Chap sebelumnya

"Aku ingin bermain dulu denganmu. "

Sekejap Hoseok merasa merinding mendengar perkataan Jungkook.

Jungkook mengunci badan Hoseok dengan kedua kakinya. Ia menarik rambut Hoseok agar pemiliknya semakin mendekat dengannya.

Hoseok berusaha menghindari wajah Jungkook. Namun...

Terlambat...

Cup

Mata Hoseok terbelalak. Melihat yang baru saja terjadi.

Yas, Jungkook mencium... Bibirnya.

BIBIRNYA!!

Hoseok terdiam, ia sesak nafas. Hoseok yang sudah jomblo dari lahir ini sedikit aneh dengan hal baru dialaminya.

Apa barusan dia berciuman?

Benarkah?

BENARKAH?

Hoseok bangkit dan memegangi bibir sucinya.

"Apa yang telah kau lakukan pada bibir suciku... " Hoseok berusaha membersihkan bibirnya itu. Jungkook hanya tersenyum geli melihat kelakuan orang yang berada di depannya ini.

" Kyaaaa Jeon Jungkook... Nanti aku bisa hamil! " Jungkook mengerutkan dahinya. Bingung, kenapa orang yang barusan diciumnya ini sangat pintar. Mengalahkan Albert Einstein.

" Bagaimana bisa hanya dengan berciuman kau hamil. Aneh aneh saja. "

" Tapi eommaku berkata begitu. " Hoseok sedikit mempoutkan bibir seksinya.

" Kau belum pernah belajar biologi? Ahh kurasa nilai biologimu rendah. Sini aku perlihatkan video orang yang bisa membuat seseorang hamil. " Jungkook meraih ponselnya dan mulai mencari video yang cocok untuk pemula seperti Hoseok.

" Karena masih 2 jam lagi. Kau bisa menonton sekitar 5 video durasi pendek. Bentar aku siapkan tisu dulu. Aku tidak mau sofaku basah karena perbuatan kotormu. " Hoseok yang kelewat pintarnya ini masih tidak mengerti apa maksud Jungkook. Kenapa harus ambil tisu? Emang videonya sedih. (iyee seok sedih banget, ntar yang dibawah nangis nangis kesakitan seok. Kasian loh seokeh)

Jungkook ingin menonton video itu di layar besar di ruang tamu itu. Iya menklik PLAY. Dan video itu segera dimulai. Tidak ada yang mencurigakan, ya karena awalnya hanya ada pramugari seksi dan penumpang pesawat . Penumpang meminta sang pramugari memberikan sesuatu yang dimintanya. Tidak ada yang aneh. Hoseok yang bingung nonton dengan serius dan tenang.

Di menit ke 5

Adegan berubah, pramugari itu masuk ke kamar mandi dengan seorang penumpang. Lalu adegan panas itu dimulai. Mata Hoseok yang suci tak ternoda. Telah dinodai oleh video tak bermoral seperti ini. Tapi ini video pembelajaran juga sih. Cara cara buat anak, gaya bercinta yang baru dan pantas dipelajari. Ya setidaknya ada manfaatnya.

Glupp

Hoseok menelan dengan susah payah salivanya. Jungkook yang melihatnya, bersmirk ria.

"Tinggal prakteknya aja sama aku" Batin Jungkook.

"Jungkook, video apa ini? " Terlihat keringat membasahi wajah imutnya. Rambutnya ikut basah karena keringat.

" Kalau kita melakukan ini, baru kau bisa hamil. Ngerti? " Hoseok lalu menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.

" Mau lihat video yang lain? " Hoseok diam termenung.

" A... Tidak tidak... Sudah cukup... Saat aku menontonnya agak menjijikkan. Kita akhiri saja. "

Drrrttt

Ponsel Hoseok bergetar.

Taehyung Ssaem

Kenapa Taehyung ssaem menelepon ku?

" Yeoboseyo ssaem. Waeyo? "

" Aku akan menjemputmu pergi ke museum. Bersiaplah pukul 9 ya. "

" Tidak perlu repot repot ssaem. Aku akan pergi bersama Jungkook. "

" Siapa Jungkook? "

" Dia murid baru di kelas kami ssaem. "

" Bukan pacarmu? "

" Bukan ssaem. Aku belum punya pacar. Kau ingin mengejekku ya. " kekehan kecil keluar dari mulut hoseok.

" Ah yasudah baiklah. Hati hati dijalan. Jika ada perlu sesuatu silahkan hubungi aku ya. "

Telepon terputus

" Siapa itu? " Tanya Jungkook sambil mengangkat kaki jenjangnya di meja.

" Taehyung ssaem guru dance di sekolah. " Hoseok meletakkan ponsel berharganya dengan berhati hati.

" Aaa... Apa ssaem itu dekat denganmu. " Tanya Jungkook sedikit penasaran.

" Iya... Karena aku ketua Club dance, jadi aku sangat dekat dengannya." Jungkook mengangguk kepalanya.

"Lalu kenapa kau mengatakan belum punya pacar? "

"A... Ssaem bilang dia mau mengantarku ke museum. Aku bilang, aku pergi bersamamu. Terus dia tanya kamu itu siapa, pacar aku atau bukan. Aku jawab bukan. Kan emang kamu bukan pacar aku." Ujar Hoseok dengan detail, jelas, dan langsung ke inti.

" Iya. Sebentar lagi. " Jungkook senyum senyum tanpa sebab.

Hoseok yang otaknya kelebihan memori ini tidak mengerti apa maksud pernyataan Jungkook tadi.

" Sebentar lagi apa? " Tanya Hoseok.

" Sebentar lagi... Ya pokoknya sebentar lagi seok. Kamu tidak perlu tau. Cukup diam, lalu ikutin alur saja. " Jawab Jungkook kesal. Karena percuma menjelaskan padanya. Hanya menghabiskan waktu dan suara emasnya saja.

Di museum

" Museum tour saya akhiri sampai disini. Kalian diperbolehkan berkeliling disekitar museum ini sampai jam 1 siang. "

" Baik ssaem. " Jawab seluruh murid tersebut.

" Hoseok - ah. " Terdengar jelas suara bariton di telinga Hoseok. Ia menoleh kearah pemilik suara tersebut.

" Ssaem... Kenapa kau datang kemari? Apa kau mau dance di museum? ㅋㅋㅋ. "

" Kau pikir untuk apa lagi? Aku ingin menemanimu. " Ujar Taehyung sedikit mencubit pipi gembul milik saya eh hoseok maksudnya .

" Aih ssaem. Jangan cubit pipiku!" Protes hoseok sambil menggosok pipi mulusnya.

"Aku gemas padamu. Rasanya mau aku gigit deh pipi kamu." Ujar Taehyung gemas.

"Jijik ih ssaem. Aku ma-" Belum sempat melanjutkan perkataannya. Lengan hoseok ditarik oleh Taehyung menuju tempat yang minim penerangan.

"Ssaem? Kenapa membawaku ditempat gelap ini. " Taehyung diam tak menjawabnya. Taehyung meraih tempat duduk yang berada di sudut ruangan dan menuntun Hoseok duduk di kursi tersebut.

"Hoseok aku mau membuat pengakuan." Taehyung duduk disamping Hoseok dan menggenggam tangan Hoseok. Hoseok bingung dengan kelakuan ssaemnya ini.

"Pengakuan? Maksud ssaem?" Hoseok melepaskan genggaman tangan Taehyung namun Taehyung menarik kembali dan menggengam lagi tangan halus itu.

Taehyung mengambil nafas berat." Aku mencintaimu Hoseok. Aku ingin kau menjadi pasangan hidupku." Taehyung menghadap Hoseok dan menatap kedua mata Hoseok yang kini tak bisa berkedip karena terkejut dengan apa yang barusan didengarnya.

"Hahahaha... Ssaem kau ingin mengerjaiku kan? Jangan bercanda ssaem." Hoseok merasa geli . Sampai tawanya terdengar semakin menggelegar. Namun, saat Hoseok melihat wajah Taehyung yang serius, ia berhenti tertawa. Ia merasa ngeri dengan situasi sekarang.

"Apa kau serius ssaem. Um... maksudku... aku adalah seorang lelaki dan kau juga. Aduh bagaimana ya menjelaskannya." Ujar Hoseok sambil menggaruk tengkuknya.

"Tidak ada yang bisa menghalangi cinta Hoseok. Baik itu usia,ras,pendidikan termasuk jenis." Taehyung mencoba meyakinkan Hoseok.

Hoseok menunduk mencoba menghindari tatapan mata Taehyung.

"Ssaem... Jujur aku juga menyukai ssaem. Aku juga sangat mengagumi ssaem, tapi tidak ada dibenakku sedikitpun untuk menjadi pasanganmu. Maafkan aku ssaem, banyak wanita diluar sana yang bisa menjadi pendamping hidupmu." Hoseok melepas genggaman tangan Taehyung dan mencoba beranjak dari duduknya.

Namun tangan kekar itu menggenggam kembali tangan mungil hoseok, ia menghembuskan nafas beratnya. "Jujur Hoseok sudah ku coba untuk mencintai wanita namun pikiranku selalu terganggu oleh mu. Aku tidak mengerti apa yang telah terjadi pada diriku."

"Hoseok jika memang kau tak bisa menerimaku bisakah kau membiarkan aku mencintaimu?" Lanjut Taehyung.

Hoseok diam dan menatap manik Taehyung ia mencari kata yang tepat untuk ssaemnya itu.

"Ssaem..."

TBC