Naruto Shippuden : The Legends Of Orange Ninja © Ian Namikaze

Rate : T

Genre : Andventure, Romance & Hurt/comfort

Pairing : [Naruto U. & Fem! Haku Y.]

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning!

AU, gaje, abal, OC, OOC, sarat denganmisstypo,smart andstrong naruto, alur cerita kurang jelas, ketikannya tidakjelas, Gender Bender, Time Traveller, Dll.

Summary :

Anggap saja ini adalah season dua dari Naruto: The Legend Of Orange Ninja.. Setelah dua setengah tahun Naruto pergi berlatih bersama Jiraiya akhirnya diapun kembali ke Konoha, kini Naruto sudah semakin kuat, tapi apakah itu yang akan membuatnya menjadi seorang legenda atau justru sebaliknya? Bad Summary. Warning! (Fem Haku). (Mungkin mengandung sedikit Time Traveller)

A/N: Selamat Pagi/Siang/sore/malam lagi Rader's, hehehe maaf ya kalo ficnya ngaret lagi, sebenernya ficnya siap di publish tapi malah gak ada pulsa jadi susah :D tapi tanpa banyak cincong di Author Note's kali ini saya aka membahas beberapa review di chapter sebelumnya, yosh...

- Namikaze Dragneel : Arigatou, atas perhatiannya :) okk!

- Namikaze Ranto : Arigatou, siap akan saya lanjutkan :)

- Dark Namikaze Ryu : klo musuh utama di season ini sih kelompok Shinigami tapi lebih tepatnya sih Uzumaki Arashi. Ok. Siap Ryu-san :D

- uchiha drac : Okeey :)

- Kirisaki Shin : Nani? Emang kapan di tangkapnya? Soal itu kyaknya Author kelupaan, tolong bisa beritahu chapter berapa Haku di tangkap? Hehe gomen ya -_-" T.T

- Yuuki Tokabito : Ok, Taokabito-san :)

- Black I'd : ok, dibuat overpower mungkin.. :)

- A'Raion No Sun : ok, ok :)

- anggraxl : Hahaha, gomen ya kalo jadi nambah bingung :D

- Jims001 : Ok, siap :D

- nanaleo099 : Siap, ok :D (kok perasaan cuman dibalik?)

- Ae Hatake : mungkin, tapi bisa saja bakal dibalik :D

- Vin'DieseL No Giza : arigatou, bos! :)

- : ya siap okk :)

- KamikazeAgust : soal Doujutsu mungkinDi chapter-chapter berikutnya :)

- lutfisyahrizal : Ookey :D

- : siap, bozz :)

- Blood D. Cherry : ? Ok siap :D

- altadinata : mereka itu organisasi tapi hanya saja sebenarnya dibagi 2 divisi tapi mungkin nanti akan di bagi kelompok untuk misi berikutnya :) Ok, siap :)

- Nokia 7610 : ok siap :)

- Akagawa shinn : arigatou :)

- Monkey D nico : Ah, siap nico-san :)

- 7 : oh, soal itu! Klo pedang Kusanagi milik Menma itu adalah Kusanagi ular sementara Naruto itu adalah Kusanagi Kitsune (Kurama) :)

- Saladin no jutsu : oookkkeeey :D

- Hadinamikaze : siap :D

- Naminamifrid : Fuuton dan Meiton (bisa nambah hahaha), Menma bisa di katakan sepupu dari Naruto dan Haku :) 19 . (Divisi 9 no Kami ) Yamata no Orochi, Kaku, Raijuu, Hokou, Sokou, Isonade, Nekomata, Tanuki (Shukaku), (tambahan) Tsuchinoko, (Divisi Oni) Ushi Oni, Kuroi Oni, Aka Oni, Ao Oni, Tora Oni, Oni baba, Oni jiji, Yōkai, kappa, tengu.

- Akira No Sikhigawa : Ookey :)

- Blue-Temple Of The King : okeey, siap ! :)

- oioi : hehe gome ya klo ngaret :)

- koga-san : hahaha, ya begitulah.. Ookey :)

- wsa krisna : siap Krisna-san :)

- Guest : Ok, siap lanjutt :)

- Guest : Arigatou, ok :)

- MF Dark Youko : siap! Maksudnya apa Youko-san saya kurang paham dengan pertanyaannya? Hehehe :)

- Ninja Janda : yo! :)

- : ok, ok :D

- ryuzaki : Arigatou, hehe Naruto memakai Jikukkan Uzu ketika dia berumur 5 tahun, nanti mungkin ada penjelasannya di chapter depan dan kemungkinan chapter depan isinya cuman flashback hehehe :) gapapa kok Author suka di tanyain :)

- ahmadbima27 : ooke !

- syidik NH : hehehe! Gomen klo gak ngerti sama ceritanya, tapi Arigatou klo ceritanya seru.

- Bagus A Namikaze : ah? Soal itu, kayaknya nggak ada tapi klo adapun mungkin akan di sensor aka tidak di tulis :)

- Satomi Rentaro : Arigatou, iya.. Mungkin nanti punya :) makanya saya lagi mau coba nambahin Naruto Doujutsu tapi klo tetep gak bisa ya pasti susah hehehe :) Aamin :)

-Tamma : Ok, Makasih :)

Mungkin hanya segini yang bisa Author bahas dan saya minta maaf klo ada review yang gak kebales.. Dan juga Author mau bilang Gomen ya klo ficnya jelek, baiklah tanpa babibu lagi selamat membaca! Happy Reading \(^o^)/

Tambahan buat catatan profil :

Uzumaki-Namikaze Naruto

Nama : Uzumaki Naruto/ Namikaze Naruto

Jenis kelamin : Laki-laki

Umur : 16-17 tahun

Afiliasi : Konoha-gakure

Tingkatan : Jounin

Elemen : Fuuton dan Meiton (mode Yami)

Doujutsu : -

Peralatan: Pedang Kusanagi dan Kunai Hiraishin.

Penampilan: Naruto memakai baju Jounin khas Konoha dengan menggunakan sarung tangan hitam (mirip seperti milik madara) dan memakai jubah seperti Hokage berwarna Orange dan pola api berwarna hitam di bawah jubahnya, dan untuk celanannya Naruto seperti di cannon saat Shippuden.

Yuki Haku

Nama : Yuki Haku

Jenis kelamin: Perempuan

Umur : 17 tahun

Afiliasi : Kiri-gakure (dulu) dan Konoha-gakure (sekarang)

Tingkatan : Jounin

Element : Suiton, Fuuton dan Hyouton

Doujutsu : -

Peralatan : Jarum

Penampilan: Haku memakai pakaian khas Jounin Konoha dan jika dia memakai pakaian itu, dia selalu menguncir rambutnya seperti Kushina di Naruto the movie: Road to Ninja.

Naruto Shippuden : The Legends Of Orange Ninja

Chapter 2

I don't Understand?!

.

.

Normal POV : On

"Naruto-kun, kah?!" Tanya Haku yang berada dibawah tiang yang di naiki Naruto.

Naruto yang merasa namanya di panggilpun tersentak dan langsung reflek untuk melihat suara yang memanggilanya, setelah Naruto mengalihkan pandangannya dari patung Hokage menuju suara panggilan itu sedikit terkejut ketika mendapati seorang gadis berambut hitam panjang yang diikat ekor kuda dengan pakaian Jounin, sebenarnya bukan itu yang membuatnya terkejut, Naruto terkejut ketika melihat wajah orang yang dia sukai sedang tersenyum menatapnya.

"Haku-chan?!" Ucap Naruto dengan senyuman di wajahnya dan diapun langsung turun menuju Haku yang ada di bawahnya.

"Jadi benar kau itu, Naruto-kun" Ucap Haku yang kini berada di hadapan Naruto.

"Begitulah!" Ujar Naruto sambil tersenyum tiga jari.

"Eh, kau jadi bertambah tinggi" Ucap Haku yang menjajarkan tangannya di atas kepalanya dan Naruto, tanpa Haku sadari tiba-tiba saja dia memperhatikan wajah Naruto dengan intens.

'Dia bukan hanya bertambah tinggi, tapi juga bertambah tampan' Batin Haku yang kini pipinya sudah muncul rona merah muda tipis.

"Souka? Emm, Haku-chan juga bertambah manis dan entah kenapa aku ingin memakanmu" Ucap Naruto yang tanpa sadar tiba-tiba saja kata itu keluar dari mulutnya ketika melihat Haku dengan intens dan itu berhasil membuat Haku bingung, tapi berbeda dengan Jiraiya yang langsung mengeluarkan tampang mesumnya.

'Nani?! Kenapa aku bisa berkata seperti itu' Umpat Naruto dalam hati.

'Memakanmu? Hahaha, ternyata kau sudah dewasa ya, Naruto? Atau mungkin ajaranku sudah merasukinya, ya? Tapi kelihatannya aku bisa melihat seorang bayi dengan cepat dari orang yang sudah kuanggap cucuku sendiri' Batin Jiraiya dengan ciri khasnya.

"Memakanmu? Apa yang kau katakan, Naruto-kun?" Tanya Haku dengan wajah super polosnya dan tentu saja bagi Naruto itu adalah sebuah skakmat karena melihat wajah manis haku yang semakin manis.

'Bukk'

"Ternyata benar, kau Naruto-kun" Ucap Sakura sambil mendorong Naruto dari belakang, entah dorongannya yang begitu kuat atau Naruto yang tidak bisa menahannya, itu membuatnya jatuh kedepan dan mengenai Haku yang ada dihadapannya.

'Brukk'

Dan merekapun terjatuh dengan posisi yang bisa dikatakan bukanlah hal yang patut di contoh dimuka umum yaitu muka Naruto yang tepat mengenai belahan bukit milik Haku (kalau ada yang tanya ukurannya agap saja C cup -_-")

"Kyaa!" Teriak Haku yang reflek langsung menggengam pundak Naruto dengan kedua tangannya dan langsung melemparnya. Kemudian Sakura yang terlihat kesalpun langsung memukul Naruto dari belakang dan membuatnya terlempar beberapa meter (Author: padahalkan yang salah Sakura? Kok Naruto yang kena?)

'Mereka berdua sangat kuat, apa Baa-chan melatih mereka?' Batin Naruto yang terkejut.

"Naruto-kun!" Geram Sakura dan Haku-chan yang menghampiri Naruto yang tidak berdaya dan sementara itu Konohamaru, moegi dan Udon hanya merapat kearah Jiraiya karena ketakutan.

'Apakah mereka berdua adalah reinkarnasi Tsunade?' Batin Jiraiya yang bertanya-tanya.

...

(Di tempat gedung Kantor Hokage)

'Cklek'

"Ohayou, Baa-chan!" Sapa Naruto ketika membuka pintu kantor Hokage yang di ikuti oleh Jiraiya, Haku dan Sakura.

"Hn, jadi kalian sudah kembali? Lalu bagaimana dengan hasil latihannya?" Tanya Tsunade dan di jawab acungan jempol oleh Naruto.

"Ya, tentu saja berhasil! Walaupun banyak kendala yang harus kulewati!" Jawab Naruto yang membuat Jiraiya tersenyum.

"Souka! Kalau begitu aku ingin melihat hasil latihanmu selama dua setengah tahun ini" Ujar Tsunade dengan nada serius.

"Kalau aku sih tidak masalah, bagaiman Naruto?" Tanya Jiraiya kearah Naruto dan di jawab anggukan olehnya.

"Baiklah, kau akan bertarung melawan..." Belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu masuk ruangan Hokage.

'Tok..tok..tok..'

"Masuk!" Perintah Tsunade kepada seseorang di balik pintu.

'Cklek'

Setelah pintu terbukapun terlihat seorang Jounin berambut nanas sedang berdiri di depang gadis pirang dengan sebuah senjata di belakang punggungnya.

"Ne, Shikamaru kau akan menjadi lawan, Naruto-kun!" Ucap Sakura ke arah Shikamaru dan itu sukses membuat Shikamaru terkejut.

"Jadi, Shikamaru yang akan melawanmu, Naruto-kun?" Tanya Haku ke arah Naruto.

"Entahlah, tapi jika melawan Shikamaru sepertinya akan menarik" Ujar Naruto.

"Naruto? Kau Naruto, kah?" Tanya Shikamaru.

"Tentu saja, baka!" Ucap Sakura.

"Benarkah? Ternyata kau bertambah tinggi saja, Naruto!" Ucap Shikamaru yang terkejut melihat Naruto.

'Dia? Bukankah Bocah pendek sejuta pesona itukah? Ternyata dia bertambah tinggi dan hmm, semakin tampan' Batin Temari yang berada di belakang Shikamaru.

"Kau berlebihan Shika! Dan siapa dia?" Tanya Naruto yang mendekati Temari dan menatapnya dengan intens, dan itu membuat Temari sedikit gugup.

"Temari, kah? Tidak kusangka aku akan bertemu Onee-channya Gaara" Ucap Naruto sambil tersenyum.

"Hoy, Gaki! Lawanmu bukanlah Shikamaru" Ucap Tsunade yang kesal melihat tingkah Naruto dan ucapan Tsunade membuat Naruto, Haku dan Sakura bingung.

"Lawanmu ada disana" Ujar Tsunade sambil menunjuk kearah jendela dan secara reflek Narutopun mendekati dan membuka jendela tersebut.

"Yo, Naruto!" Sapa seseorang yang sedang duduk di atap dekat jendela yang Naruto buka.

"Kakashi-sensei!" Ucap Naruto yang langsung melopat keluar jendela dan mendekati Kakashi.

"Ternyata kau sehat-sehat saja Naruto! Kau juga terlihat semakin dewasa" Ujar Kakashi sambil membaca buku Icha-icha miliknya.

"Tapi kau tidak berubah sama sekali, sensei! Kau tetap membaca buku mesum itu" Ujar Naruto yang kemudian teringat sesuatu.

"Aku membawa sesuatu untukmu, sensei" Ucap Naruto yang kemudian mengambil sesuatu di minibag miliknya.

"Ini" Narutopun memberikan sebuah buku ke arah Kakashi.

"I-ini? Buku Icha-icha terbaru, kah?" Tanya Kakashi yang terkejut melihat buku itu.

"Ini untuknmu, sensei!" Ucap Naruto dan langsung di ambil oleh Kakashi.

'Huh, padahal buku itu kuberikan untuknya.. tapi kenapa dia malah memberikannya kepada senseinya?' Batin Jiraiya.

"Ehem, apa kalian sudah selesai? Jika sudah, Kakashi bersiaplah untuk melakukan tes untuk Naruto" Ucap Tsunade di balik jendela.

"Ha'i" Ucap Kakashi

"Aku akan menunggumu di tempat latihan team tujuh, Naruto" Ucap Kakashi yang langsung menghilang dan tak berselang lamapun Narutopun kembali masuk ke dalam kantor Hokage.

'Brak!'

Baru saja Naruto masuk tiba-tiba saja pintu ruangan Hokage di buka oleh seorang wanita dengan wajah yang terlihat marah. "Apa kalian melihat, Kakashi?!" Tanya Anko.

"A-anko-sensei?" Tanya Haku yang terkejut.

"Oh, iya! Anko-sensei tadi baru saja Kakashi-sensei pergi dengan membawa buku Icha-icha paradisenya" Ucap Sakura yang terlihat senang.

"Dia itu! Sudah kubilang untuk tidak membaca buku laknat itu" Geram Anko yang lalu pergi mencari Kakashi.

"Heh? Ngomong-ngomong ada hubungan apa Kakashi-sensei dengan Anko-chan?" Tanya Naruto kearah Haku.

"Mereka berpacarana.. Eh? Se-sejak kapan kau memanggil Anko-sensei dengan suffix-chan?" Tanya balik Haku.

"Hahaha, tidak masalahkan" Ucap Naruto sambil tertawa canggung ketika melihat rauy kesal Haku.

'Sial, bagaimana Haku-chan bisa menakutkan seperti ini' Batin Naruto.

...

(Gurun pasir di Kaze no Kuni)

Kini terlihat tiga orang sedang duduk di sebuah pohon besar di antara padang pasir.

"Aku beruntung sekali bisa menjalankan misi di desa Suna dengan Yamata-sama, karena dengan elemen mokutonnya dia bisa membuat sebuah pohon untuk kita berteduh" Ucap Aka Oni dengan nada ceria.

"Urusai! Aka Oni! Kenapa kau selalu berisik?!" Teriak Ao Oni dengan nada kesal.

"Tidak masalahkan, lagi pula Yamata-sama kelihatan tidak terganggu sama sekali, iyakan Yamata-sama?" Ucap Aka Oni membela diri.

"Untuk saat ini, tidak masalah bagiku" Ujar Menma yang membuat Ao Oni sedikit kesal.

"Lihatkan!" Ucap Menma memberitahu Ao Oni.

"Tapi bukankah lebih baik kita membuat strategi dalam melakukan misi di suna, Yamata-sama?" Tanya Ao Oni ke arah Menma.

"Tenanglah Ao Oni, lagi pula misi kita hanya mengawasi bukan untuk bertarung" Jawab Menma cepat.

"Hahaha, itu benar Ao Oni! Kenapa kau tiba-tiba jadi begitu bodoh" Ejek Aka Oni.

"Urusai! Aka Oni! Aku akan membunuhmu sekarang!" Teriak Ao Oni yang langsung menendang tubuh Aka Oni yang sedang duduk di samping kanan Menma.

'Buk'

'Bruk'

Terdengar suara Aka yang terpental dan terjatuh di antara pasir di Kaze no Kuni.

"Sialan, Kau Ao Oni!" Teriak Aka Oni yang langsung berlari mendekati Ao Oni dengan tangan kanan yang siap memukulnya.

"Terima ini!" Teriak Aka Oni sambil mengarahkan pukulannya kearah Ao Oni.

Ao Oni yang memiliki reflek baguspun langsung menghindari serangan Aka Oni dengan mudah. Walaupun serangannya bisa di antisipasi oleh Ao Oni dengan mudah, Aka Onipun melancarkan serangan kedua dengan menendang perut Ao Oni dengan Kaki kirinya dan alhasil serang itupun mengenai Ao Oni dan membuatnya terlempar beberapa meter.

"Hebat juga, kau Aka Oni" Gumam Ao Oni yang terlihat senang ketika melihat Aka Oni yang kini berada di atasnya.

"Katon: Gōen no Jutsu" Ucap Aka Oni setelah selesai membuat segel tangan dan langsung menyemburkan api dari mulutnya yang meyerang lurus ke arah Ao Oni yang ada di bawah Aka Oni.

"Suiton: Suidan no Jutsu" Ucap Ao Oni yang kemudian menyembuarkan air dari dalam mulutnya yang mengarah ke arah semburan api yang di lancarkan oleh Aka Oni dan hasil dari tabrakan dua jutsu itupun menghasilkan asap yang begitu banyak dan sementara itu Menma yang melihat itu hanya bisa menghela nafas berat.

"Mokuton!" Teriak Menma yang kemudian muncul dua buah batang pohon dan masing-masing batang itu melilit Aka Oni dan Ao Oni.

"Kalian berhentilah bertarung! Kita cukup beristirahatnya, kita harus segera pergi ke Suna-gakure" Ucap Menma dengan nada dingin.

"H-hai" jawab Aka Oni dan Ao Oni berbarengan dengan nada sedikit ketakutan.

'Monster' batin Aka Oni.

'Menakutkan' batin Ao Oni

.

.

.

.

.

.

Kini Naruto sudah sampai di tempat latihan yang diminta oleh Kakashi. Terlihat raut kesal dari Naruto karena menunggu senseinya yang tidak kunjung datang.

'Harusnya aku tidak cepat datang kesini' batin Naruto kesal.

'Poof'

"Yo, Naruto! Gomen, aku terlambat karena..." Belum selesai Kakashi menyelesaikan perkataannya Naruto sudah memotong perkataannya.

"Aku sudah tau alasanmu itu sensei! Jadi ayo kita mulai saja sekarang" Sewot Naruto yang sudah di ambang batas kesabaran.

"Kau buru-buru sekali, Naruto! Tapi baiklah peraturannya akan sama dengan.."

"Tunggu dulu! Bagaimana kalau aku yang membuat peraturannya" Sela Naruto.

"Baiklah" Ucap Kakashi yang menyetujuinya.

"Haku-chan, Sakura-chan! Kemarilah, aku tahu kalian bersembunyi bersama Baa-chan dan Ero-sennin" panggil Naruto.

"Ha'i" Ucap mereka serempak dan mendekati Naruto.

"Jadi, peraturannya seperti ini! Aku akan bertugas untuk mengambil kedua lonceng yang ada di tangan Kakashi-sensei dari kalian bertiga, jadi salah satu diantara kalian akan memegang kedua lonceng tersebut dan dua orang lainnya bertugas melindunginya" Jelas Naruto dengan sebuah seringaian licik.

'Eh, Souka, jadi Naruto juga ingin mengetahui kemampuan mereka?' Batin Kakashi.

"Baiklah aku setuju dengan peraturannya, bagaimana dengan kalian berdua?" Tanya Kakashi kearah Haku dan Sakura dan di jawab anggukan oleh mereka.

"Aku juga ingin mencoba hasil latihanku" Ucap Haku dengan nada senang.

"Aku juga" Ucap Sakura.

"Baiklah untuk batas waktunya adalah sampai jam enam sore karena kita akan memulainya di siang hari" Ucap Kakashi sambil menaruh jam di sebuah batang kayu dan jampun sebentar lagi akan menunjukkan tengah hari.

Kini Naruto sudah bersiap mengambil sebuah kunai di minibagnya dan sementara itu Haku dan Sakurapun bersiap dengan kuda-kuda mereka.

'Clek'

"Kita mulai!" Teriak Naruto melempar sebuah kunai ke arah mereka dan membuat sebuah segel tangan.

"Shuriken Kagebunshin no Jutsu" Ucap Naruto yang kemudian kunai miliknya menjadi semakin banyak dan mengarah ke arah mereka.

Haku yang melihat itu langsung membuat segel jutsu. "Fuuton: Namikaze no Jutsu" Ucap Haku yang kemudian muncul sebuah gelombang angin yang cukup besar menahan serangan kunai milik Naruto dan kini kunai itu bertebangan kearah Naruto.

Naruto yang melihat itu tidak tinggal diam, dia langsung membuat sebuah kekkai kecil dari rantai cakra yang keluar dari punggung Naruto untuk melindungi dirinya.

'Setidaknya aku masih memiliki sedikit cakra Uzumaki milik Kaa-chan' Batin Naruto.

"Shanaro!" Teriak Sakura yang kemudian menyerang kekkai milik Naruto.

'Duagh'

'Krak'.'Krak'.'Krak'

'Duar'

Pukulan Sakura yang mengenai kekkai milik Narutopun hanya bisa menghancurkan tanah di sekeliling kekkai itu. Sakura yang menyadari serangannya tidak berefek kepada kekkai Naruto langsung melompat mundur kebelakang dan Naruto yang melihat sebuah kesempatanpun langsung menghilangkan kekkainya dan langsung melemparkan sebuah kunai miliknya ke arah Kakashi.

'Sring!'

Narutopun menghilang ketika kunai itu melewati samping kanan tubuh Kakashi dan kemudian Narutopun muncul di tempat kunai itu berada dengan tangan kiri memegang kunai dan tangan kanannya yang mencoba meraih dua buah lonceng.

'Bruak'

'Bugh'

Belum sempat Naruto mengambil kedua lonceng itu dengan tangan kanannya tiba-tiba saja bunshin Kakashi keluar dari dalam tanah dan memukul tepat perut dari Naruto hingga terpental ke atas.

'Sring!'

Naruto yang menyadari keberadaanya sedang tidak menguntungkanpun pergi entah kemana dengan menggunakan hiraishin.

"Sudah kuduga dia akan mengambil lonceng ini dengan menggunakan Hiraishin miliknya" Ucap Kakashi berada di depan bunshinnya yang baru saja memukul perut Naruto.

.

"Ternyata Kakashi-sensei sudah memprediksikan seranganku, cukup mengesankan, tapi aku sama sekali belum menunjukkan kemampuanku dan sekarang aku akan melakukannya" Gumam Naruto yang bersembuyi di balik batang pohon yang berada tidak jauh dari keberadaan Kakashi.

"Baik, sekarang aku akan memulainya dengan 5% kekuatanku!"."Tajuu Kagebunshin no Jutsu" Teriak Naruto yang di ikuti dengan munculnya 15 Kagebunshin.

"Minna, ayo kita tunjukkan kekuatan kita!" Teriak Naruto kepada para Kagebunshin miliknya. "Ayo!" Teriak balik para Kagebunshin Naruto.

Lalu tidak berselang lama para Kagebunshin Naruto berlari kearah Kakashi, Sakura dan Haku. "Kagebunshin?" Gumam Kakashi yang terkejut mendapati para Kagebunshin Naruto yang berlari siap menyerangnya.

Para Kaegbunshin Narutopun memecah formasi yang awalnya berencana akan berhadapan dengan 15 melawan 3pun akhirnya terpecah menjadi 5 lawan 1.

"Dengan begini, aku bisa mengalihkan perhatian mereka" Gumam Naruto yang kini berada di dahan pohon.

Kakashi yang kuwalahan menghadapi 5 Kagebunshinpun, karena tidak ada satupun serang yang mengenai salah satu Kagebunshin milik Naruto dan Kakashipun akhirnya menaikan hitai ate yang menutup matanya dan menampilkan sebuah sharingan di matanya. Lalu tidak berselang lama Kakashipun merapal sebuah jutsu, begitupun dengan Haku dan Sakura yang sudah terpojok oleh 5 Kagebunshin Naruto.

"Raikiri"."Hyouton: Hyouryu no Jutsu"."Doton: Tobi Tsubute no Jutsu" Ucap Kakashi, Haku dan Sakura berbarengan dengan jutsu mereka.

Kakashi yang memunculkan sebuah aliran petir di tangan kanannyapun berlari dan langsung menyerang kelima Kagebunshin milik Naruto. Sementara Haku langsung memunculkan seekor naga es dan menghantam kelima Kagebunshin Naruto, lalu Sakura yang memunculkan batu yang bertebangan mengarah kelima Kagebunshin setelah menghentakan tangannya di tanah.

'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'.'Poof'

"Menarik, tapi ini baru saja dimulai" Gumam Naruto yang berada di dahan pohon dan dia terlihat sedang mengambil sesuatu di minibagnya.

'Dia semakin kuat, bahkan aku tidak bisa mengalahkan Kagebunshinnya tanpa menggunakan mata sharingan dan jutsu andalanku' Batin Kakashi.

'Kelihatannya akan sulit untuk menemukan Naruto-kun, dia sangat hebat dalam hal menyembunyikan keberadaannya dan bahkan cakranyapun tidak dapat dirasakan" Batin Haku.

...

Sementara itu tidak jauh dari Suna-gakure no Sato terlihat dua orang yang memakai jubah hitam dengan motif awan merah dan memakai topi jerami sedang berjalan kearah desa Suna.

"Jadi misi kita menculik Jinchuriki Ichibi, ya? Lalu siapa yang akan melawannya, Sasori-danna?" Tanya salah satu orang yang memakai jubah bermotif awan merah dengan salah satu mata yang tertutup oleh poninya.

"Kau saja yang melawannya, Deidara! Aku benci masuk ke dalam desa" Ucap orang yang bernama Sasori yang berada didalam kagutsunya.

"Ha'i, ha'i, kelihatannya kau tidak nyaman dalam melakukan misi kali ini! Jadi sepertinya kau akan menunggu di depan desa, kan?" Ujar Deidara sambil tersenyum.

"Hm.."

"Kau seharusnya tidak meremehkan Jinchuriki Ichibi, Deidara! Dengan membawa tanah liat yang sedikit, apa kau bisa mengalahkannya?" Ucap Sasori dingin.

"Kau meremehkan kekuatanku! Seniku ini tidak ada bandingannya!" Ujar Deidara sombong.

"Terserah kau saja! Kau sebaiknya waspada, organisasi Harikēn juga sudah mulai bergerak seiring dengan pergerakan organisasi kita, meskipun kau sempat mengalahkan salah satu dari mereka dengan jutsumu, bukan berarti mereka lemah" Ucap Sasori memperingatkan.

"Kau berlebihan, Sasori-danna! Mereka hanyalah sekumpulan tikus, jika kita bertemu mereka disinipun aku sudah mempersiapkannya, un" Ungkap Deidara sambil menyeringai.

"Terserah kau, tapi aku sudah memperingatkanmu" Ucap dingin Sasori.

Tidak jauh dari keberadaan dua anggota Akatsuki terlihat tiga orang Shinobi sedang mengawasi mereka dari kejauhan.

"Itu mereka!" Teriak Aka Oni.

"Iya, itu benar mereka!" Ao Oni yang ikutan berteriak.

"Urusai!" Teriak Menma yang terlihat kesal.

"Go-gomenasai/G-gomen" Ucap Aka dan Ao Oni berbarengan.

"Kemarikan teropong itu" Perintah Menma kepada Ao Oni yang memegang sebuah teropong dan langsung memeberikannya kepada Menma.

"Tidak salah lagi, itu pasti mereka" Gumam Menma yang kemudian menyeringai.

'Padahal kami sudah mengatakannya' inner Aka dan Ao Oni.

"Ayo kita ikuti, mereka" Perintah Menma kepada Aka dan Ao Oni dan merekapun pergi mengikuti dua anggota Akatsuki hingga sampai di dekat desa suna-gakure.

Terlihat Sasori yang sedang diam bersama seorang shinobi dari suna-gakure yang telah membunuh semua pasukan penjaga desa Suna. Menma yang melihat itupun langsung memerintahkan Aka Oni untuk menggunakan Byakugan. "Aka Oni, bisa kau lihat apa yang sedang terjadi disana dengan Byakugan mu?" Perintah Menma yang kini bersembunyi di sebuah kekkai tersembunyi.

"Ha'i"

"Byakugan!" Ucap Aka Oni yang mengonsentrasikan cakranya mengarah ke arah mata kirinya yang ternyata adalah sebuah byakugan.

"Kelihatannya ada seorang pengikut Sasori yang telah membunuh pasukan penjaga! Dan sementara itu Deidara sudah melancarkan serangannya di seluruh desa Suna!" Ucap Aka Oni memberitahu keadaan desa yang ada dihadapan mereka.

"Souka, beruntung sekali Orochimaru menanamkan mata Byakugan itu ke mata kirimu, ini sangat berguna" Ujar Menma sambil menyeringai dan kemudian diapun langsung mengambil sebuah gulungan dan membukannya.

"Apa yang akan kau lakukan? Ingin mengacaukan misi mereka?" Tanya Aka Oni yang bingung.

"Tidak, aku membuat informasi untuk Shinigami, lagipula misi kita hanya untuk mengawasi mereka dan pada akhirnya misi kita pasti akan berhasil" Ucap Menma dengan sebuah senyuman licik.

"Apa maksudmu?" Tanya Ao Oni.

"Akatsuki sudah bergerak untuk mencuri bijuu dari para jinchuriki, itu berarti kita akan melakukan hal yang sama dengan Akatsuki dan setelah kita banyak menangkap para jinchuriki! Shinigami akan mengadakan sebuah pertukaran yaitu memberikan jinchuriki yang kita dapat dengan mata rinnengan milik ketua Akatsuki" Jelas Menma yang masih tersenyum licik di balik topengnya.

"Itu berarti!" Ucap Ao Oni.

"Ya, kita akan terbagi dalam kelompok untuk melakukan hal itu dan kalian akan masuk kedalam kelompokku, karena kalian adalah anak buahku" Ujar Menma.

"Benarkah?" Tanya Aka Oni yang terlihat senang.

"Lagi pula kita sudah terikat perjanjian dari pertarungan itu" Ucap Menma yang membuat Aka Oni langsung berkobar dengan semangatnya.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu di Konoha atau lebih tempatnya di sebuah training groung team 7 terlihat tiga orang shinobi sedang waspada akan sesuatu dan mereka adalah Kakashi, Haku dan Sakura.

'Druarkk'

Tiba-tiba Naruto muncul dari dalam tanah yang berada di belakang Kakashi dan Narutopun berusaha untuk mengambil lonceng yang ada di Kakashi dengan tangan kanannya. Kakashi yang terkejut dengan pergerakan Naruto yang sangat cepatpun tidak bisa menghindarinya.

'Poof'

Tapi tiba-tiba saja ada tiga buah jarum yang di lempar Haku ke arah Kagebunshin Naruto dan alhasil mengenainya. 'Sudah kuduga, itu tidak akan berhasil' batin Naruto yang kemudian melempar sebuah kunai yang ia beri variasi sebuah kertas peledak dengan tangan kanannya ke arah depan Kakashi. Bukan hanya di situ saja Naruto juga melempar kunai Hiraishin dengan tangan kirinya yang mengarah beberapa meter di belakang Kakashi.

'Duar!'

'Sring!'

Kunai yang sudah diberi kertas peledakpun meledak di depan Kakashi sehingga membuatnya harus melompat kebelakang, bersamaan dengan itu Naruto sudah menghilang dengan Hiraishinnya dan berada tepat dibelakang Kakashi yang sudah melompat.

"Apa?!" Tanya Kakashi yang terkejut karena kemunculan Naruto yang begitu cepat.

"Permainan selesai, Kakashi-sensei" Ucap Naruto yang kemudian menunjukkan dua buah lonceng.

"4 jam, kah? Kalian benar-benar hebat" Lanjut Naruto sambil tersenyum.

"Tidak, kaulah yang sangat hebat, Naruto! Bahkan aku yakin kau hanya menggunakan 20%-25% kekuatanmu sungguh perubahan yang sangat signifikan" Ucap Kakashi yang terlihat kelelahan dan kemudian Kakashipun terduduk.

"Itu, benar" Ucap Sakura yang meniyakan dan dijawab anggukan oleh Haku yang terlihat kelelahan sementara Naruto hanya tersenyum melihat mereka kelelahan.

'Tidak sensei, aku hanya menggunakan 10% kekuatanku' batin Naruto.

"Jiraiya, kelihatannya kau melatih Naruto dengan baik" Ucap Tsunade yang kemudian tersenyum bangga.

"Tentu saja, aku melatihnya agar dia bisa menjadi Hokage selanjutnya" Ungkap Jiraiya.

...

Di sebuah tempat di sekitar Hi no Kuni terdapat sebuah aliran sungai dengan sebuah air terjun.

'Crsst'

Sebuah petir tercipta di tangan kanan seorang pemuda tampan berambut raven dan mata onyxnya kini berubah menjadi merah dengan sebuah lingkaran dan 3 tomoe di sekelilingnya. Terlihat tatapannya begitu menyimpan sebuah kebencian yang sangat besar.

'Itachi, Naruto dan sekarang Menma? Mereka benar-benar membuatku muak! Aku akan..." Batin Sasuke yang masih mengalirkan chidori di tangan kanannya.

"Membunuh kalian semua!" Teriak Sasuke dan di ikuti dengan chidorinya yang mengalir kesebuah air terjun dan mengarah ke sekitar sungai.

"Uchiha Sasuke!" Ucap Seseorang yang memakai topeng iblis yang menyerupai banteng (Ushi Oni) dan dia berada di belakang Sasuke yang menghadap ke arah air terjun.

"Siapa kau?" Tanya Sasuke karena tiba-tiba saja namanya di panggil.

"Kau tidak perlu tahu, siapa aku ini, aku hanya ingin mengambil dua mata sharinganmu itu" Ucap seseorang itu sambil melempar sebuah kunai mengarah kearah Sasuke.

Tapi kunai itu hanya menancap di lantai gua atau lebih tepatnya didepan Sasuke dan ternyata kunai itu sudah di ikat dengan kertas peledak dan lendakanpun tidak bisa terhindarkan.

'Duaarrr!'

'Poof'

"Kaminari?" Gumam Ushi Oni yang sedikit terkejut karena hanya melihat batang kayu yang terkena ledakan.

"Siapa kau?" Tanya Sasuke yang berada di belakang Ushi Oni dengan menghunuskan pedagnya di leher Ushi Oni.

"Aku? Jangan bodoh kau pikir kau bisa mengalahkanku?" Ucap Ushi Oni yang kemudian tubuhnya menjadi sebuah tinta hitam.

'Bunshin?' Batin Sasuke.

"Jika kau ingin tahu siapa aku, kau harus mengalahkanku terlebih dulu" Lanjut Ushi Oni yang kini siap dengan dua pedang di tangannya.

"Khu.. khu.. khu.. jadi Shinigami mengirimu kesini, ya? Apa dia berencana untuk mengambil mata milik Sasuke-kun?" Tanya Orochimaru yang tiba-tiba saja muncul di belakang Ushi Oni dan itupun sukses membuat Ushi Oni terkejut.

"Yamata?" Gumam Ushi Oni yang kemudian memutar tubuhnya dan langsung menyerang Orochimaru dengan kedua pedang yang ia aliri dengan sebuah cakra.

Tapi Orochimaru dengan mudah menghindari semua serangan yang dilancarkan Ushi Oni yang mengarah ke arahnya. Merasa serangannya sia-sia Ushi Onipun berlari menembus alira air terjun untuk melarikan diri.

"Kuchiyose no Jutsu" Ucap Ushi Oni setelah menghentakan tangannya di aliran sungai yang berada dibawah air terjun.

'Poof'

Lalu muncul seekor banteng yang memiliki 8 tentakel di bagian bawah tubuhnya, setelah hewan itu muncul Ushi Onipun masuk kedalam mulut hewan itu yang langsung pergi mengikuti aliran sungai dengan sangat cepat.

"Chidori" Teriak Sasuke yang mengalirkan Chidorinya ke aliran sungai mencoba untuk menyerang hewan itu.

"Hentikan Sasuke! Itu percuma saja, biarkan dia pergi" Ucap Orochimaru memperingatkan.

"Kenapa?"

"Mengalirkan petir mengikuti aliran sungai tidak akan cepat untuk mengenainya dan itu hanya akan menghabiskan cakramu saja" Ujar Orochimaru.

"Hn" Ucap Sasuke yang kemudian pergi meninggalkan Orochimaru.

...

Sementara itu di suatu tempat di Uzushio-gakure atau lebih tepatnya di sebuah gedung kosong terlihat seorang shinobi topeng Shinigami sedang duduk di sebuah singgahsana.

"Uzumaki Arashi! Mau sampai kapan kau bermalas-malasan disini?" Tanya seseorang yang muncul di samping kiri singgahsana yang sedang di duduki oleh orang yang ia sebut Arashi.

"Yo-Yondaime-sama!" Teriak Arashi yang terkejut mendapati seseorang shinobi memakai jubah putih dan kemudian Arashipun langsung berdiri di samping kanan singgahsana dan bersimpuh hormat menghadap seseorang yang ia panggil Yondaime.

Sementara itu orang yang di panggil Yondaimepun berjalan kearah singgahsana dan mendudukinya. "Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan itu!" Ucap Yondaime dengan nada dingin.

"Ha-ha'i, Yon- Yami-sama" Ucap Arashi.

"Ne, Arashi! Apa kau sudah membunuh, Naruto-chan?" Tanya Yondaime aka Yami dengan nada dingin.

"Soal itu, aku belum membunuhnya karena baru saja aku mengetahui keberadaannya sekarang" Jelas Arashi dengan tetap bersimpuh hormat.

"Bukankah sudah kubilang untuk membunuhnya secepat mungkin! Jika tidak dia akan menjadi penghambat tujuanku!" Teriak Yami yang terlihat kesal.

"Maafkan aku, Yami-sama" Ucap Arashi yang terlihat takut.

"Tapi, aku percaya padamu, Arashi! Kau pasti akan membunuh Naruto dan membawa gadis Yuki itu kepadaku, bukan?" Tanya Yami dengan nada dingin.

"Ha'i! Tapi Yami-sama kenapa aku juga harus menangkap Yuki-hime juga?" Tanya balik Arashi.

"Karena aku membutuhkan kekuatan didalam tubuhnya untukku" Jawab Yami singkat.

"Kekuatan di dalam tubuh? apa maksudmu sebuah permainan di atas ranjang?" Tanya Arashi dengan tampang watados di balik topengnya.

"Cih, mau sampai kapan kau berpikiran mesum seperti itu?" Ucap Yami dingin.

"Harusnya Yami-sama mengerti kenapa aku bisa semesum itu, semua tekanan yang kau berikan kepadaku! Kau tahu umurku sekarang sudah mencapai 23 tahun dan aku tidak bisa terus menahannya lagi hanya gara-gara misi yang kau berikan kepadaku" Ujar Arashi.

"Dan bahkan yang lebih parah lagi sekarang aku menyuruh beberapa anak buahku untuk menjalankan misi agar aku bisa mendapatkan uang dan dengan begitu aku bisa mengambil beberapa uang dari misi itu untuk menuangkan seluruh imajinasiku kepada para pelacur" Lanjut Arashi dengan nada sedikit memelas.

"Pelacur? Bahkan ketika kau memiliki pacar di Uzushio-gakurepun kau mengatakan kepadaku bahwa dia seorang pelacur! Tapi aku mengerti bagaimana keadaanmu sekarang, jadi kau boleh melakukan sesuatu sesukamu ketika kau mendapatkan gadis Yuki itu, bahkan menuangkan imajinasimupun tidak masalah! Kau bebas melakukan apapun sesukamu kepada gadis itu" Ujar Yami yang membuat Arashi tersenyum licik di balik topengnya.

"Benarkah?" Tanya Arashi menyakinkan pendengarannya dan dijawab anggukan oleh Yami.

"Tapi kau jangan lupa untuk memberitahukan kebenaranya kepada Naruto-chan dan juga soal mata Indra sebaiknya kau tetap menyimpannya! Dan sebaiknya kau tidak mencoba untuk memakainya" Ucap Yami dengan nada dingin.

"Ha'i"

"Aku harus pergi untuk menyelesaikan tugasku di dimensi yang lain" Ujar Yami yang kemudian menghilang tanpa jejak.

'Dia selalu memanjakanku dengan perintahnya, aku sangat berterima kasih kepada, Yami-sama bahkan termasuk ketika dia menyelamatkanku dari Hashirama dan dia' Batin Arashi dengan sebuah senyuman licik di balik topengnya.

.

.

.

.

.

.

Kini Matahari sudah terbenam bergantikan dengan cahaya bulan yang menemani di malam hari yang damai dan cerah ini.

"Yosshh, akhirnya selesai juga! Melakukan latihan selama 4 jam dan di tambah dengan rapat kecil hingga 2 jam lebih membuatku sedikit lapar" Gumam Naruto yang memasang wajah lemas dan kini dia sedang berjalan berdua dengan orang yang ia sukai.

"Kau lapar, Naruto-kun? Bagaimana kalau kita makan ramen di kedai Ichiraku?" Tanya Haku kearah Naruto yang berada di sampinya.

"Tapi? Uangku tidak cukup untuk membeli satu porsi ramen" Gerutu Naruto yang mengingat bagaimana Jiraiya selalu mengambil uangnya secara diam-diam, sementar Haku yang melihat wajah Naruto yang semakin lemas hanya tersenyum melihatnya.

"Tidak masalah, aku akan membayar setengah porsi ramen milikmu, bagaimana Naruto-kun?" Tanya Haku sambil tersenyum.

"Benarkah?" Tanya balik Naruto sambil memegang kedua tangan Haku dan itu membuat Haku sedikit terkejut.

"Te-tentu sa-ja" Ucap Haku gagap dan dihiasi rona merah muda tipis di pipinya.

"Kalau begitu, ayo!" Ucap Naruto bersemangat dan langsung menarik tangan kiri Haku dengan tangan kanannya untuk membawa Haku masuk kedalam kedai ramen.

"Permisi" Ucap Naruto ketika memasuki kedai ramen Ichiraku dengan sebuah senyuman lebar.

"Selamat datang!.. Na-Naruto, kah?" Tanya Teuchi yang terkejut melihat orang yang familiar memasuki kedainya.

"Naruto! Kau sudah besar rupannya" Ucap Ayame yang ikutan nimbrung.

"Begitulah, Ayame-nee, Teuchi-jiisan" Ucap Naruto menggaruk belakang rambutnya dengan tangan kananya yang ia lepaskan dari genggaman Haku.

"Eh, ada Haku-chan juga?" Tanya Ayame yang terkejut melihat Haku yang berada di belakang Naruto.

"Yo, Naruto, Haku-chan" Sapa Iruka yang sedang duduk untuk menikmati ramennya.

"Iruka-sensei? Tidak kusangka aku akan bertemu denganmu disini" Ujar Naruto yang terlihat senang.

"Duduklah disini Naruto, Haku-chan" Ucap Iruka yang menyuruh mereka duduk di sampinya dan merekapun langsung menduduki kursi kosong yang ada di dekat Iruka.

"Dan untuk hari ini aku akan mentraktir kalian" Lanjut Iruka.

"Benarkah?" Tanya Naruto semangat dan membuat Haku dan Iruka tertawa.

...

'BOOMM!'

"... dengan begini misi selesai" Gumam Deidara yang berada di atas sebuah buru tanah liat berbentuk seperti burung hantu.

Sebuah ledakan yang dilancarkan Deidara dari dalam perisai pasir yang dibuat Gaara telah membuat perisai pasir itu perlahan hancur dan menampilkan Gaara yang terluka parah akibat serangan akhir yang di lancarkan Deidara.

Tidak berada jauh dari desa Suna. Menma, Aka Oni dan Ao Oni kini masih terus mengawasi pergerakan anggota Akatsuki yang sedang melakukan misi dengan menggunakan Byakugan milik Aka Oni.

"Sepertinya sudah cukup" Ucap Menma yang kemudian menggulung gulungan yang kemudian ia berikan ke seekor burung merpati berwarna hitam.

"Misi selesai! Aka Oni, Ao Oni Ayo kita pergi" Perintah Menma yang kemudian menghilangkan Kekkai yang tidak terlihat dan melepaskan merpati yang ada di tangan kanannya.

"Kau hebat Aka Oni, meskipun kau berasal dari klan Sarutobi tapi kau mampu menggunakan Byakugan dalam waktu yang sangat lama" Ujar Ao Oni.

"Ah, menurut tidak juga! Kau bisa menggendongku?" Tanya Aka Oni ke arah Ao Oni dan tanpa babibu lagi Ao Oni langsung menunduk dan membiarkan Aka Oni untuk naik kepunggungnya.

"Arigatou, Kawa" Gumam Aka Oni.

"Kita sudah berteman sejak lama jadi wajar bukan kalau aku membantumu, Hikari" Ucap Ao Oni yang ternyata bernama Kawa.

"Ayo kita pergi" Ucap Menma yang kemudian berlari pergi meninggalkan desa Suna.

'Akatsuki sudah mendapatkan Jinchuriki Ichibi, sekarang apa yang akan kau lakukan Naruto?' Batin Menma sambil tersenyum licik di balik topengnya.

Normal POV: Off

Catatan profil anggota Harikēn :

- Uzumaki Arashi/ Shinigami

Nama : Uzumaki Arashi/ Shinigami

Jenis kelamin : Laki-laki

Umur : 23 tahun

Klasifikasi : Nuke-nin

Afiliasi : Uzushio-gakure

Tingkatan : -

Elemen : ?

Doujutsu : Byakugan dan Sharingan

Peralatan : Pedang (ukurannya sama seperti pedang milik Zabuza tapi hanya membedakannya pedang itu tidak memiliki lubang dan banyak segel yang tertanam dalam pedang itu)

Penampilan : Shinigami memakai jubah mirip kimono berwarna hitam dan di belakang jubahnya ada sebuah lambang Uzumaki berwarna merah dan di bawah lambang Uzumaki ada sebuah kanji berwarna emas yang bertuliskan 'Yami no Uzumaki'.

- Namikaze Menma/ Youko/ Yamata

Nama : Namikaze Menma/ Youko/ Yamata

Jenis kelamin : Laki-laki

Umur : 16-17 tahun

Klasifikasi : Nuke-nin

Afiliasi : Kiri-gakure

Tingkatan : -

Elemen : Fuuton, Raiton, Doton, Suiton, Katon, Mokuton, dan Meiton (mode Yami)

Doujutsu : -

Peralatan : Pedang Kusanagi (ular)

Penampilan : Menma memakai pakaian mirip seperti Naruto: Road to Ninja hanya saja sekarang memakai topeng ular.

- Sarutobi Hikari/ Aka Oni

Nama : Sarutobi Hikari/ Aka Oni

Jenis kelamin : Laki-laki

Umur : 18-19 tahun

Klasifikasi : Nuke-nin

Afiliasi : Konoha-gakure

Tingkatan : -

Elemen : Katon dan Raiton

Doujutsu : Byakugan

Peralatan : -

Penampilan : Hikari memakai sebuah kimono berwarna merah dengan lambang klan Sarutobi di belakang kimononya dan untuk celananya dia memakai celana Jounin.

- Heiwa Kawa/ Ao Oni

Nama : Heiwa Kawa/ Ao Oni

Jenis kelamin : Laki-laki

Umur : 18 tahun

Klasifikasi : Nuke-nin

Afiliasi : Konoha-gakure

Tingkatan : -

Elemen : Suiton dan Raiton

Doujutsu : -

Peralatan : -

Penampilan : Kawa memakai sebuah kimono berwarna biru dengan sebuah kanji di belakang kimononya yang bertuliskan aliran dan dia memakai celana Jounin.

'Untuk profil anggota yang lain akan di lanjutkan di chapter berikutnya ... :)'

Naruto : The Legends Of Orange Ninja © Ian Namikaze

To Be Continued

Bagaimanakah cerita selanjutnya? Apakah ceritanya semakin kacau? Kita tunggu di chapter berikutnya :D

Mohon Reviewnya Reader's! Karena Review anda membuat saya bersemangat untuk menulis fic ini :D

P-L-E-A-S-E,

R

E

V

I

E

W

!