Title : Please, Look At Me!
Author : BunnyJungie
Cast : Vkook, NamJin, MinYoon, Hoseok and other
Genre : Hurt, Family, Romance
Summary : Aku mohon lihat aku hyung –Jeon Jungkook .. Jangan harap aku akan mencintaimu – Kim Taehyung
.
.
.
Happy Reading
.
.
Preview
.
"Aku merindukanmu Taehyungie."ujarnya. Aku tersenyum mendengarnya lalu mengelus lembut surai cokelat tuanya.
"Aku juga merindukanmu ...
.
Part 2
.
.
"Aku juga merindukanmu ... Baby Sugar." Balasku lirih.
Aku melepaskan pelukan diantara kami berdua, menatap lembut sosok pria manis yang begitu aku cintai sampai saat ini. aku menangkup kedua pipinya lalu mendekatkan wajahku untuk meraih bibir merah miliknya, aku menutup kedua mataku saat bibirku bertabrakan dengan bibir manisnya. Aku melumat dengan lembut bibir yang begitu aku rindukan beberapa hari ini, aku terus melumat bahkan sesekali mengigit bibir bawah dan atas milik Yoongi hyung. Aku melepaskan tautan bibir kami saat Yoongi hyung penepuk pelan bahuku tanda ia butuh bernapas, meskipun aku enggan melepasnya namun tetap kulepas karena tak mau membuat kekasihku mati karena sesak. Aku tersenyum kecil melihat wajah pucat Yoongi hyung yang berubah merah karena ciuman panjang kami.
"Tae?" paggil Yoongi hyung begitu pelan. Aku menggengam tangannya lembut lalu menatapnya kembali.
"Ada apa sayang?" tanyaku membuatnya merona malu karena panggilan sayang dariku, membuatku menarik lebar kedua sudut bibirku mengukir sebuah senyuman.
"Aku mencintaimu!" ucapnya dengan rona merah kembali menghiasi pipinya membuat ia begitu terlihat manis. Aku terkekeh mendengarnya lalu kembali membawanya kedalam pelukanku.
"Aku juga mencintaimu Min Yoongi." Balasku tepat di sebelah kupingnya.
SKIP
.
POV end
.
.
Author POV
.
.
Jungkook terbangun saat waktu menunjukkan pukul delapan pagi, ia segera bangkit untuk membesihkan diri lalu setelahnya pergi sarapan bersama Taehyung. Tepat saat ia sampai akan meraih kenop pintu kamar Taehyung sebuah suara dari perempuan yang sudah bersamanya sejak lahir menghentikannya.
"Tuan muda, tuan muda Taehyung sudah berangkat kerja sejak pagi tadi." Katanya. Membuat Jungkook hanya mampu mengepalkan tangannya dengan wajah tertunduk sedih, ia menghela napas lalu mendongkakkan kepalanya lalu memberikan senyum manis pada pengasuhnya itu.
"Begitu yah, padahal aku mau mengajaknya sarapan. Ck menyebalkan sekali." Rengutnya sambil mengerucutkan bibirnya, membuat wanita paruh baya itu tersenyum melihatnya. Jungkook segera beranjak pergi meninggalkan sang pelayan untuk sarapan di lantai bawah, meski sebenarnya ia sangat sedih karena suaminya lagi-lagi menghindarinya. Jungkook hanya mengaduk-aduk makanannya sambil melamun memikirkan kehidupan rumah tangganya yang begitu menyedihkan, rasa lapar yang tadi menyerangnya kini lenyap entah kemana hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sebentar.
Jungkook memakirkan mobil Lamborghini Aventador merah miliknya di parkiran sekitar Sungai Han. Ia keluar dari mobilnya lalu berjalan menuju lapangan basket yang ada di sana, Jungkook mendudukkan dirinya di tempat duduk yang disediakan untuk penonton. Jungkook memandang setiap sudut dari lapangan luas itu, tempat yang begitu banyak menyimpan kenangan-kenangan indah bersama kelima hyungnya termasuk Taehyung dan tentunya kakak sepupunya. Ia tersenyum miris mengingat sekarang semuanya telah berubah, sudah tidak akan ada lagi canda tawa yang akan mereka lewatkan di sini (antara Jungkook dan Taehyung). Tanpa ia sadari kini aliran sungai kecil mulai tercetak di pipi tembamnya, bahkan kini isakannya mulai terdengar meskipun begitu lirih.
"Hiks...hi..ks"
Jungkook terus larut dalam tangisnya hingga tidak memperdulikan bahwa kini hujan turun membasahi baju dan juga seluruh tubuhnya. Lihat, bahkan langit pun mengerti bagaimana dalam luka di hatinya hingga ikut menemaninya menangis.
.
.
"Aish.. kenapa hujan harus turun sih!" gerutu seorang pria bersurai orange.
"Berhenti menggerutu Park Jimin!" sahut pria lain pada si surai orange yang ternyata bernama Park Jimin.
"Kita kan jadi tidak bisa kembali ke kantor Yoongi hyung." Ucapnya lagi pada pria yang lebih tua. Yoongi hanya bisa mendelik sebal akan tingkah Jimin yang begitu menyebalkan, ia sudah terlalu biasa menghadapi pria itu dengan segala tingkah menyebalkannya setiap hari.
"Hey Tae, bukankah seharusnya kau masih cuti sampai minggu depan?" tanya Jimin pada sahabat seperjuangannya yang sedari tadi hanya diam.
"Banyak yang harus aku kerjakan." Balasnya dengan nada ketus namun tak dihirukan oleh Jimin.
"Lalu Jungkook?" tanyanya lagi. Taehyung mendengus kasar mendengar nama Jungkook disebut-sebut.
"Tentu saja dia di rumah bodoh!" ujarnya.
Suasana kembali hening setelah percakapan singkat Taehyung dan Jimin, namun tiba-tiba saja Jimin berseru memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.
"Tae, bukankah itu Jungkook? Sedang apa ia di sana?" serunya membuat dua orang yang bersamanya menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Jimin. Itu sebuah lapang basket tempat mereka selalu berkumpul namun yang membuat mereka betiga heran sedang apa Jeon Jungkook duduk diam di bawah air hujan dengan kepala tertunduk. Tanpa menunggu lama Yoongi segera melepas jas hitam yang ia pakai untuk menutupi kepalanya lalu berlari menghampiri Jungkook disana yang diikuti oleh Jimin dan Taehyung, sungguh demi apapun Yoongi sangat menyayangi Jungkook seperti adik kandungnya sendiri.
"Jungkook-ah!" panggil Yoongi tepat di depan seseorang yang kini tengah menunduk. Yoongi terperangah ketika menatap tepat kemanik hitam milik adiknya itu, meskipun sekarang sedang hujan tapi ia tahu Jungkook tengah menangis terlihat jelas dari matanya yang sembab juga mata yang merah.
"Ada apa?" tanya Yoongi khawatir. Jungkook hanya diam namun sedetik kemudian matanya menoleh ke arah samping Yoongi dan membuat tubuhnya menegang takut. Ada Taehyung dan Jimin yang baru sampai menyusul Yoongi.
"Kookie-ya kenapa kau hujan-hujanan? Kau bisa sakit." Kata Jimin penuh dengan rasa khawatir. Jungkook tetap diam namun kini matanya menatap sendu ke arah suaminya yang berdiri tak jauh di depannya, Taehyung pun hanya diam menatap Jungkook dengan tatapan khawatir, marah, terluka dan satu yang begitu sulit dijelaskan.
"Ayo pulang, kau bisa sakit jika terus hujan-hujanan." Jungkook mengerjabkan matanya mendengar suara berat yang begitu ia sukai terdengar disana, Taehyung mengajaknya pulang karena takut ia sakit.
Taehyung mengulurkan tangannya untuk membawa Jungkook pulang ke rumah dan disambut senang oleh Jungkook. Namun pemandangan itu membuat sepasang mata lainnya menatap sendu ke arah mereka berdua, Yoongi menatap sedih sepasang suami-istri yang kini tengah bergandengan tangan di depannya namun sebisa mungkin ia menutupinya. Sesampainya di rumah Taehyung segera menyuruh Jungkook untuk mandi dengan air hangat agar tubuhnya tidak kedinginan mengingat semalam pemuda itu berdiam diri di bawah guyuran shower berjam-jam lamanya. Tidak lupa Taehyung juga menyuruh Jimin dan Yoongi menganti baju mereka yang basah dengan yang baru miliknya.
Semuanya sudah selesai berganti baju kini mereka tengah memenuhi kamar Jungkook untuk menuntut penjelasan atas apa yang sudah dilakukan pemuda itu.
"Jadi mau menjelaskan Tuan Jeon?" tanya Yoongi pada laki-laki bergigi kelinci yang sedang duduk di atas ranjangnya dengan kepala tertunduk.
"Tadi aku hanya sedang bosan hyung. Kau kan lihat sendiri Taehyungie hyung sudah mulai bekerja, aku sendirian jadi aku memutuskan jalan-jalan lalu hujan tiba-tiba turun." Jelasnya dengan suara manja dan jangan lupa bibir yang mengerucut lucu.
"Kyaa! Kyeopta!" teriak Jimin heboh dengan tangan yang mencubit gemas pipi gempal Jungkook hingga sang pemilik pipi merengut sakit. Namun jika kalian melihat lebih peka maka seseorang diantara mereka juga menunjukka tatapan tajam ke arah Jimin.
"Hyung appo!" jerit Jungkook pada Jimin.
.
SKIP
.
Yoongi melangkah masuk ke dalam ruang kerja milik Taehyung, di sana ia bisa melihat Taehyung sedang fokus dengan laptop miliknya. Yoongi semakin melangkah masuk saat Taehyung tersenyum padanya, ia menatap wajah tampan milik pria yang begitu ia cintai itu. Yoongi menghela napas pelan ia sudah meyakinkan dirinya untuk menegaskan hubungan antara ia dan Taehyung meskipun mungkin harus berakhir menyakitkan, tapi ia tidak boleh egois dulu mungkin Taehyung memang miliknya tapi sekarang Jungkook adalah pemilik sahnya.
"Tae, ada yang ingin kubicarakan denganmu." Ucapnya seraya menatap Taehyung lembut namun terkesan berbeda dari biasanya.
"Tentu, apa yang mau kau bicarakan hyung?" balas Taehyung meskipun ia sedikit heran dengan tatapan kekasihnya yang tidak biasa itu. Taehyung bangit lalu berjalan mendekat untuk berdiri di hadapan Yoongi.
"Hubungan kita, maksudku ... kau, aku dan Jungkook ..."
"Sstttt... aku mohon jangan bahas tentang masalah ini lagi sayang." Ujar Taehyung sembari menaruh jari telunjuknya pada bibir sang kekasih agar tak meneruskan kalimatnya. Yoongi menatap sendu pada Taehyung membuat yang ditatap meringis dalam diam karena dadanya lagi-lagi berdenyut sakit melihat tatapan Yoongi,
"Tapi sampai kapan Tae? Kita tak mungkin terus bersama, aku ... aku tak bisa" lirihnya.
"MIN YOONGI!" bentak Taehyung. Taehyung terperanjat kaget saat tanpa sadar membentak pria manis di depannya, bahkan ia membuat pria itu menagis juga takut karena bentakkannya barusan. Dengan segera Taehyung meraih Yoongi yang menangis ke dalam dekapannya meskipun Yoongi terus memberontak.
"Maaf. Maafkan aku. Maafkan aku." Gumamnya penuh sesal. Taehyung terus mendekanya hingga suara isakannya mulai mereda juga ia mulai tenang.
"Hyung, dengarkan aku ... aku sangat mencintaimu. Aku mohon bertahanlah sebentar saja, aku janji aku akan menyelesaikan ini semua dan bersamamu lagi." Jelas Taehyung lagi. Namun Taehyung tersentak saat Yoongi hyung mendorongnya ke arah belakang begitu kuat hingga hampir saja membuat Taehyung terjatuh jika saja di belakangnya tidak ada meja kerja.
"Apa kau GILA? Kau pikir aku pria macam apa? Berpacaran dengan suami dari sepupuku sendiri!" Taehyung hanya dapat diam mematung mendengar semua amukan dari kekasihnya dan yang paling membuatnya diam adalah kalimat terakhir yang ia dengar. Taehyung hampir saja melupakan fakta bahwa kekasihnya ini adalah kakak sepupu dari istrinya, ia mendesah pelan mengingat fakta ini.
Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar percakapan mereka lewat celah pintu ruang kerja milik Taehyung yang tak tertutup rapat. Pria itu menatap sendu pada kedua orang pria di dalam sana, perasaan kecewa, marah, terluka, dan entah apa tergambar jelas pada mata yang berubah redup itu.
"Hyung ..."
.
.
TBC
.
Hello guys, Bunny balik lagi nih bawain chapter 2. Gimana nih menurut kalian? Makin anehkah atau apa. Oh yah di sini rambut Taehyung sama Jungkook era Danger soalnya menurutku mereka keren pas era Danger. Kalau Yoongi di No More Dream, Jimin di era Run, kalau Hoseok, Jin, sama Namjoon masih belum ditentuin.
Last, mind to riview.
