Karena saya terlalu goblok dan tolol, mungkin saya gak berbakat jadi novelis. Tapii… mungkin saya berbakat jadi komikus

Makasih ya atas sarannya senpai-senpai sekalian. (_ _)

Mudah-mudahan yang ini bagus.

Aku mau bales review dulu aja deh.

LuthMelody : Makasih banget sarannya, Makasih .. Makasih .. Makasih ..

Light-Sapphire-Chan : Makasih yah sarannya akan kucoba perbaiki yang salah

Ninja-Edit : Akan ku ganti judulnya.

If you don't like, don't read, okey?

Udah segitu dulu aja Happy Reading and Here we go.

Disclaimer : Naruto punya Masashi Kishimoto, dan cerita ini punya saya, puas pak?

Masashi: Oh, puas .. puas .. puas ..

Pairing : NaruHina, SasuSaku

Summary : aku gak pinter bikin Summary jadi lihat aja ya ?

Warning: Au,OOC,Gaje,Banyak tanda baca yang nyasar, pokoknya banyak

Cerita sebelumnya :

.

.

"Bagaimana kalo kita pulang bareng Hinata-chan?

"Heh! Kita kan baru kenal" jawabku.

"Tak apa kita kan tunangan, kalau tidak mau akan aku sebarkan hubungan kita" katanya sambil meninggalkanku.

Aku lemas ditempat. "Oh KAMI! Kenapa kau begitu kejam padaku?"

End Hinata POV's

Normal POV's

Hinata pun mencet nomor-nomor gaje, ia pun berbicara dengan seseorang.

"Moshi-Moshi"

"Nii-san, aku gak pulang bareng Nii-san" Kata Hinata dengan seseorang yang barada di telephone.

"Ehh, Kenapa ?"

"Aku mau pulang dengan temanku" ucap Hinata dengan rada-rada gugup.

"Ohh, baiklah". Jawab orang itu seraya memutuskan hubungan dengan Hinata.

Hinatapun pergi ke kantin.

.

.

Tidak terasa bel pulang sekolah pun sudah berbunyi. Anak-anak seraya meninggalkan kelas yang mereka anggap membosankan itu.

Hinatapun pulang bareng dengan Naruto

Di perjalanan

HENING ….

"Ehm, kamu cepet banget nyampenya?. Padahal aku baru kemarin di kasih tau pertunangannya..Trus kamu kok setuju pertunangannya?" Tanya Hinata memecahkan keheningan

"Ehh, kamu kemarin ya?. Aku dikasih tau dua minggu yang lalu, awalnya sih aku nolak, tapi.. pas kulihat fotomu, ternyata kamu manis juga dan disini aku bisa ketemu temen lamaku, puji Naruto sambil tersenyum kearah Hinata.

'DEG'. Jantung Hinata sedikit berdebar, wajah Hinatapun sedikit blushing mendengar perkataan Naruto.

"Hinata-chan kamu sakit ya?" Tanya Naruto sedikit cemas

"Ehh, ti-tidak kok" ucap Hinata sedikit kaget.

"NARUUUUTTOOOO …" terdengar suara yang amat cempreng..

Hinata dan Naruto pun melihat kearah yang berasal suara itu.

Dan terdapatlah seseorang yang mempunyai rambut jabrik dan anjingnya.

Sepertinya Hinata mengenalinya.

"KIBAAAAAAAAAA …." Teriak Naruto membalas perkataan Kiba.

"Ehh,Kiba-kun,waduh gimana ini?. Teriak Hinata panik di dalam hati

Naruto dan Kiba pun berpelukan ala teletubhis.

(Rena: Ikutaaan … *brak,bruk,druk* Author didorong Naruto)

"Gimana kabarmu,Kib?," Tanya Naruto kepada sahabatnya itu

"Baik aja,kau ndiri ?." Kiba balik nanya.

"Ehmmm ,, baik juga.". kata Naruto sambil mempererat pelukannya.

"Ehh ada Hinata-chan". Ucap Kiba yang sedari tadi menyadari ada Hinata.

"H-hai Ki-kiba kun" kata Hinata rada gagap.

"Hai juga Hinata chan, nah Naruto kenapa kamu pulang? Kamu pacaran sama Hinata ya? tanya Kiba menggoda.

Hinata yang mendengarkan perkataan Kiba menjadi kecewa.

"Oh itu, aku di pertu … Huumpphhhh." Belum selesai Naruto bicara mulutnya sudah duluan di bekep Hinata.

"Pertu?" Tanya Kiba heran

"Ehmm .. itu bapaknya Naruto ada pekerjaan disini. dah dulu ya, Ja ne Kiba-kun" kata Hinata seraya meninggalkan Kiba sambil senyum terpaksa dan tangannya masih menutup mulut Naruto.

"Ja ne Hinata chan" balas Kiba heran.

"Naruto-kun kamu ini bagaimana sih?" Tanya Hinata dengan nada rada marah.

"Gomen Hinata-chan" Naruto segera meminta maaf ke Hinata.

"Baiklah, kumaafkan kau" jawab Hinata dengan nada kesal.

Hinata pun berjalan lebih duluan daripada Naruto. Dan tiba-tiba

"Hinata AWAAAAAAAAASSS"

Hinata yang merasa dirinya dipanggil pun langsung nengok dan iapun tak tahu ada truk yang ingin menghantamnya , Narutopun menarik tangan Hinata hingga ...

"Gubraaaak, Cup"

Hinata terjatuh menindih tubuh Naruto hingga bibir mereka … berciuman untungnya saja jalanan di situ sedang sepi, maklum wong mereka pulangnya lewat hutan. Hinata pun langsung bangun dengan wajah yang bermerah ria.

"Wadduuh, bagaimana ini?" pikir Hinata

"Gomen, Hinata-chan, aku tak sengaja" kata Naruto meminta maaf ke Hinata.

"Sudahlah, lagipula ini bukan salahmu. Jawab Hinata sambil memalingkan mukanya yang merah.

"Aduuh, aku lapar ni.. Hinata chan kita pergi ke warung Ichiraku yuk?" ucap Naruto sambil memenggang perutnya.

"Uhm, ba-baiklah" jawab Hinata dengan sedikit ragu.

Mereka berduapun berjalan ke Ichiraku ramen.

Sesampainya di Ichiraku ramen.

"Hinata-chan kamu disitu dulu ya aku mau pesan dulu" ujar Naruto seraya meninggalkan Hinata.

"Hei Ojii-san" sapa Naruto kepada seseorang.

"Hei Naruto kapan kamu pulang?. Tanya seseorang yang di sapa Naruto

"Dua minggu yang lalu, hehehehe. Oh ya pesan ramen jumbonya dua ya? Kata Naruto tersenyum bagai sinar mentari ( ? )

"Okelah Naruto, dalam waktu 5 menit pesanan siap" jawab orang itu

Naruto pun menghampiri Hinata dan duduk di sebelah Hinata, sesaat kemudian datanglah gadis ketempat Naruto dan Hinata.

"Nah, ini pesanannya. Hei Naruto sejak kapan kau berpacaran dengan Hinata?" Tanya gadis itu

"Gak, kok Ayame-neechan. " jawab Naruto

"Selamat makan" ucap Hinata dan Naruto serempak.

Narutopun menghabiskan ramen ke 20 nya.

"Waduuh ni orang laper apa rakus, aku aja yang makan 1 ramen Jumbo dah kenyang banget. Ck ,, Ck ,, Ck ,," pikir Hinata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya (dugem bu?)

"Nah berapa semua? Tanya Naruto kepada Teuchi

"625 ryo" jawab Teuchi

"Nah nih, yuk Hinata" ajak Naruto ke Hinata.

"Yuk" jawab Hinata ramah.

Tommorow, in class room.

Was .. wes .. wos ..

Naruto memasuki kelasnya dengan heran.

"Ada apa ribut-ribut begini" pikirnya

Ia pun bertanya kepada temannya.

"what happened, aya naon teh?" Tanya Naruto dengan logat Inggris nya tapi nyasar2 ke Sunda.

"Aduuh, kau ini lihat tuh" ucap Shikamaru malas dan tangannya menunjuk sesuatu.

Di saat yang sama.

"Ehh,Sa-sakura-chan a-ada a-apa sih?" Tanya Hinata heran

"Ituloh Hinata chan" jawab Sakura sambil menunjuk sesuatu.

Hinata pun melihat apa yang di maksud Sakura, begitupun dengan Naruto yang penasaran apa yang ditunjuk Shikamaru.

"!" Hinata dan Narutopun terkejut dengan apa yang mereka lihat dan saling bertatapan.

TBC.

Rena : Sebenarnya apakah itu ? Author pun juga gak tau. *di hajar Readers habis2an. Yah kita lihata saja nanti. Author melanjutkan kata2nya dengan wajah babak belur (?)

Hinata : ehh Rena-chan gak papa?

Rena : gak apa-apa kok Hina-chan,

Betewe doain Author ya supaya bisa mengerjakan UKK.

Kalo anda mendoakan saya,insya allah/ mungkin anda akan dapat pahala dari Tuhan anda