Untouchable
.
Massstar
remake by Seoglyu Yeowang
.
Main Cast : Xi Luhan and Oh Sehun.
.
Genre: Drama, Frantasy
.
Length: Chaptered
.
Rate: T to M
.
Warning: GS, Typo(es) and Remake from Webtoon
.
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
Summary: Xi Luhan adalah vampire masa kini yang tidak lagi meminum darah. Ia menyerap energi manusia dengan cara menyentuh tubuh mereka. Sejak bertemu Oh Sehun, Luhan sangat ingin menyentuh tubuh pemuda itu... sayangnya Sehun si pecinta kebersihan tidak mau disentuh olehnya.
.
"astaga! Hampir saja, aku pingsan!"
"setelah memberiku tanda tangan, dia juga menyalamiku, lho. lalu tiba-tiba kakiku lemas!"
"aaahh… ngomong-ngomong, kai, dia itu keren sekali!"
"aku lebih suka yeollie. Rambut pirangnya itu lho… terlihat sangat aahh…"
"aku pasti akan datang lagi jika mereka mengadakan fans meeting lainya."
Terdengar percakapan dua remaja yang bersekolah di salah satu sekolah menengah atas di seoul lengkap dengan seragam sekolahnya, mereka baru saja menghadiri fans meeting idolanya beberapa saat yang lalu.
"eh?" ucap salah satu gadis menghentikan ucapan temannya. "lihat dia, gadis dengan koper merah itu cantik sekali." Tunjuk gadis itu pada seorang wanita yang berada di halte yang terletak beberapa meter darinya berada.
"astaga, apa dia seorang artis? Atau mungkin seorang model? Modis sekali, sangat cantiik…" puji temannya. "lihatlah wajahnya, putih sekali. Matanya lebar." Lanjutnya memuji.
"dia tidak terlihat seperti seorang manusia ya? Kau lihat tidak? dia, terlihat seperti. . . hmmm. . ."
"vampire?" tebaknya
"hush! Dia bisa mendengar kita!" "ya, benar. Aku juga berpikir begitu. Seperti cerita komik, mereka mungkin sungguh ada. menjalani hidup abadi, vampire yang berdarah dingin menghisap manusia!"
"seksi sekali…"
"ah, benar… mereka benar-benar seksi…"
"permisi." Ucap sang objek yang sejak tadi mereka bicarakan. "mereka itu tidak minum darah 'tetapi soal seksi itu benar' mereka tidak meminum darah lagi. Kalian pikir mereka hidup di zaman apa?" wanita itu terus saja berbicara tanpa memperhatikan ekspresi dari lawan bicaranya.
"kau dengar itu?"
"mengerikan."
"kita pergi saja yuk." Kira-kira begitulah,
"dia cantik, tapi sinting. Yuk kita pergi."
'aku ini… "aku tidak sinting…" … seorang vampire.'
.
.
.
Untouchable
Chapter 1: Aku jadi kacau!
.
"ah, ini dia! Sampul majalah pertamaku." Ucap seorang wanita ketika berhasil menemukan sebuah majalah dengan dirinya yang menjadi salah satu model sampulnya. "baru saja terbit hari ini. Bagaimana penampilanku di foto ini?" gumamnya.
Jika kalian mendengar kata "vampire" mungkin yang kalian bayangkan adalah sosok yang terlihat disampul majalah style cut edisi bulan april. Seseorang berwajah pucat dengan gigi taringnya yang suka menghisap darah. Tetapi vampire di dunia itu berbeda dengan yang ada di buku cerita. Sebagai keturunan langsung dari vampire kuno, vampire zaman sekarang lebih mirip manusia. Ya, mereka tetap mewarisi gen untuk paras yang rupawan guna memikat lawan jenis. Tetapi mereka tidak meminum darah dan hidup abadi. mereka telah berevolusi, jauh berubah. Kini mereka hidup dengan menyerap energy tubuh manusia, melalui sebuah sentuhan. Lebih mudah bukan? Dan tidak terlihat mencolok.
"akhir-akhir ini aku sering pusing dan lemas, aku tidak tahu kenapa." Ucap sang wanita yang berada beberapa meter dari ku
"ah, mungkin anemia. Yuk, aku antar pulang. Kau istirahat saja." Jawab seorang pria disampingnya yang kini sedang menggenggam tanganya.
"iya, terima kasih…"
Luhan's POV
"dasar sialan. Kau tau bukan penyebabnya kenapa. Menyingkirlah darinya." Gumamku melihat kejadian tersebut. Lihat, masih banyak yang lainnya bukan? Karena sebuah sentuhan terlihat sangat normal, manusia bahkan tidak menyadari keberadaan kami.
Ah, aku cerita seperti ini bukan untuk pamer. Tetapi aku, Xi Luhan, 22 tahun, tidak pernah gagal memikat pria. Karena apa? Karena aku cantiik….
"aku ambil ini." Aku memutuskan untuk membeli majalah tersebut
"ini 12 dollar." Ucap namja yang berada di kasir. "bisakah anda menandatangani…."
"maaf aku sibuk…" 'ah dia pasti ingin memintaku untuk menandatangani majalahya juga'
"maksudku, menandatangani slip pembayarannya."
"eh, ya… maaf." 'dasar bodoh kau xi luhan.'
… tetapi semua orang punya jalan hidupnya masing-masing. Begitu juga dengan ayahku. Ayahku memutuskan untuk menjadi seorang pendeta. Pendeta yang terkenal mementingkan kedamaian dan pengendalian diri. Beliau selalu mengawasiku, memaksaku untuk menyerap energy seminimal mungkin untuk bertahan hidup. Dan inilah yang menyebabkanku meninggakan rumah.
"Aku tidak mau seumur hidup hanya memegang tante-tante" oceh ku. maafkan aku ayah. Kita hanya hidup sekali, jadi aku ingin menikmati hidup.
"aku harus menelpon makelarnya, sebelum pindah ke rumah baru. Berapa ya nomornya?" gumam ku sambil terus mencari kontak seseorang tanpa memperhatikan jalan
Brukkk~ terdengar bunyi pundak saling bertubrukan
'eh- ' "aduh maaf ya, kau baik-baik saja? Aku tidak melihat jalan. Biar ku bantu." Ucap ku saat melihat buku sang pemilik yang ku tabrak berceceran di jalan.
"tidak apa. Jangan sentuh itu!" cegahnya saat melihatku ingin mengambil bukunya.
"eh… tapi…" sshhh~ telapak tangan kami saling bersentuhan. slah bukunya berhasil direbut
"yang tadi itu apa?" "dia… berbeda!" gumam ku sesaat setelah pegangan tanganya terlepas
"hei, hei! Tunggu dulu!" ucap ku ketika melihatnya mulai melangkah pergi.
'sekali lagi… aku ingin menyentuhnya sekali lagi' "tunggu..!" 'aaah…. Sinar matahari. Aku lupa kacamata hitamku. Tidak apa jika aku terkena bawang dan salib. Tetapi, terkena matahari langsung membuat ku….'
"HACHUUUUUU…. HACHUUU… HACHUUU…. " …. Bersin'
'apa?' pijakan ku bergeser ketika bersin sehingga membuatku sempoyongan.
"aaahhh! ~" itu bukan suara desahan, reflekku ketika tak berhasil mempertahankan keseimbangan tubuh ini.
'astaga! Bahaya!' kulihat seorang anak kecil tengah berlari dan salah satu buku yang dibawa oleh pria itu terjatuh hendak mengenai kepalanya.
AAAAHHHH… BRUKK!
INI SANGAT MEMALUKAN
"…ma.. maafkan aku…" gumamku sesaat setelah terjatuh dengan keadaan bersimpuh dihadapannya.
.
.
.
To Be Continue
.
Hueeeee aku gak nyangka kalo ngeremake jauh lebih sulit dibanding dengan menulis 'karya sendiri' gimana hasilnya chapter ini? Aku ngerasa berantakan banget. Karena gak sebanding dengan respon kalian yang bener-bener waaahhh…. Rencananya aku mau buat ini sama dengan versi aslinya. Ada yang punya saran untuk kakaknya lulu? Silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran.
.
.
.
See you soon, annyeong
