PROLOG_2

Wristwatch,Romance

Fairy tail © hiromashima

Author:SSaphira

Genre : romance and friendship

*NATSU X LUCY

*

*

*
*

"Lima puluh juta.."

"Whaat?" lucy mengernyitkan dahi tak mengerti.

" lima puluh juta" cowok itu menatap Lucy dekat,semangkin merendahkan " Itu harga jam tangan milik saya" ucapnya tersenyum evil smrik…

.

.

.

.

.

"Hnn~"

Lucy berjalan malas menuju kantin. Maklum saja, saat tadi pagi ia begitu mendapatkan sebuah cobaan. Kakinya yang melangkah dengan lambat. Terasa seperti tak ada energy yang keluar. Segerombolan siswa yang berlari dengan cepat menuju kantin. Mengapa dominan pergi keluar kelas? Tentu, saat itukan waktunya istirahat. Siang terik tetap membuat gadis itu mangkin layu.

Sampai…

"Luchan..!" teriak cewe berambut biru muda yang di bandu. Tak lupa pula ia membawa scenario untuk dikirimkan ke procedure.- Levy-

"Oii.. Lucy, ohayou?!" kini bergiliran dengan seorang cewe berambut putih panjang yang sedang menghapalkan kertas yang ia pegang.-Mira-

"O..Ohayou ,minna.." ucap lucy lesu.

"Lu-chan, cepat duduk di sebelahku.." ajak Levy yang yang tersenyum dan merasa aneh dengan Lucy-sahabatnya-. Mana ada sahabat yang tiba-tiba cuek kaya gitu, saat lihat sahabatnya menderita. Menanggung beban hidup. (mungkin ada?')

Lucy membalas dengan senyum tipis namun manis.. tidak semanis gula..

"Ada apa, Lucy?" Tanya mira salah satu sahabatnya.

"ahh~ tidak ada apa-apa kok, jangan cemas.." ucap lucy dengan santai.

" Lu-chan, kalau ada masalah bilang..masa mau di pendem sih?"

"Benar nggak ada apa-apa kok " ucapnya yang lagi-lagi senyum.

" Lucy! Kalau kamu nggak mau cerita. Berarti kamu menganggap kami bukanlah sahabatmu.." ucap Mira yang menunjukkan wajah amarah.

"iya! Berarti kamu benci sama kita.." ucap levy yang malah ikut-ikutan membantu Mira.

"B..bukan begitu ,lho..a..aku"

"Jadi..kamu nganggap kita musuh?" Tanya Mira yang kini menakutkan.

" Tidak.. bokura wa tomodachi desu."

" Kalau begitu buktikan" dengan serempak Levy dan Mira mendekat kewajah Lucy .

Ia terasa tertekan dengan kelakuan sahabatnya. Sudah banyak pikiran. Ini , itu, sana, sini. Otaknya yang udah cape. Hatinya yang masih gemetar dengan kejadian tadi dan sekarang. Tanpa pikir panjang…

" B..baik.. akan aku ceritakan.." ucap Lucy menyerah.

.

.

.

.

.

.

Flashback…

" Oke aku akan mengganti short cake-mu. Tapi kamu juga harus mengganti jam tangan milikku.." ucapnya yang terlihat merendahkan. Emangnya lucy tidak mampu gitu? Palingan itu banyak dipasarkan di senayan(?) kecillaaah…

"Okeee.."

"Lima puluh juta.."

"Whaat?" lucy mengernyitkan dahi tak mengerti.

" lima puluh juta" cowok itu menatap Lucy dekat,semangkin merendahkan " Itu harga jam tangan milik saya" ucapnya tersenyum evil smrik…

" Whaat? Jangan bercanda?!" protes Lucy " Lagipula aku ini anak sekolah.. mana mungkin bisa mempunyai uang sebanyak itu?!" lanjutnya..

" Apa bedanya? Aku juga anak sekolah.." kata pemuda itu dengan santai.

"Tapikan, aku dan kamu tuh beda tahu!" protes Lucy.

"Kalau kamu tidak mengganti rugi jam tanganku. Satu jalan lain, hanyalah ke kantor polisi.." ucapnya yang tiba-tiba pergi keluar toko itu.

Keringat dingin membasahi tubuh mungil lucy. Badanya gemetar. Entah mengapa? Padahalkan yang salah cowok rese itu. Kenapa jadi merasa bersalah seperti ini?.. dia sendiri nggak tahu jawabnya apa..

"B..baik… aku akan mengganti jam kamu… tapi perlu waktu yang lama.." ucap Lucy.

" Oke.. aku setuju.. kalau begitu satu syarat, karena kamu akan menggantinya lama.. aku akan menyita kartu pelajarmu.."

"Whaat?!"

" Aku sita kartu pelajarmu sekarang .. atau.."

" Ti..tidak..tidak, baik aku bakalan kasih kartu pelajarku.." Segera Lucy membuka tasnya dan mencari kartu pelajarnya. Akhirnya ia temukan.

"I..i.. .." ucap lucy merinding.

" Baiklah.." ucap cowok rese itu dengan evil smriknya …

' Lucy.. kamu ngapain? Masa ngasih kartu kamu untuk cowok rese sial itu sih?' lucy kamu ngapain sih?'

Kini Lucy stress yang hampir defresi dan akhirnya akan menjadi stress akut.. (amit-amit dah..). ia menjambak rambut pirangnya dan terjatuh di lantai itu. Sang chef hanya melihat pasrah pelanggannya itu.

.

.

.

.

Off flashback..

"Eeeeehh?!" teriak mereka kompak.. siapalagi? Kalau bukan Levy dan Mira.

"-_-"

" Jadi.. kamu langsung aja ngasih tu kartu?!" Tanya Levy yang ikut-ikut stress.

" Apa nggak salah? Kalau kamu nyerahin tu kartu. Kamu nggak akan boleh ikut perlombaan cerpen , baca puisi atau mengarang… itu gawat..Lucyyy" dan akhirnya Mira pun ikut stress.

"TT_TT.. Aku juga tahu…." Ucap Lucy" Bagaimana ini?" lanjutnya.

"Tapi.. tunggu.. apa memang harga jam itu segitu?"

" Emangnya ada, ya? Jam yang kaya gitu"

"Mana kutahu.."

Teep ..

Teep ..

Teep ..

Tiba-tiba terdengar suara langkah sepatu menuju mereka. Mereka dengan otomatis melihatnya.. seorang gadis berambut biru yang hanya sebahu yang membawa tabloid masalah fashion. Dan juga atlit renang yang handal disekolahnya.. ia juga termaksud sahabat lucy. Siapa lagi?- Jubvia-

" Minna… ada info keren nih.." ucapnya bahagia.

"What is that?" Tanya Levy ..

" Ini dia.." teriaknya sambil memperlihatkan gambar itu ke mereka.. " Ini jam tangan terbaru yang diolesi mutiara dan batu zamrud plus batu safir biru yang kemilau.."

Mereka bertiga yang melihat hanya menganga..

"Dan.. lebihnya lagi. Ini di jual hanya di London. Pertama kali di London." Lanjut Jubvia yang tak melihat raut wajah stress sahabatnya itu.

"be,,berapa harganya?" Tanya mira.

"kalau di hitung pake mata uang jepang. Harganya 50 juta Yen.." jawab Jubvia senyum. " ini hanya model cewenya.. kalau cowonya.. kaya yang disamping model cewe itu.." lanjutnya lagi..

"Whaaaatt?!" teriak mereka berdua kecuali lucy.

Keringat dingin membasahi raut wajah Lucy.

' jadi itu benar.. jam tangan model cowoknya sama kaya .. sama persih dipake cowok rese itu… bahaya…..'

" Bagaimana ini, Lu-chan?"

"Bagaimana ini?"

"T_T"

" Ada apa sih?" tanay jubvia dengan wajah kefo..