Pairing : Neji, Shikamaru, Sai, Sasuke, Naruto, Tenten, Temari, Sakura, Ino, Hinata.
Disclaimer : Masashi Kishimoto.
WARNING : AU, OOC, TYPO, DLL.
Happy Reading!
LOVE IS STRANGE
Chapter 2
Tenten dan Temari berpandangan bingung. Antara percaya dan tidak percaya. Temari memperhatikan layar komputer dengan teliti. " Aku bahkan tidak tahu hal ini," Temari bergumam tak percaya.
Tenten memandang layar komputer dengan takjub. " Aku? Peringkat kedua? Ya ampun …"
" Bagaimana kalian bisa tidak tahu?" Ino menatap Tenten dan Temari bingung.
Temari mengangkat bahu. " Entahlah, mungkin kita terlalu senang. Bisa mendapat beasiswa di sini saja sudah sangat senang. Sampai-sampai kita tidak memikirkan peringkat."
Tenten mengangguk setuju. Matanya masih menatap layar komputer. "Hei, Ino, Sakura, kalian berdua berada di urutan ketiga?" Tenten menemukan nama Sakura dan Ino menempati urutan yang sama.
Sakura dan Ino mengangguk bersamaan. " Kenapa bisa begitu?" Tenten bertanya bingung.
" Itu karena jumlah nilai tesku dan Ino sama, jadi kita berdua mendapat urutan yang sama," jelas Sakura yang disambut dengan anggukan mengerti dari Tenten.
" Baik, sudah puas berkenalan dan melihat-lihat?" suara guru Guy membubarkan kerumunan kecil mereka. " Sekarang aku ingin kalian memperkenalkan diri kalian di depan kelas dan setelah itu, kita akan memilih pengurus kelas."
####
KRING! KRING! KRING! Bel berbunyi tiga kali, pertanda waktu istirahat.
" Baiklah, sampai jumpa besok, karena hari ini kalian boleh melihat-lihat seluk-beluk sekolah ini hingga bel pulang berbunyi," kata guru Guy, kemudian segera pergi keluar kelas.
Ino yang duduk di depan Temari menoleh ke belakang, melihat tiga teman barunya. " Bagaimana kalau kita jalan bersama-sama?"
Tenten melongok dari balik bahu Temari. " Setuju!" serunya keras, sukses membuat telinga Temari sakit karenanya. " Tenten, jangan keras-keras!" protes Temari galak. Tentu saja Tenten hanya nyengir lebar menanggapinya.
Sakura tertawa. " Boleh, boleh," Sakura mengangguk-anggukkan kepalanya setuju sambil terkikik geli.
Sambil tetap menutup kedua kupingnya, Temari menyetujui usulan Ino. " Aku ikut," katanya sambil melirik Tenten kesal.
Jadilah, mereka berempat berjalan beriringan melihat-lihat ruang klub yang letaknya satu gedung dengan mereka. Tapi kemudian mereka berhenti di mading sekolah.
" Kalian ingin masuk klub apa?" Tenten bertanya sambil melihat-lihat brosur klub yang ada di mading.
" Mungkin klub dance dan musik," jawab Sakura cepat.
" Kalau Ino?" Tenten menatap Ino yang ada di sampingnya.
Ino tersenyum lebar kearah Tenten. " Klub melukis Tapi aku juga ingin ikut klub musik," tambah Ino."
" Temari?" Ino menuntut jawaban dari Temari.
" Klub MIPA lagi, eh?" Tenten menyenggol Temari.
" Enggak, ah," jawaban Temari jelas-jelas membuat Tenten kaget. " Aku ingin ikut klub musik," jelasnya menjawab raut wajah kaget Tenten. Temari mencolek bahu Tenten. " Lagian kau pasti ikut klub basket dan karate, kan?"
" Aku tidak ikut klub karate. Hanya ikut klub basket. Juga klub musik," Tenten menjawab santai.
" Kenapa?" Sakura bertanya tanpa menoleh.
" Yah, aku ingin berlatih karate di sanggar dekat rumahku saja. Dan juga jadwal latihan klub karate sama dengan jadwal latihan karateku di sanggar," Tenten menunjuk brosur klub karate di mading. " Jadi, aku memilih ikut latihan di sanggar saja, lagi pula juga sama saja," Tenten mengangkat bahu.
" Karena kita sama-sama ingin ikut klub musik, bagaimana jika kita mendaftar bersama-sama?" Temari menawarkan.
Tiga anggukan kepala menjawab pertanyaan Temari serempak.
####
"Selanjutnya kita akan kemana?" Sakura bertanya kepada tiga orang yang berada di sampingnya. Mereka baru saja mendaftar masuk ke klub musik.
" Aku akan pergi ke klub melukis," jawab Ino, langsung melenggang pergi menuju klub melukis.
" Kalau begitu, aku akan pergi ke klub basket untuk mendaftar," sahut Tenten dan pergi menuju arah yang berlawanan dengan Ino.
Tinggallah Sakura dan Temari berdua.
" Err, Temari, jika aku pergi ke klub dance, apa tidak apa-apa jika kau sendirian? Atau kau ingin ikut denganku?" tawar Sakura.
Temari menggeleng. " Tidak apa-apa, pergilah saja. Aku ingin melihat-lihat klub yang lain. Siapa tahu aku tertarik dengan salah satunya."
" Kalau begitu aku pergi dulu, ya," pamit Sakura kemudian pergi. Tiba-tiba Sakura berbalik. " Temari! Saat makan siang nanti, kita makan sama-sama dengan yang lainnya di kelas ya!" teriak Sakura dari kejauhan.
Temari mengangguk. " Bagaimana dengan yang lain?! Apa mereka tahu?!" Temari balas berteriak.
" Nanti aku akan memberitahu mereka!" setelah menerima jawaban berupa acungan jempol dari Temari, Sakura pun pergi.
Temari yang kini sendirian, berjalan menuju tangga dan turun menuju lantai satu. Langkahnya terhenti di depan sebuah pintu bertuliskan 'Olimpiade'.
Olimpiade? Batin Temari heran. Dipandangnya brosur klub yang ditempelkan di samping pintu. Oh, jadi anak-anak di klub ini dipersiapkan untuk mengikuti olimpiade. Sudah jelas ini bukan tempat untukku, Temari membaca brosur tersebut kemudian berbalik untuk meninggalkan tempat tersebut saat tiba-tiba dia menabrak seseorang.
" Ah, maaf! Maaf, maafkan aku," spontan Temari meminta maaf sambil membungkukkan badannya berulang-ulang.
" Hn. Tidak apa-apa," sebuah suara berat menjawab permintaan maaf Temari.
Tiba-tiba pintu di belakang Temari terbuka. Tampak seorang laki-laki berambut panjang dan seorang laki-laki berwajah pucat dari balik pintu. " Shikamaru, ada apa?" si laki-laki rambut panjang bertanya pada orang yang tadi ditabrak Temari.
Oh, jadi namanya Shikamaru ya? Batin Temari sambil melirik Shikamaru takut-takut.
" Perempuan ini menabrak Shikamaru," seorang laki-laki lain yang tadi berjalan di belakang Shikamaru menyahut dingin. Sembari memasuki ruang Olimpiade, dia melirik Temari kesal.
" Maafkan saya," sadar bahwa dia sedang berurusan dengan orang yang lebih tinggi derajatnya dari dirinya, Temari langsung berkata dengan bahasa formal. Kelas A, batin Temari sambil melirik pin di dada sebelah kanan Shikamaru.
" Hoi, Sasuke! Jangan kasar terhadap perempuan, dong!" seorang laki-laki berambut pirang berlari mengejar si laki-laki dingin tadi. " Maafkan Sasuke, ya. Dia memang seperti itu," katanya sambil tersenyum lebar. " Lain kali berhati-hatilah saat berjalan, ya!" pesannya sebelum menghilang di balik pintu.
Temari hanya mengangguk. Terlalu banyak laki-laki di sini, batinnya.
" Shikamaru, kau masuk tidak?" si laki-laki berwajah pucat bertanya pada Shikamaru, bersiap menutup pintu.
Shikamaru menggeleng. " Kau duluan saja," jawabnya singkat yang disambut dengan suara pintu ditutup di belakang Temari.
Kini tinggal Temari dan Shikamaru berdua.
" Ah, sekali lagi maafkan saya. Saya tidak sengaja," Temari mengulang pernyataan maafnya.
" Apa kau tidak dengar aku sudah bilang 'Tidak apa-apa' hah?" sahut Shikamaru malas sambil menguap. " Karena kau sudah mengetahui namaku, kali ini aku ingin bertanya, siapa namamu?"
" Temari," jawab Temari singkat, disambut dengan pandangan yang berarti sebutkan-nama-lengkapmu dari Shikamaru. " Sabaku Temari."
" Oh dari kelas reguler, ya?," perkataan Shikamaru membuat Temari semakin menundukkan kepalanya.
Apakah itu hinaan?, Temari bertanya dalam hati.
. " Apa kau mau bermain shogi denganku?"
" Eh?" Temari kaget, sekaligus bingung. " Bermain shogi?" dia memiringkan kepalanya, pertanda bahwa dia bingung.
Shikamaru hanya mengangguk.
Seketika Temari gelagapan. " Eh, saya ... saya tidak bisa bermain shogi."
Shikamaru mengangkat sebelah alisnya. " Tidak apa-apa. Kau hanya harus bermain denganku, itu saja. Lagi pula aku ingin mencari lawan yang baru," katanya sambil berlalu melewati Temari. " Ikut aku."
Dan tidak ada pilihan lain bagi Temari selain mengikuti kata-kata Shikamaru.
Yah, lagi pula aku sudah menabraknya. Tidak apalah, hitung-hitung sebagai permintaan maaf, batin Temari.
TBC ^^
Huwaaa maaf kalo jelek!
Minta Review-nya ya ^^
Oh ya, Makasih ya, buat review di chapter 1, terutama buat Akiyama Yuki-san!
Buat Akiyama Yuki-san :Makasih buat sarannya!^^ #sujud-sujud dicerita ini emang ceritanya yang lebih kutonjolkan ShikaTema sama NejiTen ^^v Makasih banget lo ya :)
Pokoknya makasih makasih makasih makasiihhh banget buat kalian yang udah baca nih fict gaje ^^
