Kaien x Miyako. Pairing yang di request oleh kanata., Matsura Akimoto, dan himekaaiueo. Sebenarnya ada request pairing lain (GgioSoi, ByaHisa, HitsuHina, HitsuRuki), tapi Cha tunda untuk chapter-chapter depan, ya? Hihihi...
Enjoy this fic, minna!
-Tujuh Tanda Cinta-
[Dua : Selalu Mencari Perhatianmu]
Disclaimer : Bleach © Tite Kubo
Rated : T
Genre : Romance/Friendship
Pairing(s) : Kaien x Miyako
WARNING : typo(s), OOC
Summary : Cinta... Apa kita sadar ketika ia datang? Atau, apa kita tahu saat ia menghampiri? Oh, tentu tidak, cinta itu kan aneh.
-Second POV-
Semua orang tahu bahwa kamu adalah salah satu dari sedikit murid jenius yang dapat menyelesaikan pendidikan khusus untuk seorang shinigami.
Jenius?
Tentu saja. Pendidikan selama beberapa tahun dapat kamu selesaikan hanya dalam dua tahun. Di tahunmu pun, kamu adalah yang terpintar dan—mungkin juga—tertampan. Kamu adalah seseorang yang mendekati sempurna.
Begitu lulus, kamu langsung ditempatkan sebagai pejabat bangku di divisi tiga belas. Senangkah kamu? Oh, kamu bahkan sampai merayakannya dengan kedua adikmu. Itu adalah kali pertama wajahmu tampak sangat ceria. Tapi kamu tidak ingin terlalu menyombongkan diri atas apa yang telah kamu raih. Kamu adalah kamu. Khas kepribadianmu sekali kan, Kaien Shiba?
Perjalanan hidupmu sebagai shinigami menanjak mulus. Tidak butuh waktu lama untuk Ukitake-taichou mengangkatmu menjadi seorang fukutaichou. Di tahun yang sama ketika dia diangkat menjadi kursi ketiga divisi tiga belas—menggantikanmu. Dia, seorang perempuan cantik dan lembut. Kamu saja bahkan tidak dapat menahan diri untuk tidak mencari-cari perhatian setiap kali ada di dekatnya. Senyumnya, tatapan matanya, kamu menyukai setiap detil dari gerak geriknya—bahkan ketika ia bertarung. Miyako.
Ia benar-benar tipe gadis idamanmu. Bukan seorang perempuan lemah yang suka bersembunyi di balik punggung laki-laki. Bukan juga gadis rapuh yang mudah menangis. Dia kuat—dan kamu menyukai kekuatannya itu. Dan dari sisi manapun, kamu pasti selalu menemukan celah untuk keanggunannya.
Dia tetaplah seorang gadis, kan?
Hari ini kamu mendapat misi untuk membunuh huge hollow di distrik dua Rukongai Barat. Entah darimana munculnya, tetapi mau tak mau, kamu harus menurut, karena taichou-mu itu sakit-sakitan.
Tentu saja kamu tidak perlu memaksa dia untuk ikut. Karena tanpa dipaksa pun dia sudah menawarkan diri untuk ikut membereskan huge hollow itu. Dan kamu dengan senang hati membawanya turut serta bersamamu.
Kini dia dan beberapa bawahanmu yang lainnya bertarung melawan huge hollow itu. Kamu hanya memperhatikannya di bawah pohon, menunggu dia gagal untuk mengalahkan huge hollow itu. Bagaimana pun, huge hollow bukan masalah bagimu, kan?
Miyako nyaris saja terkena serangan berat dari huge hollow itu kalau saja kamu tidak bershunpo untuk menolongnya dan menahan serangan si huge hollow. Kamu sempat tersenyum padanya, dan dengan sekali tebasan, huge hollow itu tumbang. Mudah. Bukan fukutaichou namanya kalau melawan huge hollow saja tidak bisa.
Seketika kamu mendapat pujian dari para bawahanmu. Kamu tersenyum senang, berharap dia pun akan melakukan hal sama dengan bawahanmu yang lain. Namun, ketika kamu memandangnya lagi, ternyata ekspresi wajahnya berubah kecewa. Perubahan air mukanya saja cukup untuk membuat alismu bertaut, menandakan bahwa kamu bingung.
"Wah, wajahku terkena darah huge hollow itu ternyata," katamu mencari perhatiannya—berharap ekspresinya berubah.
"E-Eh? Shiba-fukutaichou tidak apa?"
"Bukankah sudah ku katakan kau harus memanggilku Kaien?"
"Ya. Maafkan saya, Kaien-dono," dia menunduk.
"Ah, darahnya terkena mataku."
"Hee?"
Dia menatap wajahmu, lalu mengambil sapu tangan putih dari sakunya. Selanjutnya, kamu sepertinya ingin terbang ke langit ketujuh karena dengan relanya ia membersihkan wajahmu dengan sapu tangannya itu. Rasanya ada yang menggelitik, aneh, dan tidak bisa diungkapkan.
Rasa aneh itu bernama cinta.
Bukankah orang-orang penting dalam hidupmu itu hanya kedua adikmu? Penyandang nama Shiba di belakang namanya—Kuukaku dan Ganju. Atau, bolehlah kamu tambahkan taichoumu, Juushiro Ukitake, taichou sakit-sakitan yang harus selalu kamu gantikan. Tapi kamu tetap setia padanya.
Setidaknya hanya tiga orang itu saja yang penting dalam hidupmu selama beberapa tahun belakang. Jadi, bolehkah kalau orang-orang penting dalam hidupmu kamu tambah lagi? Misalnya ditambah dia—Miyako. Loh? Dia bukan siapa-siapamu, kan? Kamu bahkan belum berani menyatakan cinta padanya. Mencoba sering, tapi selalu saja gagal.
Ingatkah kamu saat berguru pada Kyouraku-taichou untuk dapat menyatakan cinta? Dia memberi pelajaran untuk menyatakannya saat minum teh. Tapi ketika kamu berhadapan dengan dia, kamu malah panas dingin tidak karuan hingga akhirnya kamu demam.
Atau ketika Ukitake-taichou memnyarankan cara lain dengan jalan-jalan pada malam hari? Itu juga bukan ide bagus karena ketika kamu sudah lancar menyatakan cinta di atap bangunan divisi sepuluh, ia malah tertidur pulas di bahumu.
Atau dengan menyatakannya di bawah pohon sakura yang dianjurkan oleh si kecil Byakuya Kuchiki? Ketika kamu akan menyatakannya, kamu malah bersin-bersin tidak karuan dan membuatnya repot. Oh, kamu lupa bahwa sejak dulu kamu alergi serbuk bunga.
Cinta memang merepotkan ya, Kaien Shiba? Untuk menyatakannya saja kamu membutuhkan nyali besar. Bagimu, mungkin mengalahkan ribuan hollow lebih baik daripada harus menyatakan cinta. Ckckck...
Kamu pun memutuskan untuk melupakan hal itu sejenak dengan cara berlatih di tempat latihan divisi tiga belas. Kamu ayunkan zanpakutomu sembarangan, ke atas, ke bawah, terus tak menentu. Pikiranmu sedang tidak fokus pada zanpakuto di genggamanmu.
TRANG!
Zanpakutomu beradu dengan zanpakuto seseorang. Dia.
"Bolehkah saya ikut berlatih, Kaien-dono?"
"Tentu saja."
TRANG! Sraaak...
Suara pertemuan dua zanpakuto dan langkah mundur bergantian terdengar di telingamu. Kamu makin tidak fokus akibat melihat wajahnya. Aduh, wajah manis nan lembut seperti itu sih, siapa pun tidak akan tahan. Termasuk kamu.
"Miyako."
"Ya, Kaien-dono?"
"Kalau kau kalah melawanku, maukah kau menikah denganku?"
"E-Eh?"
TRANG! TRAK! TAK!
Zanpakutonya kini ada di tangamu. Seharusnya sedari tadi bisa saja kamu ambil, tapi kamu tidak fokus, kan? Tahukah kamu, bahwa pernyataanmu tadi itu berbalik membuatnya tidak fokus dan dalam sekejap mudah dikalahkan?
Kamu itu tidak romantis, Kaien.
"Aku menyukaimu, Miyako."
"K-Kaien-dono?"
"Maukah kau menikah denganku?"
"T-Tapi, Kaien-dono? Bukankah terlalu cepat kalau langsung menikah?"
"Sayangnya klan Shiba tidak mengenal kata terlalu cepat, tuh," kamu mendekatinya dan menatap matanya lekat-lekat.
"Aku menyukai Kaien-dono, tapi tidak mau menikah denganmu secepat itu."
"Kenapa?"
"H-Habis Kaien-dono suka berbuat yang aneh-aneh, sih."
"Hee?"
Sebenarnya kamu itu ditolak atau diterima, ya? Mungkin kalau sikapmu sedikit lebih waras dalam mendapatkan perhatiannya, kamu akan menerima jawaban berbeda.
.
.
~O W A R I~
.
.
#curhat : Cha lagi kena flu gara-gara kehujanan. Payah deh, nggak enak banget hidung mampet. =w=V Anyway, ficnya Cha tulis ulang di handphone karena waktu nulis di PC, dihapus sama adik Cha. Oh, yes! Bagus banget dah! T^T
Kaien sama Miyako manis juga, ya? Aneh nggak sih jadinya? *plak* Maaf belum sempet balas review dan makasih Olip sayang, udah kasih tahu kesalahan Cha. :3
Nee, mind to RnR, readers?
