Summary :

-Nee Doushite- Hei Mengapa, mengapa semua serumit ini. Hey lihat aku! Hei Mengapa, Kau begitu dekat namun begitu jauh dan mengapa kau selalu saja tak pernah tergapai.

Aku Mencintai Mu.

.

Disclaimer :

Naruto Belongs Masashi Kishimoto

.

Genres : Drama, Friendship, Romance

.

Main Chara : Naruto, Naruko, Hinata, Sasuke, Gaara, Sakura, Karin

.

Rated : T+

.

Warning : Ooc, Kecepetan Ide pasaran, Typo, Abal Dll

.

Happy Reading

.

.

.

Nee Doushite?

Padahal Aku Mencintai Mu.

*Sebuah Pertemuan*

.

.

.

.

"Sihlakan perkenalkan diri kalian" seorang wanita berusia 30'an membuka percakapan mengajak 2 orang siswa berambut merah dan ping untuk memperkanalkan diri

"Namaku Gaara, Sabaku Gaara" sebuah kaliamat singkat terucap dari bibir tipis pria berambut merah tanpa senyuman sedikitpun

.

.

"Dan aku, Namaku Haruno Sakura panggil aku Sakura, kami berdua baru di kota ini jadi, mohon bantuan nya semua" Kontras dengan sang pria berambut merah, wanita berambut ping malah tersenyum manis nan menawan

.

.

.

*Hening

"Sakura yoroshiku ne" triak pria paling semangat di kursi paling belakang memekikan telinga dan menyebalkan namun berhasil membuat suasana menjadi begitu ramai

"Uwwaaaahhh Gaara-Kun to Sakura-San"

"Kyaaaaa Garaa-kun tampan sekali yaa"

"Sakura-San juga cantik kan"

bisik bisik para siswa mulai memenuhi ruangan kelas yang aga besar itu

.

.

.

.

.

Nee doushite?

.

.

.

.

"Saat itu tatapan nya memang sedingin salju dan begitu lembut juga, namun entah mengapa itu membuat ku tak bisa dan tak ingin berpaling sama sekali tak ingin berhenti menatap nya, seperti ia telah menghipnotis ku bahkan di pandangan pertama nya"

Hyuuga Hinata

.

.

.

"Aku tidak begitu menyukai ini, kelas ini sama saja seperti biasanya membosankan dan aku benci itu, sebelum aku bertemu manik biru itu berbeda dengan wanita lain, ia begitu tenang, manik biru dan tenang ia seperti lautan"

Sabaku Gaara

.

.

.

"Aku rasa mereka menyukai kami, begitu juga dengan pria berambut terang yg triak begitu nyaring dan cengiran nya bercahaya mengalahkan ribuan bintang, sepertinya aku aku rasa kelas ini akan menarik dan menyenangkan" Haruno Sakura

.

.

.

"Jadi mengapa ia menatap pria itu begitu lekat? Ada apa memangnya dengan pria dingin itu, membosankan bukan kah wanita berambut ping di sebelah nya lebih ceria dan menyenangkan? Hei Hinata berhenti lah menatap nya!"

Namikaze Naruto

.

.

.

"Naruto no Bakka itu sangat berisik menyakitkan telingaku, apa - apaan itu? Kau menyukai wanita berambut ping itu kah? Hey Naruto? Eh Naruto Mengapa kau malah menatap ke arah Hianta-chan seperti itu?"

Namikaze Naruko

.

.

.

"Apa-apaan wajah datar itu sama sekali tidak menarik, membosankan tetapi mengapa seketika raut membosankan itu berubah dan menatap wanita ku seperti itu,hah apa kau tertarik dengan nya? Sialan" Uchiha Sasuke

.

.

.

"Mengapa kau mendecih kesal Sasuke? Jangan bilang kau tak menyukai pria berambut merah itu? Hahaa melihat mu mendecih seperti itu hal jarang, biasa nya kau memasang wajah tanpa ekspresi bukan, haah tetapi kau tetap tampan" Uzumaki Karin

.

.

.

.

.

Nee Doushite?

Padahal Aku Selalu Memperhatikan Mu

.

.

.

.

-Nee Doushite?-

Padahal Aku Selalu Memperhatikan Mu

.

.

.

.

"Duduk lah di tempat yang kosong Haruno-san dan Sabaku-san" wanita yang di panggil sensei itu menyuruh Si ping dan si merah mengisi tempat duduk yang kosong,

.

.

.

"Boleh aku duduk disini, anooo" wanita ping itu menarik kursi tepat di depan pria kuning

"Naruto, ah tentu boleh Sakura" balas sang pria tersenyum manis

.

.

.

"Greett" suara kursi di geser

"Aku akan duduk disini" sebuah seyum kecil begitu singkat dari pemuda berambut merah bata itu

"Ah iya sihlakan" sebuah senyuman lebih ketara di perlihatkan sang wanita berambut pirang yg duduk tepat di belakang nya

.

.

.

Bell berbunyi nyaring bertanda waktu istirahat sudah datang.

.

.

"Gaara-kun Sakura-san anooo namaku Hinata dan ini Naruko juga Karin" sebuah jabat tangan di berikan wanita cantik berambut indigo yang tersenyum begitu manis

"Salam kenal Gaara, Sakura"

"Ah salam kenal juga Naruko, Karin" senyum Sakura menjabat tangan yang ada di hadapanya

"Hnn salam kenal" kini pria berambut merah itu juga turut menjabat tangan yg di hadapan nya, tak lupa dengan wajah datar yg membuat salah satu remaja putri di hadapan nya salah tingkah

"Ayuu keluar Ruko, aku lapar" pria bermata onyx gelap menarik lengan wanita yg ia panggil Ruko tersebut meninggalkan kelas

.

.

"Eto sakura kenalkan juga pria yang barusan pergi tadi namnya Sasuke" kini gadis berkacamata itu mulai berbicara

.

.

.

.

-Nee Doushite?-

Padahal Aku Ada Disini

.

.

.

.

"Hei Haruno-san bukan kah kursi di sebelahku kosong mengapa kau memilih kursi yg berada di depan adik kembar ku? Tolong jangan bersikap seperti itu pada adik kembar ku, Haruno-san"

Namikaze Naruko

.

.

"Aku rasa aku sedikit salah paham pada mu Gaara Sabaku, baguslah kau memilih kursi di depan Ruko bukan di sebalah Hime ku, oh sial tetepi kau berhasil membuat wajah cantik nya semerah itu"

Namikaze Naruto

.

.

"Oh ternyata dia lebih ramah, menyenangkan dan berkilau lebih dari yg ku bayangkan hihi Naruto-kun. Aku rasa kau benar-benar terang dan menarik" Haruno Sakura

.

.

"Aku sedikit kecewa mengapa kau tak duduk di sebalah ku, tapi bersalaman dengan mu membuat pipi ku terasa panas dan nafasku terasa sesak, ahh mengapa ini bisa terjadi pada ku?"

Hyuuga Hinata

.

.

.

.

"Hei Sabaku pria datar, menyebalkan mirip seperti panda, sampai kapan kau akan memegang lengan Ruko? Dan mengapa juga kau duduk di depanya?, hah kau tertarik rupanya"

Uchiha Sasuke

.

.

"Mengapa aku memilih duduk disini, eum ya aku rasa ini tempat paling tenang karena dekat jendela yaa sebagian mungkin karena diri nya, bukan berarti aku menyukai nya, hanya saja aku sedikit menyukai laut"

Sabaku Gaara

.

.

"Sasuke padahal aku disini, padahal aku berdiri tepat di hadapan mu, lalu mengapa juga kau malah bersusah payah melewati ku, menarik lengan Naruko yg sedang berjabat tangan?"

Uzumaki Karin

.

.

Hei Mengapa

.

.

.

Haloo aku udah update Chapter 1, yang begitu gaje dan mengenaskan ini, gatau kenapa aku malh bikin rudet ribet kaya gini ya, ah aku pingin buat lebih bagus lagi sih di chapter depan huffft , tolong kritik dan saran saya terima dengan lapang dada hihi .Sekali lagi maaf aku tau ini pendek dan gajee. Masih adakah yg sudi membacanya.

.

.

.