Chapter 1
Hi! Cupid.
Cast: Park ChanyeolㅡByun Baekhyun and others
Pair: Chanbaek/Baekyeolㅡslight!Hunhan
Rated: T to M/?
.
YAOI . Typo(s)
.
Happy Reading!
::::::
Untuk kesekian kalinya Baekhyun di sambut oleh teriakan para wanita saat ia baru saja melangkah masuk ke area koridor sekolah. Dan tentu saja teriakan itu bukan menyerukan namanya. Melainkan nama orang yang paling ia benci. Ia pikir para wanita itu sangat bodoh mengagumi si idiot yang sekarang tengah berdiri di depan koridor. Si idiot itu hanya menang pesona saja, Baekhyun jelas mengakui itu, karena omong-omong Baekhyun pernah terjebak dalam pesonanya. Bagaimana mata si idiot melihat ke arahnya, suara husky yang menyerukan namanya, bibir merah yang menyenㅡ Oh, jangan ingatkan dia tentang masa lalu itu, ia sangat tidak suka.
"Chanyeol sunbae!"
"Chanyeol-ssi kau tampan sekali!"
"OMO Park Chanyeol kau selalu tampan dan harum!"
"Chanyeol-ssi aku mencintaimu!"
Begitulah teriakan para wanita si idiot yang sangat memekakkan telinga, membuat Baekhyun semakin ingin cepat-cepat menjauh dari tempat ini. Dengan cepat ia berjalan menerobos para wanita si idiot. Lengannya ia jauhkan dari kedua telinganya agar bisa menepikan para wanita itu agar ia bisa lewat, mengabaikan umpatan-umpatan beberapa wanita yang terkena tepisan lengannya. Yang terpenting sekarang, dia harus lolos dari neraka ini.
Si idiot yang ada di depan sana melihat aksi Baekhyun sambil tersenyum miring. Tiba-tiba sisi jahatnya muncul. Mungkin sedikit mengerjai Baekhyun di pagi hari tidaklah buruk, pikirnya.
Segera ia melangkah ke arah Baekhyun yang tidak jauh darinya, sedikit kasihan setelah melihat tampilan Baekhyun yang mulai berantakan, tetapi langsung ia buang jauh-jauh rasa kasihannya itu dan lebih memilih melanjutkan rencananya.
Baekhyun merasa sangat terkejut ketika lengannya tiba-tiba di tarik oleh seseorang keluar dari kerumunan. Reflek ia mendongakkan kepalanya dan menemukan punggung sang pelaku tepat di depannya. Punggung si idiot yang sangat ia kenal. Si idiot ini menarik lengannya dengan sangat kasar dan memegangnya dengan sangat kuat. Demi telinga lebar si idiot, ini sangat sakit! Ia berani bertaruh lengannya akan memerah atau lebih parah tulangnya akan remuk.
"Park Chanyeol, lepaskan aku! Kau membawaku kemaㅡaw, ini sakit, bodoh!" Baekhyun memberontak saat merasakan genggaman Chanyeol semakin kuat.
Chanyeol tidak menjawab pertanyaan Baekhyun, hanya menoleh sekilas ke belakang dan sedikit merenggangkan genggamannya tanpa berniat melepaskannya. Raut wajahnya berubah khawatir, tetapi langsung ia sembunyikan karena tak ingin Baekhyun melihatnya.
Pria jangkung itu terus membawa Baekhyun melangkah dengan cepat, hingga mereka sampai di depan sebuah tangga barulah Chanyeol memelankan langkahnya. Lalu melepaskan genggamannya dari lengan Baekhyun, membuat Baekhyun menatap Chanyeol dengan bingung.
"Kenapa kau membawaku ke tempat ini?" Baekhyun masih menatap Chanyeol bingung, dan menurut Chanyeol itu sangat imut. Ingin sekali dia mencium bibir tipis itu, lalu menyesapnya, laluㅡ
Chanyeol berdehem, menghilangkan fantasi liarnya yang membuatnya gugup seketika. "Eㅡehm," bodoh! dia semakin gugup sekarang! "Seㅡsebenarnya, niat awalku ingin mengerjaimu! Tetapi, aku sangat lapar dan aku mengingat menyimpan makanan di atap. Jadi, kau harus menemaniku makan sekarang!"
Bukannya menjawab, Baekhyun malah tertawa sinisㅡyang dibuat-buat. Sungguh, jauh di dalam hatinya, ia sedang tertawa senang sekarang. Tetapi karena nada Chanyeol yang seenaknya seperti menyuruh dari pada meminta, ia menyembunyikan itu.
"Kenapa aku harus?"
"Kau menolak? Ayolah, Tuan Byun. Seharusnya kau senang karena seorang Park Chanyeol mengajakmu sarapan bersama." Pria jangkung itu semakin berlagak, membuat Baekhyun sedikit muakㅡum, sedikit. "Lagipula, kita bisa mengingat kembali saat-saat kita berㅡ"
"Hentikan, Park Chanyeol. Pertama, aku punya banyak hal yang bisa kau kerjakan dari pada menemani saparan. Kedua, untuk apa aku harus senang hanya karena di ajak sarapan bersama Park Chanyeol bodoh dan idiot?" Baekhyun kembali menatap Chanyeol dengan tatapan jengkel, tiga jarinya ia angkat tepat di depan wajah Chanyeol membuat Chanyeol menjauhkan wajahnya, "Dan yang ketiga, mengingat apa? Jangan mengada-ngada! Itu kenangan yang sangat buruk, bodoh!"
Baekhyun menghela nafas. Lalu berbalik menjauh dari Chanyeol yang terlihat mematung di tempat. Baekhyun dapat melihat sekilas raut wajah Chanyeol berubah kecewa. Tetapi, ia tidak ingin memikirkannya lebih jauh, karena jika ia lakukan, akan muncul berbagai pemikiran yang akan membuatnya jatuh kedalam pesona Chanyeol, lagi.
Ketika sampai di kelas, Baekhyun langsung melangkah ke arah kursinya dan mendudukkan bokongnya di sana. Masih ada lima menit tersisa sebelum bel berbunyi dan Baekhyun lebih memilih menompang kepalanya di atas meja dan memikirkan kembali ucapannya tadi.
Bodoh memang, tetapi Baekhyun sangat menyesal mengatakan itu kepada Chanyeol. Ia terus merutuki mulut, otak dan hatinya yang tak dapat bekerja sama. Semua yang ia ucapkan tadi, jauh dari kemauan hatinya. Bohong jika ia tidak senang diajak sarapan bersama Chanyeol. Bohong jika kenangan itu sangat buruk. Semuanya bohong dan Baekhyun menyesal.
Melihat wajah kecewa Chanyeol tadi membuat Baekhyun sempat berfikir Chanyeol kecewa karena ucapannya tadi.
Tapi mungkinkah? Chanyeol hanya menganggapnya masa lalu dan tidak mungkin Chanyeol masih menㅡ ya itu tidak mungkinㅡtapi yeah bisa jadi.
Suara Kim songsaengnim menyadarkan Baekhyun dari lamunannya. Ia langsung membuang jauh-jauh berbagai spekulasi tentang Chanyeol yang kecewa karenanya atau Chanyeol yang masih menㅡokay lupakan.
Kim songsaengnim mulai berceloteh tentang sejarah perang dunia. Perlu diketahui Baekhyun sangat membenci sejarah. Segala macam sejarah. Mulai dari sejarah terjadinya perang dunia sampai sejarah terjadinya kisah cinta antara Jack dan Rose. Semuanya omong kosong, menurutnya. Lagipula, ia tidak perlu susah-susah mendapatkan nilai yang baik dalam sejarah, jika ia nantinya akan mengambil jurusan musik.
Mungkin ia akan tertarik pada sejarah jika sedang membahas tentang musik ataupun Park Chanyeolㅡyeah mungkin.
Kim Songsaengnim masih saja berceloteh sejak setengah jam yang lalu. Membuat Baekhyun mengantuk dan mati kebosanan di tempat duduknya. Dengan malas ia alihkan matanya ke arah luar jendela danㅡ Assa! Mata yang tadi hampir tertutup langsung terbuka lebar, apalagi saat keberuntungan berpihak kepadanya dan menemukan sosok Park Chanyeol sedang bermain basket bersama teman-temannya. Kemejanya terlihat basah oleh keringat dan berantakan, tetapi tetap tampan. Wajahnya sangat serius, matanya menatap tajam ke arah lawan. Punggungnya sedikit bungkuk karena ia sedang mendribble bola yang sebentar lagi akan ia luncurkan ke dalam keranjang jika lawannya lengah. Dan pada saatnya tiba, ia langsung melompat dan memasukkan bolanya ke dalam keranjang, terlihat semakin sempurna.
Masa bodoh dengan Kim songsaengnim yang masih saja berceloteh di depan. Baekhyun hanya peduli dengan pemandangan di luar jendela yang membuatnya seakan-akan terhipnotis. Chanyeol sangat sempurna memang, tapi Baekhyun benci mengakui itu. Chanyeol memiliki tubuh ideal bak model, sementara dirinya jauh dari kata mirip. Chanyeol popular karena ketampanannya, sementara dirinya popular hanya karena wajahnya yang cantikㅡoh Baekhyun tidak akan pernah mau mengakuinya.
Tiba-tiba mata Chanyeol melihat ke arah kelas Baekhyun, dan otomatis tatapan keduanya bertemu. Hanya beberapa detik, lalu dengan cepat Baekhyun memalingkan pandangannya ke arah papan tulis lagi. Jantungnya berdebar tak beraturan, membuatnya kesulitan untuk bernafas. Pelan-pelan ia hirup kembali udara, lalu menghembuskannya dengan kasar. Baekhyun merutuki dirinya yang terlalu bodoh menatap orang yang paling di bencinyaㅡbahkan memujinya. Oh astaga, kubur ia sekarang.
.
"Kudengar kau mengencani putri Son songsaengnim,"
Chanyeol memulai topik setelah sekitar lima belas menit berdiam diri. Sementara yang di ajak bicara masih menikmati berbagai jenis makanan yang ia dapat dari hasil mengancam para junior. Setelah meneguk sekali jus jeruknya, barulah ia mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol.
"Itu tidak benar,"ㅡsingkat lalu kembali menyantap makanannya yang masih terbilang sangat banyak.
Chanyeol menatap ke arah temannya yang satu itu. Selera makannya tiba-tiba menurun akibat cara makan temannya itu sangat jorok dan berantakan seperti tidak pernah makan saja. Tetapi, tetap saja Chanyeol masih mengamati pria yang ada di depannya itu walaupun dengan tatapan jijik.
"Berhenti melihatku seperti itu,"
"Cara makanmu sangat payah, Kim Jongin" kata Chanyeol dengan nada meremehkan, "Tapi Jongin-ah, mereka semua menyebarkan foto dirimu tengah berciuman dengan Son Naeun,"
Dengan enggan Jongin berhenti memakan makanannya, lalu menatap dingin kearah Chanyeol. "Foto itu memang benar. Uhm, sebenarnya aku hanya ingin sedikit bermain dengannya. Karena kulihat dia sangat pendiam dan lugu, aku ingin membuatnya sedikitㅡ" Jongin menghentikan bicaranya, lalu mengedipkan sebelah matanya, "ㅡnakal,"
Mendengar itu, Chanyeol langsung merubah mimik wajahnya menjadi jijik. Bermaksud menyinggung Jongin, tetapi malah membuat Jongin tertawa. "Bibirnya sangat manis. Bahkan lebih manis dari bibir Baekhyun-mu,"
"Y-ya ya! Memangnya kau pernah merasakan bibir Baekhyun?!" Chanyeol bertanya dengan sedikit berteriak. Membuat beberapa siswa yang di kantin melihat ke arahnya. Chanyeol sangat malu sekarang, dan ia menyalahkan Jongin yang seenaknya bicara hingga membuatnya sedikit jengkel.
Jongin tertawa lagi, kali ini lebih kerasㅡsambil memegang perutnya pula. "Santai, Chanyeol-ah. Mana mungkin aku melakukan itu. Bisa-bisa Baekhyun akan melaporkanku kepada baby deer jika aku melakukannya."
"Baby deer? Luhan hyung?"
"Tentu saja. Kau pikir aku mempunyai berapa baby deer di dunia ini? Ah, tiba-tiba aku merindukannya," Jongin mempoutkan bibirnyaㅡdibuat-buat agar terlihat imut. Tetapi, Chanyeol memasang wajah jijik itu lagi.
"Jangan lakukan itu, Kim Jongin. Atau aku akan membunuhmu," Kenapa Chanyeol tidak menyukai jika Jongin mempoutkan bibirnya? Karena Jongin sangat tidak cocok seperti itu! Dia yang biasanya melihat Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu, tiba-tiba melihat Jongin melakukan hal serupa dengan gaya yang sengaja. Mimpi apa dia semalam!
Chanyeol berdiri dari duduknya, lalu mengusap kepala Jongin dengan 'sok' perhatian, "Aku membolos sehabis ini, Jongin-ah. Tolong catatkan materi Kim Songsaengnim nanti, ne?"
Lalu Chanyeol berbalik berjalan keluar kantin dengan gaya coolnya. Beberapa wanita-nya meneriakkan namanya, atau bahkan ada yang membuntutinya di belakang. Asal para wanita-nya tidak macam-macam padanya atau pada Baekhyun-nya, ia tidak masalah dengan semua itu.
Ia berjalan menuju atap. Niat sebelumnya hanya sebentarㅡsampai bel berbunyi, karena pada saat bel pertama kali berbunyi, Chanyeol akan langsung berlari ke gedung renang yang berada di bagian utara atap. Lumayan jauh, tetapi itu tidak masalah bagi Chanyeol. Kenapa Chanyeol membolos demi pergi ke gedung renang? Ya! Karena Baekhyun memiliki kelas renang sehabis bel berbunyi. Dan Chanyeol tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas untuk melihat tubuh mulus Baekhyun.
Well, sebenarnya ini pertama kalinya Chanyeol melalukan aksi mengintip Baekhyun pada saat jam pelajaran. Tapi tidak dengan melihat tubuh Baekhyun. Chanyeol sudah sangat puas melihat tubuh polos Baekhyun dari atas sampai bawah, dulu. Ya, sayangnya itu dulu.
Chanyeol penasaran dengan tubuh-indah-milik-Baekhyun sekarang. Maka dari itu, dia nekat membolos dari pelajaran Kim Songsaengnimㅡpadahal sejarah adalah pelajaran yang sangat ia sukaiㅡtetapi tidak apa-apa! Demi tubuh-indah-milik-Baekhyun yang sekarang. Berbeda kah? Atau tetap sama? Kita lihat saja nanti!
.
3...2...1... TEEEEET!
Bel sudah berbunyi untuk pertama kalinya, dan benar saja. Atap sudah kosong dan barusan terdengar suara bantingan pintu yang sangat keras karena Park Chanyeol secepat kilat berlari kearah gedung renang ketika bel berbunyi.
Pria yang mempunyai kaki jenjang itu menuruni 3 anak tangga sekaligus agar cepat sampai ke bawah. Lalu dengan cepat ia lari ke arah pintu koridor dan berhenti sejenak. Bermaksud mengambil nafas tetapi setelah teringat aksinya, Chanyeol langsung berlari kilat lagi ke arah gedung renang yang masih berjarak 7 meter dari pintu koridor.
Chanyeol berhenti sebentar saat sudah sampai di depan gedung renang. Pria jangkung itu bernafas tak beraturan akibat lari yang terlalu cepat. Ia bungkukkan punggungnya, tangannya ia tumpukan ke lututnya, barulah ia mengatur nafasnya.
Chanyeol teringat pernah melakukan hal seperti ini dulu. Sewaktu Baekhyun yang tiba-tiba menelponnya dengan suara ketakutan. Berkata jika ia sedang bahaya dan tentu saja langsung membuat Chanyeol khawatir berlebihan tanpa bertanya ada apa. Dengan itu, ia langsung berlari sangat cepatㅡtanpa menggunakan kendaraan apapun termasuk busㅡke taman kota, tempat Baekhyun berada.
Dan saat sampai di sana dengan sisa-sisa energi yang masih dimilikinya, ia melihat Baekhyun melambaikan tangannya lengkap dengan wajah memelasnyaㅡdiatas pohon. Di bawahnya terdapat seekor anjing hitam besar yang sedang menggonggong ke arah Baekhyun. Ternyata, yang di maksud Baekhyun dalam 'bahaya' adalah itu.
Chanyeol tersenyum mengingatnya. Tiba-tiba hati dan raganya merindukan Baekhyun, ingin cepat-cepat bertemu Baekhyun.
Dengan cepat ia berjalan masuk ke dalam, menuju ruang renang yang ada Baekhyun di sana. Ketika sudah semakin dekat, Chanyeol makin membayangkan hal yang tidak-tidak. Bagaimana mulusnya kulit Baekhyun sekarang sampai dengan keinginan untuk memanjakan bagian bawah tubuh Baekhyun. Ugh, memikirkan itu saja hampir membuat miliknya mengeras.
Dia melihat Baekhyun di sana. Hanya mengenakan boxer di atas lutut tanpa menggunakan atasan! Matanya membesar hebat seperti akan keluar melihat itu. Baekhyun-nya sangat indah. Lebih indah dari yang dulu. Kulitnya masih tetap mulus dan putih tanpa lecet sekalipun. Bahunya terlihat sempit dan badannya yang mungil membuat Chanyeol semakin terpana. Ingin sekali ia serang Baekhyun sekarangㅡtapi itu tidak mungkin.
Baekhyun sedang mengantri untuk melompat ke kolam. Gaya Baekhyun yang sedang merenggangkan tubuh-tubuhnya itu membuat Chanyeol sedikit terangsang. Chanyeol berfikir Baekhyun sedang mencoba untuk menggodanyaㅡatau menggoda pria lain, entahlah.
Saat gilirannya untuk melompat, wajah Baekhyun memerah gugup dan Chanyeol dapat melihat jelas itu.
Dulu, jika Baekhyun sedang gugup Chanyeol pasti selalu ada di sampingnya. Menggenggam tangannya, lalu mencium dahi Baekhyun agar pria mungil itu merasa lebih tenang.
Sekarang, Baekhyun sedang gugup dan Chanyeol hanya bisa melihatnya saja. Berucap dari jauh agar Baekhyun lebih tenang dan bisa melakukan semuanya. Tanpa berniat berlari ke sana dan menenangkan Baekhyun. Sebenarnya bukan tidak berniat, tetapi ia tidak bisa. Apa jadinya tiba-tiba ia lari kesana dan langsung mencium dahi Baekhyun? Baekhyun bukan siapa-siapanya. Hell, yeah. Baekhyun bukan siapa-siapanya.
Setelah sadar dari lamunannya, Chanyeol langsung menatap ke arah Baekhyun lagi. Damn, karena sibuk melamun tadi, Chanyeol tidak menyadari jika Baekhyun sudah menyebrangi kolam. Dan sekarang Baekhyun tengah berdiri dengan tubuh basah dan celananya yang melekat ke tubuh akibat air mengakibatkan lekuk tubuh bagian bawahnya terlihat jelas sekarang.
Chanyeol butuh ke kamar mandi sekarang!
Dengan cepat ia berlari, karena urusan darurat yang memang sebenarnya ia tahan dari tadi. Melihat Baekhyun basah membuatnya semakin mengeras dan teransang.
Sambil membayangkan tubuh indah Baekhyun, Chanyeol masuk ke salah satu bilik di kamar mandi gedung renang. Langsung ia buka seluruh celananya dan duduk di closet dengan posisi yang menggoda.
Memulai kegiatannya dengan menggenggam kejantannya dan mengocoknya dengan ritme yang tak beraturan dan tergesa-gesa.
Bibirnya ia gigit untuk menyalurkan kenikmatannya sekaligus agar desahannya tidak keluar.
Tangganya terus bergerak semakin cepat dan pikirannya melayang kemana-mana. Membayangkan dirinya menyentuh Baekhyun. Bagaimana Baekhyun memanjakannya, bermain dengan bagian bawahnya dan membayangkan dirinya memasuki Baekhyun.
"Ssshh.. Aaahh.."
Desahan yang sedari tadi ia tahan akhirnya keluar juga. Fantasinya yang luar biasa membuatnya mau tak mau mengeluarkan itu. Persetan dengan orang-orang yang tiba-tiba masuk dan mendengar itu. Yang terpenting, ia harus segera menuntaskan ini karena ia hampir samㅡ
BRAAK!
"Ups, ma-maaf!"
::
::
::
TO BE CONTINUED
::
::
::
Haiii. Ini ngaret bgt ya update nya? Maaf ya, aku sibuk akhir-akhir ini. Banyak tugas dimana-mana karena bentar lagi aku mau ujianㅠㅠ
Aku juga masih kurang percaya diri dengan yang aku tulis, maka dari itu aku takut buat ngepost. Maaf ya kalo ngebosenin:-)
Oh ya, ini masih perkenalan dulu ya. Sebenernya, ini jauh dari ide aku yang pertama. Ide pertama aku cuma mau buat sampe rated T. Tapi gatau kenapa jadi pengen rated M hehehe. Aku bakal buat konfliknya agak berat, mungkin. Karena aku suka yg ada konflik tapi tetep romantis hehehe.
Big Thanks buat kalian yang udah mau review. Aku ga nyangka bakal lumayan banyak yang suka sama prolognya. Terima kasih ya!:-)
[ahnjinhee2][welcumbaek][Bear][ParkbyunieTut92][Raensung jones][YOONA][CussonsBaekBy][IchaByun][leekyukie][parkchu][ ][Guest][arolinaa][ ][1004baekie][exindira][thirteenapril][Song Jiseok][nur991fah][407bubleblue][rabiesbenben][PARKYOU][baekfrappe][Jung Hyejin][vitCB9][yeollo]
Review ya?hehehehe
