Us - Chapter 2
Chapter 2 : Secret part 1
Cast and pairing :
Still same_
Rated : T
_Last Chapter_
"Tapi Yesung-" ekspresi Kyuhyun tiba-tiba tak bisa ditebak dan berubah sendu.
"Wae, Kyu?" Tanyanya bingung.
"Aku,"
-0o0-
"Aku kan tak bisa dilihat teman-temanmu, Chagi." Balas Kyuhyun sambil mengelus pipi Yesung sayang.
Yesung memejamkan matanya, berusaha merasakan kehangatan sentuhan Kyuhyun di pipi putihnya. Namja Kim itu lalu membuka matanya dan menatap Kyuhyun dalam.
"Apa tak ada cara, Kyu agar kau terlihat?" Tanya Yesung sejurus kemudian.
Kyuhyun tampak berfikir.
"Sepertinya ada." Jawabnya kemudian, "akan coba kutanyakan pada Jong Hae nanti." Lanjutnya yang dihadiahi anggukan dari Yesung.
Malam semakin dingin karena white snow masih menghujani Seoul saat itu. Yesung merasakan hal itu, bahkan, maski tubuh rampingnya telah ditutupi dengan mantel tebal, dan dipeluk oleh Kyuhyun, tetap saja itu tidak mengurangi rasa dinginnya. Bahkan, rasanya kini sudah mulai menusuk-nusuk tulangnya.
Kyuhyun merasakan kegelisahan Yesung, karena ikatan takdir yang telah terjalin diantara mereka.
'Masih sama.' Pikirnya.
Kyuhyun lalu mengajak Yesung kembali ke apartment namja itu untuk menghangatkan diri.
Sepanjang perjalanan, Yesung tak pernah berhenti memeluk Kyuhyun, begitupun sebaliknya. Sepertinya kedua namja yang baru bersatu itu tidak ingin kehilangan satu sama lain. Lalu,
"Yesung, apa kau mencintaiku?" Tanya Kyuhyun sambil menghentikan langkahnya, menatap Yesung, dan menangkupkan kedua belah tangannya di pipi namja itu.
Yesung balik menatap Kyuhyun dan menganggukkan kepalanya seraya berkata, "aku mencintaimu, Kyu. Dahulu, sekarang, dan selamanya." Jawabnya tulus.
Mereka lalu berpelukan, dan sekali lagi Yesung melihat keajaiban di malam natal itu. Bulu-bulu sehalus sutera dan selembut kapas berjatuhan menaungi mereka berdua saat ia mengatakan bahwa ia mencintai Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum dan mengecup bibir Yesung lembut. Sangat lembut, seolah-olah takut jika benda kenyal berwarna peach itu akan terluka.
"Kau telah menghancurkan lapisan pertama dari penghalangku untuk menjadi malaikat, Yesung. Gomawo. Saranghae, neomu neomu saranghae." Ucap Kyuhyun kemudian yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Yesung.
"Aku akan menyimpan jawabannya untuk lain waktu, Kyu. Seminggu kan batasnya? Berarti masih ada kesempatan." katanya kemudian sambil mencolek hidung Kyuhyun dan berlari ke apartmentnya.
_Us_
Setelah Kyuhyun mengantar Yesung ke apartmentnya, Yesung langsung jatuh tertidur dan seperti hari-hari sebelumnya, Kyuhyun memeluk Yesung dalam tidurnya.
Setelah itu, malam berganti pagi. Kyuhyun bangun lebih dulu, menyiapkan sarapan untuk Yesung lalu membangunkan namja itu.
"Chagiya, irreona. Palli." Katanya sambil mengelus rambut Yesung lembut.
Yesung terbangun dan sambil mengucek matanya yang masih terasa berat, ia menatap Kyuhyun dengan sebuah senyum indah.
"Aku sudah menyiapkan sarapanmu. Jja, kita makan." Ucap pemuda Cho itu lagi sambil menuntun Yesung ke meja makan.
"Umm, kau tidak makan,Kyu?" Tanya Yesung kemudian.
Kyuhyun tersenyum dan mengelus pucuk kepala Yesung.
"Aniya. Aku kan hantu. Tidak makan juga tak apa-apa. Kau saja yang makan. Kau harus menjaga kesehatanmu. Jangan seperti mayat hidup lagi. Aku sedih melihatnya, pabbo." Balasnya.
Yesung hanya menganggukkan kepalanya lalu duduk di meja makan dan memakan tteobeokki yang dimasak Kyuhyun.
Kyuhyun berdiri di belakang Yesung sambil melihat namja itu makan. Ia lalu duduk di kursi di samping Yesung dan menatap namja itu.
"Yesung, kalau kau kutinggal sebentar tak mengapa kan? Aku harus menemui Jong Hae. Ada yang ingin kutanyakan padanya." Kata Kyuhyun kemudian yang sukses membuat Yesung tersedak.
"Mwo?" Balasnya kaget. "Aisshh, Kyu! Meolli gajima! Jangan tinggalkan aku lagi, babbo." Lanjutnya lagi, namun kini disertai dengan lelehan air matanya.
"Haishh.. Dasar cloud! Cengeng.. Hanya sebentar chagiya.." balas Kyuhyun sambil mengacak rambut Yesung pelan.
"Benar ya cuma sebentar?" Balas Yesung sambil menatap Kyuhyun manja.
Namja Cho itu hanya membalas dengan tawa lebar dan anggukkan kepalanya. Ia lalu langsun menghilang dari hadapan Yesung untuk menemui Jong Hae.
Yesung mempoutkan bibirnya imut saat melihat Kyuhyun menghilang. Tahu pasti betapa menyebalkannya namja itu. Ia lalu segera menghabiskan makanannya dan setelah itu meninggalkannya. Kemudian, ia mengambil handphonenya dan menelepon Siwon. Berbicara denga mimik serius dengan namja Choi itu lalu memutuskan sambungan telephonenya. Setelah itu, ia langsung melesat ke kamar mandi untuk membasuh diri.
_Us_
10 menit kemudian Yesung telah selesai. Namja itu lalu menuju lemari pakaiannya, mengambil kemeja berwarna putihnya dan memakai celana jeans panjang, menuju ruang tamu dan kemudian menyambar kunci mobil sport merahnya, keluar lalu mengunci apartmentnya, menuju mobilnya dan memacu mobilnya entah kemana.
Namja itu melewati jalanan Seoul, lalu mengarahkan mobilnya ke distrik Gangnam, daerah elite di Seoul. Ia memacu mobilnya ke sebuah komplek perumahan, menuju sebuah rumah yag terletak agak ke atas bukit, rumah Choi Siwon, sahabatnya yang juga merupakan anak dari konglomerat Choi.
Begitu sampai di rumah Siwon, ia memarkir mobilnya di parkiran mobil, menguncinya, dan mematut dirinya di kaca mobil. Sebagai namja, ia juga ingin terlihat tampan dan berkharisma, apalagi di hadapan para uke. 'Masa bodoh dengan muka manis', begitu katanya dalam hati.
Ia melewati taman rumah keluarga Choi yang kini hanya ditinggali oleh Siwon cs kecuali dirinya, tentu saja. Ia memasuki ruma besar dan mewah itu dengan gaya yang terkesan angkuh, namun tetap cool. Hampir semua pelayan di rumah Siwon adalah namja, dan hampir separuh lebih dari mereka yang berdecak kagum saat melihat Yesung lewat di hadapan mereka.
Tanpa memedulikan tatapan mereka, Yesung langsung menuju ruang santai yang terletak di sebelah utara rumah yang lebih pantas disebut istana itu. Ia sudah hafal seluk beluk rumah ini karena ia adalah sahabat Siwon dan sudah sering mampir ke rumah ini sejak Sekolah Menengah.
Siwon menyambutnya dengan hangat begitu ia masuk, begitupun dengan para uke yang ada disitu.
Saat masuk, ada atmosfer aneh yang Yesung rasakan. Suasananya begitu mencekam dan sangat menegangkan. Pasalnya, tadi pagi ia menemukan 20 misscall dari namja Choi itu, oleh sebab itu ia segera menelepon Siwon.
"Ada apa Siwon? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Lexter World?" Tanyanya was-was. Menurut Yesung, sepanjang pengetahuannya bertahun-tahun mengenal Siwon, namja itu tak akan meneleponnya sebanyak 20 kali jika bukan karena hal yang teramat sangat penting.
Kibum lalu maju dan menyerahkan sebuah kertas papyrus berwarna cokelat kusam pada Yesung. Yesung membaca isi kertas itu yang sudah ditranslate ke dalam bahasa korea oleh namja ber-IQ 138 itu. Ketika membaca, raut wajahnya tak menentu. Terkadang mata sipitnya yang bagai bulan sabit membelalak, terkadang juga alisnya bertautan.
Begitu selesai membacanya, Yesung menyerahkan kertas itu pada Kibum lagi, lalu dengan tiba-tiba, sebuah meja dari kayu jati dengan ukiran indah dan pasti harganya sangat mahal, retak dan terbelah dengan sendirinya.
Ryeowook menyadari bahwa Yesung, pimpinan mereka itu sedang marah besar. Bukan cuma namja manis itu, semua orang di dalam ruangan itu juga tahu.
Sementara Yesung asyik dengan aksi marahnya yang membuat meja itu kini perlahan lahan terlalap oleh api, Siwon meratapi nasib mejanya dan menggumam. "Yah, ludes 120 juta deh." Yang langsung dihadiahi tatapan membunuh dari Yesung. Ia hanya nyengir kuda sebagai permintaan maaf pada Yesung, lalu memilih duduj di samping Kibum sambil masih meratapi nasib meja antiknya yang kini telah menjadi abu. Dan apinya? Hilang bagai di telan bumi.
Yesung lalu berjalan menuju meja di depan teman-teman atau lebih tepatnya anggota perkumpulannya. Namja itu lalu menggebrak meja dengan keras untuk melampiaskan amarahnya yang sudah di ubun-ubun.
"Sudah bertahun-tahun kita menjadi pelindung kebanggaan bangsa Lexter! Bagaimana mungkin hanya menjaga cecunguk macam Kim Hee Chul seperti itu saja sulit?! Dasar bodoh! Tidak berguna! Sampah! Mana bukti bahwa kalian adalah dark guardian? Tugas sekecil itu saja tak becus? Tolol!" Omelnya sambil mengeluarkan kata-kata kotor dan menusuk hati.
"Yesung, ini tak semudah yang kau pikir! Kim Hee Chul itu licik! Dia itu namja nyentrik yang licik seperti ular! Kau juga tahu kan kalau dia itu salah satu dari pangeran Lexter yang terbuang? Mungkin saja ia sudah merencanakan semuanya!" Ucap Siwon, berusaha meredakan amarah Yesung.
Yesung mendelik menatap Siwon dengan tajam. Namja itu lalu duduk di samping Ryeowook sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Hyung, mau kuambilkan minum?" Tanya Ryeowook yang hanya dijawab dengan anggukkan dari Yesung.
Namja itu baru akan keluar pintu saat tiba-tiba Yesung memanggilnya.
"Wookie!"
"Ne, hyung?"
"Darah, ya? Singa gunung saja." Ucapnya kemudian yang sukses membuat seluruh anggota-anggotanya membelalak terkejut tak terkecuali Siwon. Juga, sambil mengucapkan itu, Yesung menunjukkan kedua tarin putih bagaikan pualamnya pada Ryeowook.
-0-
2 tahun lalu
"Apa anda Kim Jong Woon?" Seorang pria dengan setelan jas lengkap dan terkesan mahal menghampiri Yesung yang sedang duduk termenung di bawah pohon sakura.
"Ya saya sendiri." Jawab Yesung datar. Tahu betul siapa pria dihadapannya ini.
Lee Hyuk Jae atau biasa dipanggil Eunhyuk.
"Master Lee mengatakan pada saya bahwa penolakan anda terhadap Cho Kyuhyun-ssi dianggap sebagai jawaban anda terhadap penawaran kami, yaitu 'ya'. Apa boleh Yesung-ssi?" Tanya Eunhyuk sambil tersenyum lebar yang memperlihatkan taring-taring pualamnya.
Yesung hanya mendelik datar lalu menurunkan kerah bajunya, memberi ruang bagi Eunhyuk untuk menggigitnya dan mengubahnya menjadi vampire untuk selamanya.
Eunhyuk menelan air liurnya saat melihat saat melihat leher putih dan mulus Yesung. Ia lalu menggigit leher itu dan menghisap sedikit darahnya, dan kembali menjauhkan kepalanya.
Yesung menggigit giginya kuat-kuat untuk menahan rasa sakit terhadap reaksi racun vampire yang baru diberikan Eunhyuk pada namja itu. Ia terus melakukan hal itu sampai transformasinya telah sempurna, lalu menatap Eunhyuk.
"Sekarang apa?" Tanyanya datar.
Eunhyuk tersenyum. "Silahkan ikuti saya. Anda akan dilatih, lalu diangkat menjadi pemimpin Dark Guardian Varsschhe divisi 3." Jawabnya lalu melesat cepat ke arah utara yang kemudian diikuti Yesung.
-0-
Yesung menunggu darah yang tadi dimintanya pada Ryeowook yang hanya membutuhkan waktu 3 menit karena kecepatan dan kehebatan Ryeowook soal berburu mangsa.
Yesung lalu meminum darah itu dan kembali berusaha mengontrol emosinya. Baginya, darah seperti itu seperti wine yang hanya berguna di saat-saat seperti ini.
"Sekarang bagaimana?" Tanya Siwon kemudian saat dilihatnya Yesung sudah kembali tenang.
"Serahkan saja padaku." Balas Yesung kemudian sambil menghabiskan darah singa gunungnya.
Sementara itu, dibalik jendela-jendela dan tembok yang menaungi mereka, sebuah seringai ganas dan licik mengintai mereka.
"Hihi. Kau pikir bisa menangkapku, eoh, Yesung-ssi? Tak akan pernah sampai kapanpun!" Kata seseorang itu.
_To Be Continued_
Kyaaaa... akhirnya selesai.. sorry for typos.. alur kecepetan dsb.. ini updatenya udah buru2! Selesai les nyanyi langsung capcus dehh.. semoga suka ya chingu~ *bow* gomawo reviewnya~~ saranghae kyusung!
