Hi!
Title : Elegant revenge
Cast : Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo
Find it by your self!
Gs ! No like no read!
.
Desc : the cast is not mine, but the story is officialy from my head.
.

.
Hope u like it~~

-Chapter 2-

.

.

.

Baekhyun berjalan sambil menenteng beberapa buku sketsa ditangan mungilnya, sambil sesekali memperbaiki kacamata squarenya gadis itu berjalan cepat melewati sebuah gang sempit yang gelap

"Kalau tahu begini lebih baik aku bawa mobil saja! Lihatlah, sekarang aku harus melewati gang kumuh ini" cibirnya sambil mengeratkan mantel coklatnya.

Seperempat jalan, Baekhyun memicingkan matanya menatap bayangan beberapa orang dari ujung gang, lebih tepatnya sekelompok preman

Glek

"Kau mati hari ini Byun." lirihnya.

"Hey... What are you looking for, babe?" Beberapa orang-lebih-tepatnya-3-orang-itu perlahan mendekat kearah Baekhyun yang hanya diam kaku ditempat sambil meremas ujung kemejanya.

Baekhyun menggigit bibir bawahnya berusaha menguatkan dirinya. "Get out from me, please.."

Dan seketika suara tawa ketiga preman itu terdengar, membuat Baekhyun semakin meremas kemejanya yang tidak bersalah

Salah satu pria itu mendekat, berusaha memegang pipi Baekhyun tapi langsung ditepis kasar oleh pemiliknya, "Don't touch me!" bentak Baekhyun dengan suara bergetar.

"Oh ah, slow down girl.."

Plakk

Entah setan apa yan menyambarnya, tangannya menampar pria didepannya, yang langsung meringis kesakitan sebelum memberi kode pada temannya agar menarik paksa Baekhyun.

Pria bertubuh besar dengan kulit hitam penuh tindik diwajahnya itu langsung menarik paksa Baekhyun menuju jalan buntu gang itu begitu melihat temannya ditampar, "LET ME GO, PLEASE!" Baekhyun meronta-ronta dengan air mata yang mulai berjatuhan, pikirannya sudah tidak jauh dari hal buruk. Ia tidak bodoh untuk tidak mengetahui apa yang akan ketiga orang disekelingnya itu.

Hell, dia berusia 20 tahun dan hidup diamerika sudah lebih dari 1 tahun, dia tidak sebodoh itu untuk seukuran gadis pecinta Club malam.

"I'll give you my money, so let me go please.." Baekhyun kembali meronta begitu mereka sampai dijalan buntu gang itu.

Pria berkulit putih menoleh, "What do you mean girl? We don't need your money, we need you. Now." telak pria itu, Baekhyun lemas seketika, apalagi saat melihat tangannya diikat dengan santainya, begitu juga dengan kaki putihnya yang kini memerah akibat tarikan kasar pria didepannya.

"Eomma.. Appa...hiks.." Baekhyun menutup matanya berusaha pasrah menerima nasibnya, setelah ini ia berjanji akan bunuh diri. Dia tidak bisa hidup seperti ini, orang tuanya mungkin tidak akan mencelanya namun orang sekitarnya yang akan membicarakannya. Dengan semua kekhawatirannya, dia terisak mengingat orang tuanya. Karna tentu saja, Byun Baekhyun seorang mahasiswa, berusia 20 tahun, hidup 1 setengah tahun di Amerika, pecinta Club, tapi satu yang perlu diketahui, She's still virgin.

"Hei! Apa yang kalian lakukan?!"

Baekhyun berusaha membuka matanya begitu sebuah suara lain menyapa pendengarannya, suara bass yang lebih segar dari ke tiga preman didekatnya. Sebelum ia sempat sadar dari semuanya, satu persatu orang yang menyeretnya tadi berjatuhan. Apa ini?

Bugh

Bugh

Baekhyun kembali membuka matanya, apa yang dipikirkannya tadi, yaitu terbangun dengan tubuh full naked punah seketika, tubuhnya masih lengkap dengan kaos putih, kemeja coklat dan jeans panjangnya. Pikirannya buyar begitu melihat 4 orang yang sedang berkelahi didepannya. Semacam... Pahlawan kesiangan mungkin? Ah tidak. Ini malam hari bung.

Baekhyun tak melihat detail apa yang terjadi, yang pasti ketiga preman tadi lari terbirit-birit sambil memegangi salah satu anggota tubuh mereka yang sepertinya kesakitan. Baekhyun mengerjap, secepat itukah?

"Kau tak apa-apa?"

Dan seperti didalam film-film percintaan, sang-pahlawan-kesiangan, menanyakan kondisi orang yang diselamatkannya, yang jelas-jelas sudah nampak kondisinya didepan matanya.

"Tidak apa, lalu... Kau sendiri? Sepertinya kau terluka." tanya Baekhyun kaku, masih trauma dengan ketiga preman tadi.

Pria jangkung didepan Baekhyun itu tersenyum simpul, "Hm, sedikit." angguknya

"Korean?" tanya Baekhyun lagi, pria itu sempat membulatkan mata besarnya sebelum mengangguk

"Sini kubantu berdiri, kita kerumah sakit." ajaknya, Baekhyun tersenyum mendengarnya. Pria itu membantu Baekhyun berdiri lalu membantunya berjalan, meskipun agak pincang.

"Your name?" tanya nya sambil tersenyum kearah Baekhyun.

"Byun Baekhyun, dan kau?"

Pria itu menyeringai tipis, tanpa diketahuin Baekhyun tentunya. "Park Chanyeol."

.


.

"Hwaaaaaaaaaa." pekik Baekhyun tertahan, ia mendapati tubuhnya yang terduduk diatas sprei putih, dengan tubuhnya yang penuh dengan keringat sebesar biji jagung. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, bahkan mencubit pipinya sekali-sebelum akhirnya menjerit- untuk meyakini bahwa kejadian tadi itu hanyalah mimpi.

"Shit! mimpi sialan itu lagi." rutuknya sambil menghapus kasar keringat didahinya. Baekhyun melompat pelan dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi sebelum seseorang mengetuk pintu kamarnya.

TOK TOK

TOK TOK

"Eonni? Kau sudah bangun?"

Baekhyun menghela nafasnya sebelum akhirnya berjalan membukakan pintu.

Cklek.

"Wae?" tanya Baekhyun sambil berpura-pura menguap.

Kyungsoo meringis, "Hehehe, ayo kita makan." ajaknya.

.


.

Hari ini Baekhyun berangkat ke Byun Corp-perusahaan-appa-nya lengkap dengan Kyungsoo disampingnya, tangan Kyungsoo terus melingkar dibahu telanjang Baekhyun saat berjalan masuk dikantornya.
Dan seperti dugaan Baekhyun, semua orang berpakaian rapih didalam kantor itu terus menatap mereka berdua.

"Kenapa dengan orang-orang ini?" tanya Kyungsoo bingung

Baekhyun menghela nafasnya, "Lepaskan tanganku dan mereka semua akan kembali pada pekerjaan mereka masing-masing."

"Ah.. Karna itu? Tapi kan aku hanya rindu dengan kakakku, apa salah menggandengnya seperti ini?"

Baekhyun kembali menghela nafasnya, Kyungsoo memang sangat kekanakan, meskipun gadis yang lebih muda setahun darinya itu tahu bahwa mereka tidak ada hubungan darah, tetap saja Kyungsoo sangat menyayangi Baekhyun.

.


.
"Kyung, kembali lah keruanganmu, aku akan mengurus berkas-berkas appa disini."

Kyungsoo mempotkan bibirnya, seolah tidak mau berpisah dari kakaknya yang baru ditemuinya sehari itu. "Tapi..."

"Cepatlah, aku sibuk." Tegas Baekhyun, ia jujur, tumpukan berkas yang ditinggalkan untuknya itu menunggu untuk diselesaikan. Ada banyak proyek yang akan Baekhyun kerjakan untuk memulai pekerjaannya.

"Baiklah, asalkan kita lunch bersama nanti."

Baekhyun mengangguk tanpa menatap Kyungsoo. "Tentu"

"Yeay!"

Baekhyun menggeleng geleng menatap kelakuan Kyungsoo, setelahnya ia menekan tombol disampingnya

"Mr. Han? Kau sudah siapkan wawancara untuk calon sekertarisku kan?"

"..."

"Kapan itu dimulai?"

"..."

"Baiklah, kau urus saja itu, sepertinya aku akan terus bermalam dengan kertas-kertas disini, jadi aku tidak bisa ikut"

"..."

"Ya"

.


.

2 hari berlalu, dan tepat dihari selasa ini Baekhyun dan Kyungsoo menuju kebandara untuk menjemput ayah mereka.

Kyungsoo terus menatap layar ponselnya menunggu sesuatu muncup disana, tapi nihil. Tak ada apapun yang muncul sampai akhirnya ia memasukkan ponselnya kembali dan duduk bersama Baekhyun.

"Ada seseorang yang kau tunggu untuk menghubungimu?" tebak Baekhyun tanpa menatap Kyungsoo sedikitpun, matanya hanya menatap kejam tangan berwarna dark brown itu.

Kyungsoo merenggut, dengan malas ia mengangguk, "Pacarku sudah 3 hari tidak pernah menghubungiku."

Baekhyun tetap menatap jamnya, "Pacar hm? Sudah berapa lama Kau punya pacar?"

"Yaaa. Sekitar 10 bulan."

Baekhyun tersenyum, lama juga. "Lama juga dia bertahan dengan gadis sepertimu."

"Ahh Eonni! Bagaimana ini? Pesanku tidak dibalas!" rengek Kyungsoo, ia mengguncang ponselnya seolah itu bisa membuat pesan kekasihnya masuk.

"Mungkin dia sibuk, atau sudah melupakanmu." Baekhyun berbisik, yang dihadiahi gigitan dilengan oleh Kyungsoo.

"Ah Kyung! aku bercanda!"

Kyungsoo menghela nafas, "Semoga saja dia sibuk. Karna kalau sampai dia selingkuh, aku akan membunuh gadis yang diselingkuhinya."

"Dasar gila, semestinya yang kau bunuh pacarmu, jangan selingkuhannya, memangnya dia salah apa?" Baekhyun terkekeh kecil

"Tentu dia salah. Dia berani-beraninya merebut hati kekasihku."

"Kau begitu mencintainya hm?"

Kyungsoo mengangguk, "Tentu. Aku rela mengorbankan apapun agar dia tetap disisiku. Selamanya" tekangadis itu.

Baekhyun menoleh, sepertinya ia mulai tertarik dengan pembicaraan Kyungsoo. "Memangnya seperti apa namja itu sampai kau berbicara seperti itu?"

"Dia tampan."

Baekhyun menganga.

"Hanya itu?" Tanya Baekhyun dengan nada tak terima.

"Bukan itu saja. Hmm.. Dia itu keren, cerdas, dan walaupun dia cuek padaku, tapi menurutku dia itu berkharisma." Jelas Kyungsoo dengan pandangan menerawang, berusaha mengorek sesuatu yang baik mengenai kekasihnya untuk dipamerkan kepada Baekhyun.

"Cuek padamu?"

Kyungsoo mendengus, "Ya, walaupun begitu aku tetap cinta padanya." ucap Kyungsoo sambil menyatukan kedua tangannya kearah pipi lalu memejamkan matanya.

"Ew." Baekhyun memasang ekspresi sok jijik melihat drama dadakan yang diperlihatkan oleh Kyungsoo. "Apapunn itu, kuyakin dia psikopat karna mau dengamu."

"Eonni!"

Tawa Baekhyun pecah seketika melihat wajah memerah Kyungsoo, "Ahahaha.. Hey.. Kau kenapa? Aku bercanda."

Kyungsoo membuang muka, "Kau mengesalkan. Bercandaanmu tidak lucu sama sekali."

"Sudahlah, coba kemarikan fotonya, aku mau lihat setampan apa dia."

Kyungsoo kembali bersemangat, membuat Baekhyun diam-diam tersenyum. "Ah. Foto?"

Baekhyun mengangguk, dan dengan cepat Kyungsoo merogoh tasnya mencari ponsel didalamnya, gotcha! Dia menemukannya. Segera ia membuka loockscreen pink itu dan menampilkan sebuah wallpaper seorang pria yang-

"Ah itu appa!"

Pekik Baekhyun girang.

Kyungsoo menoleh, dan benar Ia melihat seorang pria paruh baya lengkap dengan setelan jas hitam lekat dengan dasi biru toska bergarisnya.

"Ah benar! Appa! Disini!" Kyungsoo melambai lambaikan tangannya dengan cepat layaknya anak kecil, ia tersenyum lebar begitu ayahnya tersenyum padanya juga Baekhyun.

Tak sabaran, Kyungsoo berlari kecil menuju ayahnya dan menghambur dipelukan pria berumur 41 tahun itu.

"Ah aku rindu Appa."

"Hahaha.. Appa hanya pergi sebulan kan? Kau tidak menghancurkan perusahaan appa kan?" canda Tn. Do, membuat Kyungsoo mempoutkan bibirnya begitu pelukan mereka terlepas.

Sudut mata Tn. Do menangkap sosok Baekhyun yang tersenyum padanya, dan merasa diperhatikan, Baekhyun juga ikut menghambur kepelukan Tn. Do.

"Kau tumbuh dengan cepat, Baekki"

"Ah appa! Jangan memanggilku begitu lagi, aku kan sudah besar" protes Baekhyun lucu, membuat ayahnya terkekeh kecil.

"Sekarang ayo kita pulaaang! Kita makan besaar" seru Kyungsoo dari belakang, sambil menggandeng lengan Baekhyun juga ayahnya, ia berjalan dengan semangat.


.

"Halo?"

"Hm?"

"Tn. Do sudah pulang dari perjalanan bisnisnya dijepang, baru saja ia keluar dari bandara dengan... Dua orang gadis."

"Itu putrinya."

"Ah maaf, kukira..."

"Bagaimana dengan gadis itu? Kau ada perkembangan tentangnya?"

"Hm, dia mulai bekerja di Byun Corp dua hari yang lalu."

"Wakil CEO?"

"Ya."

"Lalu bagaimana dengan Kyungsoo?"

"Tadi, kulihat dia marah-marah didalam bandara saat menunggu ayahnya, dan kudengar ia sedang menunggu seseorang menghubunginya."

"Ah.. Aku mengerti. Ada lagi? Tentang Baekhyun."

"Oh iya, besok ia akan menyeleksi para calon sekretarisnya."

"Sekretaris ya?"

"Ya, sir."

"Baiklah. Lanjutkan pekerjaanmu. Jika kau punya sesuatu, hubungi aku, sekecil apapun informasinya."

"Baik, sir"

Seiringan dengan putusnya sambungan telefon itu, bersamaan dengan seringaian licik yang keluar dari wajah tampan itu.

"Waktunya berjumpa, B."


.

Baekhyun dan ayahnya menatap layar televisi diruang keluarga yang terus berganti-ganti dengan cepatnya, si pelaku yang terus mengganti siaran tv. Kyungsoo, mendesah kesal karna tak kunjung menemukan siaran yang bagus.

"Ah! Ini menyebalkan!" pekiknya kesal, remot tak bersalah itu melayang kearah sofa yang lain.

"Appa, istirahatlah. Appa bilang akan masuk bekerja besok kan? Tidurlah, aku yakin appa kelelahan dipesawat tadi." ucap Baekhyun sambil tersenyum pada appanya.

"Baiklah, tapi urusi adikmu itu. Kurasa dia sedang stres."

"Akan kuurus itu." ucap Baekhyun berusaha meyakinkan.

Pria itu mengangkat tubuhnya dari sofa mewah itu dan berjalan masuk kekamarnya, Baekhyun menatap gagang pintu berlapis besi berwarna emas itu tepat saat pintu itu tertutup rapat.

Okay beralih kearah adik manis ini.

"Kyungsoo!" panggilnya nyaris berteriak.

"Apa?" Kyungsoo menjawab malas.

"Kenapa kau seperti ini hm?"

"Tidak."

"Ayo, ceritakan padaku."

"Tidak ada."

"Apanya yang tidak ada?"

Kyungsoo memutar bola matanya malas, "Tak ada yang harus kuceritakan."

"Oh ayolah."

Tak ada jawaban

"Kyung."

"Adikku?"

"Kyungsoo?"

"Do kyungsoo?"

"Kyungieeeee."

"Yak! Yak! Yak! Pacarku belum menghubungiku! Dan aku kesal karna dia sangat cuek padaku, aku curiga dia selingkuh dibelakangku, karna aku bahkan tidak tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang, dia tidak membalas satupun pesanku dan itu membuatku marah karna aku seperti jalang yang memohon pada seorang pria!"

Kyungsoo menyelesaikan perkataannya dengan satu kali tarikan nafas. Dia benar-benar terlihat frustasi, membuat Baekhyun berasa ingin mencekik siappun yang telah membuat adiknya seperti ini.

"Memangnya apa pekerjaannya? Mungkin dia sangat sibuk." Baekhyun berusaha menenangkan, meski ia yakin itu tidak akan membantu.

"Hhhh.. Dia seorang CEO." lirih Kyungsoo

Baekhyun menghela nafasnya, "Wow, adikku memacari seorang CEO? Hebat!"

Kyungsoo tersenyum miring, tidak ada gunanya jika itu membuat kekasihnya jarang menemuinya bahkan mengiriminya kabar. Ia seperti pacaran dengan mayat hidup. Oh astaga, bukan Zombie! Kyungsoo mengedik ngeri membayangkan kekasihnya yang tampan berubah menjadi Zombie.

"Dia tentu sibuk, Kyung. Kau tahu pekerjaan CEO itu seperti apa, contohnya Appa."

"Tapi-"

"Sudahlah, ayo kita tidur. Siapa tahu dia besok datang menjemputmu?"

Kyungsoo mengalah, meskipun ia yakin pacarnya tidak mungkin melakukan itu, mengirim kabar saja jarang apalagi menjemputnya dihari-harinya yang sibuk. Karnanya, begitu ia mendengar suara pelan dan lembut dari kakaknya, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menyetujui perkataan kakaknya.

"Baiklah."

.


.

Morning

Baekhyun kembali pada pekerjaannya, berkutat dengan kertas-kertas didepannya, menandatangani sebuah pengajuan proyek dan lainnya, kadang ia menguap sambil memperbaiki kacamata besarnya, dan saat pekerjaannya hampir selesai, sebuah berkas disamping meja menarik perhatiannya.

"Apa ini?" tanyanya sambil mengamati berkas itu, hari ini memang dia mengurusi semuanya karna ayahnya sedang mengikuti rapat para CEO.

"Mr. Han!" panggilnya, dan seorang pria masuk kedalam dengan sedikit terburu-buru

"Ya nona, ada apa?"

Baekhyun meletakkan berkas itu teoat didepan mr. Han "Jelaskan ini."

"Ah maaf, aku lupa memberitahu kemarin, itu kontrak proyek kerja sama kita dengan Phyro's group."

"Kontrak kerja sama, begitu?"

"Ya nona.."

"Apa Tn. Do sudah membahas ini?"

"Ehm.. Maksud anda, ayah anda?"

"Siapa lagi? Ya appaku, Tn. Do, jangan berharap aku akan memanggilnya appa jika disini, tetap aku bawahannya, akan terkesan manja jika aku memanggilnya appa ditempat kerja." Jelasnya tegas.

"Uhm. Maaf nona"

"Jadi Mr. Han, apa Tn. Do sudah membahas ini?"

"Tentu, ia hanya minta ini ditanda tanda tangani oleh anda."

"Oh ya? Jadi, siapa CEO perusahaan ini?"

"Tertera dalam berkas nona. Namanya, Park Chanyeol."

"Apa?"

Baekhyun menegang seketika, ia membuka map tersebut untuk membaca isinya, tertera seperti yang telah dikatakan, Park Chanyeol, CEO Phyro's Group.

Baekhyun menggeram menahan amarah, ia berdiri dengan cepat dan berjalan segera menuju ruangan ayahnya, ia yakin rapat telah selesai. Sambil meremas kertas-kertas ditangannya, heels merahnya dihentak-hentakkan tak sengaja saking cepatnya ia berjalan. Sampai didepan pintu ayahnya, ia mengeratkan gray blazernya lalu memberitahu orang disampingnya-sekretaris-ayahnya agar memberitahu ayahnya bahwa ia ingin bicara.

"Katanya silahkan masuk."

Tidak menunggu apapun, ia itu nyaris berlari masuk kedalam ruangan itu, tangannya meremas rok sepangkal pahanya dengan keras. Begitu melihat ayahnya yang sedang duduk disofa dengan tak memperdulikan siapa tamu ayahnya, ia melempar kertas-kertas itu kearah meja.

"Aku menolak kontrak ini." tegasnya, matanya menatap lurus kearah ayahnya tanpa peduli siapa orang yang juga ada diruangan itu.

"Baekhyun!"

"Tn. Do!"

"Ehm.." seseorang yang lain itu berdehem, dan Baekhyun tercekat mendengarnya, tubuhnya kaku seketika. Dan dengan was was ia menoleh kearah suara itu.

Dan pemilik suara itu.. Ia menegang melihat orang didepannya..

Park chanyeol?! SIALAN!

Chanyeol tersenyum licik. "Halo. Nona Byun. Senang bertemu anda, Lagi."

Baekhyu terkejut bukan main, rasanya ia ingin menjambak dirinya sendiri bergitu menatap orang disampingnya, yang tersenyum penuh kelicikan. Baekhyun merasa, hidupnya tak akan sama lagi begitu mendengar suarra penuh amarah tersembunyi itu.

.

.

.

TBC

.

.

OK Buat yang tau gimana caranya mengedit dokumen word agar yang munculnya tidak kode-kode doang. Silahkan pm saya, bantuan akan sangat dibutuhkan.

last,

Mind To Review?