Chapter 2

Pet Names

:chacha:

.

.

.

Naruto baru saja pulang dari kegiatan luar sekolahnya. Ia pun memangkukan kepalanya dengan kedua lengannya. Namun kedua mata birunya menangkap sebuah sosok yang ia kenal.

"Hinata?" gumamnya kemudian ia pun berlari menuju gadis mungil tersebut.

Hinata yang tengah berjongkok di pinggir lapangan seraya menatap sebuah kardus yang Naruto sendiri tidah tahu apa isinya. Pemuda bermarga Uzumaki tersebut pun memanggil Hinata dengan volume yang lebih keras.

"Hinata?!" dan tentu saja yang empunya nama menjadi kaget bukan main.

"N-Naruto-kun?" Hinata pun membuka mulutnya, "Kau membuatku kaget saja." ujarnya dengan raut wajah bingung.

"Apa yang sedang kau amati?" tanya Naruto keheranan.

Hinata pun berdiri. Berjinjit menatap wajah indah milik Naruto. Kemudian ia pun tersenyum hambar, "A-aku menemukan bayi kucing. Kira-kira umurnya sekitar satu bulan. Kasihan sekali dia dibuang..." ujar Hinata memainkan kedua telunjuknya.

"Oh?" Naruto pun berjalan melewati Hinata untuk melihat keadaan si kucing. Jenis kucing itu adalah kucing kampung berkelamin laki-laki dengan bulu berwarna kuning dengan motif spiral di perutnya. Kalau kucing tersebut tumbuh besar, ada kemungkinan untuk menjadi kucing yang lucu.

"Kenapa kau tidak merawatnya, Hinata?" tanya Naruto menatap kedua mata lembayung milik sang gadis.

"Aku sih mau-mau saja. Takutnya nanti ayahku akan memarahiku dan menyuruh untuk membuangnya lagi." jawab Hinata dengan pelan.

Melihat ekspresi seperti itu, Naruto pun menjadi serba salah, "Bagaimana kalau aku saja yang merawatnya?" tawarnya dengan senyuman lima jari khas-nya.

"Benarkah?!" sinar mata Hinata kembali bersinar-sinar. Ia pun mengangkat wajahnya dan menatap wajah kecoklatan milik Naruto.

"Tentu saja. Kucing ini juga lucu sekali." ujar Naruto seraya menimang-nimang hewan yang telah ia minta izin kepada si gadis Hyuuga untuk merawatnya.

Hinata terkekeh melihat ekspresi pujaannya yang begitu ceria dan polos.

"Tapi aku belum memikirkan namanya. Apakah kau punya ide untuk menamainya, Hinata?" tanya Naruto yang mengalihkan pandangannya ke arah gadis yang lebih kecil darinya.

Hinata hanya bisa mengerjapkan mata lavendernya berulang kali. Kelereng ungu tersebut melirik ke atas untuk memikirkan sesuatu.

"Karena dia berwarna kuning dan mempunyai motif spiral seperti lambang keluargamu...bagaimana kalau aku memberikan namanya dengan namamu, Naruto-kun?" saran Hinata dengan semburat merah di kedua pipinya. Membuang lirikannya ke arah lain karena takut nanti Naruto akan tersinggung.

"Naruto?" ulang pemuda berambut kuning jabrik untuk memastikan nama pemberian Hinata.

Dan si surai indigo hanya menjawab dengan dua kali anggukan.

Naruto pun tersenyum lebar dan mengangguk setuju.

"Aku suka dengan saran nama pemberianmu." ujarnya yang membuat wajah Hinata semakin memerah.

FINN