Our High School Love Story

Warning: YAOI, FLUFF, crack pair, gaje, typo, EYD berantakan, bahasa tidak baku, etc

Main Pair: KRISHO ^^ cameo: EXO

Disclaimer: Idea and story ARE MINE, no plagiarism is allowed, EXO is SM corp's asset.

Author notes: wow! reviewnya memuaskan juga jadi author lanjutkan chapt 2 nya ^^ gomawoo reviewers~

# yang belum baca "Second Time" 17+ baca ya terus reviewnya~

# don't be a silent reader please ^^ #

^^~Happy reading~^^

CHAPTER 2

Terdengar kericuhan yang sangat tidak biasanya di lapangan sekolah menengah SM pagi itu. Bagaimana tidak? Kedua makhluk pembuat onar yang setiap harinya memeriahkan suasana sekolah tersebut menampakan pemandangan yang mampu membuat beratus-ratus pasang mata melihat mereka dengan mulut menganga, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kedua manusia itu, Kris dan Suho, bergandengan tangan erat memasuki wilayah teritori sekolah mereka, mengumbar kemesraan mereka dengan memperlihatkan senyum manisnya satu sama lain.

Penampakkan yang jelas sungguh berbeda dengan keadaan setahun ini yang biasanya mereka warnai dengan pertumpahan darah (author lebay sikit). Lumayan banyak juga siswa siswi yang patah hati saat mereka tahu idola mereka telah direbut. Word of mouth tentang kedua idola sekolah mereka berpacaran jelas menyebar ke seluruh antero sekolah dalam waktu yang singkat, menambah kericuhan para siswa tiap kelas yang membuat para guru kewalahan.

#########KRISHO##########

Bel sekolah menunjukkan waktu istirahat telah berbunyi, para murid SM langsung berhambur keluar kelas masing- masing, biasanya mereka langsung menuju ke toilet atau ke kantin untuk berburu makanan.

Beda lagi dengan pemuda berkaki jenjang yang satu ini, suara derapan kakinya terdengar jelas di sepanjang lorong sekolah tingkat tiga tersebut, kemana lagi ia akan melangkahkan kakinya kalau bukan ke kelas Suho, seseorang yang telah sah menjadi pacar barunya kemarin siang. Dibukanya pintu kelas S1 tersebut yang langsung mengundang perhatian murid dalam kelas tersebut.

" Suhooo chagiiiii~" panggilnya riang saat ia melihat sesosok pemuda mungil berkulit putih yang dirindukannya. Suho yang tampak sedang bersenda gurau dengan ketiga sahabatnya tadi langsung reflek menolehkan kepalanya memandang tubuh tegap Kris yang sedang melangkahkan kaki menuju kearahnya.

Ia sepertinya agak kaget dengan kedatangan Kris yang tiba-tiba, belum lagi panggilan sayang yang diberikan Kris tadi agak menggelitik telinganya. Ia masih belum terbiasa dengan permainannya yang pura-pura-menjadi-pacar-seorang-Kris-Wu langsung mengaktifkan mode actingnya, berusaha tidak canggung ataupun memekik ketika sepasang tangan panjang Kris memeluknya dari belakang, mendekatkan punggungnya ke dada bidang Kris. Suho mematung ketika ia merasakan deru nafas Kris saat ia berbicara tepat di telinga kanannya.

"Chagiya~ aku sudah laparrr, ayo kita makan siang berdua di kantin" rengeknya manja, tangannya masih senantiasa melingkari perut namjachingunya.

Hey! sejak kapan Kris menjadi semanja ini? Chanyeol, Luhan dan Jongdae memasang mata doenya melihat kelakuan Kris yang seperti koala bergelantungan pada induknya.

"Aishh! Hentikan kelakuanmu yang menjijikan itu, Kris Wu… dan aku sudah membawa bekalku dari rumah" tolak Suho tegas, salah satu tangannya menarik paksa kedua tangan Kris, berharap ia segera melepaskan tautannya dari perut abs-nya, sedangkan tangan kanannya menggapai-gapai wajah Kris menjauhi telinganya. Okay, pada dasarnya Suho memang bersifat rebel, berbeda dengan para uke lainnya. Kris salah sangka bila ia berpikir bahwa Suho akan bermanja-manja kepadanya saat ia menjadi namjachingunya.

" Mwo? Mana bekal untukku? Masa kau tak membuatkan makan siang untukku?" Kris dengan terpaksa melepaskan tautan tangannya karena tidak mau tangannya yang indah dihiasi cakaran kuku Suho yang tajam. Ia sekarang memandang kekasihnya dengan tatapan kecewa, membuat Suho merasa tidak enak hati melihatnya.

" Hah? Apa aku harus membuat bekal untukmu?" beo Suho dengan muka bengongnya.

Ini pertama kalinya ia berpacaran, ia jelas tidak tahu menahu tentang rules yang harus dilakukannya sebagai seorang namjachingu. Meski ia dulunya idola siswa siswi, ia selalu menolak pernyataan cinta mereka dan berakhirlah ia menjomblo selama belasan tahun. Namja bernama Kris Wu inilah yang merupakan pacar pertamanya, walau pemuda berperawakan tampan ini bukanlah cinta pertamanya, masih belum.

Ketiga sahabatnya yang sedang duduk dengan tenangnya di hadapan Suho melancarkan aksi facepalmingnya melihat gaya pacaran Suho yang sangat tidak mengesankan. Sepertinya mereka perlu mengajarkan pemuda polos tersebut etika ketika berpacaran, apa yang harus dilakukannya sebagai seorang pacar yang baik, dan segala peraturan dasar lainnya yang menyangkut kelangsungan hubungan kedua manusia pembuat onar ini.

" Kau benar-benar tidak bisa diandalkan Suho-ya" sunggut Kris sambil menggelengkan kepalanya dengan muka merengut. Ia sepertinya lupa memanggilnya dengan sebutan sayangnya. Tangan menarik paksa lengan kanan Suho, ditariknya tubuh kecil tersebut keluar dari kelasnya yang dibalas dengan tatapan bingung ketiga sahabatnya.

"Eeehh, kita mau kemana? Yaaa!" Suho sedikit memberontak, takut Kris melakukan hal yang tidak-tidak dengannya, dikarenakan tangan kurusnya yang tak berdaya melepas genggaman Kris yang kuat.

" Hanya ke kantin, sebagai pacar yang baik kau harus menemaniku makan siang chagiii~" Suho hanya ber-oh ria dan mengekori Kris menuju kantin sekolah mereka yang ramai. Ia mempelajari hal yang baru hari ini bahwa ia harus membuatkan dua bekal tiap kali ia berangkat sekolah. Satu untuknya satu lagi untuk Kris, ia harus mulai melatih dirinya untuk lebih peka bila tak ingin rahasia kecilnya terbongkar.

Kris menyamankan tubuhnya pada bangku kantin tersebut setelah ia menyelesaikan hidangan ramen yang dibelinya. Suho sendiri tidak memesan makanan, ia sempat mengambil bekal buatannya sendiri tadi sebelum diseret oleh Kris. Ia perlahan membuka kotak bekalnya, terdapat di dalamnya nasi beserta beberapa lauk pauk cepat saji, seperti cumi goreng tepung, gurita kecil dengan saus hitam, sosis goreng, brokoli, kimchi dan tempura udang. Kris menatap lekat bekal tersebut tanpa berkedip, meski perutnya telah kenyang oleh ramen tetapi ia ingin sekali mengecap hidangan yang dibuat namjachingunya sendiri. Suho yang melihat gelagat Kris langsung mengerti keinginan terpendamnya.

" Buka mulutmu" dengan cepat Suho memasukkan kimchi dengan sumpit ke dalam mulut Kris yang reflek dibukanya ketika ia mendengar titahannya. Suho agak merona ketika beberapa pasang mata di dalam kantin tersebut melihat adegan suap-menyuapnya, sedikit salah tingkah di hadapan Kris yang sedang asik mengunyah makanan buatannya.

" Enak? Maaf kalau rasanya biasa-biasa saja" Kris mengeleng lalu membuka mulutnya dengan lebar, mendekatkan kepalanya ke namjachingunya tersebut.

" Suapin lagi donk." Blushhh... Satu kalimat pendek dari Kris sukses membuat muka Suho lebih merona, dengan bergetar ia kembali memasukkan tempura udang ke dalam mulut Kris dengan sumpitnya.

Jantungnya berdebar kencang ketika melihat wajah Kris begitu dekat dengannya. "Apa setiap orang pacaran seperti ini rasanya? lama-lama aku bisa kena serangan jantung mendadak" panik Suho di dalam hatinya. Pertama kalinya merasakan debaran aneh yang dapat membuatnya tersenyum bahagia, ia merasa kesusahan mengontrol emosinya sendiri. Ia berbohong bila hatinya tak merasa senang dengan perlakuan Kris yang agak manja kepadanya. Sifat Kris yang seperti bergantung padanya membuat Suho merasa dirinya lebih berharga dan berguna. Tak disadarinya, tangannya terus menerus menyuapi Kris hingga bekalnya habis, Suho bahkan belum makan sebarang apapun. Tak ayal perutnya pun berbunyi keras membuat Kris menyadari kesalahannya.

" Aiyaa! miann, aku menghabiskan bekalmu chagi, tapi rasanya benar-benar enak, buatkan lagi buatku besok eoh?" Kris menepuk jidatnya sendiri, bagaimana mungkin ia melupakan namjachingunya yang belum makan dari tadi padahal dirinya telah selesai makan dua porsi.

" Tidak masalah Kris, aku senang kau menikmatinya" eyesmilenya kembali diperlihatkan kepada Kris, ia lalu beranjak dari bangkunya membeli sebuah es kris vanilla, berniat untuk menunda kelaparan dengan memakan sesuatu yang manis (ini sih author banget).

" Yakin tidak lapar hanya makan eskrim saja" Suho mengangguk pasti, ia memang penggila eskrim, tak masalah baginya tidak membeli makan siang selama ia dapat merasakan nikmatnya eskrim dalam mulutnya. Meski ia sering memakan benda dingin tersebut, mulutnya selalu berlepotan kemana-mana, bibirnya yang merah menjadi lengket akibat cairan putih yang dimakannya itu.

Melihat cara makan Suho jelas membuat seorang Kris tergoda. Ia segera menundukkan tubuhnya dan melumat pelan bibir Suho, dijilatnya bibir ranum tersebut merasakan vanilla yang dihidangkan untuknya. Ciuman pertama yang berasakan vanilla bagi Suho adalah pengalaman terindah untuknya yang mampu membuatnya melayang, bibir Kris yang dilekatkan ke bibirnya terasa begitu sempurna. Suho berusaha memejamkan matanya rapat-rapat, merasakan hangatnya bibir Kris beserta dinginnya eskrim yang sedang dinikmatinya. Pacar pertamanya adalah Kris Wu, ciuman pertamanya juga diberikannya kepada Kris Wu, entah kejadian apa lagi yang akan dilalui seorang Suho bersama pemuda blonde tersebut, tetapi yang Suho ketahui, perlahan-lahan ia telah membuka hatinya kepada Kris, membiarkannya masuk ke dalam kehidupanya dan memenuhi hatinya yang hampa.

TBC~ (aim at least 30 reviews for fast update 12/13 feb)

REVIEW again ne! author sangat menghargai review kalian! Membuat author jadi semangat menulis, kkk… kritik dan saran yang membangun sangat teramat diizinkan (not flame yah), ide pun sangat diizinkan, manatau bagus idenya bisa author masukin ke dalam cerita chapter selanjutnya ^^. Gomawo

Special thanks to: HelloKei, Kkamjjongitem, chyu, junmyunyifan, strph, hae15, guest, DuaKelinci, Prince Hadhi ESP, jimae407203, DiraLeeXiOh, ViviDragon, Alika Malik, sayakanoicinoe, chochoberry, kikikyujunmyun, yongchan