oOo

Zfuchsia, presents :

VENUS!

Chanyeol and all the girls around~

Chanyeol dan semua gadisnya. Tentu, Chanyeol menyukai mereka.

Remake FF dari Novel 'Venus'. Keterangan lebih lanjut baca A/N Chapter 1

oOo

Perjodohan Terakhir, Saatnya Memilih

Pagi yang membuat Chanyeol merasa lesu. Ia tidak akan kekantor hari ini dan Kai pasti sudah mengurusnya. Kepalanya agak pusing karena banyak hal yang mengganggunya. Dimulai dari Byun Baekhyun dan Kliennya, Nana yang sudah menolaknya bahkan sebelum Chanyeol menyatakan lamaranya, sampai berita yang mungkin sudah merebak luas di kalangan Masyarakat. Pilihanya untuk tidak segera pulang sepertinya adalah pilihan yang sangat tepat. Chanyeol beruntung Kai adalah pengacara yang baik juga sahabat dan sepupu yang baik selama dirinya berada di London karena Kai tidak pernah membiarkan Chanyeol kewalahan dalam hal apapun. Kai membuka pintu kamarnya dan menatap Chanyeol yang masih duduk di atas ranjang sambil memegangi kepalanya. Sesekali ia menggeleng dan tersenyum melihat Chanyeol yang sudah sangat sering seperti ini. Mengesankan jika ia masih terkejut saat sepupunya itu pulang semalam.

"Kau sudah baikan?" Tanya Kai lalu kembali duduk ke meja makan.

Dengan malas Chanyeol keluar kamar yang di tumpanginya dan duduk di dekat Kai lalu meminum air putih yang ada di hadapanya dengan brutal. Itu gelas Kai, tapi Kai tidak protes, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya penuh kemakluman.

"Kau mabuk semalam! Sudah ingat?"

Chanyeol menyeringai. "Tentu saja! Aku di tolak semalam sebelum aku menyampaikan lamaran. Sudah sewajarnya aku mabuk."

"Kapan kau akan berhenti membuat skandal? Kau bahkan lebih terkenal di bandingkan artis internasional. Pejabat seharusnya menjadi panutan!"

"Sudahlah, aku sedang tidak butuh ceramah. Semuanya sudah kau urus? Bagaimana?"

"Kali ini kelihatanya sulit. Pihak kantor bisa saja mengeluarkanmu jika skandal ini tidak selesai dengan mudah!"

"Tapi kau bisa menyelesaikanya kan? Wanita itu minta apa?"

"Tentu saja yang itu sama sekali tidak sulit, semuanya sudah selesai. Tapi kabar seperti ini bisa menjadi pembicaraan selama berbulan-bulan. Beberapa waktu lalu kau di maafkkan karena itu yang pertama tercium oleh media dan mungkin kau tidak salah sepenuhnya. Tapi kali ini berbeda, keledai bodoh saja tidak akan masuk kelubang yang sama untuk kedua kalinya. Sekarang cobalah untuk menyelesaikanya, atau dalam beberapa bulan kedepan kau akan di kembalikan ke Korea dan usahamu untuk menjabat posisi yang lebih tinggi di Seoul akan sia-sia."

"Oh, tentu saja! Ini karena Byun Baekhyun. Gadis gila itu baru dua kali menangani kasus-kasusku tapi selalu melibatkan media! Sebelum dia menjadi pengacara semua masalahku bisa selesai tanpa skandal kan?" Chanyeol berdecak. "Lalu apa yang harus ku lakukan?"

"Menikahlah!"

"Apa? Bukankah sudah ku katakan kalau aku sudah di tolak! Aku harus menikah dengan siapa?"

"Menikah dengan siapa saja, dan skandal akan lenyap. Kau ingat Russel Graig kan? Skandal bahwa dirinya memperkosa artis itu hilang begitu saja saat masyarakat luas tau kalau ia sudah menikah, semua orang bahkan melupakan kasusnya begitu saja dan dirinya bisa hidup dengan tenang sampai sekarang! Lagi pula sampai kapan kau akan menolak perjodohan yang di adakan Ayahku?"

Chanyeol termenung. Walau bagaimanapun dia tetap tidak akan menikah dengan orang yang sembarangan. Tapi siapa calon yang tepat? Dia tidak mungkin ikut perjodohan begitu saja, Skandal kali ini benar- benar membuatnya jadi serba sulit. "Kau punya ide? Wanita mana yang harus ku nikahi?"

Kai tersenyum dengan sangat misterius. "Tenang saja, semuanya sudah ku atur. Demi kebaikanmu, berusahalah untuk kali ini. Berjanjilah, apapun yang terjadi kau tidak akan menyerah begitu saja!"

"Maksudmu?"

"Aku menyerahkan calon istriku kepadamu."

Kali ini Chanyeol tidak berkomentar. Keningnya berkerut tajam. Sejak kapan Kai punya calon istri? Dan lagi-lagi ia tidak mengetahui apa-apa, kelihatanya Chanyeol sangat banyak ketinggalan beberapa waktu belakangan ini. Kai memiliki kekasih, Chanyeol mengetahuinya dengan baik tapi dia dan wanita itu baru bertemu beberapa minggu sejak jatuh cinta pada pandangan pertama mereka terjadi. Shana, wanita Asia dan masih sangat muda, meskipun Shana cukup cantik dan menarik Chanyeol tidak mungkin menikahi mahasiswi tahun kedua.

"Aku di jodohkan!" Ujar Kai berusaha menjawab keheranan Chanyeol. "Dengan putri salah seorang kerabat Ayah. Tapi dengan berbagai cara aku sudah berhasil membujuk Ayah untuk menggantikan diriku denganmu."

"Katakan padaku, seperti apa dia? Apakah dia cantik? Tubuhnya bagaimana?"

"Sudahlah, Kau pasti akan menyukainya, percayalah!" Jawab Kai.

Chanyeol menelan ludahnya. Seperti apa wanita itu? Kai bilang Chanyeol pasti akan menyukainya dan seharusnya ia percaya kalau Kai sangat hapal dengan seleranya. Kai tidak mungkin membohonginya.

oOo

Different Person, Different Feeling

Byun Baekhyun memandangi surat kabar dengan senyum pahit. Bagaimana mungkin sebanyak itu wartawan yang meliput berita tentang Diplomat playboy itu, tidak ada satupun yang memuat beritanya kecuali siaran langsung saat ia menampar Laki-laki itu di restoran. Ia ingin sekali melihat berita itu, tapi sayangnya Luhan yang merupakan teman se-flat nya tidak sempat merekam tayangannya karena Sibuk terperangah heran saat menonton televisi. Lagi-lagi Park Chanyeol melakukan hal yang sama, ia menarik semua berita tentang skandalnya. Tapi percuma karena meskipun hanya segelintir orang, yang menyaksikan siaran langsung itu, semuanya akan segera menyebar lewat angin seperti sebelumnya. Park Chanyeol beruntung memiliki Kai yang juga memiliki nama belakang Park sebagai pengacaranya, laki-laki itu bertindak sangat cepat dan sangat menguntungkan Kliennya. sebenarnya Baekhyun, merasa sangat terkesan dengan laki-laki itu dan dirinya merasa sangat tertarik. Perpaduan Korea dan Eropa membuat wajah Kai berseri-seri dan sangat sulit untuk di lupakan terlebih saat dirinya tau kalau Kai dan dirinya sudah di jodohkan. Pemikiran kolot yang menguntungkan, Baekhyun seperti mendapatkan durian runtuh karena dirinya akan di nikahi oleh senior yang sangat di kaguminya sewaktu kuliah.

"Kau sudah berjanji pada Ibu untuk menikah dengan laki-laki itu kan?" Baekho menyapanya.

Adik laki-lakinya itu adalah satu-satunya saudara yang menemani Ibunya di rumah sedangkan Baekhyun hanya datang sesekali karena Districk Lake terlalu jauh dari jangkauan kerjanya. Pedesaan yang indah ini sudah menjadi tempat dimana Baekhyun tumbuh sebagai anak perempuan satu-satunya keluarga Byun karena semua saudaranya adalah laki-laki. Dua orang kakak dan satu adik, Baekho. Dan sekarang, atau lebih tepatnya beberapa saat lagi akan menjadi tempatnya bertemu dengan calon suaminya yang sudah begitu lama di kaguminya.

"Berjanjilah, kali ini kau akan menikah! Ibu sudah sakit-sakitan dan sangat ingin melihatmu memakai gaun pengantin. Kau selalu memanipulasi semua perjodohan yang di adakan sehingga semua laki-laki itu menolakmu. Meskipun Ibu tidak tau tapi aku tau kalau kau selalu pura- pura menerima dan mengusahakan agar semua laki-laki yang di jodohkan denganmu menolak, sesuai dengan keinginanmu. Ibu akan sangat kecewa kalau dia tau."

"Kau tenang saja. Kali ini aku tidak akan mengecewakannya!"

Bunyi mesin mobil menderu dan berhenti di depan rumahnya yang bergaya khas pedesaan. Jantung Baekhyun tiba-tiba berdetak kencang. Dia mungkin memang akan menikah di usia muda dan semoga akan bahagia. Demi Ibunya, Baekhyun akan berhenti bersikap egois dan menjadi anak penurut kali ini. Ini adalah Perjodohan pertama yang di jalaninya semenjak Ayahnya meninggal dunia beberapa bulan lalu. Baekhyun sangat tau kalau Ibunya menaruh harapan yang sangat besar terhadap perjodohan kali ini, dan Baekhyun akan menerimanya. Dia bukanlah gadis yang pandai bergaul untuk menemukan kekasih seprti teman- temanya yang lain. Selama di flat ia bahkan terlalu sering menghabiskan malam sendirian karena Luhan selalu pergi bersama pacarnya. Sejak di lahirkan Baekhyun memang bukan seorang yang pandai untuk bersenang-senang. Ia lebih di kenal karena kekakuanya dan ketajaman bahasanya.

"Kau tidak ingin mengintip dulu?" goda Baekho.

Baekhyun menggeleng. Ia berlari cepat menuju kamar untuk memberikan penampilan terbaik dan itu pasti akan memakan banyak waktu. Lebih baik ia sedikit menahan diri untuk melihat calon suaminya. Ia sudah tau seperti apa wajahnya, yang ingin di ketahuinya apakah Kai akan menerimanya dengan baik atau tidak.

oOo

Must Be The Sexiest Woman Ever

Sebuah rumah sederhana di pedesaan Districk Lake, bagi Chanyeol pemandangan kali ini cukup menarik. Meskipun wanita di pedesaan Eropa tidak semanis wanita-wanita desa di Asia, tapi rata-rata mereka semua masih memiliki keindahan fisik yang luar biasa. Memikirkan kalau dirinya akan menikah dengan seorang gadis desa, Chanyeol menjadi sangat berbinar-binar dan juga sangat antusias. Tapi sejak kapan dirinya memiliki perasaan yang seperti ini? Bukankah dia tidak ingin menikah jika bukan karena di desak oleh keluarganya. Chanyeol tidak akan merencanakan lamaranya untuk Nana tempo hari jika menuruti kata hatinya. Sekarang desakanya juga bertambah dan sepertinya pilihan untuk segera menikah tidak bisa di elakkan lagi. Tapi walau bagaimanapun mustahil bagi Chanyeol untuk berhenti, dia tidak akan berhenti menjalankan hobinya. seorang istri dari desa seharusnya tidak akan bisa banyak membantah tentang hal ini.

"Paman, bagaimana orangnya?" Chanyeol berbisik kepada pamanya sambil membawa tas yang berisi pakaian mereka. "Dia cantik tidak?"

"Tentu saja!"

"Tapi tidak terlalu gemuk kan? Tidak terlalu kurus juga kan?"

Pamanya berdehem. "Berhentilah, apa yang sedang kau fikirkan sekarang? Ayo masuk!"

Chanyeol mengulum senyum penasaranya. Seorang wanita tua berwajah Eropa dengan sedikit aksen Asia bersama anak laki-lakinya yang kelihatanya tidak asing menyambut mereka dengan bahagia. Nyonya Meredith adalah seorang wanita keturunan Korea dan putranya, Baekho meskipun berwajah sangat Eropa memiliki rambut dan bola mata yang berwarna gelap seperti Ibunya. Anak itu terlihat seperti seorang laki-laki Meksiko yang berkulit putih bersih, melihat wajahnya mengingatkan Chanyeol pada seseorang. Tapi entahlah, dia sama sekali tidak ingin mengingat- ingat, yang jelas siapa yang akan menjadi tunanganya lebih menarik perhatian di bandingkan apapun sekarang.

Jarak yang jauh membuat Chanyeol dan pamanya harus menginap disini paling tidak untuk semalam. Nyonya Meredith sudah menyiapkan sebuah kamar sederhana yang hangat untuk menentang angin musim gugur yang berhembus di luar. Setelah mengemasi barang-barangnya, Chanyeol dan pamanya turun memenuhi undangan makan siang. Hanya ada tiga orang anggota keluarga, tapi rumah ini memiliki banyak kamar. Ketiganya sekarang sedang berkumpul di ruang makan dan seorang gadis yang sedang membantu Ibunya dengan ceria itu membuat Chanyeol terperangah. Byun Baekhyun? Chanyeol mematung tak menyangka, Byun Baekhyun untuk pertama kalinya terlihat lebih menarik. Ia menggunakan sebuah jeans ketat dan kamisol tanpa lengan dengan bahan yang kelihatanya tebal berwarna violet. Dua pakaian yang membalut tubuhnya secara serasi, berbeda dengan sikap maskulin yang di tampilkanya selama ini.

"Kalian sudah datang? Silahkan duduk!"

Chanyeol tersenyum kepada nyonya Meredith, ia dan pamanya kemudian duduk di meja makan dengan sangat bersahaja dan Baekhyun duduk di hadapanya. Tidak sekalipun Chanyeol memalingkan pandanganya dari Byun Baekhyun dan dirinya dapat melihat kalau Baekhyun mengalami keterkejutan yang sama. Wajahnya yang ceria tadi tiba-tiba saja berubah menjadi wajah kaku seperti yang sering Chanyeol lihat. Seandainya bukan dirinya yang duduk disini, seandainya Kai yang datang, Chanyeol yakin kalau gadis itu akan terus berusaha untuk terlihat manis sepanjang hari. Sepanjang waktu-waktu di meja makan Chanyeol tidak bisa menghindar untuk memperhatikan tubuh Baekhyun, Kamisol itu benar-benar membuatnya tampak menggairahkan. 34DD, Chanyeol menebak unkuran branya, Menakjubkan. Penglihatanya sama sekali tidak salah saat melihat Baekhyun untuk pertama kalinya meskipun pada saat itu Chanyeol tidak bisa memperhatikan gadis itu berlama-lama. Chanyeol tiba-tiba menyentuh pipinya, Semua tamparan Baekhyun masih bisa di rasakan dengan sangat jelas.

"Seunghyun dan Seungho dimana? Mereka tidak ikut makan?" Paman Park bertanya kepada siapa-saja yang bersedia menjawabnya. Perhatian Chanyeol sempat beralih sementara.

"Mereka tidak bisa datang, Seunghyun dan Seungho tidak bisa meninggalkan kedainya karena sekarang sedang sangat ramai." Jawab nyonya Meredith.

Paman Park menyenggol Chanyeol yang masih memandangi Baekhyun tanpa henti sambil terus melahap makananya. "Lihat, Anak ini! Nyonya, sepertinya dia terus memperhatikan putrimu! Dia pasti sedang sangat tertarik."

"Benarkah?" Nyonya Meredith terlihat sangat antusias. "Kalau begitu syukurlah. Baekhyun selalu di tolak setiap kali melakukan perjodohan. Entah apa yang terjadi dengan semua laki-laki itu!"

Chanyeol mendehem setelah menelan makanan yang di kunyahnya. "Di tolak? Ku rasa aku tau sebabnya, dia terlihat sangat kaku!"

"Oh, tidak. Mungkin karena dia sedang tegang sekarang! Dia berjanji akan menikah melalui perjodohan kali ini bila kau tidak menolaknya. Tidak, dia mengatakan janji yang sama setiap kali perjodohan di adakan. Sayangnya seperti yang ku katakan kalau pada akhirnya semua laki-laki menjauhinya. Kau menyukai putriku?"

"Ibu!" Baekhyun mendesah.

Melihat itu, Chanyeol menyunggingkan sebuah senyum tipis di sudut bibirnya. Hanya sesaat karena berikutnya Chanyeol berakting kebingungan. "Apakah aku harus memberi jawaban sekarang?"

"Tidak, tentu saja tidak! Kau bisa menjawabnya nanti setelah kau pulang ke London. Kalau kau memutuskan untuk menerima atau menolak, katakan saja pada pamanmu. Kalau kau menerimanya tentu aku akan sangat bersyukur sekali dan semuanya tetap akan aku serahkan kepada kalian berdua."

"Ibu, hentikan!" Baekhyun mendesah lagi. Ia mungkin merasa malu dengan ucapan Ibunya. Setelah nyonya Meredith diam gadis itu dan adiknya Baekho saling pandang penuh makna. Mungkin Baekhyun sudah menginjak kaki adiknya di bawah meja karena pemuda itu ikut menertawainya.

oOo

Godaan Pertama

"Aku hampir kena serangan jantung saat dia mengatakan kalau kau sangat kaku!" Nyonya Meredith mengomentari putrinya yang membantunya di bagian belakang rumah. "Dia sangat tampan dan seorang diplomat, dia sangat cocok denganmu!"

"Bukankah seharusnya Park Jongin yang datang? Kenapa harus dirinya?"

"Kau ini bodoh? Kau masih menginginkan pengacara itu untuk datang? Ayahnya bahkan menganggap kau sangat berharga untuk di pasangkan dengan putranya. Dia menggantinya dengan laki-laki yang lebih baik. Seharusnya kau berterima kasih!"

Baekhyun mendengus pelan. Lebih baik? Inilah akibatnya bila Ibunya tidak suka nonton TV dan terlibat dengan dunia luar, semua orang di inggris saat ini sedang berbisik-bisik tentang betapa bajinganya Park Chanyeol. Dengan wajah tampan dan karir yang gemilang itu, dia sudah menjadi penggoda yang cukup sukses untuk menghabisi entah berapa orang perempuan di atas ranjangnya setiap malam. Sayang sekali hanya sedikit yang menuntut keadilan dari Chanyeol. Baekhyun sangat ingin membuka mulut tentang semua ini, tapi sepertinya bukan waktu yang tepat. Ia tidak akan membuat Ibunya khawatir karena Park Chanyeol pasti menolak, atau Baekhyun akan membuat Park Chanyeol menolak perjodohan ini.

"Dia cukup tampan, kan? Dan yang paling penting laki-laki itu menyukaimu!"

"Benarkah? Semua laki-laki yang datang juga bersikap seperti itu pada awalnya!"

"Itu karena kau sangat egois. Alasan mereka semua sama saat menolak, kau terlihat sangat kaku dan kata-katamu itu sangat kejam. Berusahalah menjadi wanita yang dia inginkan dan menikahlah!" Nyonya Meredith kemudian menyerahkan dua tumpukan selimut kepada Baekhyun dengan hati-hati. "Kau antarkan ke kamar mereka, sana!"

Baekhyun lagi-lagi mendesah. Dengan malas dirinya mengantarkan kedua selimut itu kelantai dua, mungkin ia akan membawa selimut itu kekamarnya dulu untuk mengganti pakaian meskipun itu harus membuatnya bolak-balik. Jadi wanita yang di inginkan Park Chanyeol? Apa dirinya harus membuka pakaianya di depan laki-laki itu? Ibunya juga akan segera kena serangan Jantung kalau dia mengetahui seperti apa wanita yang di inginkan Chanyeol. Baekhyun menggenggam selimut erat. Begitu menaiki tangga genggamanya mengendor saat melihat Chanyeol keluar dari kamar tamu, ia sudah berganti pakaian dan mungkin akan menyusul pamanya kehalaman. Yang bisa Baekhyun lakukan sekarang hanya pura-pura tidak tau dan berjalan lurus menuju kamarnya, barulah ia akan kembali lagi untuk mengantarkan selimut. Gadis itu memaki dirinya sendiri dalam hati karena merasa gugup, kenapa ia gugup seperti sekarang, karena Chanyeol sedang memandanginya dan menghalangi jalanya sebisa mungkin. Baekhyun menghela nafas lalu memandang Chanyeol kesal.

"Tidak bisa minggir?" Baekhyun berkata dengan nada sinis meskipun suaranya tidak selantang yang biasa di lakukanya terhadap Chanyeol.

"Kebetulan sekali, Aku ingin menemuimu!"

"Untuk apa? Kau tidak boleh terlalu berharap! Aku tidak akan menikah denganmu apapun yang terjadi. Jadi lakukan apa yang ku katakan, Tolak perjodohan ini dan menyingkir dari hadapanku sekarang! Aku harus segera kekamarku!"

Chanyeol memandang ke belakang sekilas, pintu yang berada di ujung itu ternyata milik Baekhyun? Tapi melihat selimut yang Baekhyun bawa, Chanyeol menduga kalau seharusnya selimut itu di bawa ke kamar tamu. Baekhyun hanya berusaha menghindar dan tidak ingin melihat wajahnya, Chanyeol bisa merasakanya. "Selimut itu, harusnya kau bawa ke kamarku kan?"

"Tidak, ini untukku sendiri!" Baekhyun segera menutup mulutnya. Kenapa ia mengatakan hal seperti itu? Seharusnya ia memberikan selimut itu kepada Chanyeol agar tidak perlu masuk kekamar tamu dan meletakkanya sendiri di tempat tidur laki-laki itu.

"Untukmu sendiri? Kau kekurangan selimut?"

"Tentu saja, musim dingin akan segera tiba dan aku sudah mulai merasa kedinginan. Aku butuh tambahan selimut!"

Lagi-lagi Baekhyun berbohong. Bukan orang yang pandai berbohong karena kegugupanya sangat terlihat jelas. Baekhyun menunduk saat melihat Chanyeol tersenyum padanya, Senyuman yang sudah membuatnya tidak bisa berfikir jernih. Sejak kapan ia menjadi bodoh saat berhadapan dengan orang ini?

"Kalau begitu biarkan aku menghangatkanmu!" Chanyeol beraksi cepat. Karena sesaat kemudian Baekhyun sudah di tarik kedalam kamar dan merasakan bunyi pintu tertutup di belakangnya. Gadis itu menggenggam selimut yang di bawanya semakin erat, tidak lama karena selimut itu segera terjatuh kelantai ketika menyadari Park Chanyeol sudah memandangi setiap inci tubuhnya. Ia bergerak selangkah demi selangkah mendekati Baekhyun tapi gadis itu tidak bergerak sedikitpun, ia sedang berusaha mempertahankan diri dengan memasang wajah tergalaknya.

Baekhyun mulai merasa terintimidasi meskipun ia terus berusaha menantang dan memandang wajah Chanyeol dengan pandangan tidak suka. Perlahan-lahan ia mundur dan berusaha menjaga jarak. "Kau sedang apa?"

"Lihat dirimu! Ternyata kau sangat cantik. Kau berdandan seperti ini untukku?"

"Kalau aku tau yang datang adalah kau, aku tidak akan memakai pakaian seperti ini!"

"Jadi, kau berdandan seperti ini demi Kai?" Chanyeol tertawa, tawa yang terdengar sangat menyeramkan. "Harusnya kau tidak menggunakan camisole dengan bahu selebar ini." Ia menyentuh pundak Baekhyun dengan satu jarinya sehingga Baekhyun mundur selangkah lagi dan membuatnya jatuh ke tempat tidur. Gadis itu terpekik kecil saat Chanyeol sudah merangkak di atas tubuhnya dan menyentuh dadanya "Tapi aku suka tali yang ini,"

"Kau mau memakai camisole? Aku punya banyak!"

Chanyeol tertawa lagi. Baekhyun masih berusaha mengejek dalam situasi segawat ini. "Kau punya banyak? Menarik! Bagaimana kalau tali ini ku buka?" sebelah tangan Chanyeol terangkat menarik ikatan camisole satu demi satu dan berhenti ketika Baekhyun menepis tanganya.

"Kau mau bersikap kurang ajar padaku?"

"Lalu kenapa tidak teriak? Kau menyukainya kan? Katakan saja!" pandangan mata Chanyeol semakin terlihat bergairah. Terlebih saat melihat leher Baekhyun yang bergerak karena menelan ludah, pandanganya kemudian turun ke camisole yang sudah terbuka sebagian dan memamerkan payudara Baekhyun lebih banyak lagi. "Kau sangat pandai menuntut kan? Kalau di tempat tidur, sekuat apa tuntutanmu?" Chanyeol menarik tangan Baekhyun yang menghalangi pandanganya dan menekanya kuat keatas ranjang. Ia kemudian menarik tali camisole yang ketiga dan keempat dengan giginya. Menggairahkan sekali dan sekarang dirinya sangat terangsang. Tapi bunyi pintu terbuka membuat Chanyeol menarik dirinya dari ranjang dan berdiri menghadap pamanya dengan nafas tergengah-engah. Baekhyun juga melakukan hal yang sama, ia berdiri dan menghadap dinding untuk mengikat kembali ikatan camisolenya yang di lepaskan oleh Chanyeol.

"Kalian berdua sedang apa?" Paman Park menatap Chanyeol dan Baekhyun bergantian dengan sangat heran. Tidak ada seorangpun yang menjawab hingga Baekhyun berbalik dengan pakaianya yang sudah kembali utuh lalu mengambil selimut yang berserakan di lantai.

"Aku mengantarkan selimut, Paman!" Meskipun Baekhyun berusaha untuk tampak biasa tapi dari suaranya barusan Paman Park bisa merasakan kegugupanya yang luar biasa. "Tapi selimutnya terjatuh, aku akan menggantinya. Permisi!"

Paman Park tersenyum kecil dan membiarkan Baekhyun keluar dari kamar itu. Ia memandang Chanyeol lagi dan menutup pintu. "Kau mau melakukan apa? Bagaimana kalau aku tidak datang tadi?"

"Aku hanya bermain-main sedikit. Tenanglah paman, aku tidak akan melakukan apa-apa!"

"Tidak melakukan apa-apa? Kau nyaris menelanjanginya!"

"Paman, dia menyukainya! Dia tidak berteriak kan?"

Paman Park memukul kepala Chanyeol keras sehingga laki-laki itu mengaduh. "Dia wanita terhormat. Mana mungkin dia akan

berteriak begitu saja di rumahnya sendiri. Ibunya bisa kena serangan Jantung kalau mengetahui kelakuanmu ini!"

oOo

That was 4 Chapters!

Setiap perpindahan dengan oOo dan ditandai dengan sub-judul dengan italic terhitung 1 chapter dalam novel aslinya.

Ah, nama dan tempat diubah untuk menyesuaikan cerita. Aku lupa bilang btw. Sorry -