Title : Jealousy

Pairing : KenZai alias Kenya x Zaizen

Rate : T

Warning : Shounen-Ai! You've been warned


Jam dua lewat lima belas menit.

Zaizen mendesah. Senpai-nya masih saja belum datang. Yah, dia sadar juga sih, Kenya kan memang orang yang tak pernah absen mendapat hukuman lari keliling lapangan dari Shiraishi gara-gara kebiasaan jam karetnya itu.

Tapi ini kan soal lain! Masa janjian sama ceweknya pun dia tidak bisa datang tepat waktu! Dan—Ya Tuhan—malah Zaizen yang sekarang sedang menemani Ayako!

"Kau tidak pesan minuman dulu, Zaizen-kun?" Ayako bertanya pelan. Hari ia tampak 'manis'—Iya, harus Zaizen akui dia memang manis! Huh!—dengan menggunakan dress simple berwarna krem dan sweater abu-abu rajut.

"Uhm, tidak."

Hening. Zaizen menatap keluar café melalui kaca tipis di samping meja mereka. Jujur saja, Zaizen merasa kurang nyaman berada di dekat Ayako. Semua orang bilang kalau Ayako itu gadis yang baik, cantik, dan perhatian. Tetapi tetap saja, di mata Zaizen. Gadis inilah yang telah 'merebut' semua perhatian Kenya padanya.

"Eem… Aku dengar Zaizen-kun bisa bermain alat musik yah?" Ayako lagi-lagi membuka pembicaraan.

Alat Musik? Darimana Ayako tahu? Pikir Zaizen

"Yah, sedikit." Jawab pemuda beranting itu singkat. "Aku tidak pan—"

"Bohong!" Seru gadis itu sambil tersenyum tipis.

"—Hah?"

"Waktu kelas 1 SMA kakakku pernah melihat Zaizen-kun bermain bass di festival sekolahnya. Katanya permainan Zaizen-kun bagus sekali! Sepulang dari rumah baru kali itu aku melihat kakak begitu antusias. Kau ingat pernah ikut festival?"

Apa-apaan sih? Kakaknya?Kok… tiba-tiba nyambung kesitu?

"Aku banyak mengikuti festival. Tidak hapal. Ehm… kakakmu itu.. cewek?" Tanya Zaizen

"Cewek? Ah, tidak! Bukan, bukan. Dia itu cowok, memang pada dasarnya kakak sangat menyukai musik, sih. Setelah melihat Zaizen-kun bermain bass tahun lalu kakak terus saja memuji-muji kalau Zaizen-kun itu jenius!"

Wajah Zaizen tiba-tiba memerah seperti kepiting rebus mendengar pujian yang dilontarkan untuknya. A-aku? Jenius? AH! Kendalikan dirimu, Zaizen!

"Tahun lalu?"

"Mhmm!" Ayako mengangguk. "Tahun lalu Zaizen-kun ikut festival di Tokyo kan? Nah, itu sekolah kakakku! Sekarang sih, aku dan kakakku sudah pindah ke sini…" jelas Ayako.

Zaizen mengernyit. "Kamu murid pindahan?"

"Iya. Belum tahu ya? Aku pindah sekitar satu semester yang lalu."

Zaizen baru tahu kalau ternyata gadis ini murid pindahan. Tokyo? Kalau tidak salah dia memang pernah mengikuti festival di SMU Johnan, Rupanya itu sekolah kakaknya ya? Pikir Zaizen. Tiba-tiba ia menyadari sesuatu. Anak SMU kok ngefans sama anak kelas 1 SMP? Jangan-jangan pedo?

"Zaizen-kun kapan-kapan bisa bertemu dengan kakakku kan?" Pertanyaan Ayako membuyarkan lamunan Zaizen.

"Ung, aku tidak tahu. Aku sangat sibuk belakangan ini." Zaizen berbohong. Apanya yang sibuk? Sepulang dari latihan klub tennis dia langsung pulang ke rumah, masuk kamar, dan mendengarkan CD lagu-lagu band British sambil tidur-tiduran tidak jelas. Itu sih namanya 'sibuk nganggur'.

"Oh… begitu. Sibuk, ya…" kepala Ayako langsung tertunduk. Sepertinya dia sedih karena Zaizen tak bisa menemui kakaknya.

Ah, untuk apa Zaizen menemui kakaknya? Jangan-jangan kakak Ayako itu fanboy fanatiknya! Atau lebih parah lagi, seperti yang Zaizen duga sebelumnya, pedophile! Bagaimana kalau ketika Zaizen menemuinya tiba-tiba ia langsung menjerit-jerit sampai mulutnya berbusa? Okey, pikiran Zaizen mungkin agak berlebihan. Tapi ia harus tetap berhati-hati kan? Akhir-akhir ini loker Shiraishi selalu dibanjiri surat cinta dari penggemar cowoknya. Mengerikan. Dan Zaizen kemarin baru saja mendapatkan sebuah surat beramplop pink di lokernya. Tanpa membacanya Zaizen langsung merobek dan membuangnya ke tong sampah klub. Menghirup wangi parfum dari amplop itu saja sudah eneg apalagi membaca isinya!

Lagipula, kenapa ia jadi tiba-tiba bisa ngobrol akrab begini dengan Ayako? Padahal baru kemarin rasanya ia ingin melempar sepatu converse hitamnya ke wajah Ayako yang pulang bergandengan tangan dengan Kenya-senpai miliknya.

Tunggu, Kenya-senpai miliknya? Ah—pikirannya mulai kacau!

"Maaf, ya." Ucap Zaizen.

"Tidak apa-apa. Kalau memang sibuk yah, memangnya bisa diapakan?" Ayako tersenyum. Sekali lihat saja Zaizen sudah langsung tahu kalau itu adalah senyum yang dipaksakan. Emang penting bertemu kakakmu?Ucap Zaizen dalam hati

Mereka kembali terlarut dalam keheningan. Zaizen melirik jam tangannya. Sudah hampir jam 3 sore! Kemana Kenya? Tidak biasanya terlambat sampai lebih dari setengah jam. Ia melirik ke arah Ayako. Gadis itu juga sepertinya sudah mulai bosan menunggu Kenya. Es krimnya sudah habis sejak tadi.

"Hei, maaf lama menunggu ya!" Seru seseorang dari arah pintu masuk

Ayako dan Zaizen berbalik ke arah suara itu.

"SENPAI!"


Hayoooh... wat hepen to Kenyaaa?

Sori pisanlah ini chap dikit pisan. Ngebut ngetik ga nyampe 1 jam. Udah 2 bulanan ga buka FFN dan sibuk sama urusan sekolah. Tsk.

Bikin fic-pun hanya rpf yg dipublish di FB. T_T

Maafkan saya ya, menelantarkan FFN dan fic ini. hiks.. ;A;

Eniwei makasih banget buat para pe-review alias Ayumi-chan, nymphell, dan applecoffeecake. MAKASIH BANYAK BEGETE SUMPEEE AYE TERHARU *lebe*

buat applecoffeecake : Ehehe... tadinya juga mo dibuat seperti itu. Ayako-nya suka sama Zaizai, tapi kurang rumit! Aku sukanya yang rumit! Jadi tunggu saja yah!