Hari ini Chanyeol mengajak Baekhyun minum bubble tea, tentu saja mereka dikerubuti para fans tapi tidak banyak karena itu di distrik lain kota Seoul dengan segala masker dan topi yang dikenakan beberapa mungkin tidak mengenali mereka.
"Kau tahu, nanti kita mungkin tidak bisa bersama lagi dalam satu panggung." Baekhyun menundukkan kepalanya sambil menyeruput bubble tea yang ada di hadapannya, Chanyeol tersenyum simpul sambil mengacak rambut pria mungil kesayangannya itu lalu menatapnya dalam-dalam.
"Apa penting bagimu untuk selalu satu panggung denganku, Baekhyunie ?" Pertanyaan Chanyeol mengejutkan Baekhyun, wajahnya merona.
"Uhm, yeah.. Tentu saja, kau, Xiumin hyung, Kai, Sehun."
"Ah, jadi mereka juga ?" Chanyeol menyunggingkan senyum khasnya, matanya menerawang jauh keluar sana. Tanpa ada sepatah katapun keluar dari bibir mereka. Mereka melangkah pelan menyusuri pinggiran kota yang sejuk karena udara musim gugur, seperti biasa beberapa fans akan mengerubuti mereka lalu hilang berganti dengan yang lain yang sudah menanti mereka sepanjang jalan. Tibalah mereka di satu tempat, sebuah taman kecil dengan bangku taman yang menghias dengan cantik dibawah temaram udara senja yang mulai menusuk.
"Apa kau kedinginan ?" Hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Chanyeol, Baekhyun hanya membalasnya dengan anggukan pelan. Chanyeol meraih tangan Baekhyun dan mengusap-usap tangannya lalu menempelkannya ke pipi.
"Apa lebih hangat ?" Baekhyun terkekeh, "Ya, terima kasih Chanyeollie." Langkah besar Chanyeol membuat Baekhyun agak tertinggal di belakang, namun Ia sengaja melakukannya. Baekhyun melangkah tepat dibawah bayangan Chanyeol. Sosoknya yang tinggi membuat bayangan Baekhyun tampak tenggelam, betapa Ia akan merindukan pria jangkung itu nantinya. Tawa renyahnya atau suara dalamnya ketika memanggil nama Baekhyun dengan lembut.
"Baekhnyunie .."
"Ya." Baekhyun menghentikan langkahnya dan melihat sosok Chanyeol yang ada di hadapannya. Entah kenapa rasanya sakit sekali, semua nampak kabur dengan Baekhyun yang mencoba menahan airmata di ujung pelupuk matanya.
Hari terakhir, panggung terakhir, pertemuan mungkin juga untuk yang terakhir karena satu dan lain hal, Baekhyun akan sementara bermukim di China dengan beberapa kru karena Ia mempunyai solo project disana. Ketika sudah hampir di ujung jalan, Baekhyun melangkah mendekati Chanyeol.
"Chanyeollie, akhirnya sampai disini ya.."
"Iya, Baekhyunie. Sukses selalu untuk karirmu ya ? Kau akan kembali ke rumah mu dulu kan ?" Baekhyun menganggukan kepalanya pelan.
"Apa kau akan merindukan aku ?" Pancing Chanyeol.
"Ya, tentu saja. Aku akan merindukanmu..."
"Dan merindukan yang lainnya juga." Senyum Chanyeol menggantung disana.
"Ah, begitu rupanya." Baekhyun berusaha menahan semua rasa yang ingin disampaikannya pada Chanyeol, Ia hanya tak mau menambah beban Chanyeol. Ia ingin sekali mengatakan betapa akan tersiksanya dirinya tanpa Chanyeol di sisinya seperti biasa, namun kata itu sudah ia pendam dalam-dalam. Menyisakan rasa sakit yang menyiksa dalam hatinya.
"Baiklah kalau begitu, Baekhyunie. Jaga dirimu baik-baik. Makanlah dengan benar, aku pasti akan merindukanmu." Chanyeol menarik Baekhyun dalam pelukannya.
"Berjanjilah padaku kau akan baik-baik saja Baekhyunie." Bisik Chanyeol pelan, Baekhyun menahan gejolak di dadanya, menahan tangisnya menyurukan kepalanya ke dada Chanyeol.
"Jadilah kuat Baekhyunie, apapun yang terjadi. Tunjukkan pada mereka, kau pria yang hebat. Kau mengerti ?" Baekhyun mulai mengisak tapi masih setengah bertahan menahan tangisnya.
"Tentu saja, apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan lagi ?" Chanyeol menggelengkan kepalanya dan Baekhyun pun menarik diri dari pelukan Chanyeol, hari itu hari terakhir Baekhyun di Korea karena nanti malam Baekhyun akan pergi ke China. Baekhyun mulai melangkah menjauh, sesekali Ia menoleh pada Chanyeol.
"Sehunie, kalau Ia main game terus sepanjang malam pukul saja dia." Sehun yang sedari tadi menunggu di dalam mobil hanya tertawa samar. Beberapa staf membukakakn pintunya untuk Baekhyun.
"Sampai jumpa lagi Chanyeollie."
Chanyeol menatap nanar mobil yang membawa Baekhyun pergi.
"Kau sudah siap hyung ?" Tanya Sehun yang datang menjemputnya, Chanyeol mengangguk pelan. "Ada apa ? Kau terlihat kusut." Tanya Sehun lagi.
"Aku patah hati Sehunie." Ujarnya pelan sambil meninggalkan pria Jangkung itu mengangga.
Sehun tersenyum lirih sambil mencoba mengikuti langkah Chanyeol.
Sejumvut kisah gabut di hari minggu.
