REPORTASE KISEDAI
Disclaimer : Kuroko no basuke belongs to Tadatoshi Fujimaki
Summary : pada akhirnya mereka tetep aja terjerumus dalam
situasi yang WOW banget.. saking WOW nya Akashi jadi...?
liat aja dehh wkwkw
WARNING : Gaje, Garing, Tidak dianjurkan bagi yang terlalu serius
.
.
Pada akhirnya, kembali lagi ke siaran RakuRin yang ditunggu-tunggu oleh kelompok arisan ibu-ibu dan beberapa abang-abang ojek yang seneng ngoleksi tokek ini dia para pembawa acara kita, seorang manusia yang dilahirkan dengan wajah unyu yang membuat para wanita guling-guling melihat ketampanannya yang setara sama Aming wati(lho), berambut merah menyala mengakibatkan guru BK(bimbingan konseling)suka mengejar-ngejarnya, orang yang sekali lagi terpendek ke dua(narrator dilempar), bersama dua rekannya yang kece, yang satu bermata sayu dan yang satu lagi beralis tebal! Inilah dia Reportasi Kisedai yang katanya OKE!
.
.
.
.
"Sumpeh ni narrator dari mana sih asalnya, ngomong asal nyablak aja" gerutu Akashi yang sekali lagi dipanggil si pendek.
"Kemungkinan Authornya sedang senang mencari narrator yang polos dan tukang nyablak" jawab Kuroko santai.
"Kalau begitu urusannya nanti siaran ini bisa disiarin kalo ga ada naratornya" celetuk Kagami dengan posisi siap tempur.
"Taiga, hari ini kita mau siaran bukan mau perang sama Rambo.." sahut Akashi. "Emang kostumku salah ya?" tanya Kagami. "Banget" tukas Akashi singkat, padat, dan ga bermutu.
"Ngomong-ngomong Rambo itu siapa?" tanya Kuroko. "Itu yang biasa dijual sama ibu-ibu di pasar" jawab Kagami.
"Apaan?" tanya Akashi kepo.
"Rambutan Bogor…" dengan sukses Kagami berhasil ditempeleng sama Akashi pake bakiak.
"Oke, kita udah On Air ni! Cepetan, oke pemirsah sebangsa jin dan sebangsa manusia… eh maksudnya sebangsa dan setanah air tercinta kita, kembali lagi di studio RakuRin dan bersama dengan saya Akashi Seijuurou si Emperor eye yang lagi banting setir jadi pembawa berita dan dua rekan saya, Kagami Taiga dan Kuroko Tetsuya" Akashi membuka acara dengan sok-iya-banget-pake-goyang itik.
"Akashi, bokongnya ga usah ngebor dong, geol kanan geol kiri ntar fansmu napsu semua…" tukas Kagami.
"Ga apa-apa biar Kuroko no basuke makin Te. . .Te(TOP BGT) dan ratingku makin naik…" jawab Akashi alay.
"Baiklah pemirsa. Saya akan bacakan sejumlah kasus yang sedang ngehot lebih dari kasusnya Vicky dan Zaskia yang sudah memunculkan penyakit Vickinisasi yang entah apaan itu karena Author kita bukan tukang gossip yang suka mejengin Inpoteimen..
kasus kali ini berasal dari demo sejumlah siswa dari SMA Kirisakidaichi yang rusuh di jalanan(iyalah masa di pasar) seperti apa beritanya mari kita lihat tayagan live nya bersama Saudara Aomine yang sudah di lokasi" cerocos Kuroko tanpa henti membuat Kagami dan Akashi cengo. Dan di layar sudah tertera gambar Aomine yang sudah siap menyampaikan berita.
"Sudara Aomine apakah anda mendengar suara saya?" tanya Kagami.
"Maap, kalo nyari saudara saya sih pada jauh semua…" jawab Aomine ngaco.
"Kamfret, aku ngomong sama lo tau! Ngajak ribut aja nih si kulit sawo bosok… gimana keadaan di sana?" Kagami mencak-mencak dengan hebatnya.
"Oh, ah aduh seperti yang kalian liat di sini ramaiiii banget… kalo ga salah banyak sekali siswa-siswa yang berunjuk rasa karena sesuatu!?" jelas Aomine dengan tampang takut ketimpuk batu.
"Apakah anda bisa mewawancarai seorang dari para pendemo?" tanya Akashi dengan mimik serius, bukan mimik cucu,ato mimik-mimik di dinding(ga nyambung).
"Ah, saya berhasil mendapatkan salah satu narasumber yang berhasil saya geret, eh maksudnya saya wawancarai" jawab Aomine langsung mendekatkan miknya kepada salah seorang dari para pendemo.
"Halo saudara, bisa saya tahu nama anda siapa?" sapa Aomine.
"Nama saya Hanamiya, saya siswa Kirisakidaichi yang super pinter, pinter ngibul dan pinter nyopet" terang cowok dengan rambut agak acak-acakan itu.
"Oh yaya, maap saya Cuma nanya nama anda bukan reputasi anda… baiklah kenapa anda bisa sampe melakukan demo ini?" tanya Aomine.
"Aduuh ceritanya panjang banget deh, intinya salah satu temen kami dihajar sama salah seorang anak SMA tetangga yang nyolotnya minta ditonjok, waktu kami lagi demo nurunin kolornya Coach kita-kita!" jawab Hanamiya berkobar-kobar.
"Begitu,ya? Ngomong-ngomong siapa anak yang menghajar siswa dari SMA anda ini ya?" tanya Aomine lagi saking semangatnya ga ngerasa kalo sudah banyak banget batu mampir ke kepalanya.
"Itu namanya Wakamatsu dari Too Gakuen! Dia ngehajar salah seorang siswa kami anak basket pula! Hasilnya tadi saya berantem sama Wakamatsu dan anak-anak Too Gakuen lainnya!" celoteh Hanamiya tapi tiba-tiba raut muka Aomine berubah.
"ITU MAH SEKOLAH GUE! Kurang ajar lo! Nyari ribut yaa!?" Aomine dan Hanamiya langsung bergabung dengan kerumunan para pendemo dan anarkisme yang terjadi, ternyata selain mendemo di sana diselingi dengan tauran masal. Seketika layar menjadi banyak semutnya, ga tau tuh dateng darimana.
.
.
"Wah-wah… banyak semut tuh layarnya.." sahut Kuroko.
"Kenapa reporter kita juga ikutan tauran?" Akashi sweatdrop. "Mau dilanjut ga?" tanya Kagami.
"Skip aja deh… lanjut ke berita selanjutnya takut ntar kalo nongol banyak yang merah-merah…" jawab Akashi sambil beralih ke berita yang akan dibacakannya.
"Oke, pemirsah hari ini kita kedatangan salah seorang pedangang susu kotak keliling yang katanya dijambret sama sekumpulan pemuda tak dikenal…" tukas Akashi.
"Kalo kenal ga usah jambret kali" timpal Kagami.
"Bawel lu, langsung aja deh silakan masuk saudara Momoi Satsuki" jawab Akashi.
Momoi : "Aduuh senangnya, aku masuk tipi"
Akashi : "Abis dijambret masuk tipi langsung seneng ya?"
Momoi : Iya dong apalagi pembawa acaranya kece banget, aaaa! Ada Tetsuya Kuroko kun si pembawa acara yang paling kece! Aduuh lucunyaaa(meluk Kuroko)
Kagami :" Awas Kuroko ada 'Sukoi' menabrak gunung kembar… (Kagami dikepret).
Akashi :" Ini bukan acara buka-bukaan, baiklah lanjut mbak Momoi kenapa bisa dijambret? Apa motif atas semua ini?"
Momoi : "Ceritanya panjang sih, sebenernya saya Cuma mau dagang susu kotak ternyata mereka mau beli tapi ga ada duit ya jelas aku marah dan mereka langsung sewot-sewot, besoknya waktu aku lagi pergi belanja susu kotak si jambret yang ternyata adalah mereka yang mau beli susu kotakku kemarin langsung ngerebut bungkusan susu kotakku dan dompetnya ada di sana. Tapi untungnya mereka langsung babak belur di hajar masa"
Kuroko : "Bagaimana anda bisa membuat mereka langsung babak belur?"
Momoi : "Aku teriak aja, "Tolong! Tolong! Susuku di jambreeet!"
Akashi+Kagami+Kuroko : …(face palm plus sweatdrop plus-plus)
Momoi : Lho, kenapa kalian diem?
Kagami :" Aku Cuma agak shock mendengar teriakanmu itu Momoi san ….
Kuroko : "Shock banget…"(sweatdrop)
Akashi :" Uhuk.. baiklah, langsung aja. Untungnya anda selamat dan tidak terluka, oke sepertinya sudah selesai sesi ini, terima kasih atas informasi anda ya"
Momoi : Ah tidak apa-apa kok terima kasih atas perhatiannya, kalian memang baik…
Akashi : Momoi san! Saya mau bilang kalau…. SUSU BUATANMU NUMER UNO!(thumb)
#Akashi langsung digaplok pake cowet sama Momoi—dan Iklan pun ditayangkan sejenak….demi menyadarkan Akashi.
# BREAK SELESAI…
.
.
"Sejak kapan Akashi kun jadi begini? Apa dia kebanyakan baca buku Mai channya Aomine kun sampe bisa ber OOC ria?" tanya Kuroko.
"Seenggaknya dia ga mencemari anggota Kiseki no sedai yang laen deh…" jawab Kagami.
"Yang ada dia yang tercemar…" timpal Kuroko.
"Ung.. yah, oh sepertinya Break selesai kita kembali nih…Baik-baik sekarang berita apa ya. Aha! Ini dia, Berita tentang anggota Caleg dari Shutoku yang gagal menjadi anggota DPR langsung mengamuk dan membuat sebuah kerusuhan dengan membawa Band miliknya dan mulai berorasi di depan kantor DPR pusat untuk menuntuk keadilan atas voting yang dia terima…" jelas Kagami.
"Hari gini masih ngurusin CALEG" celetuk Akashi yang sudah kembali ke kesadarannya setelah mendapat tepakan yang Numer uno dari Momoi si tukang susu kotak. "Hmm.. wajahmu semerah rambutmu Akashi kun" sahut Kuroko.
"Itu pujian atau celaan ya Tetsuya?" sindir Akashi. "Bisa keduanya…" jawab Kuroko tanpa mengetahui kalau Akashi udah melakukan death glare pada si manusia bayangan itu.
"Aduuuhh lama-lama gue tampol juga ni dua bocah! Lanjut tuh kita masi harus liat redaksi yang akan ditayangin!" seru Kagami udah keki sampe ke ubun-ubun.
"Iye iye, langsung aja deh yang ada di sana adalah reporter kita, Himuro Tatsuya" jawab Akashi.
"Halo kalian semua dan halo juga Taiga" sapa Himuro dengan senyum sehat pepso-tiiiittt-.
"Kok Tatsuya ada di situ!?" seru Kagami ga percaya sekaligus ga ngeh kenapa sahabat serta sodara beda ibu dan bapak itu udah nongol di depannya mana layarnya yang gede itu ngebuat gambar Himuro di sana keliatan gedeeee banget(halah).
"Hmm.. jangan banyak tanya dulu deh aku harus liputan nih, baiklah langsung aja seperti yang kalian liat sepertinya banyak yang berorasi ternyata itu adalah kerjaan dari salah satu anggota Shutoku yang hendak melakukan caleg tapi gagal karena sesuatu yang sepertinya ga dimengerti.. ini dia orang yang melakukan orasi gede-gedean sampe ngebawa band juga… Ootsubo san,ya?" terang Himuro berasma seorang pria dengan dandanan yang emang agak meyakinkan menjadi caleg.
"Iyah nih gara-gara anggota DPR yang kayaknya ada yang sensi sama ketampanan saya!" seru Ootsubo dengan wajah pede pake banget.
"Umm… oke maap langsung saja kenapa sampe membawa band segala, emangnya anda ngebawa band apa,ya?" tanya Himuro dengan takut-takut salah ngomong bisa didamprat ampe ke Jalur Pantura.
"Huh? Oh band ini.. tenang ini band yang cukup terkenal kok" jawab Ootsubo.
"Hmmm kalau boleh tau apa namanya?" tukas Himuro. "THE TABOQ BAND…" jawab Ootsubo bangga.
"Hah? Baru tau ada nama Band begitu, emang siapa aja personilnya?" tanya Himuro kaget pake banget.
"Hadeuh masa mas ga tau si apa itu namanya THE TABOQ BAND? Itu tuh, band paling terkenal di kampung saja, isinya ibu-ibu semua yang bohai-bohai…"terang Ootsubo.
"Bilang aja grup Marawis apa susahnya sih…" Himuro langsung sweatdrop dan baru ngeh apa yang dimaksud dengan THE TABOQ BAND itu.
"Nah tu si mas tau! Ya udah kalo gitu saya mau lanjut demo lagi!" Ootsubo berlalu meninggalkan Himuro yang masih ber-hah- ria.
"Ng, kira-kira gitu deh… ternyata band begituan" Himuro menutup redaksinya dengan 'bahagia?'
.
.
"Jadi itu nama kerennya The taboq band? Kalo itu mah di kampung gue juga ada…" jawab Kagami.
"Hadeuh.. perasaan berita kaga ada yang beres ya?" tanya Akashi.
"Ada kok, pasti nanti ada berita super hot yang bakal ngedar…" jawab Kuroko.
"Apaan tuh?" tanya Kagami dan Akashi berbarengan.
"Berita Akashi Seijuuro si tukang ngintipin BH orang demi meyakinkan kekepoannya terhadap bahan pembuat BH dari kardus mie goreng dan Akashi Seijuuro yang tersandung kasus dengan pedagang susu kotak bohai yang sekseh…." Jawab Kuroko dengan khidmat, polos, dan tanpa dosa.
"TETSUYA… akan kubuat berita tentang kerusuhan di studio 14 RakuRin segera setelah ini ya…" Akashi sudah nyiapin bedog alias golok untuk menyerbu Kuroko.
"Euh… hei kalian, gimana soal beritanya? Aduh maap ya kayaknya dua orang pembawa acara kita sedang masa puber jadinya sering emosian… kita akan bertemu di lain chapter tentu aja kalo mereka berdua ga lupa untuk berhenti berantem…." Terang Kagami.
.
.
Jadi apa ya acara reportase yang bakal berlanjut ini? Apakah Akashi akan terus ternisatakan? Atau mereka bertiga akan terus membaca berita sampe chapter terakhir? Aduh author pengen ngepoin orang, jadi tunggu aja di next chapter yaa! XD
.
.
TO BE KONTINYUU~
aiihh maap ternyata agak-agak menyerempet.. hahaha topik yang disukai Aomine nih
soal banyak typo emang begitulah fic ini dibuat dan humornya tidak ditakarkan wkwkw
oke deh minna, makasih yang udah baca jangan lupa...
R^R yaaa :D
