High School BXB

by laliceeuuu

Rate T

Cast :

-EXO's Member

-SM's Artist

-All Artist

Summary : Mereka pikir, jika mereka bersekolah di sini maka mereka akan menjadi namja yang manly. Tapi? Ah, yasudah lah~

Disclaimer : cast isn't mine. But the story is mine, and Dio to. /oops!

Warn : Yaoi, AU, Jika ada perubahan marga / apapun itu demi keselamatan cerita. Mianhae klau ada typo ne /bow/

a/n : ini buat BaekYeon, eh salah, BaekYeol Shipper yeahh!

Dan spesial buat selamatan buat BaekYeon:'D dan yang kangen Kris juga!/gajelas/.

90-91 Lines : Kelas XII

92 Lines : Kelas XI

93-94 Lines : Kelas X

.

.

.


Seoul International High School (for boys)

"Baekkie~" panggil Chanyeol yang duduk dngan posisi melipat tangannya di atas meja sambil melihat Baekhyun.

"Hm?" Ucap Baekhyun singkat.

"Kenapa kau masuk klub Hapkido? Apa karena kau mau mengikuti tetanggamu yang berpipi besar itu? Atau ka—"

"Hey dia juga sunbaemu idiot, nama nya Kim Minseok. e-eh? Apa? Pipi besar?! Itu nama nya chubby! Lagian dia mengikuti Taekwondo bukan Hapkido."

"Tapi kan aku tidak salah bilang dia berpipi besar, kau setuju denganku kan? ByunBaek?"

"N-ne, eh aniya. Ahh sudahlah lupakan."

.

Di lain tempat Minseok sedang baca, Minseok…

"Huattcchhiii!"

"Kau tidak apa-apa hyung?" Tanya Jongdae—sok—khawatir.

.

"Baik lah aku lupa~" ucap namja tiang itu.

"Oh iya, kau tadi bertanya apa, Yeol?" mulai Baekhyun lagi.

"Aku tadi bertanya, ke—"

"Oh! Aku ingat!" ucap Baekhyun antusias. 'padahal aku baru bilang, ke. -_- ' batin Chanyeol keki. "Karena, jika aku mempunyai yeojachingu, aku akan bisa melindungi nya!"

Hmm, Chanyeol agak kecewa dengan ucapan Baekhyun tadi. "Um, kau mau melindungi yeojachingu-mu menggunakan tubuh kerempeng ini?"

"Hey! Walau aku kecil jangan remehkan kekuatan ku, giant!"

"Kalau begitu aku tantang kau adu panco denganku, Baekkie!" Seru Chanyeol semangat.

"Ayo! Siapa takut!" Terima Baekhyun.

"Baiklah ayoo lawan aku, Little Baekkie~"

"Err, jangan memanggilku seperti itu bodoh. Itu ambigu."

"Hahaha! Kau saja yang memang mesum Baek!"

"MWO?! Aishh baiklah cepaat!"

"Jangan menyesal ne Baekkie~"

"Hana, Dul, Set!" Teriak mereka bersama.

KREEEKKK~!

"AAAAAARRRRRRRRRRRGGGGGHHHHHHHHH!"

"Y-yak! Kau tidak apaa?"

.

.

.


Berakhir dengan ChanBaek yang tidak mengikuti pelajaran kedua karena sibuk dengan tangannya Chanyeol—tentu di UKS.

"A-aduh! Baek, demi 16 kantong baconmu, ini sakiiiittttt." Ucap Chanyeol sembari meringis.

"Kau tahu darimana aku punya 16 kantong bacon? Dan Suruh siapa tadi menantangku?! Kukira kau benar-benar kuat. Makanya aku kuatkan." Cibir Baekhyun sembari mengoleskan krim pereda rasa sakit. "Huh, badan saja yang besar."

"umm.. Aku sengaja, ti-tidak mengeluarkan semua kekuatanku! Nanti kau lagi yang sakit." Beo Chanyeol membela diri.

"Halahh dasar alibi!"

"Yakk! itu sungguhan, pendek!"

"KAU BILANG AKU PENDEK, HAH?"

"YAA NONA BYUN INI SAKIITTTT! ARRGGHHH!"

"KAU MEMANGGILKU NONA, TUAN IDIOT PARK?"

"ADUUHHH JANGAN DITEKAN LUKANYA!"

"HA! RASAK—"

"BYUN BAEK HYUN DAN PARK CHAN YEOL!" oops! S-suara ini, bukannya suara…..

'Oh sialan. Ini bencana' batin Chanyeol-Baekhyun bersama.

Miss Jessica sudah capek dengan mereka yang selalu ribut dimana-mana, ia menghela nafas. "Haduhhh kalian ini, dari kelas X! ga di kelas, ga di UKS, dimana-mana! Always arguing about trivial things. Gimana yaa~ nanti kalau kalian berdua menikah? Pasti rum—"

"APUUAAAHHH?" dan sukses membuat 2 suara yang bertolak belakang—suara cempreng Baekhyun dan suara bass Chanyeol—bergema.

"BERISIK! MISS BELUM SELSAI BICARA!"

"Tapi miss~~ mana mungkin aku menikah dengan raksasa ini?" ucap Baekhyun sambil pout lucu.

"Aku juga tak mungkin menikah dengan biji satu ini!" teriak Chanyeol tak mau kalah.

Miss Jessica hanya mengangkat bahu lalu berbicara, "Nothingis impossiblein this world, Mr. Byun, and Mr. Park. Cepat selesaikan urusan kalian lalu kembali ke kelas. Cho saem tadi mengomel kepadaku karena kalian sudah membolos pada tahun kedua di hari kedua pula." Cicit Miss Jessica panjang lebar.

'sama saja, kalian tukang omel' batin Chanyeol-Baekhyun bersama, lagi?

.

.

.


Namja bertubuh mungil itu—Baekhyun, sedang makan sandwich tuna. Ia sedang merenung mengingat kejadian tadi. Wajah Baekhyun merona saat membayangkan perkataan Miss Jessica. 'Aku? Menikah? Dengan Chanyeol? I-idiihh! Hell no no no no!' tambah banyak saja rona pink samar di pipi mulus Baekhyun.

"Heyyo!"

"GYAAAAH! SIALAN KAU KIM ASDFGHJKL JONGDAEEE!" Teriak Baekhyun terkaget-kaget dengan dasyat nya.

"Kamu mikirin apa, sih? Cuma disapa doang sampe jantungan kaya kakek-kakek gitu." Cibir Jongdae—yang ternyata tadi menyapanya, atau Baekhyun bilang memberi uji jantung.

"Bawel! Dasar mulut bebek! Pantes aja kamu suka nya sama bebek." Cibir Baekhyun tidak mau kalah. Kemudian Jongdae hanya menggerutu kecil.

"Jongdae.." lirih Baekhyun sambil melihat sandwich tuna nya tidak selera.

"Hm? Adha aphua Bhaekh?" Balas Jongdae sambil mengunyah—dan menyemburkan—sandwich tuna yang tentu ia ambil dari piring Baekhyun.

"Aishh, itu sandwich-ku! Dan jangan menyemburkan makanan itu iww~ menjijikkan!" beo Baekhyun merasa risih.

Jongdae lalu menelan sandwich-nya sembari nyengir kuda. "Daripada kau yang hanya memisahkan nya, antara roti-selada-tuna-tom—"

"Ya ya ya. Mau dengar ceritaku tidak?" cetus Baekhyun sebelum Jongdae menyelsaikan acara mari-mengabsen-isi-sandwich-tuna-Baekhyun.

"Apa? Apa? Apa? Apa?"

"tadi Miss Jessica bilang bahwa aku akan menikahi Chanyeol dan aku bilang tidak mungkin dan kata Miss Jessica Nothing is impossible bla bla bla. Itu membuatku geli." Ucap Baekhyun sambil begidik ngeri.

"pffftt~ HAHAHAHA! Baek kau percaya? Jadi karena ini kau melamun? Kau.. menyukai Chanyeol ya?" Goda Jongdae.

"M-mwo? Tentu sa-saja tidak! Hell no! Aku masih normal, tidak seperti mu! Dan aku tidak melamun, Jongdae!" Sembur Baekhyun sewot. Dan, kenapa pipinya panas lagi ya?

"Huahaha! Kau merona! Aigoo aku tidak tahan ingin menikahkan kalian!"

"MWO? Tidak! Itu tidak mungkin Jongasdfghjkldae!"

"Nothing is impossible and bla bla bla~ sudah ya! Trims sandwich-nya! Aku mau pergi ke kelas Minseok hyung, semoga beruntung dengan Chanyeollie mu." Goda Jongdae sambil memberi wink nya.

"HIEEYY MENJIJIKKAN KIM JONGDAE! UGS7313UHEWUWKI';PLW[3EOL!" Teriak Baekhyun sembari mengatakan kata-kata super absurd.

.

.

.


Baekhyun berjalan dengan malas sambil menendangi kerikil-kerikil tak berdosa. Kalau saja eomma tercinta-nya mengizinkan Baekhyun membawa mobil sendiri, ia pasti tak akan capek harus berjalan dari Sekolahnya ke halte bus yang jaraknya tidak dekat. Sudah jam 8 malam saat ini karena ia harus menghadiri rapat ekstrakulikuler-nya untuk membicarakan hoobae-hoobae-nya.

"Hey manis," Ucap seorang ahjussi yang—uhk, bau alkohol menyerbak dimana-mana, dia, tidak, mereka mabuk berat. Sangat berat.

"S-sialan. Mau apa kalian?!" teriak Baekhyun geram.

"Tentu saja mau tubuhmu yang sangat—hik—mungil ini. Kau ketakutan hm, namja manis?—hik" balas salah satu ahjussi yang memuakkan—itu yang Baekhyun rasakan.

"Ti-tidak! Menjauh dasar sialan! A-aku bisa hapkido!" teriak Baekhyun memperingatkan. Namun para ahjussi—sialan—ini malah menertawakannya. Merasa diejek, Baekhyun menendang salah satu perut ahjussi itu sampai mengeluarkan darah segar. 'Rasakan sialan!' batin Baekhyun puas.

"Heh! Kau cari mati, HAH!?" teriak salah satu ahjussi geram sambil mencengkram kerah kemeja sekolah Baekhyun.

"KALIAN YANG CARI MASALAH, SIALAN!" balas Baekhyun sembari memukul pipi ahjussi tersebut.

Krek!

Gigi ahjussi itu pun patah. Memang kekuatan ByunBaek itu luar biasa.

"GYAAAAAHH! BRENGSEK KALIAN! KALAU MAU HADAPI AKU SATU-SATU, PENGECUT!" Sembur Baekhyun melengking tak terima ketika kaki mungilnya diinjak dan tangan rampingnya di cengkram kuat-kuat.

"Hahahahaha! Baik anak-anak kita mul—"

BUUAAGGHH!

"NONA BYUN!" Teriak seseorang dengan suara bassnya keras. 'hah? Chanyeol?!' batin Baekhyun keheranan, dan, dia bisa boxing?!—mengingat tadi ia meninju ahjussi—brengsek—itu dengan kuatnya.

"Heh Jangkung! Mau apakan kau tahanan kami?!" seru ahjussi—brengsek—tersebut tak terima. Ia memukul rahang Chanyeol keras, tapi Chanyeol meninju perut ahjussi itu sampai mengeluarkan cairan merah segar, sang pemiliknya pun uring-uringan menahan rasa ngilu diperutnya.

Baekhyun yang dari tadi ditahan, dilepaskan karena para ahjussi itu mau ikut meninju wajah Chanyeol. Baekhyun menarik salah satu baju belakang ahjussi itu. Lalu memukulnya tepat dipipi. Setelah itu Baekhyun merasa ada yang menariknya, itu, ya—Park Chanyeol.

TAP TAP TAP TAP

"Hahh.. Chan—hosh—yeol.. aku lelah!" Teriak Baekhyun kewalahan.

Chanyeol menarik Baekhyun untuk berhenti berlari dan duduk di suatu tangga di jalanan. Mereka diam sejenak, berfikir apa saja yang tadi terjadi.

"Hey, kenapa murung? Kau kan belum di 'apa-apa' kan." ucap Chanyeol sambil terkekeh pelan. Baekhyun yang mendengarnya hanya memukul pelan bahu Chanyeol.

"Aku.. kaget, bodoh." Balas Baekhyun sambil memalingkan mukanya. "eh ngomong-ngomong kau bisa boxing? La-lalu, kenapa tadi pagi kau sa-sangat…"

"Sudah kubilang Baek, Aku sengaja tidak mengeluarkan semua kekuatanku. Nanti kau lagi yang sakit." Ujar Chanyeol pelan. Baekhyun menghela nafas panjang.

"Terima kasih." Cicit Baekhyun pelan sambil menunduk. "Tapi kenapa kau belum pulang jam segini?"

"Te-tentu saja aku menghadiri rapat untuk klub basket!" sembur Chanyeol—salting ya?

Baekhyun mengkerutkan dahinya. "Aku kan Cuma nanya biasa aja kali, Tuan Park!" keluh Baekhyun sembari memanyunkan bibir mungilnya. 'manis…'

"Hahaha! Ternyata Uri Baekkie tetap harus dijaga meskipun dia jago hapkido sekalipun! Hahaha!" tawa Chanyeol menggelegar.

"Aishh jinjja Chanyeol!" balas Baekhyun sambil memukul bahu Chanyeol penuh perasaan—kesal.

"Aduhh! Iya ampun, Nona Byun! Emm, Mau kuantar pulang?" Ucap Chanyeol cepat sebelum Baekhyun protes.

"A-ayo! Antar aku." Balas Baekhyun pelan sambil menarik tangan kekar Chanyeol. Chanyeol hanya tersenyum dalam diam.

.

.

.


"Huang Zi Tao. Aku akan memanggilnya Taozi, atau peach? ahh manisnya! Lahir di Qingdao, China pada tanggal 2 Mei 1993. Golongan darahnya A, dan Zodiak Taurus. Dia sudah mempelajari wushu selama 11.. tahun?! Ya Tuhan, menyeramkan, tapi dia tambah manis saja~. Dia suka ber-aegyo.. Astaga aku tidak sabar melihatnya aegyo.. Dia juga punya tubuh yang seksi. Asdfghjkl, my peach! Dan~ bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla~" Beo Kris saat ia sedang membaca PC-nya dengan semua blog yang mendata Huang Zi Tao-nya (tentu saja dengan seenak giginya ia mengklaim bahwa Tao miliknya).

Kris adalah murid Pintar, tidak, Genius yang memanfaatkan kejeniusannya sebaik-baiknya. Contonya? Seperti sekarang, Menghacked beberapa blog yang memuat data Tao-nya.

Dasar. Tiang. Naga. Maniak. Mesum.

BRUAAKK

"HEYYO WUFAN BODOH! SEDANG APA KAU?!" Teriak sang kakak, Wu Gui Xian—atau supaya akrab, kita panggil Kyuhyun— sembari mendobrak—menurut Kris, pintu kamar Kris.

"AAAHHHKKK ASDFGHJKL WU GUI XIAN SUPER IDIOT! APA-APAAN KAU HAAH?" Sembur Kris saat melihat kakak idiotnya—sekali lagi, ini menurut Kris. Kris segera menutupi layar monitor PC oleh badan atletisnya, takut terlihat oleh evil gegenya.

"HEH AKU INI GEGE MU! DAN KAU HARUS MEM—Tunggu, apa yang kau sembunyikan ini Wufannie?" Goda Kyuhyun sembari melongok ke arah monitor PC Kris.

"Tidak, bukan apa-apa! Dan jangan memanggilku dengan panggilan menggelikan itu." Ucap Kris penuh dengan penekanan disetiap katanya.

"Ohh, begitu? Baiklah aku akan melihat apa yang kau lihat di PC-mu itu di PC-ku sendiri. Kau pikir aku tidak bisa menghacked juga, eoh?" balas Kyuhyun tak kalah tajam. Kalian tau? Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Jika Kris Genius, apa lagi Kyuhyun?

"Hhh, arra arra Wuxian! Kau menang." Cicit Kris mengetahui jika ia menyembunyikannya akan percuma saja.

"Sudah ku bilang kau harus memanggilku ge—Astaga Wufan! Siapa namja manis ini? Akhir nya kau menyukai manusia! Kupikir kau menyukai boneka kambingmu!" beo Kyuhyun sumringah melihat namja mata panda yang ada dilayar monitor Kris.

"Aishh tentu saja aku menyukai manusia! Dan Wuxian, Ace bukan kambing, tapi alpaca!" Semprot Kris emosi karena boneka kesayangannya dibilang kambing. Embe. Biri-biri. Iww.

"Demi Tuhan, Wufan. Aku bahagiaaa! Oh kapan kau akan mengencani manusia tersial—maksudku terberuntung itu?" ucap Kyuhyun exited lagi—sambil menekan kata terberuntung. Sepertinya dia sudah dapat pencerahan atas didinya itu. Oh ayo lah! Masa lalu didinya suram sekali. Tanpa menyukai manusia, lalu memandang datar paha(seksi), dada(besar), bokong(montok) wanita dan muka imut pemuda manis. Okay ini berlebihan.

Kris memberi deathglare pada gege tercintanya tersebut. "Berisik, Wuxian. Dan. Keluar. Dari. KAMARKU!" Teriak Kris emosi(lagi). Haduh bisa-bisa dia mati muda.

"Hey aku hyungmu, gegemu, adik kecil. Panggil aku de—"

"Arrgghh! Okay okay! Ni Hao Wu Gui Xian. Iwant to continue 'myjob'back. So,youget outofmy room,NOW!" Sembur Kris sambil mendorong tubuh bunc—atletis Kyuhyun keluar kamarnya. Lalu menutup—

BRAAKK!

Lebih tepatnya membanting, pintu kamarnya.

"Huh, padahal kan aku cuma kepo. Biarin kan? Aku kan gegenya. Kepo is care. Berarti aku peduli sama dia. Karena aku peduli makanya aku kepo. Kalau aku gak peduli ngapain kepo? bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla~" Beo Kyuhyun saat dikeluarkan dari kamar adiknya. Bawel sekali seperti Kris. Oh, sekali lagi, Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

.

.


Next day, Seoul International High School (for boys)

Di suatu ruangan klub, Kris sedang mendata nama-nama manusia yang akan masuk ke klub tercintanya—Basket. Sibuk? Biasa lah dhuizang. Tiba-tiba seorang namja datang ke meja nya.

"Annyeong Kris-ge~" ucap namja itu riang

"Ya…" balas Kris, tunggu..

"Hehe, masih ingat aku kan?"

"…"

"Kris-ge? Lupa yaah~?" cicit namja itu sambil mengerucutkan bibirnya manis—merajuk.

'asdfdiaghjklimutzxcvbnmsekalityuiopqwe..'

"…" Kris masih tak bergeming~

"Ahh, hehe, ya sudah tak apa jika Kris-ge tid—"

"Huang Zi Tao." Akhirnya sang dragon berbicara juga. Tao? Oh namja yang membuat Kris jadi agak.. anu, gila.

"Ahh senang nya gege masih ingat pada Tao!" ucap Tao sumringah sambil tersenyum manis. Ya Tuhan kasihani Kris, ia bisa diabetes sekarang juga.

'stay cool Kris. Stay cool. Kau mau imagemu hancur didepannya?' batin Kris bertahan 'Tapi dia terlalu imut aku jadi ingin menciumnya~' dan terjadilah perang batin pada jiwa Kris.

"Ah, tentu saja gege ingat Taozi." Balas Kris kalem sambil tersenyum menawan. Ternyata antara perang tadi, batin stay cool nya yang menang. "Oh ya ada apa kemari?"

"Umm, Tao mau masuk klub Basket. Tapi Tao lupa daftar kemarin ge. Gimana~?" adu Tao sambil merajuk lagi.

'Oh Tuhan kenapa makhluk ini begitu imut?' Sudah kubilang, Tao membuat Kris agak.

"T-tentu saja boleh Taozi! Ambil saja kertas perdaftarannya di meja putih itu, isi disini sekarang. Lalu berikan padaku." Balas Kris sambil tersenyum lembut, dan tentu saja mengandung unsur modus. Sebenarnya pendaftaran ditutup kemarin. Tapi, apa yang tidak bisa dilkukan dhuizang?

"Baik gege~!" ucap Tao yang riang kembali. Kris meleleh. Haha. Kasihan. Tapi, ini kentungan.

.

.

.


"Gege gege~" mulai Tao kembali. Kali ini ia sedang makan siang bersama sang dragon. Dan kali ini Kris yang mengajak. Jika tidak, kapan pdkt-nya?! Ok Kris, kalem.

"Ya?" Jawab Kris kalem, tapi sebenarnya jantung nya seperti sedang marathon.

"Gege masuk klub Wushu yuk, bersama Tao~" ajak Tao ceria sembari memperlihatkan eyesmile nya.

"E-eh? Kenapa memangnya?" Kris gugup?

"Gak apa, biar Kris-ge sama Tao aja sih." Ucap Tao polos. Sangat sangat polos. Super duper tripel mega polos. Okay ini lebay. Dan Kris? Apa kau dengar apa yang diucapkan nya? Woahh hati Kris berbunga-bunga sekali!

"Begitu? Tao mau bersamaku terus?" goda Kris, dan sukses membuat panda-nya merona.

"Eum, ta-tapi kalau Kris-ge tidak mau—"

"Maaf bukannya tidak mau, tetapi aku sudah kelas XII. Jadi tidak bisa mengikuti banyak eskul." Ucap Kris menyesal. Sangat sangat menyesal. Super du— okay, mulai lagi.

"Yahh Kris-ge~ tapi tak apa. Kan Kris-ge masih bisa denganku saat basket." Balas Tao memaklumi. Sudah manis, pengertian, imut, baik, asdfghjkl kurang apa lagii?!

Kris hanya menatapnya dengan pandangan mupeng. Muka pengen. Pengen banget malah. Pengen apa? Pengen Tao.

"Tentu saja peach. Aku selalu bisa denganmu." Ucap Kris tulus membuat Tao-nya merona lagi. Peach? PEACH? Panggilan yang manis.

'Demi Wuxian-ge tidak bisa bermain game lagi, aku sangat menyukainyaaa!'

"Hehe gomawoyo gege.."

"okay. Well, kenapa kau masuk klub Wushu Tao?"Tanya Kris penasaran.

"Tao ingin hebat seperti baba Tao, ge! Bisa Wushu dengan lancar!" ucap Tao riang, semangat, dan ceria. Kris? Mupeng. Mupeng. Mupeng.'Telan aku sekarang, bumi. Telaannn!' haduh Kris kebanyakan ngebatin, deh. Ngomong aja langsung.

"Ohh, tapi kan kau suda berlatih 11 tahun? Emang belum cukup?" ujar Kris lagi kepo. Kepo is care, bro.

"Iya sih ge.. Loh? Gege tau darimana?" Tanya Tao juga. Kepo. Kan, Kris. How?

Kris melotot. "Ups, umm…."

.

.

.


TBC!

a/n 2: Sebenernya FF ini respon nya sedikit dan asalnya Lice mau delete. Tapi karena sudah terlanjur diketik-_- (daripada lumutan) dan juga ada yang support Lice (makasih banyak /lope/) Lice post aja :3 pleasee yang Read, Fave, Foll, plss Review FF ini biar jadi semangat buat Lice nya /kyungsooeyes/

Super duper tripel mega(?) Thanks To:

-Maple fujoshi2309 : iyaa Official pairing. Maksudnya mereka tuh mau manly makanya masuk sklh namja, eh ternyata malah jadi suka sm namja:v mian kalau gejee makasih mau review ^^

.96 : ini udah lanjutt makasih mau review ^^

-LeanJaeIn HHshipper : makasih banyak :'3 kayaknya iya deh huhehehe._.v oke silahkan w makasih mau review ^^

-Choi arang : makasih yaa~ oh ya mianhaeyo hehe makasih mau review ^^

-komengamutu : makasihh! iya Lice juga kangen :') /peluk bang tao/ makasih mau review ^^

-URuRuBaek : hehe ini udah lanjut u nado bogoshipo /salah/ iya nih kasian Jessica kan-_-a makasih mau review ^^

-lolamoet : gyaahh makasih banyak! w aduh aku belum mau cerai sama bang jidi /salah/ makasih mau review ^^

-ohluhannie : engga itu si sehun biasa ga ada kerjaan lagi jalan-jalan di sekolahnya/? Terus ke lantai dehh. Makasihh makasih juga ya mau review ^^

Lice minta Reviewnya lagi boleh?^^