SECRET
Cast : Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Donghae
Victoria Song
Rate : T+ (sewaktu-waktu bisa berubah)
Genderswitch
Author : DhunnaEmon
Summary :
Sungmin seorang mahasiswi yang terlibat dalam kehidupan 2 orang idola, idola remaja korea dan idola kampusnya, siapa yang akan ia pilih?
Chapter 2
Siapa yang tak kenal dengan namja tampan yang satu ini, wajahnya yang rupawan dengan rambut brunettenya yang menawan mampu membuat hampir seluruh yeoja di Kyunghee University –tempatnya menuntut ilmu saat ini- bertekuk lutut padanya, menghalalkan segala cara agar dapat mengenal lebih dekat sosok bak malaikat itu, yah dialah Cho Kyuhyun. Selain kesempurnaan fisiknya yang banyak mengundang perhatian itu, latar belakang keluarganya~pun tak lepas dari sorotan. Kalian tahu Cho Coorporation?, mungkin sekitar 5-7 tahun lagi, Cho Kyuhyunlah yang akan memimpin perusahaan besar tersebut, menggantikan Kakeknya.
Cho Kyuhyun, terlepas dari seberapa sempurnanya sosok itu, tak perduli berapa banyak uang yang dimilikinya, ia tetaplah seorang manusia biasa. Manusia tidak ada yang sempurna. Yah begitu juga dengan Kyuhyun, meskipun sejak lahir ia hidup di tengah gelimangan harta, namun hidup tanpa ke dua orangtua bukankah sangat menyakitkan?. Selain itu, yang paling menyebalkan dari seorang Cho Kyuhyun adalah sikap arogannya, suka seenak jidatnya sendiri dan tempramennya juga sangat buruk.
Seperti yang terlihat saat ini, Cho Kyuhyun yang tengah kesal, dengan seenak jidatnya -tanpa permisi- menerobos masuk ke dalam ruangan itu. Jika biasanya para yeoja akan menyambutnya dengan terakan histeris, namun kali ini pengecualian. Melihat wajah Cho Kyuhyun yang tengah kesal itu, semua yang ada di sana memilih diam.
"dimana Sungmin?" ia melihat kesekelilingnya, berharap menemukan sosok yeoja yang menjadi alasan kenapa ia berada di dalam ruangan itu sekarang ini. Semuanya tampak diam, tak ada satupun dari mereka yang berani menjawab. Oh ayolah, Cho Kyuhyun butuh jawaban kalian, dia tidak butuh sikap diam kalian yang menurutnya menyebalkan itu.
"apa kalian semua bisu, hah?!" hilang sudah kesabaran Cho Kyuhyun. Dengan kasar, di cengkramnya kerah salah seorang namja yang ada di dalam ruangan itu, tentu saja ia memiihnya secara acak, tak ada waktu baginya hanya untuk sekedar memilih siapa yang berhak mendapatkan 'treatmen spesialnya' hari ini. Semua orang yang ada disana serempak terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Kyuhyun, namun tak ada satupun dari mereka yang berani untuk menolong. Kau tahu, untuk situasi sekarang ini 'menolong sama dengan mati'.
"mu-mungkin Sungmin-ssi se-dang di ke-kelas" namja yang diketahui bernama Seo Joon itu menjawab dengan semampunya. Di tengah cengkraman Cho Kyuhyun yang menyesakkan itu, jangankan untuk berbicara, bernafaspun saat ini sulit dilakukannya. Teman-temannya yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa pasrah, bagaimanapun juga, yang sedang mereka hadapi saat ini adalah Cho Kyuhyun, cucu dari pemilik Universitas tempat mereka belajar saat ini. Yah selain akan mewarisi Cho Coorporation, sepertinya Universitas berlabel International ini kelak juga akan berada di bawah kendalinya. Ck betapa kaya dan berkuasanya dia.
"shit! Apa kau sedang bermain-main denganku saat ini?!" Kyuhyun semakin geram, cengkraman pada kerah Seo Joon juga semakin kuat. Seolah tak perduli dengan tatapan memohon dari sekelilingnya, Cho Kyuhyun yang tengah hilang kendali itu kemudian menyeret Seo Joon, membawanya hingga keluar ruangan. Semua yang ada disana segera mengikuti langkah cepat Kyuhyun. Tak tega juga melihat rekan mereka yang tak tahu apa-apa itu menjadi korban 'keganasan' seorang Cho Kyuhyun. Tepat di lorong Universitas yang tengah ramai itu dia berhenti, sejurus kemudian menghempaskan tubuh Seo Joon hingga membentur tembok, menimbulkan bunyi debuman yang cukup keras. Cho Kyuhyun sedang menunjukkan kekuasaannya saat ini.
Seolah sedang di suguhi tontonan yang menarik, semua yang ada di sana dengan seksama memperhatikan setiap gerak-gerik Cho Kyuhyun.
"Cho Kyuhyun-ssi!" Kyuhyun sudah bersiap mengepalkan telapak tangannya di udara, bermaksud untuk melayangkan tinjunya pada Seo Joon sebelum akhirnya sebuah suara menginterupsinya, membuat kepalan tangan itu terasa sia-sia saja.
Di sana, di antara orang-orang yang tengah sibuk menyaksikan kejadian itu, terlihat seorang yeoja dengan ekspresi geramnya. Dengan langkah cepat, yeoja itu menghampiri Kyuhyun, menatap tajam namja berkulit pucat itu beberapa saat sebelum akhirnya mencengkram erat lengannya, menyeretnya persis seperti apa yang dilakukan Cho Kyuhyun pada Seo Joon tadi. Sebelum benar-benar menghilang dari kerumunan itu, yeoja itu berbalik namun tak sedikitpun mengendorkan cengkramannya pada Kyuhyun.
"maaf atas semua kekacauan yang terjadi hari ini. Akan aku pastikan, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi"
Cafetaria yang terletak di pinggiran kota Seoul ini memang banyak menyedot perhatian, selain karna menu yang ditawarkan cocok dengan lidah orang Korea, Cafe yang biasa buka hingga tengah malam ini juga memiliki desain interior yang cukup menarik. Beberapa figura dari idol kenamaan Korea terpajang di sepanjang dinding masuk Cafe ini, menambah kesan klasik di dalamnya. Mungkin karna jam makan siang sudah berakhir sejak beberapa saat yang lalu, Cafe yang biasanya ramai ini kini sedikit lenggang. Yah kondisi ini dimanfaatkan dengan begitu baik oleh Cho Kyuhyun.
"kenapa membawaku kesini?" Kyuhyun tersenyum manakala rasa manis bercampur pahit dari Coffee yang beberapa saat lalu dipesannya itu meluncur di tenggorokannya. Sudah sejak lama Kyuhyun menggemari minuman yang mengandung Caffein itu. Menurutnya, rasa yang di tawarkan dari Coffee sama dengan rasa yang di tawarkan Cinta. Saat kita sedang jatuh cinta, bukan hanya hal-hal manis saja yang akan terjadi, hal-hal pahitpun kadang kala mewarnai kisah cinta itu. ck apa seorang Cho Kyuhyun saat ini tengah membicarakan tentang Cinta?.
"sudah lama sekali bukan?" Kyuhyun melipat ke dua tangannya di dada, menatap begitu lekat sosok yeoja yang duduk di depannya itu, Lee Sungmin. Lagi-lagi ia tersenyum mendapati ekspresi bingung dari lawan bicaranya. "bahkan ketika berekspresi seperti itu kau tetap cantik Min"
"apa maksudmu?" Sungmin mengernyit heran, kata-kata Kyuhyun benar-benar membuatnya bingung. Setelah insiden di kampus tadi –saat Kyuhyun akan memukul Seo Joon- gadis inilah yang berhasil mencegah semua itu terjadi, Sungmin juga yang menyeret Kyuhyun agar laki-laki itu tidak berbuat lebih jauh lagi. Tapi apa yang Sungmin dapat? Khuhyun dengan seenaknya malah membawa dirinya ketempat ini, tempat yang penuh dengan kenangan yang bahkan dalam mimpipun tak ingin di ingatnya.
"13 Juli 2009, kau masih ingat?"
#flashback#
Cho Kyuhyun melangkah dengan riang saat memasukki Cafe itu. Senyum lebar tak pernah lepas dari bibir tebalnya. Seperti biasanya, ia memilih tempat duduk paling pojok, tempat favoritnya. Saat itu suasana di Cafe masih sepi, mungkin karna masih pagi.
"kau membolos lagi?" seorang pelayan datang menghampirinya. Meletakkan buku menu di hadapan Kyuhyun, kemudian tersenyum jahil. Kyuhyun yang melihat itu hanya menggeleng kecil, rupanya pelayan itu selalu berpikiran buruk tentangnya, ck.
"kali ini tidak noona~. Hari ini kami semua di ijinkan pulang lebih awal karna semua guru di sekolah sedang ada rapat" Kyuhyun memberikan buku menunya pada pelayan itu. "aku akan memesan jika Sungmin sudah datang" setelahnya Kyuhyun tersenyum.
"baiklah karna kau pelanggan tetap di Cafe ini, maka aku akan mengijinkanmu untuk duduk disini tanpa memesan apapun. Ingat, setelah Sungmin datang segeralah memesan, ada menu baru, dan kalian akan rugi kalau tidak mencobanya" Pelayan itu tersenyum sekilas, setelahnya ia melangkah pergi, meninggalkan Kyuhyun yang masih setia dengan senyumannya itu.
2 jam berlalu, namun tanda-tanda kehadiran Sungmin belum juga muncul. Sudah berkali-kali Kyuhyun mengirim pesan singkat pada gadis itu "neo eodiya?", "apa terjadi sesuatu?", "cepatlah datang, aku tidak mau di usir oleh Eun Sang (?) noona~ karna tidak segera memesan", "apa aku perlu menjemputmu?" dan puluhan pesan singkat lainnya. Namun dari semua itu tak ada satupun yang mendapatkan balasan. Kyuhyun juga sudah mencoba menghubungi nomor gadis itu, tapi sia-sia saja, karna gadis itu tidak mengangkatnya. Kyuhyun semakin khawatir dibuatnya, kemana sebenarnya gadis itu?.
"sepertinya hujan akan segera turun Kyuhyun-ah, sebaiknya pulanglah dulu, bukankah besok kau masih bisa bertemu dengannya?" Eun Sang terlihat sedikit khawatir dengan pelanggan setianya itu. Pasalnya sudah 2 jam lebih Kyuhyun dalam posisi yang sama, duduk termenung dengan wajah gelisahnya.
"aniyo, aku akan tetap menunggunya noona~. Bagaimana jika saat aku pergi Sungmin datang? Dia pasti akan sangat kecewa padaku"Kyuhyun sama sekali tidak berniat untuk pulang, tidak sebelum ia bertemu dengan Sungmin.
"oh! Apa mungkin Lee Sungmin membuat semacam kejutan? Hei bukankah hari ini adalah peringatan hari jadi kalian yang ke-2? Ah pasti seperti itu. Ck kau beruntung sekali Kyuhyun-ah, selain cantik, Sungmin ternyata juga penuh dengan kejutan" Kyuhyun yang mendengar hal itu tidak dapat menyembunyikan senyumannya. Wajah gelisah yang tadi sempat di tunjukkannya, menghilang seketika. "baiklah, sepertinya kau sudah tidak khawatir la- eoh Sungmin-ah, kau datang?"
Kyuhyun refleks berdiri, memeluk erat sosok itu. "kau kemana saja eum? aku benar-benar khawatir saat kau tak membalas satupun pesanku. Aku harap kau tak akan mengulanginya lagi, chagi" Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya, namun anehnya Sungmin sama sekali tidak membalas pelukkan itu. Siapa yang tahu, di balik punggung Kyuhyun, Sungmin mati-matian menahan tangisnya.
"ehem! Apa kalian ingin memesan makanan?"
"Kyuhyun-ssi". Sudah sejak tadi Cho Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan sikap Sungmin, yeojachingunya. Pertama, tak da senyuman yang selalu terpatri diwajah cantiknya, gadis itu justru menunjukkan sisi lain dari dirinya, wajahnya yang terlihat dingin. Kedua, yeoja cantik itu tidak membalas pelukkannya. Dan yang ketiga, yang paling membuatnya terkejut adalah gadis itu menyebut namanya dengan menggunakan embel-embel 'ssi'. Biasanya embel-embel 'ssi' digunakan untuk menyebut nama seseorang yang belum di kenal atau yang tidak akrab, tapi dengan Cho Kyuhyun, apakah wajar jika Sungmin menggunakan embel-embel itu?.
"berhentilah Sungmin-ah, aku mengerti kau ingin memberikan kesan berbeda di hari jadi kita yang ke-2 ini, tapi kejutanmu itu benar-benar membuat-"
"aku ingin putus"
Hening.
"kau bilang apa? Putus?" Kyuhyun meletakkan garpu yang sejak tadi di pegangnya. Tiba-tiba saja, makanan di depannya ini kehilangan daya tariknya. "ayolah Sungmin-ah ini sama sekali tidak lucu, jadi hentikan sekarang juga atau aku akan benar-benar marah padamu"
"pacaran denganmu membuatku lelah. Sikap posesifmu itu benar-benar membuatku muak. Gara-gara kau, semua teman laki-laki menjauhiku, saat aku bertanya pada mereka 'kenapa kalian menjauhiku' mereka semua menjawab 'jika aku mendekatimu, maka pacarmu yang posesif itu akan memukulku. Jadi Sungmin-ah, mulai sekarang menjauhlah dari kami'. Dari pada berpacaran denganmu, aku lebih memilih untuk berteman dengan mereka. Mulai sekarang jika kita tidak sengaja bertemu, berpura-puralah tidak melihatku, jangan pedulikan aku dan jangan pernah mengerimiku pesan-pesan bodohmu itu"
Saat itu juga pertahanan seorang Cho Kyuhyun runtuh, kata-kata Sungmin benar-benar membuat hatinya sakit. Untuk beberapa saat, Kyuhyun hanya diam. Ia benar-benar butuh waktu untuk memikirkan semua ini.
"diam berarti setuju"
Itulah kata-kata terakhir yang di dengarnya dari mulut Lee Sungmin. Setelah kejadian itu, seperti yang di katakan Sungmin, kedua orang itu seperti tak saing mengenal, dan itu berlangsung bahkan hingga mereka telah lulus sekolah menengah atas.
#flashback end#
Sungmin terpaku di tempatnya. Nafasnya terasa sesak, tangannya bahkan bergetar. Cho Kyuhyun, ia benar-benar merasa bersalah pada namja itu.
" kakekku, sejak kapan dia mulai mengancammu seperti itu?"
"apa?"
"NILAIKU TURUN DRASTIS, APA ITU SEMUA SALAHMU? KENAPA KAU TIDAK BILANG DARI AWAL KALAU KAKEKKU MENGANCAMMU, KAU-"
"Kyuhyun-ah"
"kau seharusnya bilang padaku, apa kau tidak percaya padaku? Aku bisa melindungimu, bahkan aku rela meninggalkan segalanya untuk bisa terus bersamamu. Tapi apa yang kau lakukan? Kau menyerah dan mengakhiri semuanya. Kau benar-benar egois Sungmin-ah"
"mianhae"
"ayo kita mulai dari awal lagi. Aku berjanji kali ini aku tidak akan membiarkan kakekku mencampuri urusan kita, aku tidak akan membiarkan dia mengancammu seperti dulu, akan aku pastikan hal-hal seperti itu tidak akan terjadi lagi. Jadi Sungmin-ah, bisakah kau tetap di sisiku dan percayakan semuanya padaku?" Kyuhyun berujar mantap.
"aku benar-benar tidak menyangka akhirnya kau tahu alasan sebenarnya kenapa dulu aku mencampakanmu. Saat itu aku benar-benar takut, Kakekmu mengatakan akan menghancurkan perusahaan ayahku jika aku tetap bersamamu. Kau tahu? Saat itu aku masih sangat muda, mendapatkan ancaman mengerikan seperti itu, menurutmu apa yang harus kulakukan?"
"kau bisa menggunakan aku untuk membalaskan dendammu pada Kakekku, jadi ayo kita mulai lagi dari awal, heum?"
"membalas dendam? Aku bahkan tidak memikirkannya Kyuhyun-ah. Aku rasa kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku. Kau tampan dan juga kaya, bahkan hampir seluruh yeoja di kampus mengidolakanmu. Ah bagaimana dengan Shin Se Kyung? Kau harus mempertimbangkannya. Dia cantik dan juga baik hati. Cocok seka-"
"kau menolak kembali padaku, apa itu semua karna Lee Donghae?"
"apa?!"
TBC
Annyeong author abal-abal ini dateng lagi. Sebelumnya aku mau minta maaf karna di Chapter 1 kemarin aku lupa nulis TBC :D
Makasih juga buat semua yang kemarin udah review. oh ya Reviewnya aku tampung dulu ya ^^
*Sekilas info*
Nama Eun Sang, mungkin karna akunya masih demam 'the heirs' jadinya aku pinjem namanya ya. Kalau Shin Se Kyung, karna aku suka akting dia waktu main di 'When A Man Fallin In Love' yang tayang di Bchannel, maaf ya eonn aku pinjem namamu
Sama aku mau sedikit cerita nih, asal mula terciptanya FF ini.
Jadi karna liburan kuliah yang panjang bgt, nyampe 1 bulan lebih, makannya iseng2 aku posting FF disini dan hasilnya lumayan sih menurutku :D
Jadi tetep dukung aku ya readerdeul,, review kalian sangat-sangat-sangat berharga buat aku,,oh ya buat TYPO yang bertebaran, mohon dimaklumi ya,,,,,,,,,maaf juga karna ceritanya makin gaje
Annyeong,,,see you next chap :*
