Story About Life and Love

.

.

.

Cast : HaeHyuk, YeWook, KyuMin, Siwon

Other : Kibum, ZhouRy, KangTeuk, HanChul, etc..

.

.

.

Romance, Hurt/Comfort

.

.

.

Warning : Setiap Chapter pasti akan berbeda couple. Karena ini mencakup kehidupan dan kisah cinta couple lainnya. Tapi, tenang saja, HaeHyuk akan terus ambil bagian disetiap chapter^^

.

.

Enjoyed The Story^^


*Yesung POV*

Kulirik jam dinding dikamarku yang kini sudah menunjukkan pukul lima sore.

Tok.. Tok.. Tok..

" Tuan muda, sudah waktunya makan. " ucap Shin ahjumma dari balik pintu kamarku.

Kududukkan tubuhku dengan malas diatas kasur. " Nanti saja ahjumma. Aku sedang banyak tugas. " jawabku bohong dan tentu saja dia percaya.

Selama ini kan, aku memang tak pernah lepas dari yang namanya buku. Entah itu buku pelajaran ataupun buku novel.

" Oh, baiklah kalau begitu. Saya permisi dulu tuan muda. Maaf sudah mengganggu tuan muda yang sedang mengerjakan tugas. " balasnya.

Setelah itu, kudengar suara langkah kaki yang menjauh dari kamar tidurku.

Kubaringkan kembali tubuhku lalu menatap langit-langit kamar.

Entahlah, yang pasti hari ini aku sangat malas melakukan apapun. Mungkin efek dari melihat namja manis itu tadi pagi.

Namja manis ? Ya, namanya Kim Ryeowook. Teman-temannya biasa memanggilnya dengan sebutan Wookkie. Aku menyukainya sejak pertemuan yang sangat tidak disengaja itu.

Saat dimana dia sedang kebingungan mencari kelas barunya waktu pertama kali masuk sekolah. Dan saat itu juga, dia bertemu denganku. Dia bertanya padaku dengan wajah kebingungannya, yang malah terkesan imut dan mampu membuatku berdebar.

Dan tadi pagi, adalah kejadian yang sangat tidak kusuka lalu berdampak buruk padaku seperti sekarang. Kejadian tersebut adalah, ketika aku tidak sengaja melihatnya keluar dari dalam mobil seseorang. Dan lebih parahnya lagi, orang tersebut adalah namja yang terlihat beberapa tahun lebih muda darinya. Atau mungkin seumuran. Entahlah, yang penting aku sangat cemburu melihatnya.

" Hh~ .. Yesung, jika kau tak ingin orang lain merebutnya, ada baiknya jika kau duluan yang mengambil langkah untuk merebut hatinya. " gumamku menerawang jauh.

Ya, sepertinya memang harus seperti itu. Atau kalau tidak, kau akan kehilangannya.

Yesung, Hwaiting !

*Author POV*

Jam masih menunjukkan pukul enam pagi. Waktu dimana semua orang masih memilih untuk bergelung dibalik selimut dan menyelami dunia mimpinya.

Namun sepertinya tidak untuk namja kecil yang sedang menyusuri lorong sekolahnya sendiri.

Ingat, hanya sendiri !

Dia terus saja berjalan menuju perpustakaan sambil bernyanyi kecil. Mungkin untuk menghilangkan rasa takutnya karena sekolahnya masih sangat sepi.

Salahkan dirinya yang lupa mengerjakan tugas kemarin. Dan itu dikumpulkan hari ini. Jika saja dia tidak mengingat gurunya merupakan guru dengan predikat tergalak, dia tak akan datang sepagi ini.

Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat kedua telinganya mendengar bunyi yang aneh dari salah satu ruangan. Dengan langkah ragu, dia mendekati ruangan tersebut yang ternyata kelas khusus laboratorium komputer.

Diulurkan tangannya untuk menyentuh kenop pintu tersebut dan membukanya secara perlahan. Dia'pun kembali melangkah dengan hati-hatisambil mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan. Namun tak ada yang dilihatnya selain komputer yang berjejer rapi diatas meja, dan juga barang-barang keperluan mengajar lainnya.

" Apa aku salah dengar ya ? " tanyanya berbisik.

" Ah, mungkin hanya perasaanku saja. Lebih baik aku segera ke perpustakaan. " gumamnya.

Saat ingin membalikkan badannya, ekor matanya menangkap sesuatu yang aneh dari bawah kolong meja bernomor sebelas. Dan keinginannya untuk keluar dari kelas tersebut'pun diurungkannya. Dia malah mendekati meja tersebut walau dalam hati merasa sedikit takut.

Dan tiba-tiba...

" KYAAAAAA...! "

" AAAAAAAA...! "

Terdengar suara teriakkan dari dua orang yang berbeda.

BRUUKK.

" Akh ! Appo~ .. " rintih namja kecil tadi saat punggungnya tak sengaja menabrak meja yang berada dibelakangnya.

" Eoh ? Gwaenchana ? " tanya seorang namja didepannya dengan khawatir seraya berjalan mendekat padanya.

Mendengar itu, sepasang mata caramel tersebut terbuka.

" Ya~ Gwaenchana ? Apa ada yang sakit ? " tanya namja itu lagi seraya mengibaskan tangan kanannya pelan pada namja kecil yang terduduk tersebut.

Namja kecil itu tersadar dari lamunannya dan menggeleng pelan. " Ahni.. Gwaenchana. " jawabnya, lalu mulai bangkit berdiri.

" Syukurlah kalau begitu. Mian jika aku mengagetkanmu. Tapi aku benar-benar tak tahu jika ada orang lain selain diriku disini. " ujar namja berkacamata itu sambil sedikit membungkuk.

" Ah, ani. Sunbae sama sekali tidak mengagetkanku. Aku saja yang berlebihan. Bagaimana'pun juga, sunbae jadi ikut kaget karena aku berteriak. Mian sunbae. " balas namja kecil tersebut sedikit berusaha tenang.

Bagaimanapun juga, dia maish ingat jika sunbae yang berada didepannya ini adalah salah satu pujaan para yeoja disekolah selain Donghae.

Namja berkacamata itu tersenyum. " Gwaenchana. Geundae.. apa yang sedang kau lakukan disini... Ryeowook-ssi ? " tanyanya.

' Bagaimana dia tahu namaku ? ' batin Ryeowook.

Melihat tingkah Ryeowook yang kebingungan, sunbae itu terkekeh pelan. " Tak perlu tahu aku mengetahui nama'mu darimana. Dan sekarang, bisakah kau menjawab pertanyaanku tadi ? " jelas sunbae'nya seakan tahu apa yang ada dipikiran Ryeowook, dan berakhir dengan pertanyaan.

" Eoh ? A-aku, awalnya ingin mengerjakan tugas di perpustakaan. Tapi tadi aku tak sengaja mendengar suara aneh dari dalam sini. Karena itu, aku yang penasaran akhirnya masuk. Takut kalau-kalau suara itu adalah dari suara... hm.. pencuri. Hehe.. " jelas Ryeowook lalu memperlihatkan sederetan gigi putihnya yang membuat sunbae didepannya terkekeh pelan.

" Hm.. Baiklah, karena aku sudah membuatmu berpikiran yang tida-tidak dan membuatmu takut, maka aku akan membantumu. " tawar sang sunbae.

Ryeowook mengernyitkan dahinya bingung. " Membantu apa sunbae ? " tanya Ryeowook.

" Sebelumnya, kau boleh memanggilku dengan sebutan Yesung hyung. Tak usah dengan sebutan sunbae. Ara ? Itu membuatku risih. Jadi, tugas apa yang harus kau kerjakan sekarang ? " jelas Yesung –sunbaenya- sambil tersenyum.

" Ye-Yesung hyung ? " tanya Ryeowook sedikit gugup dan tak percaya.

Hei ayolah.. Memanggil Yesung dengan sebutan 'hyung' merupakan suatukeberuntungan bagi Ryeowook.

Yesung mengangguk sebagai jawaban. " Jadi, apa tugasmu itu ? Siapa tahu aku bisa membantu. " ucap Yesung mengulang pertanyaannya tadi.

" Ng~ .. Itu.. Tugas dari Kim saenim. Tugas tentang musik. " jawab Ryeowook sedikit menunduk.

Yesung tersenyum melihatnya. " Kalau begitu, kaja kita ke perpustakaan. Aku akan membantumu. Kebetulan, aku mengerti tentang musik. " ujar Yesung lalu menaruh sebuah map yang tadi sempat terjatuh olehnya.

" N-ne. " sahut Ryeowook pelan, lalu mulai berjalan dengan Yesung yang sudah lebih dulu melangkah didepannya.

.

.

.

" Naah.. selesai. " ucap Yesung sambil tersenyum saat dirinya telah selesai membantu Ryeowook mengerjakan tugas.

Ryeowook tersenyum senang lalu menatap Yesung yang duduk didepannya. " Gomawo Yesung sun- ah, maksudku gomawo Yesung hyung. " balas Ryeowook seraya meralat ucapannya cepat.

Hampir saja ia memanggil Yesung dengan sebutan ' sunbae ' dibelakangnya.

Yesung mengangguk pelan. " Ne, cheonma. Kalau begitu, kaja kita ke kelas bersama. " ajak Yesung seraya berdiri dari tempat duduknya.

" Geundae hyung, kelas kita kan berbeda. " jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.

" Gwaenchana. Kita bisa berpisah di lantai dua. Kaja, palli. "

Ryeowook'pun mengangguk dan mulai jalan beriringan dengan Yesung keluar dari perpustakaan, menuju kelas mereka masing-masing.

.

.

.

Hyuk Jae baru saja akan menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya, saat dia merasa pundaknya ditepuk oleh seseorang.

Hyuk Jae'pun menoleh kebelakang, dan mendapati Donghae sedang tersenyum manis padanya.

" Annyeong Hyuk Jae. " sapa Donghae yang dibuat seramah mungkin.

Hyuk Jae tersenyum lalu mengangguk. " Ne, annyeong Donghae-ssi. " balas Hyuk Jae formal, kemudian kembali focus pada makanannya.

Tanpa ada yang mempersilahkannya duduk, Donghae sudah menyamankan dirinya disamping Hyuk Jae. Tapi apa reaksi dari seorang Lee Hyuk Jae ? Dia hanya diam, dan terus menyantap makannya.

" Kau sarapan sendiri ? " tanya Donghae yang hanya dibalas anggukkan dari namja manis disampingnya.

Mendapatkan perlakuan seperti itu, tentu saja membuat Donghae merasa kesal.

Pasalnya, disekolah ini, tak ada satu'pun siswa yang berani berbuat seperti ini padanya –menjawab pertanyaannya hanya dengan menggunakan bahasa tubuh- . Baru kali sajalah, Donghae mendapat perlakuan spesial itu dari Hyuk Jae.

" Hm.. Kemana Sungmin dan temanmu yang satunya itu ? " tanya Donghae –lagi- , berusaha menahan emosinya.

Jika tidak mengingat ini adalah sebuah misinya, sudah dijamin besok namja manis itu tak dapat lagi menginjakkan kaki disekolah.

" Minnie sedang mengurus keperluan OSIS, lalu Wookkie sedang mengerjakan tugas. " jawab Hyuk Jae tanpa menoleh pada Donghae.

" Hm.. Apa makananmu seenak itu sampai kau menjawab pertanyaanku, tanpa menoleh padaku ? " tanya Donghae yang sepertinya sudah mulai jengah atas sikap Hyuk Jae padanya.

Hyuk Jae menole pada Donghae yang sedang menatapnya. " Mian, tapi ini memang sudah kebiasaanku jika sedang makan. Jika kau ingin berbicara padaku, mungkin nanti saja saat aku sudah selesai makan.. Donghae-ssi. " jelas Hyuk Jae sambil tersenyum manis.

Donghae tercengang mendengarnya.

' Berani sekali dia berbicara seperti itu padaku ? ' batin Donghae tak percaya.

" Ani, bukan begitu. Hanya saja, aku merasa agak diacuhkan jika ada seseorang yang berbicara padaku, tapi dia tidak melihatku. Dan satu lagi, jangan memanggilku dengan memakai ' ssi- ' dibelakangnya. Panggil saja aku Hae hyung. Aku ini satu tahun diatasmu. " ujar Donghae panjang lebar.

" Eoh ? N-ne. Geurae, aku akan memanggil'mu dengan sebutan itu. " jawab Hyuk Jae kembali sambil tersenyum.

' Ternyata mendekatinya tak semudah yang kubayangkan. Dia benar-benar namja yang menarik. Tapi tunggu saja, aku akan secepat mungkin mendapatkannya. ' ujar Donghae dalam hatinya seraya terus menatap namja manis disampingnya itu yang sudah kembali makan.

TBC..

Bagaimana ? Masih ada Thypo ?

Oh ya, chapter ini kubanyakkin YeWook'nya.

Tapi tenang aja, ada HaeHyuk'nya ko^^

hehehe..

RnR please^^

See you in Chap' 3^^

haehyuklee : udah dilanjut chingu^^ gomawo sudah review^^

lyndaariezz : haha.. ya begitulah chingu^^ gomawo sudah review^^

niisaa9 : udah dilanjut chingu^^ gomawo udah review^^

Yuzuki Chaeri : ne chingu^^ gomawo sudah mau review dan pembenarannya^^

nurul. : hayo hayo.. mau diapain itu.. ehehehe.. gomawo udah mau review^^

: udah lanjut chingu^^ gomawo sudah mau review^^

Lee Ah Ra : udah lanjut chingu^^ gomawo udah mau review^^

: ne T.T .. sedih kan perjuangan hidupnya T.T .. hehehe.. semua pertanyaan chingu akan terjawab dengan sendirinya, tapi tapi tapi.. harus terus mengikuti jalan ceritanya^^ gomawo udah review^^

Lee Chan88 : ahaha.. sombong.. betul betul betul.. gomawo udah review^^

Miho : gomawo sudah menyukai^^, tenang, tak akan ada crack pair.. hehehe untuk trio parents ? hm... ada deh^^ dan gomawo juga sudah mau review^^

cottoncandyme : udah lanjut chingu^^ gomawo sudah review^^

yohhanna : waduh.. hahaha.. udah dilanjut chingu^^ gomawo sudah mau review^^

Jiaehaehyuk : udah dilanjut chingu^^ gomawo sudah mau review^^

CiezieeLf : hahaha.. ff HaeHyuk langka ya chingu ? hehe.. untuk penampilan Hyukkie, disini dia biasa aja. Tapi tenang, tetap sangat manis ko^^ gomawo udah mau review^^

Guest : udah dilanjut^^ gomawo udah review^^