"Aku pulang"
Hal biasa ketika jungkook sampai rumah adalah ia akan menyaksikan pertengkaran pertengkaran kecil antara ibu dan kakak laki lakinya yang bernama Jimin. Seperti sekarang ini jimin dengan santainya menggoda ibunya yang sedang menyiapkan makan malam, sedangkan sang ayah sedang menonton acara berita di televisi. Jungkook melepaskan sepatu kerjanya kemudian menaruhnya dengan rapih di rak sepatu.
"Loh kau sudah pulang kook? Bukankah kau bilang akan makan malam bersama hoseok". Tadi pagi sebelum berangkat kerja jungkook memang memberi tahu ibunya kalau ia akan makan malam bersama dengan hoseok.
"Eomma, saat aku kecil apakah aku sudah mendapatkan imunisasi campak?". Ibu jungkook mengerutkan dahinya karena heran dengan pertanyaan putrinya
"Wae? Eomma lupa sepertinya sih sudah eh tunggu dulu sudah belum yah". Ibu jungkook mencoba mengingat ingat apakah ia sudah memberikan imunisasi campak pada jungkook atau belum, namun sayangnya ingatan akan imunisasi campak untuk jungkook benar benar sudah hilang dari ingatannya. "Memang kenapa sih? Eomma benar benar lupa".
"Sepertinya memang aku belum di imunisasi campak karena sekarang aku di campakan oleh hoseok oppa". Jungkook kemudian masuk kedalam kamar meninggalkan ibu, ayah, dan kakak laki lakinya yang terbengong bengong karena ucapannya.
"Hahahahahaha astaga eomma kenapa dia bisa selucu itu?" Jimin tidak dapat menahan tawanya ia bahkan sampai hampir terjungkal dari kursi untung saja ia cepat menyeimbangkan tubuhnya kembali .
Jungkook yang merasa kesal karena jimin menertawakan dirinya akhirnya keluar dari kamar dan memukul kepala jimin dengan sangat kencang setelah itu ia dengan santainya duduk di sebelah jimin yang sedang mengaduh, sebenarnya Jimin ingin membalas pukulan jungkook hanya saja ayahnya selalu mengingatkan untuk tidak pernah memukul seorang wanita.
"Memangnya ada apa dengan hoseok hm?" Ayah jungkook bertanya pada jungkook, kemudian beliau duduk di kursi yang berhadapan dengan jungkook
"Dia berselingkuh appa, dengan seulgi. Bukankah itu sangat menyebalkan". Rasanya jungkook ingin mengamuk jika mengingat kejadian tadi saat ia melihat hoseok yang berselingkuh dengan seulgi. "Bahkan ia membatalkan janjinya denganku begitu saja, sedangkan aku sudah menunggunya selama satu jam di depan kantor dia bilang banyak pekerjaan tapi aku melihatnya keluar dari toko berangkulan dengan seulgi".
"Lalu tadi kau pulang bersama siapa? Appa mendengar suara mesin mobil tadi"
Jungkook jadi teringat perkataan taehyung tadi, sebenarnya ia ingin bercerita kepada keluarganya kalau taehyung ingin melamarnya hanya saja ia sendiri masih tidak percaya dengan ucapan taehyung. Ia akan sangat malu kalau ternyata taehyung tidak benar benar akan melamarnya.
"Kook kenapa melamun?" Ibu jungkook membuyarkan lamunan anaknya, jungkook kemudian menggeleng ia memutuskan untuk tidak memberitahu keluarganya dahulu tentang ucapan taehyung tadi.
Taehyung kan suka sekali bercanda, pasti yang tadi juga bercanda. Kenapa aku jadi memikirkan perkataan taehyung sih.
"Ah- Aku pulang dengan taehyung, untungnya dia mau menjemputku"
"Dia memang yang paling bisa di andalkan untuk menjaga putriku. Kook kenapa kau tidak mencoba menjalin hubungan dengan taehyung?" Jungkook tersedak ludahnya sendiri saat mendengar perkataan sang ayah.
"Hehehe sudah ah aku lapar, ayo kita mulai makan malamnya" jungkook mengalihkan pembicaraan ayahnya karena kalau di lanjutkan akan membat dirinya semakin mengingat taehyung.
...
Taehyungieee calling...
"Kau sudah makan?"
"Sudah, kau?"
"Aku juga sudah"
Hening...
"Apa hoseok menghubungimu?"
"Belum, tae ku mohon jangan bahas hoseok untuk saat ini karena aku masih kesal" jungkook berjalan ke arah tempat tidurnya kemudian merebahkan tubuhnya dikasur miliknya yang nyaman. Dia memang sangat lelah hari ini bukan hanya lelah fisik namun juga lelah hati.
"Iya iya aku tidak akan membicarakan dirinya lagi". Taehyung memang yang akan selalu mengalah untuk jungkook, walaupun taehyung selalu menjahili jungkook kalau untuk urusan mengalah dan mendahulukan kepentingan jungkook ia selalu menomor satukannya. "Kau mengantuk ya?"
Jungkook memang mulai merasakan kantuk, sudah berkali kali ia menguap bahkan sudah tidak fokus dengan ponselnya.
"Ya sudah ku matikan ya telponnya. Kau tidur lah yang nyenyak" Taehyung memberikan jeda sebentar untuk mendengar balasan dari jungkook namun tidak ada suara sama sekali, taehyung beranggapan bahwa jungkook ketiduran. "aku mencintaimu sayang" kemudian taehyung mematikan sambungan telponnya.
Sudah terlalu sering taehyung mengatakan cinta pada jungkook hanya saja jungkook tidak pernah tahu akan hal itu.
...
Pagi ini seperti tidak terjadi apa apa pada jungkook, ia bersiap ke kantor seperti biasanya. Bahkan waktu masih menunjukan pukul 06.00 tidak biasanya jungkook akan siap sepagi ini, karena biasanya akan terjadi drama hebat antara jungkook dengan ibunya.
Jungkook tidak bisa tidur dua malam ini karena ia masih terngiang perkataan taehyung yang mengatakan kalau ia mencintai jungkook. Tanpa di ketahui oleh taehyung malam itu jungkook masih dapat mendengar ungkapan cinta dari seorang Kim Taehyung. Bahkan rasa kantuknya langsung hilang karena ia benar benar terkejut mengetahui fakta bahwa taehyung mencintainya.
Selama dua hari ini jungkook juga memikirkan tentang hubungannya dengan hoseok, bahkan hoseok tidak memberikan kabar sama sekali pada jungkook. sedih memang ketika mengetahui kalau kekasihmu berselingkuh dengan sahabatmu sendiri, tapi dari pada merasa sedih jungkook lebih merasa marah pada keduanya. Ia juga tidak ingin menangisi orang yang kelakuannya brengsek seperti hoseok, jadi setelah ia memikirkannya ia memutuskan untuk menyudahi hubungan dirinya dengan hoseok dan mengikhlaskan hoseok dengan sahabatnya. Setelah itu ia tidak ingin lagi bertemu dengan keduanya.
Jungkook keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke meja makan untuk sarapan, ibunya bahkan heran karena pagi ini jungkook tidak membuat dirinya mengeluarkan tenaga untuk membangunkan dirinya.
"Tumben sekali kau sudah bangun kook, biasanya eomma harus menyeretmu untuk mandi"
Jungkook hanya tersenyum menanggapi perkataan eommanya. Ia kemudian mengambil roti yang sudah di oleskan selai cokelat oleh eommanya.
"Woaa hari apa ini? Tumben sekali kookie sudah bersiap". Jimin mengacak rambut jungkook kemudian ia duduk di sebelah jungkook untuk sarapan.
"Ish, jangan merusak rambutku yang berharga oppa". Jungkook membalas dengan memukul bahu kakaknya, Jimin hanya tertawa kemudian kembali mengacak rambut jungkook, membuat jungkook semakin keasal.
"Sudah cepat habiskan makanan kalian". Tuan Jeon yang baru sampai di meja makan dibuat pusing dengan kedua anaknya selalu bertengkar.
"Nde, appa". Jungkook dan Jimin kompak menjawab.
...
Jungkook masih menunggu bus yang akan ia tumpangi, bahagianya ia tidak perlu berlarian untuk mencapai halte karena biasanya jungkook akan kesiangan.
Jungkook duduk di halte sendirian, ia kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Ya sayang, ada apa? Pagi pagi sekali sudah menelpon". Hoseok, orang yang sedang dihubungi oleh jungkook adalah hoseok.
"Oppa bisakah hari ini kita bertemu? Hanya sebentar aku janji" jungkook sebisa mungkin menahan emosinya pada hoseok.
"Nde tentu saja, sepulang kerja bagaimana?"
"Itu terlalu lama oppa, bagaimana kalau saat makan siang?". Jungkook ingin segera bertemu dengan Hoseok untuk mengakhiri hubungan mereka.
"Yasudah ditempat biasa bagaimana?".
"Nde, sampai bertemu nanti siang oppa". Kemudian jungkook mematikan sambungan telponnya dan pas sekali dengan datangnya bus yang akan ia naiki untuk menuju kantor.
Jungkook segera menaiki bus yang sejak tadi ia tunggu, karena penuh ia pun harus berdiri dan berdesakkan dengan penumpang lainnya, sialnya lagi hari ini jungkook menggunakan pakaian kerja yang ehm bisa dikatakan lumayan menonjolkan lekuk tubuhnya.
Jungkook risih karena beberapa pria yang berada di sekitarnya dengan sengaja menubrukkan tubuhnya ke tubuh jungkook, ia sudah bersiap untuk mengeluarkan segala sumpah serapah untuk pria brengsek yang ada di sekitarnya namun tiba tiba lengannya di tarik seseorang yang berada di belakang jungkook. Jungkook terkejut ketika tahu siapa yang sudah menarik lengannya dan menjauhkan dirinya dari para pria brengsek yang berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Astaga taehyung, bagaimana bisa kau ada disini?"
"Wae? Memangnya aku tidak boleh menaiki kendaraan umum?". Taehyung balik bertanya pada jungkook, kemudian taehyung memposisikan jungkook berada di belakang tubuhnya.
"Bukan begitu hanya saja aneh sekali melihat dirimu menaiki kendaraan umum. Kemana mobilmu?"
"Ish kenapa jadi banyak tanya, dan kau bagaimana bisa menggunakan pakian seperti ini". Taehyung memutar tubuhnya menghadap ke arah jungkook kemudian ia melepaskan jasnya dan mengikatkannya di pinggang jungkook agar paha mulus jungkook tertutupi.
"Hehehe aku pikir bus akan sepi jadi aku menggunakan rok ini saja, ternyata ramai".
"Tidak peduli bus akan ramai atau tidak, kau tidak boleh menggunakan pakaian seperti ini lagi. Kau paham kan?". Jungkook menganggukan kepalanya tanda ia paham dengan perkataan taehyung.
Kantor jungkook dengan taehyung memang satu arah hanya saja jarak kantor taehyung lebih jauh dari kantor jungkook.
"Ah iya tae, siang nanti aku akan bertemu dengan hoseok"
Taehyung menoleh ke arah jungkook "masih ingin bertemu dengannya?". Jungkook menggelengkan kepalanya kemudian ia menyenderkan kepalanya di bahu taehyung.
"Harus tae, aku ingin mengakhiri hubungan kami"
"Baguslah kau memang harus mengakhiri hubungan kalian, jadi aku bisa segera melamarmu". Jungkook menjauhkan kepalanya dari bahu taehyung kemudian ia jadi salah tingkah sendiri, dia jadi teringat akan ungkapan cinta taehyung padanya tempo hari.
Sebentar lagi jungkook akan sampai di kantornya, ia bersiap untuk turun saat akan melepaskan jas milik taehyung tangannya di tahan oleh si pemilik jas
"Jangan dilepas, kau pakailah sampai dalam".
"Aku duluan yah tae, kau berhati hatilah" kemudian jungkook turun dari bus yang di tumpanginya, ia juga melambaikan tangannya ke arah taehyung.
...
"Eonni..." Jihoon berlari kecil menhampiri jungkook.
"Tidak usah berlari seperti itu hoon-ah".
"Hehehe, bagaimana dengan kencanmu?"
"Aku sudah putus dengan kekasihku dan jangan bertanya apapun lagi padaku. Okay". Jihoon mengangguk lucu sebenarnya banyak yang ingin ia tanyakan pada jungkook hanya saja nyalinya ciut saat melihat aura jungkook yang berubah menyeramkan.
Jungkook dan jihon berjalan beriringan menuju ke ruangan mereka. Mata jihoon tertuju pada jas yang melingkar di pinggang jungkook ia ingin bertanya hanya saja ia ragu tidak lebih tepatnya ia takut kena omel jungkook karena banyak bertanya.
"Ini jas milik taehyung". Seolah tahu apa yang dipikirkan jihoon, jungkook menjelaskan jas siapa yang melingkar di pinggangnya.
"Hehehe eonni kau tahu saja aku ingin bertanya tentang jas yang kau pakai"
"Terlihat jelas di keningmu". Kemudian jihoon reflek menyentuh keningnya membuat jungkook tertawa karena ulah jihoon.
Jungkook dan jihoon memiliki perbedaan usia dua tahun, jihoon awalnya hanya mahasiswi magang di kantor jungkook namun karena jihoon memiliki keahlian yang baik saat lulus kuliah ia langsung di minta untuk bekerja disana. Saat awal masuk kerja jungkook lah satu satunya orang yang menyapa jihoon duluan, jungkook juga yang banyak memberi arahan pada jihoon, semenjak itu mereka menjadi sangat dekat.
...
Pekerjaan jungkook hari ini hanya sedikit, karena sudah ia cicil di hari sebelumnya. Sepanjang hari jungkook selalu melihat jam tangan miliknya ia tidak sabar untuk bertemu dengan hoseok. Sesekali ia menggerutu karena waktu lama sekali berlalu.
"Eonni, makan siang nanti bagaimana kalau kita mencoba cafe baru di sebrang kantor? Sepertinya sih enak".
"Maaf hoon-ah aku sudah ada janji untuk bertemu dengan seseorang, kalau besok bagaimana?"
"Bertemu siapa? Taehyung oppa?". Jungkook hanya memicingkan matanya tajam ke arah jihoon "ehmm eonni sepertinya memang lebih baik besok saja kita mencoba cafe baru itu" Jihoon dengan cepat meninggalkan jungkook, diam diam sebenarnya jungkook menahan tawanya.
11.30 a.m
Jungkook bersiap untuk pergi menemui hoseok, sebelumnya hoseok mengirim pesan pada jungkook kalau ia sudah berada di cafe favorit mereka. Tidak lupa jungkook menggunakan kembali jas milik taehyung untuk menutupi pahanya yang terekspos.
Jungkook sampai di cafe yang menjadi cafe favorit dirinya dan hoseok, ia bisa melihat sosok hoseok yang duduk membelakangi dirinya, jungkook dengan cepat menghampiri hoseok yang belum menyadari kehadiran jungkook.
"Oppa, maaf apa menunggu lama?" Jungkook kemudian duduk di kursi yang letaknya berhadapan dengan hoseok
"Bahkan jika aku harus menunggumu seribu tahun pun aku mau sayang" dulu jungkook akan merasa senang jika hoseok mengatakan kalimat kalimat seperti itu tetapi sekarang berbeda rasanya jungkook ingin muntah mendengar kalimat gombal dari hoseok.
"Ah ngomong ngomong ada apa kau ingin bertemu? Rindu ya? Maaf sayang akhir akhir ini aku sangat sibuk jadi sulit menghubungi dirimu". Hoseok menggenggam tangan jungkook, sedangkan jungkook mencoba untuk tidak menarik tangan yang di genggam oleh hoseok.
"Oppa, aku ingin mengakhiri hubungan kita"
"Wae? Kenapa tiba tiba seperti ini?" Hoseok semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan jungkook.
"Aku sudah tahu kau memiliki hubungan dengan wanita lain". Jungkook melepaskan genggaman tangan hoseok "maka dari itu biar aku yang pergi, kau berbahagialah dengannya jangan lagi menyakiti hati wanita manapun". Jungkook berdiri dari duduknya kemudian meninggalkan hoseok di tempatnya. Hoseok yang sadar dengan keadaan mencoba mengejar jungkook.
Jungkook merasa ada yang menarik lengannya kuat, ia menoleh ke belakang dan ternyata hoseok lah pelakunya
"Aku tidak mau putus, kau salah paham sayang aku tidak mungkin memiliki hubungan dengan seulgi". Hoseok mencoba menjelaskan
"Lihat kau menyebut nama seulgi, bahkan tadi aku tidak menyebut nama seulgi dan kau sekarang menyebut namanya" Jungkook membuat hoseok terdiam
"Aku tidak mau hubungan kita berakhir kook, kumohon". Hoseok masih mencoba mempertahankan hubungan mereka.
"Tapi aku ingin berakhir". Jungkook mencoba menarik lengannya dari hoseok tetapi hoseok mempererat genggamannya pada lengan jungkook, membuat jungkook meringis sakit.
"Lepaskan dia hoseok-ssi". Jungkook dengan cepat menoleh ke arah sumber suara, dia terkejut ketika taehyung berdiri tidak jauh dari dirinya dan hoseok.
"Ck, kau lagi. Kau ini sebenarnya mau apa? Kenapa kau selalu mencampuri urusan kami". Hoseok melepaskan genggamannya pada lengan jungkook, kemudian ia maju ke arah taehyung dan menarik kerah kemeja taehyung.
"Kau yang sebenarnya mau apa? Kau, sudah ku peringatkan untuk tidak menyakiti jungkook dan ternyata apa? Kau menyakitinya berkali kali, aku sudah memberikan kesempatan padamu tapi untuk kali ini tidak lagi". Taehyung melepaskan tangan hoseok dari kerahnya dengan sekali sentak.
Jungkook berusaha melerai taehyung dengan hoseok, ia menarik lengan taehyung untuk segera pergi meninggalkan hoseok.
"Tae sudah ayo kita pergi dari sini". Jungkook berusaha menarik lengan taehyung.
"Kau, jangan harap bisa bertemu dengan jungkook lagi". Taehyung mendorong hoseok sampai tersungkur kemudian menarik tangan jungkook untuk pergi meninggalkan hoseok.
Hoseok masih berusaha meneriaki nama jungkook agar tidak pergi meninggalkan dirinya, namun jungkook tidak menghiraukan panggilan dari hoseok.
...
"Kau tidak apa tae?"
Taehyung kemudian menghentikan langkahnya dan memeluk jungkook
"Bodoh, aku yang seharusnya bertanya padamu. Apa kau tidak apa apa?". Jungkook membalas pelukan taehyung kemudian ia menganggukan kepalanya.
"Aku baik tae, tenang saja".
"Jangan bertemu lagi dengannya". Taehyung melepaskan pelukannya pada jungkook.
"Iya aku juga tidak ingin bertemu lagi dengannya, omong omong tae apa maksud perkataanmu tadi?"
"Perkataanku yang mana?".
"Yang kau sudah memperingatkan hoseok untuk...". Taehyung membekap mulut jungkook
"Tidak usah banyak tanya, sudah sana kembali ke kantormu aku juga akan kembali ke kantorku". Taehyung kemudian berjalan meninggalkan jungkook.
"Ya! Jelaskan dulu padaku". Jungkook berlari ke arah taehyung, ia penasaran dengan perkataan taehyung tadi pada hoseok "Tae, cepat jelaskan padaku". Jungkook masih tidak menyerah pada taehyung.
"Sini aku jelaskan padamu" taehyung menghentikan langkahnya, kemudian menyentuh pundak jungkook dengan lembut
"Sabtu nanti, aku akan datang kerumahmu dengan orangtuaku". Jungkook hanya terdiam mencerna perkataan taehyung
"Mwo?"
Taehyung tersenyum melihat jungkook yang terdiam karena terkejut dengan ucapannya, ia mengacak rambut jungkook kemudian pergi meninggalkan jungkook.
Sedangkan jungkook ia masih tidak percaya dengan ucapan taehyung, ia meyakinkan dirinya sendiri kalau taehyung tidak akan mungkin melamar dirinya.
tbc...
