaran keduanya, putaran pertama untuk relasi bisnis dan putaran kedua untuk teman-temannya. Kyuhyun sendiri sempat berkencan dengan Nickhun meskipun tidak berlangsung lama, keduanya sama-sama menyukai kebebasan dan berpisah begitu saja. Kini mereka masih berteman dan hubungan keduanya baik-baik saja.
"Yo Kyu, lama tak jumpa eh?" seorang teman menyapanya, seseorang yang tampan dengan tipe wajah dinosaurus, "Kau dapat voucher 'bebas dari penjara' ternyata" lanjut temannya mengejek.
"Tutup mulutmu sebelum ku sumpal dengan sepatu milik monyet yadong-mu!" ancam Kyuhyun dengan nada juteknya yang khas.
"Hey, aku tidak melakukan apapun, jangan bawa-bawa sepatu mahalku" protes seseorang yang disebut Kyuhyun sebagai Monyet Yadong -yang memang sedari tadi berdiri di belakang si lelaki wajah dinosaurus.
Kyuhyun mendengus, "Aku ingin bersenang-senang malam ini, jangan laporkanku pada antekmu jika kalian tidak ingin rahasia kalian terbongkar" ancam Kyuhyun.
Si wajah dinosaurus memberikan isyarat mengunci mulutnya sedangkan si Monyet yadong melakukan hormat ala militer. Duo beda spesies itu kompak menurut pada Kyuhyun, pasalnya di tangan Kyuhyunlah rahasia mereka tergenggam.
Kyuhyun melambaikan tangan sambil berlalu. Bibirnya mengeluarkan seringaian, sudah lama sekali ia tidak bersenang-senang.
Kyuhyun beralih untuk tersenyum, menebarkan segala pesona yang di miliki. Ia bebas hari ini, Kyuhyun mengabarkan pada keluarganya bahwa jadwal kedatangannya dari perjalanan bisnis di Singapore adalah besok pagi. Ia bisa menikmati hari bebasnya sampai besok jam 10 pagi.
Berjalan menuju bar counter, Kyuhyun sadar bahwa ada tatapan-tatapan lapar yang ditujukan padanya. Namun ia tidak mengacuhkannya, prioritasnya untuk sekarang adalah minuman yang sangat ia rindukan. Kyuhyun langsung duduk di bar stool di sisi depan bar counter yang tidak terlalu banyak orang.
"Corona" katanya pada bartender di depannya.
Bartender lain tiba-tiba muncul dari belakang dengan sebotol Corona pesanan Kyuhyun, "Kau masih belum berubah," katanya, hapal dengan kebiasaan Kyuhyun ketika minum, "Dan seleramu tidak sesuai dengan wajahmu" tambahnya.
"Tutup mulutmu sebelum kulempar dengan gelas ini" ancam Kyuhyun dengan menunjuk gelas kosong memakai dagunya.
Bartender dengan name tag Lee Jonghyun tersebut hanya mengedikkan bahunya tidak peduli.
Kyuhyun berdecih pelan, kemudian membalikkan posisinya hingga bersandar pada bar counter. Menenggak langsung Corona dari botolnya, Kyuhyun mengamati kumpulan manusia lupa diri di depannya. Mendengus ketika sadar sebentar lagi ia akan bergabung dengan manusia-manusia gila dunia gemerlap tersebut.
"Hey manis, mau berdansa denganku?" seseorang menghampiri Kyuhyun, menawarkan untuk berpartner dansa. Dengan kerlingan nakal yang terlihat menjijikkan di mata Kyuhyun.
"Enyahlah sebelum kutendang bokongmu" kata Kyuhyun jutek. Moodnya bisa berubah buruk nantinya karena ia memang tidak ingin di ganggu.
Lee Jonghyun menahan tawanya, ia mengenal Kyuhyun sejak lama dan sangat tahu jika lelaki dengan wajah good looking cenderung ke arah kekanakan tersebut tidak suka di panggil manis.
"Galak sekali, berdansa sebentar saja apa ruginya, manis" kata lelaki tersebut masih mencoba menggoda. Tangannya memulur untuk menyentuh pundak Kyuhyun kemudian meremasnya.
Kyuhyun meletakkan botol Coronanya keras, tangannya kemudian ia gunakan untuk memelintir ke belakang tangan lelaki tersebut hingga si empunya mengerang kesakitan, kemudian benar-benar menendang bokongnya. "Enyah sebelum aku benar-benar marah" hardiknya kesal.
Membuat orang-orang yang tadi menatapnya lapar dan ingin menghampiri jadi enggan untuk mendekat.
Kyuhyun kembali ke kursinya untuk menghabiskan Corona-nya yang tinggal setengah saja.
"Lagi" komandonya lantang meminta botol lain yang masih terisi penuh pada bartender.
..sursure..
Tindakan Kyuhyun tersebut tak pelak menimbulkan perhatian seseorang yang tengah berdiri di lantai dua tempat pesta. Pesta ini memang pesta terbuka di pinggir pantai, namun ada pula gedung dua lantai yang tersedia untuk kalangan yang hanya ingin menikmati pesta tanpa berlenggokan di kerumunan sana. Atau sebagai tempat untuk berbuat mesum yang lebih nyaman dibanding tempat terbuka. Lelaki di lantai dua tersebut tersenyum miring, mengambil ponselnya untuk mendial nomor seseorang.
"Hey, dude" katanya begitu teleponnya diangkat, "Kau benar-benar tidak ingin datang ke pestanya Nickhun?"
Si penelpon kembali tersenyum miring begitu mendengar jawaban seseorang yang diteleponnya, "Kau akan berubah pikiran begitu melihat foto yang kukirimkan" katanya lagi tersenyum senang "Kutunggu" tambahnya meskipun orang di sana hanya menggumam tanpa mengiyakan undangannya. Tetapi lelaki itu yakin bahwa orang yang di teleponnya akan datang sesaat setelah melihat foto yang diambilnya. Menutup teleponnya, ia kemudian membuka fitur kamera. Mengambil gambar Kyuhyun yang lagi-lagi menenggak Corona langsung dari botolnya. Setelahnya, foto tersebut di kirimkan pada orang yang sebelumnya ia telepon. Ia tersenyum puas dengan hasil kerjanya.
"Hey Chansung, kau terlihat licik" sapa seseorang mendekati lelaki yang sejak tadi memperhatikan Kyuhyun dari lantai dua.
"Aku hanya mencari hiburan karena pesta ini mulai membosankan" jawab lelaki yang di panggil Chansung tersebut.
"Terserahmulah, asal kau tidak mencari gara-gara dengan Loki nyasar di bawah sana"
"Justru itulah hiburanku" tahu siapa yang di maksud, Chansung justru semakin semangat untuk melihat aksi menarik di bawah sana.
Berdecak, "Ck, kau memang suka cari gara-gara" lelaki yang tadinya mendekat Chansung tersebut memilih untuk mealangkahkan kakinya menjauh dari sumber masalah.
"Hey Junho, malam ini ranjangku kosong" teriak Chansung tidak tahu malu.
"Dalam mimpimu," sahut seseorang yang mulai menjauh dari Chansung -Junho, kesal tanpa menoleh.
..surure..
Kyuhyun meliukkan tubuhnya menikmati musik yang menghentak, ia terlalu rindu dengan sisi dunia satu ini. Menghilangkan kepenatan yang tercipta dalam hari-harinya yang melelahkan, Kyuhyun sedang tidak ingin mengingat segala kerumitan di luar sana. Lupakan segalanya untuk malam ini, dan nikamti apa yang sekarang ada dihadapan. Kyuhyun menggeram marah begitu merasakan tangan kurang ajar mengelus bagian belakang tubuhnya. Kyuhyun meberikan lirikan mematikan pada si pelaku, namun si pemilik tangan malah tersenyum mesum padanya. Atas tindakan itu, Kyuhyun menarik tangan kurang ajar tersebut lalu menendang kaki si pemilik tangan ke depan hingga orang tersebut jatuh dengan bagian tulang ekor yang menyentuh lantai terlebih dahulu.
"Rasakan itu, brengsek!" cela Kyuhyun kesal karena moodnya sedikit rusak.
Kyuhyun kemudian berjalan menuju tengah, tempat dimana ia bisa menari bebas tanpa seorangpun mengganggu. Kembali meliukkan tubuh sesuai irama musik yang kian menggila. Yeah, itu adalah tempat dimana dancer bayaran melakukan aksinya. Tetapi disinilah Kyuhyun mendapatkan kebebasan tanpa terganggu.
Atau mungkin tidak.
Kyuhyun ditarik hingga tubuhnya menempel pada seseorang. Pergerakannya ketika menarik Kyuhyun, dadanya yang bidang dan keras, aroma maskulin yang menyegarkan, serta pergerakannya ketika Kyuhyun berada dalam kungkungan, membuat Kyuhyun menyeringai. Ia terlalu hapal dengan orang ini.
"Bersenang-senang, heum?" sebuah suara berat berbisik di telinga Kyuhyun. Bibir yang menciptakan suara tersebut ketika terbuka, kini tengah bergerilya di sekitaran tengkuk Kyuhyun.
Kepala Kyuhyun bergerak-gerak karena kegelian. Tidak terhitung berapa kali lelaki ini bermain-main dengan leher Kyuhyun, tetapi Kyuhyun tetap saja masih bisa merasa geli.
"Datang ke pesta mantan kekasih tanpa memberitahu suamimu?" tanyanya lagi, kembali bibir itu bermain-main di sekitar telinga Kyuhyun. Kyuhyun mengerang kecil ketika lelaki yang memeluknya memberikan gigitan di leher, meninggalkan bekas kemerahan di kulit Kyuhyun yang pucat. Nafas hangat lelaki ini menerpa tengkuk Kyuhyun yang sungguh mampu membuat Kyuhyun meremang. Mengalihkan fokusnya, lelaki yang badannya menempel pada Kyuhyun ini menarik lidahnya menyelusuri dagu kemudian berhenti di ujung bibir Kyuhyun. Berkali-kali mengecup kecil sudut bibir Kyuhyun, menggoda.
"Senang dengan apa yang kau lakukan tanpaku?" tanyanya tepat di depan bibir Kyuhyun, lelaki itu memundurkan wajahnya ketika wajah Kyuhyun berusaha menggapainya.
"Kibum," Kyuhyun tidak tahan lagi, lelaki ini terlalu lama menggodanya. Menarik ulur Kyuhyun yang sudah mulai bernafsu.
"Siapa pemilikmu, heum?" lelaki yang di panggil Kibum ini masih betah mengggoda Kyuhyun. Tangannya yang susah untuk diam jika sudah menempel pada Kyuhyun, ia gunakan untuk mengelus bagian tubuh Kyuhyun yang bisa dicapainya.
Kyuhyun semakin mengeratkan cengkeramannya pada kemeja Kibum ketika lelaki yang merupakan suaminya ini kembali menggoda Kyuhyun dengan mengecup sudut bibirnya. Persetan dengan Kibum yang terlalu bertele-tele, Kyuhyun merayapkan tangannya ke tengkuk Kibum lalu mempertemukan bibirnya dengan bibir Kibum. Saling melumat berebut dominasi, melampiaskan rindu sekaligus nafsu.
Sial, Kibum akan melakukan tindakan asusila di sini jika Kyuhyun tidak menghentikannya. Menghentikan? Lebih tepatnya menunda sampai bertemu tempat yang lebih nyaman untuk melepaskan hasrat keduanya.
..sursure..
Chansung tersenyum miring melihat hasil video yang tadi direkamnya. Dua orang yang ada dalam video tersebut benar-benar tidak tahu tempat, bermesraan sampai berhasrat di lantai dansa.
"Chansung-ah, kau tidak bosan dari tadi berada di sini?" tanya seseorang yang baru saja duduk di samping Chansung sambil memutar-mutar gelas berisi sampanye.
Chansung menurunkan ponsel yang sedari tadi di genggamnya, "Kau mau pindah ke kamar denganku, Wooyoung-ah?" menatap Wooyoung dengan tatapan playboy khasnya.
"Setan" umpat Wooyoung tidak terima, "Cari pelacur sana" katanya kesal.
Chansung tertawa, "Mereka bukan level ku" kembali melihat pada ponsel, memutar video lain yang berhasil ia rekam juga hari ini.
"Kau akan dapat masalah kalau sampai menyebarkan video ini" Wooyoung mengeluarkan pendapatnya ketika ia tertarik untuk melihat apa yang dilihat temannya.
"Kau pikir aku gila? Ini koleksi pribadi" Chansung jelas tidak mau berurusan dengan manusia muka datar berdarah dingin, juga Loki yang tidak pernah punya rasa berdosa jika ia masih ingin menikmati hari indahnya di bumi.
"Baguslah kalau kau tahu" kata Wooyoung sambil menghempaskan tubuhnya di sofa. "Aku heran, kenapa orang seperti Kibum memilih menikah dengan seseorang yang suka bersenang-senang macam Kyuhyun? Kalau aku akan memilih orang baik-baik sebagai pasangan hidupku" katanya panjang lebar, lalu menenggak habis sampanye yang sejak tadi berada di tangannya.
"Dude, itu namanya karma. Kalau kau seperti ini terus, kau juga bisa dapat karma" terang Chansung dengan tatapan meremehkan yang ditujukan pada Wooyoung.
"Lihat dirimu sendiri Hwang!" jelas Wooyoung tidak terima, hidupnya jauh lebih tertata daripada playboy tengik macam Chansung. Mendengus keras begitu ia ingat bahwa dirinya tahu gemerlapnya dunia malam juga karena hasutan playboy di sampingnya ini.
"Aku tidak berniat menikah, dude" kata Chansung sambil tertawa terbahak, dia lebih suka seperti ini. Bebas tanpa batas.
Wooyoung bersumpah serapah atas jawaban yang diberikan Chansung, tak lupa ia menyumpahi supaya Chansung kena karma yang sama. Yang ditanggapi tawa nista dari temannya tersebut.
..sursure..
Kyuhyun terbangun terlebih dahulu. Ketika ia melihat ke arah gordyn, berkas cahaya dari luar terlihat menyilaukan. Kyuhyun baru menyadari bahwa hari telah siang dan kini ia masih tertidur di dada Kibum. Kibum bau, dirinyapun juga bau, bau bekas percintaan mereka semalam. Tetapi Kyuhyun tidak ingin berpindah posisi, terlalu nyaman dan malas untuk bergerak. Kyuhyun memain-mainkan jari telunjuknya di dada Kibum, membentuk bulatan-bulatan tidak jelas di sana. Dia tengah bertanya-tanya, kenapa dada Kibum bisa sekokoh dan sehangat ini. Kibum itu pergi ke gym hanya sebulan sekali, Kyuhyunpun juga pergi bersama, tetapi kenapa secara tidak adil otot tubuh milik Kibum memadat sedangkan otot tubuh miliknya tidak. Kyuhyun beralih terkikik ketika jari tangannya melewati ruam keunguan dan terdapat bekas gigi di dada kiri Kibum sebelah atas. Salah Kibum sendiri yang melakukannya terlalu keras semalam sampai Kyuhyun menggigitnya dengan kasar sebagai tanda protes.
"Ada yang lucu?" suara Kibum terdengar keras dan tidak jelas seperti raksasa karena telinga Kyuhyun menempel di dada Kibum.
Kyuhyun menegakkan kepalanya, menumpukan dagunya pada dada Kibum. Ia menggeleng pelan kemudian kembali memeluk sang suami.
"Kibum, tanganmu" peringat Kyuhyun ketika ia merasakan tangan nakal Kibum yang merambat ke bokongnya.
Kibum menarik kembali tangannya lalu mengelus punggung Kyuhyun dengan lembut.
"Jadi, antekmu yang mana yang memberitahumu kalau aku ada disana?" Kyuhyun kembali bersuara setelah beberapa menit mereka berada dalam keheningan yang nyaman.
"Tidak ada" singkat, padat, dan datar, khas seorang Kim Kibum sekali.
Kyuhyun mencibir jawaban yang diberikan Kibum, tidak percaya. Ia kemudian berpikir, duo HaeHyuk tidak mungkin melakukannya karena amcaman Kyuhyun tidaklah main-main. "Jonghyun?" tanyanya sambil memperhatikan raut wajah suaminya. "Junkey?" kembali bertanya sambil memperhatikan lagi. "Chansung?" tebaknya lagi dan kini Kyuhyun menangkap raut Kibum yang berubah meski hanya sepersekian detik. Kyuhyun terlalu hapal dengan Kibum. "Jadi playboy amis cap ikan asin itu pelakunya" gumam Kyuhyun sambil memikirkan cara apa yang sebaiknya digunakan untuk membalas dendam.
"Daripada kau memikirkan hal yang sudah terjadi," kata Kibum menggeser Kyuhyun untuk terlentang, "Lebih baik kita mengulang yang tadi malam" lanjutnya sambil merangkak di atas tubuh Kyuhyun.
"Aku lelah, Kibum" protes Kyuhyun, semalaman Kibum mengajaknya untuk bergumul di atas ranjang dan sekarang Kyuhyun bahkan merasa jika dirinya belum cukup istirahat. Kibum memang benar-benar mesum.
"Kita baru bangun tidur" sanggah Kibum dengan nada lempengnya yang biasa.
"Ya, dan badanku masih terasa sakit" Kyuhyun kembali berargumen, ingin sekali menjitak kepala Kibum jika saja kedua tangannya tidak ditahan di atas kepalanya oleh sebelah tangan Kibum. Lelaki ini memang selalu bisa bertindak cepat kalau menyangkut urusan berhubungan badan.
"Hanya satu atau dua kali saja" rayu Kibum, bibirnya kemudian bergerilya di leher Kyuhyun. Mencoba menggoda si pemilik leher, berusaha untuk menghangatkan suasana.
"Satu dua kalimu itu tidak bisa dipegang" kata Kyuhyun tajam, tetapi kemudian ia mendesah karena Kibum yang bermain di perpotongan lehernya yang sensitif. Bersumpah serapah dalam hati, Kyuhyun berharap siapa saja bisa menolongnya dari kemesuman sang suami.
"Daddy! Daddy! Ayo menjemput Papa!" teriak seorang anak dari balik pintu kamar.
Kyuhyun tertawa, berterimakasih kepada anak berisiknya yang telah menyelamatkannya dari kemesuman sang suami.
Kibum berdecak, suara di luar semakin gaduh. Anak berisiknya tengah berusaha membuka pintu yang terkunci dengan cara memutar handle pintu berkali-kali. Untung saja Kibum tidak pernah lupa untuk mengunci pintu, jika tidak, pemandangan Kibum yang tengah tumpang tindih dengan Kyuhyun dalam keadaan telanjang menjadi pendidikan yang tidak baik bagi kedua putranya.
Kibum memilih beranjak, mengambil jubah tidurnya di lemari lalu berjalan untuk membuka pintu.
"Daddy~~" seorang anak empat tahun langsung berteriak padanya, berusaha masuk ke celah pintu yang sedikit di buka oleh Kibum.
Kibum menahan kepala bocah tersebut dengan sebelah tangannya, sedikit tersenyum geli ketika melihat putranya yang bergerak-gerak tidak jelas tetapi stagnant di tempatnya berdiri.
"Ehem" deheman lain terdengar di belakang bocah empat tahun tersebut.
Kibum mengalihkan fokusnya dari si kecil menuju anak lain yang memiliki wajah datar. Menaikkan salah satu alisnya seolah bertanya ada-apa-pagi-pagi-sudah-ribut-?
"Santa ingin mengajak menjemput Papa" kata anak tersebut sambil menunjuk adiknya.
Si adik, Santa, mulai tenang lalu menunjukkan kitty eyes attack ke arah sang Daddy, "Daddy, ayo jemput Papa" katanya berubah ceria.
"Santa dan Kihyun Hyung sudah mandi?" tanya Kibum lembut pada si bungsu.
Santa menggeleng.
"Kalau begitu, lekas mandi"
"Tapi-"
"Santa bisa bertemu Papa kalau sudah mandi. Santa tidak ingin Papa menjauh dari Santa karena masih bau bukan?" bukan Kibum sekali berbicara panjang lebar, hanya pada putra bungsunya saja. Bahkan pada Kyuhyun, Kibum tidak mau berbicara sepanjang itu jika tidak sangat penting.
Santa menggeleng, "Santa mau mandi, Daddy tunggu Santa mandi" katanya lagi masih dengan nada ceria, melompat-lompat di depan kakaknya, "Ayo mandi Hyung" ajak Santa.
Kihyun menatap ayahnya untuk berpamit lewat mata, dan mereka pergi setelah mendapat anggukan dari sang ayah.
Kibum menghela napas, ketika berbalik, ia melihat Kyuhyun yang tengah memamerkan deretan gigi rapinya dari atas ranjang. Kalau Kyuhyun bilang Kibum memiliki banyak antek di luar sana, maka antek-antek Kyuhyun banyak sekali di rumah ini. Mulai dari pembantu, orangtua, dan mertua, juga kedua anaknya. Gagal sudah usahanya pagi menjelang siang ini.
..sursure..
Kyuhyun duduk di sofa kamarnya dengan pakaian yang telah rapi, ia sudah mandi dan tinggal menunggu sarapannya. Mengalihkan fokusnya dari ponsel di tangannya ke pintu yang baru saja terbuka, Kyuhyun sudah rindu sarapan hampir makan siangnya.
"Papa~" seonggok bocah gembul berteriak padanya, memeluk tubuhnya dari bawah. Merasa tidak puas, bocah tersebut naik ke atas sofa lantas memeluk papanya lebih leluasa.
Kyuhyun mendengus, bukan sarapan yang ia dapat tetapi justeru putra gembul berisiknya yang datang. "Sedang apa kau disini?" tanya Kyuhyun melirik putra bungsunya.
"Santa rindu Papa" jawab Santa ceria, masih dalam rangka memeluk Kyuhyun.
Namanya Santa, Santa Cho, nama super kreatif yang secara langsung bersumber dari kepala amazing Kyuhyun. Merupakan putra kedua dari pasangan Kibum dan Kyuhyun. Tanggal 13 Desember tahun lalu ketika Kibum dan Kyuhyun menikah, di hari yang sama, secara legal mereka mengadopsi seorang anak yang mereka beri nama Kihyun dengan marga Kim. Kihyun berusia tujuh tahun, masih sulit untuk beradaptasi dan dekat dengan kedua orangtua barunya apalagi dia merupakan kebangsaan Cambodia yang belum fasih berbahasa Korea. Maka dari itu, Kyuhyun menamakan pemikirannya sebagai ide brilian untuk mengajak liburan keluarga ke Belanda. Sehari sebelum natal, keluarga kecil yang dikepalai oleh Kibum tersebut resmi mengadopsi lagi seorang bocah gembul, imut, dan sangat ceria dari kota Rotterdam. Wajahnya yang bule sangat kontras dengan ketiganya. Karena nama asli yang sulit untuk dilafalkan oleh lidah orang Korea, mereka memutuskan memberikan nama baru untuk si bungsu. Atas nama keadilan, Kyuhyun sendiri meminta untuk membuatkan nama pada putera bungsu mereka sekaligus menyematkan marganya pada si bungsu. Atas nama keadilan pula, Kibum mengalah dan menuruti Kyuhyun. Dengan usaha yang tidak mudah, dalam waktu tujuh bulan, Santa dan Kihyun telah terbiasa dengan nama barunya.
Kyuhyun kadang suka menggerutu karena keduanya. Kihyun yang memiliki sifat pendiam dan datar, sebelas dua belas dengan Kibum sukses membuatnya meradang. Keduanya tidak asik kalau boleh Kyuhyun katakan. Sedangkan bocah bule gembul, cerewet, imut, menggemaskan dan menyebalkan dalam waktu yang bersamaan ini seringkali bersikap seenaknya juga manja. Kyuhyun seperti pernah menjumpai orang semacam putra bungsunya ini, tapi ia lupa siapa orang tersebut.
"Papa sudah pulang sendiri. Kata Daddy kemarin, Papa pulang jam sepuluh" cerocos si bungsu, "Santa rindu Papa, rindu sekali. Kihyun Hyung bilang Papa sudah datang dari pagi. Tapi Daddy bilang waktu Santa ke kamar, Papa sedang sibuk dan tidak bisa diganggu makanya Santa dan Hyung tidak diberi tahu kalau Papa di dalam"
Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk memeluk balik sang putra. Melirik pada Kibum, Kihyunpun demikian, yang hanya direspon dengan kedua alis Kibum yang terangkat seolah mengatakan -apa-?
Kibum dengan enggan mendekat pada putra dan suaminya, kasihan juga Kyuhyun kalau harus di-uleng oleh makhluk gemuk dan tidak sadar berat tubuh seperti si bungsu. "Santa, duduk yang benar, Papa lelah" bujuk Kibum sambil menepuk-nepuk ringan kepala Santa agar mau melepaskan cengkeramannya pada Kyuhyun.
"Tidak mau" Jawab Santa manja, lalu dengan seenaknya beralih ke depan tubuh Kyuhyun lalu meletakkan bokong berisinya dipangkuan Kyuhyun dengan keras.
"Ouch" Kyuhyun mengaduh, kemudian melirik Kibum dengan lirikan mematikan. Ini semua salah Kibum, kalau lelaki itu semalam tidak kasar, Kyuhyun pasti tidak akan kesakitan karena putra bungsunya yang tidak mau diam di pangkuannya.
"Santa" Kibum mencoba menarik si bungsu.
"Tidak mau~" lagi-lagi berteriak kemudian mengalungkan dengan kuat kedua tangan mungilnya di leher Kyuhyun.
Kyuhyun menepuk-nepuk lembut punggung sang putra, kenapa buntalan lemak satu ini sangat ngeyel. Kyuhyun tidak mungkin kan berkata 'Santa, enyah dari pangkuanku. Bokong dan pinggangku sakit akibat ulah Daddy mesummu' bisa-bisa anaknya yang masih balita ini kepo tentang kegiatannya bersama pasangan semalam.
Kibum menghela napas, ini memang tidak mudah. Baginya, masih belum cukup ia bermesraan dengan sang suami tetapi harus dirusuhi oleh putra gembulnya. Perempatan mulai muncul di pelipis Kibum tatkala putra sulungnya ikut duduk di sebelah Kyuhyun dan menumpukan kepalanya di bahu Kyuhyun. Itulah cara si sulung untuk mengatakan bahwa ia rindu Papanya, dan senang kembali di sampingnya. Kibum mendesah frustasi, kemudian duduk dengan kasar di samping Kyuhyun.
Kyuhyun yang tahu suaminya tengah mengalami penurunan mood, menautkan kedua tangannya. Mengaitkan kedua tangan sampai menelusup ke sela-sela jari, kemudian saling tersenyum satu sama lain. Mungkin mereka menyukai kebebasan yang mereka dapatkan di luar sana, lebih dari itu mereka teramat mencintai kebersamaan dengan keluarga kecil yang mereka bangun mulai setahun lalu.
Kalau Chansung bilang Kibum mendapat karmanya, maka Kyuhyunpun begitu. Dikelilingi oleh dua lelaki datar dan satu bocah berisik yang membuatnya tidak leluasa bergerak, dan parahnya, ketiga-tiganya sama-sama posssessive.
.
.
.
.
You and I, we kiss, I feel good
I'm trusting myself with you, I feel good
This is a little dangerous, but I can't stop.
I feel good.
.
.
.
.
End
.
.
.
.
Terima kasih telah mebaca^^
Budayakan untuk memberikan review agar penulis pair favourite kalian tidak punah^^
