MinYoon
Boys Love
M
Yoongi mengacak acak isi lemarinya untuk mencari baju yang akan ia gunakan malam ini ke rumah jimin, sebenarnya yoongi juga bingung mengapa ia harus repot repot mencari baju yang cocok malam ini tapi anehnya ia ingin sekali terlihat berbeda di hadapan jimin.
"aissh ini terlalu pendek, ahh aku harus memakai baju yang manaa?" Yoongi mengacak surai nya dan mendudukan dirinya di pinggir ranjang.
"Kenapa aku juga harus repot repot mencari baju yang akan ku gunakan hari ini, lagi pula kan aku hanya ke apartemennya bukan untuk di ajak ke sebuah pesta" Yoongi terus berbicara dengan dirinya sendiri sampai akhirnya ia memilih baju yang sekiranya pantas ia gunakan.
Yoongi mematut dirinya di depan cermin, merapihkan poninya yang agak berantakan itu supaya lebih rapi. Saat ini yoongi menggunakan kaos putih polos dengan di balut kemeja kotak-kotak berwarna merah dan celana jins panjang yang menutupi kaki rampingnya.
"Sekarang sudah pukul 7 dan aku harus segera berangkat, namja arogan itu pasti berfikir aku itu pengecut jika terlambat" Yoongi menghembuskan nafasnya lalu segera meraih ponselnya dan melihat sebuah pesan yang tertera di layar ponselnya.
"uggh bahkan dia sudah memberikan alamat apartemennya" Yoongi segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga dan mendapati eommanya yang sedang menyiapkan makan malam.
"Eomma aku akan pergi ke rumah teman ku" Yoongi tersenyum dan mengecup pipi eommanya.
"Hati hati di jalan yoongi-ah jika kau ingin menginap hubungi eomma dulu nae?" Nyonya min tersenyum melihat anaknya yang berpenampilan sangat manis itu ia lalu mencubit pipi yoongi dengan gemas.
"nde eomma, anyeong" Yoongi segera pergi keluar dan berjalan ke halte bus dekat rumahnya, ia menyampirkan headset ke telinganya dan memutar musiknya untuk mendengarkan lagu favoritenya.
.
.
.
Yoongi sudah berada di depan apartemen jimin dan segera menekan bel yang ada di hadapannya. Setelah hampir lima menit menunggu ia mendengar sebuah bunyi klik tanda pintu itu sudah terbuka dari dalam. memperlihatkan seorang namja tampan yang hanya memakai celana boxer dengan rambut yang basah dan juga perutnya yang sangat sexy itu.
"Ohh Sunbae kau sudah datang eoh, ku fikir kau seorang pengecut yang takut tantanganku" Jimin tersenyum remeh melihat yoongi dan membuat yoongi menggertakan giginya karena kesal.
"Jaga ucapanmu bocah, sebenarnya apa tujuanmu menyuruhku datang kesini hah?" Yoongi menaikan suaranya karena dia mulai tersulut emosi berkat ucapan yang jimin lontarkan padanya.
"Masuklah dulu sunbae, kau tak seharusnya marah-marah di depan apartemen mewah seperti ini, orang lain akan menganggapmu tak waras karena berteriak seperti itu" dengan mudahnya jimin berbicara seperti itu bahkan kepada orang yang lebih tua dua tahun dari dirinya. tidak sopan dan tidak memiliki aturan itulah sifat asli yang dimiliki park jimin.
"Cih, besar sekali kepalamu tuan park, dan jangan berbicara seperti itu Park ingatlah bahwa aku adalah sunbaemu di sekolah. satu lagi, aku lebih waras darimu yang bahkan selalu bertingkah semaumu hanya karena kau memiliki orang tua yang kaya raya" Yoongi pun akhirnya memasuki apartemen jimin dan mendudukan dirinya di kursi empuk milik jimin.
"Kau bertanya padaku tentang tujuanku menyuruhmu kesini, bukankah begitu sunbae ku yang manis?" Jimin tersenyum mesum ke arah yoongi dan mendudukan bokong di samping yoongi.
"Jangan bertele tele park jimin-shi aku sangat tidak suka, dan ingat aku bukanlah namja murahan seperti bekas-bekas dirimu yang mudah terbuai dengan perkataanmu yang menjijikan itu" yoongi memberikan tatapan tajam ke arah jimin dengan suara dingin khas seorang Min Yoongi.
"Kau terburu-buru sunbae, sebenarnya aku ingin mengajakmu menikmati malam dengan desahan merdu dari mulut manismu ini Yoongi-ah" Jimin yang memang sudah mendekatkan bibirnya di telinga yoongi itu membisikan kata-kata yang kembali membuat yoongi jengah.
"Brengsek kau park jangan harap kau bisa menyentuhku. bermimpilah dan jangan bangun kembali supaya dunia ini aman tanpa namja keparat seperti dirimu" Yoongi mendorong dada jimin dengan kasar dan membuatnya hampir terjungkal, ingatlah bahwa yoongi pun juga memiliki kekuatan seorang namja tetapi jimin lebih kuat darinya.
Jimin mencengkram kuat tangan yoongi dan juga mendorongnya hingga yoongi tidur terlentang di atas sofa. Jimin menindih tubuh yoongi, memegang erat tangannya dan kakinya mengunci kaki yoongi supaya tak akan ada perlawanan dari yang lebih tua dua tahun darinya.
"Aku sungguh penasaran dengan rasamu sejak pertama aku melihatmu bermain basket dengan keringat yang bercucuran dan dada yang naik turun, aku sudah membayangkan betapa indahnya kau saat mendesahkan namaku dan menikmati setiap gerakan yang ku lakukan di dalam lubangmu yoongi" Jimin menggigit daun telinga yoongi dan memasukan ke dalam mulutnya, mengulumnya seakan telinga yoongi adalah sebuah peremen yang manis.
Yoongi yang tak terima dan merasa di lecehkan itu bergerak tak karuan untuk melepaskan cengkaraman tangan jimin dan juga kakinya yang mengunci dirinya di bawah.
"Lepaskan aku bocah berengsek, kau harusnya menghilang dari hadapanku sekarang juga" Yoongi menggeram saat jimin semakin memperkuat cengkraman tangannya dan bibirnya yang terus menyesap lehernya kuat-kuat, memberikan tanda yang sangat kontras dengan kulit putih bersih milik yoongi.
"Ku yakin kau akan menikmatinya baby, mendesahlah dan kalau kau menolak terpaksa aku akan berbuat kasar padamu sayang" Jimin berbisik lalu menggigit leher yoongi dengan kuat.
"Arggh keparat kau Jiminhh ahh" Yoongi terus berontak di bawah kukungan jimin dan semakin membuat jimin tak tahan untuk membuatnya diam.
Jimin terus mengulum dan menghisap leher putih yoongi pinggulnya bergerak menggesekan juniornya yang hanya terbungkus boxer dan celana dalam itu ke junior milik yoongi.
"Aahh fuck jimin kau benar-benar gila" Yoongi terus berteriak saat jimin mulai bergerak liar, dan tubuhnya semakin memanas akibat apa yang jimin lakukan padanya.
Jimin yang sudah tak tahanpun menggedongnya ala bridal membawa yoongi ke dalam kamarnya tak luput dengan rontaan yang yoongi lakukan untuk membuat dirinya bisa terlepas dari jimin.
"Lepaskan aku brengsek kau bajingan sialan yang pernah aku temui" Yoongi terus berteriak hingga ia di hempaskan di atas kasur berukuran king size itu dan jimin yang menindihnya kembali.
Bibir yoongi di sumpal dengan bibir tebal milik jimin, jimin meraup bibir yoongi dengan nafsu yang menggebu gebu. Lidahnya bergerak liar menjilati bibir yoongi yang tertutup rapat. hingga jimin yang mulai gemas ingin sekali memasukan bibirnya ke dalam mulut hangat yoongipun ia menggigit bibir bawah yoongi dengan kasar membuat yoongi membuka bibirnya karena sakit. Lidah jimin menarik lidah yoongi untuk mengajaknya berperang, yoongi terus saja menolak dan mendorong dada jimin untuk menjauh.
Tangan jimin mencengkram tangan yoongi dengan kuat ia menaikan tangan yoongi dan mengambil sebuah tali yang sudah ia persiapkan dari awal. Jimin memang benar benar licik dan sangat cerdik untuk membuat sebuah rencana. bahkan di pinggirnya sudah terdapat beberapa sex toys yang akan ia gunakan jika yoongi menolaknya.
Jimin pun mengikat tangan yoongi di atas kepalanya dengan sangat kuat membuat yoongi meringis kesakitan di buatnya, kakinya terus meronta menendang nendang tubuh jimin.
"Diamlah sunbae kau pasti akan menikmatinya" Jimin tersenyum miring melihat yoongi yang menameteskan sebulir air matanya, dadanya naik turun menghisap udara dengan sangat rakus.
"J-jimin kumohon hiks" semakin lama tangisan yoongi semakin menjadi-jadi, membuat jimin menjadi tak tega melihat namja manis itu ketakutan. Jimin tau yoongi itu terlalu rapuh jika di bandingkan dengan mantan mantannya, yoongi berbeda dan tidak semestinya ia di perlakukan seperti ini.
Jimin tau bahwa yoongi begitu rapuh meskipun ia memiliki sifat yang sangat dingin dan kaku tetapi sebenarnya yoongi bisa saja menjadi namja yang manis dan lucu. jimin mengetahui semua tentang yoongi ia dengan setumpuk uang yang di berikan oleh ayahnya bisa mendapatkan informasi mengenai yoongi dalam sekejap.
Jimin akhirnya melepaskan tali yang mengikat tangan yoongi yang sudah memerah, jimin duduk di samping yoongi tanpa melihat ke arah yoongi yang masih terus saja menangis.
"Berhenti menangis dan cepatlah pulang sebelum aku berubah fikiran kau begitu menggelikan dengan air matamu itu Min Yoongi" Jimin mendengus dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci mukanya.
"Keparat kau Park aku sungguh membencimu" Yoongi segera berdiri dari kasur dan meninggalkan kamar jimin dan juga apartemen nya. Dengan keadaan tubuh yang acak-acakan dengan banyak bercak merah di leher dan telinganya.
.
.
.
.
TBC
Hai hai kembali lagi bersamaaaaaa jimb si bocah petualang mesum hehe chapter ini tadinya mo di bikin naena bdsm lagi tapi setelah di fikir-fikir dengan berat hatiku huft kasian suga ku huhu ntaran aja dah ya kalo mo naena nya. Makasih yang udah mau repiu semoga makin gereget. Mwa #ciumtuatu
