Disclimer : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi
Crossever : Naruto and High School DxD
Rating : M
Genres : Romance,Adventure,
fantasy,matrial art,Supranatural,shounen,dll
Pairings : ?
Warning : TYPO,ABAL,GAJE,ANCUR CAMPUR ADUK AND MORE!
.
.
.
Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hamir merenggut hidupnya tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias !Naru BUT NOT Godlike!
.
.
.
Chapter 2 : kenyataan yang menyakitkan
.
.
.
-Kyoto,pukul 07;00-
.
.
sekarang aku berada di kuil Ginkaku dan Kinkaku sesuai jadwal yang di berikan pihak Yokai nanti pukul 8 aku akan bertemu dengan salah satu pemimpin Yokai untuk di bawa menghadap Yasaka-sama dia adalah Kyuubi no Youko pemimpin para Yokai yang berada di Kyoto.
aku duduk di sebuah bangku taman dekat kuil yang memiliki patung perak dan emas sebagai maskot kuil ini. Tapi baru saja aku duduk aku merasakan beberapa aura manusia,iblis dan yokai. tiba-tiba di hadapan ku terjadi robekan dimensi yang mulai melebar dan dari robekan itu muncul beberapa orang yang salah satunya aku kenali.
"kita bertemu lagi...nyaaa!"itu Kuroka di sampingnya ada 2 pria yang baru ku kenal.
"ada apa Ojou-sama jahan menemui ku lg?"ucap ku dengan nada menyindir.
"ufufufu kau selalu dingin terhadap ku tampan"
"tidak aku bukan dingin tapi sedang malas melayani mu sekarang karna aku punya urusan yang lebih penting"jawab ku sambil berjalan pergi meninggalkan ketiga orang itu.
"kau tidak sopan Killing Shadow mengacuhkan ku" aku menoleh melihat siapa yang menyebut ku tidak sopan"cih. Lalu apa urusan mu? apa aku harus melayani mu? pria yang tidak mengenalkan dirinya terlebih dahulu?"ucap ku kepada seorang pria yang mengenakan jas kantoran dan juga membawa sebuah pedang di itu memancarkan aura suci yang membuat ku merinding dengan memlihatnya saja
"baiklah kalau begitu perkenalkan aku Arthur pentragon pemegang pedang raja suci coudlbren dan yang berada di samping Kuroka adalah Bikou" dia mengenalkan pria berwaja lucu yang mengenakan armor cina dan membawa sebuah tongkat di pundaknya.
Pantas saja aura suci yang di pancarkan pedang itu begitu kuat"jadi apa urusan mu menemui ku?"
"kami di perintah untuk membawa mu bersama kami!"
Mendengar ucapannya aku memasang sikap bertarung"lalu kalau aku tidak mau?"ucap ku
"kami akan memaksa mu"ucap Arthur dan dia menerjang ku dengan gerakan cepat.
Traaank!
Hampir saja aku terkena tebasan darinya kalau aku tidak mebloknya dengan katana ku.
"hoho kau cukup hebat bisa menahan serangan ku!" setelah itu Arthur menerjang ku lagi kali ini dengan kecepatan yang gila! Tidak mau kalah aku juga bersiap dengan katana hitam di tangan kanan ku.
Trang! Trang!
Dengan agak kewalahan aku menahan setiap tebasan pedangnya. Lalu aku melompat sedikit dan mengayunkan katana ku memiring.
Trank!
.
.
-Normal P.O.V-
Trank!
Dentuman keras memekik telinga terdengar saat tebasan miring yang Naruto layangkan di tahan oleh Arthur dia menahannya dengan memegang pedangnya memiring. Naruto melompat kebelakang dan melancarkan serangannya kembali. dia mengaliri Katananya dengan [Demonic Power] dan melemparkan katana itu lurus mengarah ke dada Arthur.
Trank!
Arthur memblok katana Naruto dengan menebaskan pedangnya secara vertikal membuat katana itu terpental jauh kebelakang.
Tapi dia di buat syok oleh Naruto yang sudah berada di hadapannya dan menusknya tapi serangan itu masih bisa di blok olehnya" mengalihkan perhatian dengan melempar senjata mu? Sungguh cerdas taktik bertarung mu"ucap Arthus saat masih beradu kekuatan dengan Naruto.
"benarkah?tapi sepertinya kau salah langkah"ucap Naruto menyeringai dan dia melompat mundur sambil menarik string baja di tangan kanannya.
Syuuut!
Traaank!
Sebuah Katana entah dari mana menyerang Arthur dari belakang tapi Bikou dengan sigap membloknya "terimakasih Bikou"ucap Arthur.
Tap!
Katana yang tadi menyerang Arthur dari belakang sekarang berada di lengan Naruto" wah wah kau bisa menahan tekhnik ku lagi" ucap Naruto tersenyum senang.
"tidak kalau Bikou tidak membantu ku pasti aku sudah terkena serangan mu! Sungguh tekhnik yang cerdas melempar katana mu yang sudah di ikat dengan String baja sebagai pengalihan tapi aku salah ternyata itu bukan pengalihan"ucap Arthur memuji Tekhik Naruto.
"hehe kau benar itu adalah tehknik 3 arah miliku dengan aku sebagai pengalihannya dan sisanya katana itu ku tarik sebagai kejutan"
"pantas ketua tertarik dengan mu baiklah kami undur diri dulu tapi pasti kami membawa mu suatu saat nanti"ucap Arthur dan mereka bertiga pergi dari tempat tersebut.
"Heh merepotkan sekali" ucap Naruto yang menyimpan kedua katananya di punggung secara menyilang. Setelah itu Naruto berjalan menuju bagian dalam kuil Ginkaku untuk bertemungan pemimpin Yokai di sana telah datang 2 orang pria berhidung panjang dan seorang gadis kecil dengan 2 telinga rubah dan 5 ekor melambai dari kimono yang gadis itu kenakan.
"maaf aku terlambat Tengu-san"ucap Naruto kepada pria berhidung panjang Naruto menyebut nama Pria itu Tengu karna memang Naruto tidak tahu Nama pria tersebut dan juga memang pria itu adalah yokai Tengu.
"Baiklah ayo ikut kami"ucap yokai Tengu tersebut dan mereka berjalan memasuki menembus sebuah patung yang ternyata patung itu adalah gerbang astral menuju dunia yokai.
"ini menakjubkan!"gumam Naruto takjub akan dunia yang baru pertama kali ia jamahi pemandangan yang indah menjadi salah satu objek yang menyambut matanya. Langit berwarna jingga tanpa awan dan energi Youki memenuhi tempat tersebut.
Mereka berjalan dalam hening menuju sebuah istana yang berada di tengah desa. Banyak mata yang memandang Naruto dengan tatapan berbeda ada yang memandangnya kagum karna ketampanannya ada juga yang menatapnya benci benci karna dia adalah iblis.
Sesampainya Naruto di Istana yokai ia di sambut oleh 1 wanita rubah berwajah cantik dengan tubuh yang menggoda, 2 telinga dan 9 ekor yang menyembul dari balik yukata putih yang wanita tersebut gunakan menambah kesan imut di wajahnya.
"selamat datang Naruto-dono perkenalkan aku Yasaka no Kyuubi penguasa tertinggi para Yokai di Kyoto"sapa Gadis cantik bernama Yasaka tersebut yang ternyata adalah pemimpin para Yokai.
"salam kenal Yasaka sama aku Naruto Uzumaki Araskage utusan Lucifer-sama maaf karna ketidak hadirannya tuan" ucap Naruto membungkuk dengan gaya Gantleman.
Setelah itu mereka semua menuju bagian dalam istana untuk membahas soal keamanan dan kerja sama Iblis dan duduk di sebuah kursi yang mengelilingi meja bundar di tempat itu juga ada 5 orang yang sudah duduk terlebih dulu dari pada Naruto.
"baiklah mari kita mulai"ucap Yasaka selaku pemimpin tertinggi dan orang yang memimpin jalannya rapat tersebut.
"Akhir-akhir ini kami mendapati kekacauan yang krusial di tambah yang melakukan kekacauan ini adalah orang-orang dari ke tiga fraksi dan kalau hal ini di biarkan pasti akan berdampak negatif terhadap kami baik segi materi dan juga segi non-materi" jelas salah seorang pemimpin Yokai yang memulai pembicaraan.
"jadi apa yang akan anda lakukan?"tanya Naruto hati-hati dia tidak mau salah berkata karna sekali saja ucapanya salah itu akan membuat dampak negatif untuk fraksinya dan juga membuat hubungan diplomasi antara Iblis dan Yokai rusak.
"karna itu kami mengundan anda Naruto-dono kami menuntut janji keamanan dari fraksi iblis! Kami tidak mau kejadian ini terulang lagi!"mendengar tuntutan dari pihak Yokai Naruto membuat sikap berfikir. Permasalahan yang cukup merepotkan karna Yokai yang membut aliansi dari Iblis meminta perlindungan sedangkan fraksi Iblis juga mengalami masalah yang sama karna selepas great war dan juga perang antar saudara membuat Fraksi Iblis mengalami kerugian yang sangat besar dalam segi materi maupun non-materi bukan hanya itu minimnya jumlah pasukan keamanan iblis juga mempersulit posisi fraksi iblis dalam rapat ini.
Tapi jangan remehkan Naruto dia di pilih menjadi orang kepercayaan Maou Lucifer karna kecerdasannya dalam masalah negosiasi dan dimplomasi.
"baiklah kalau begitu berikan saya waktu 1 minggu untuk mempertimbangkan permintaan anda karna saya harus menyurvei tempat-tempat strategis di Kyoto untuk membuat strategi dan memaksimalkan keamana di tempat ini dengan keuntungan yang sebanding untuk kedua belah pihak" pinta Naruto dalam otaknya kini telah tersusun dengan rapi rencana-rencana yang tidak akan berdampak merugikan terhadap kedua belah pihak.
"baiklah kalau begitu selamat datang di Kyoto dan nikmatilah kunjungan anda di tempat ini"mendengar itu Naruto menyeringai puas. Saatnya untuk sang Ninja bayangan kita memulai aksinya.
.
.
.
.
.
-Skip time, Kyoto 1 minggu kemudian-
.
.
Di sebuah ruangan yang minggu lalu menjadi pembukaan rapat negosiasi Yokai dan Iblis sudah ada beberapa orang termasuk Naruto dan Yasaka selaku pimpinan kedua belah pihak. Mereka sedang melakukan rapat keputusan final dari pihak iblis.
"Naruto-san sekarang apa rencana anda?"tanya Yasaka kepada Naruto sedangkan yang di tanya hanya mengangguk dan tersenyum.
"baiklah pihak kami akan memberikan keamanan kepada pihak Yokai dengan strategi 8 jalur bintang!"semua orang di buat binggung dengan apa rencana yang Naruto sebut strategi 8 jalur bintang. Dan akhirnya salah satu pemimpin Yokai angkat bicara"maaf bisa jelaskan apa yang anda maksud Naruto-san?"
.
.
."strategi 8 jalur bintang adalah dimana pihak kami menjaga Kyoto dari 8 penjuru mata angin karna menurut survei saya kemarin Kyoto memiliki 8 kuil yang memjadi pembatas daerah ini dan juga semua kedelapan kuit tersebut memiliki kekuatan spiritual masing masing apakah saya benar?"
"ya anda benar tapi kenapa hanya 8 spot saja yang anda pasang pertahanan sedangkan masih banyak jalur akses menuju kyoto yang terbuka dan itu menjadi celah yang membuat penyusup leluasa dan kami menolaknya!" pendapat Naruto di tolak mentah-mentah oleh salah satu tetua Kyoto tapi Naruto tidak menganggap gangguan itu dia hanya tersenyum
"maaf tuan Tengu-san tapi mohon jangan menghakimi saya dengan hujah penolakan anda! karna saya belum selesai menjelaskannya!"kilah Naruto dengan nada menyindir walaupun bibirnya tersenyum dan otomatis membuat tetua tersebut mendengus kesal.
"Maaf atas kelancangan salah satu tetua kami Tolong anda lanjutkan penjelasan anda Naruto-san"lerai Yasaka selaku pemimpin tertinggi di tempat mengangguk dan berdehem untuk membersihkan tenggorokannya sebelum melmanjutkan.
"memang kalau anda lihat sepintas strategi itu memiliki banyak kekurangan tapi apa anda tahu? Pepatah mengatakan jangan menilai orang dari sampulnya?" semua menggangguk"jangan bertele-tele cepat jelaskan bocah" tapi lagi-lagi tetua Tengu mendecih tidak suka dan memotong penjelasan tersebut.
"baiklah tetua Tengu-sama!"ucap Naruto dengan nada mengejek yang hanya di ketahui orang yang sudah lama berkecimpung di dunia politik dan itu sukses membuat tetua Tengu mendengus untuk kesekian kali.
"dari 8 spot tersebut pihak kami akan membuat kekai pelindung yang mengelilingi semua rute dengan 8 pilar penyangga kekkai dari energi sepiritual yang berada di 8 spot tersebut, dan berakhir di pusat energi terbesar di kota ini tepatnya di istana Nijou, dan itulah inti dari strategi 8 jalur bintang dengam memusatkan pertahanan pada 8 spot sebagai pengalihan agar penyusum mengambil jalur yang bebas penjaga itu hanya kamuflase semata yang ternyata di semua rute telah terlindungi jadi bisa kalian simpulkan! kalau saja ada penyusup mereka akan habis oleh kekai khusus kami. Atau lebih mudahnya Kyoto di selubungi oleh bintang bermata 8!"
Semua orang diam mereka kalut dalam fikiran masing-masing. sebuah tawaran yang menggiurkan dari pihak iblis dengan metode ini bukan hanya pihak Yokai yang mendapat keuntungan besar! Tapi iblispun sama halnya.
Prok!
Prok!
Prok!
Yasaka memberi tepuk tangan pertama di ikuti tepuk tangan dari semua tetua sampai-sampai tetua Tengu bertepuk tangan walaupun...yah secara terpaksa karna ia kalah oleh seorang bocah berumur 17 tahun.
"kami setuju dengan anda Naruto-san dan kami ingin segera melaksanakan strategi 8 jalur bintang" Naruto tersenyum puas mendengar persetujuan Yasaka dan dengan begini tugasnya di Kyoto selama seminggu sukses dan selesai.
Beberapa menit kemudian rapat selesai. Naruto segera pamit untuk meninggalkan Kyoto karna dia harus mengejar waktu untuk ikut serta dalam Rating game Rias melawan Rieser yang di laksanakan malam ini.
"Semoga tidak terlambat"
.
.
.
.
-Kuoh Akademi,pukul 17:45-
.
.
.
Sekarang Kelompok Gremory tengah berkumpul di ruang penelitian ilmu gaib tapi bukan hanya mereka Sona dan Tsubaki juga ada di tempat tersebut selaku perwakilan dari keluarga Sitri untuk memantau langsungnya Rating game yang sebentar lagi di mulai.
"Buchou kemana Naruto kemana dia juga belum datang?"tanya Issei gelisah pasalnya sebentar lagi Rating game di mulai! Sedangkan mereka kekurangan anggota walaupun tidak mengakibatkan disfikualisasi tapi tetap saja dengan ketidak hadiran Naruto membuat mereka kekurangan kekuatan penyerang dan ahli strategi.
"entahlah Issei sepertinya misi yang Naruto laksanakan belum selesai!"jawab Rias tenang walaupun dalam hatinya gelisah telah memasuki rongga jiwanya dan menggerogoti keberaniannya tapi dia tidak mau kalau sampai para budaknya tahu apa yang ia rasakan karna itu akan membuat mental mereka jatuh.
"jadi begitu ya! tapi... Walaupun Naruto tidak datang kita tetap harus memenangkan pertarungan ini! Benarkan teman-teman!" ucap Issei menyemangati Buchounya
"Tentu!"jawab serempak semua orang. Melihat semangat budaknya yang membara membuat Rias mengenyampingkan perasaan gelisahnya dia juga bertekat menang dan membatalkan pertunangannya dengan Riser.
"Arigatou minna"ucap Rias dengan senyum simpul yang menghias bibir ranumnya.
Tiba-tiba sebuah lingkaran sihir berwarna putih muncul di antara mereka dan nampak seorang wanita berparas cantik dengan surai perak dari lingkaran sihir tersebut
"Rias-sama 5menit lagi pertandingan di mulai mohon ke siapan anda!"
"baik Greyfia"jawab Rias kepada wanita yang teridentifikasi bernama Greyfia, dia adalah kepala pembantu di keluarga Gremory sekaligus kakak ipar dari Rias.
"semoga beruntung Rias"ucap Sona yang meninggalkan tempat tersebut di ikuti Tsubaki menuju ruang pemantau yang berada di ruangan OSIS
"ayo para budak ku yang manis kita berangkat dan kita menangkan pertandingan ini"
"ha'i" jawab Serempak seluruh orang, mereka berjalan menuju lingkaran sihir yang sudah tersedia, dan detik berikutnya mereka menghilang menuju arena Rating Game.
.
.
.
-Back to Naruto-
.
.
Sebenarnya Naruto bisa saja datang cepat dan bergabung dengan Rias tapi saat hendak membuat lingkaran sihir transformasi Greyfia datang dan mengatakan bahwa tidak perlu terburu-buru karna Naruto langsung di perintahkan menuju dunia bawah tanpa perlu pulang terlebih dahulu
"Haaaaah...!"Naruto menghela nafas berat karna kesibukannya sendiri tapi mau tidak mau dia adalah ninja yang menjunjung tinggi tugas.
Setelah membereskan masalah Yang berada di dunia bawah Naruto bersiap menuju Kuoh akademi untuk bergabung dengan kelompoknya. Dia membuat lingkaran sihir transfortasi dan menghilang seketika.
Sesampainya dia di Kuoh akademi Naruto langsung menuju ruang OSIS karna di tempat ada Sona dan Tsubaki yang tengah menyaksikan jalannya pertandingan.
Braaaak!
Suara pintu di dobrak dengan paksa terdengar membuat Sona dan Tsubaki menoleh untuk mendapati seorang pria dengan wajah gelisah"Naruto nii-chan"sapa Tsubaki.
Naruto mengangguk dan berjalan menuju arah kedua gadis di hadapannya"Kaicho kirim aku kedalam pertandingan! aku harus segera membantu Rias"mohon Naruto karna dia melihat dari monitor layar datar di hadapannya pertandingan berjalan dengan tidak seimbang hanya tersisa Rias,Asia,dan Issei di kubunya sedangkan di kubu lawan masih ada 3 bidak dengan kelas yang berbeda dari ketiga orang di timnya.
"maaf aku tidak bisa Naruto peraturan melarang pemain tambahan untuk masuk"
Naruto tertegun dia merasa sangat tidak berguna di saat seperti ini"baiklah kalau begitu maaf mengganggu mu Kaicho"ucap Naruto pasrah lalu dia berjalan meninggalkan tempat tersebut karna dia tidak akan sanggup melihat kekalahan Rajanya
Tap!
Tapi sebelum ia pergi sebuah tangan mungil menggenggam tangannya tidak membiarkannya pergi berlalu. Naruto menoleh dan mendapati Tsubaki yang menahannya"ada apa Tsuba-chan?"
"kau mau pergi kemana?"tanya Tsubaki yang mengeratkan genggamannya.
"aku mau pulang sudah tidak ada gunanya aku di sini Rias pasti kalah dan aku tidak sanggup melihatnya kalah. Lepaskan aku lebih baik aku pergi aku memang benar-benar tidak berguna!" ucap Naruto dengan nada datas dan dengan paksa melepas tangan Tsubaki.
Plaaaak!
Sebuah tamparan bersarang telak di pipinya minanggalkan bekas berbentuk telapak tangan berwarna merah"apa maksud mu Tsubaki!"
"apa maksud ku? Kau benar-benar bodoh Naruto lihat mereka bertarung dengan sekuat tenaga walaupun tanpa mu mereka tetap maju! Dan pantang menyerah apa kau tega? Setidaknya saksikanlah pertarungan mereka aku tahu kau memang benar mereka akan kalah tapi hargailah mereka dengan melihat pertandingan ini! Dan juga aku tahu kalau kau mencintai Rias jadi aku mohon jangan menyerah walaupun kau tidak bisa bersamanya karna pertunangan ini tapi cobalah untuk berjuang sekuat tenaga mu!"
Naruto terdiam mendengar ucapan Tsubaki, bukan tidak mau melihat pertandingan ini tapi dia tidak tahan kalau harus melihat orang yang paling berharga baginya kalah. Walaupun tidak terima dengan semua pertunangan ini tapi apa apa yang bisa ia lakukan? Dia sadar diri dengan posisinya yang hanya iblis menengah dan juga iblis terinkarnasi jadi mana mungkin iblis sepertinya bisa menggugat 2 iblis berdarah murni dan membatalkan pertunangan ini.
"maaf tapi aku tidak bisa"lirih Naruto berbalik dan pergi dari ruangan tersebut tanpa ada satupun makhluk yang tahu setetes liquid bening telah mengalir di kedua bola mata indahnya, menangis? Ya dia menangis untuk ke dua kalinya dalam hidup. Coba kau bayangkan orang yang kau cintai bertunangan dengan orang lain selain dirimu! Satu rasa berjuta sakit yang kini ia derita.
Dalam langkah gontai yang di iringi nyanyian malam Naruto menuju apartermennya. Tubuhnya sudah tidak kuasa untuk sekedar berdiri tegak, entah kenapa setelah sadar dengan kenyataan kekuatanya seolah meningalkannya
Tanpa memperdulikan sekitar dan pakaian yang ia kenakan, dia menjatuhkan tubuhnya kehamparan kasur yang biasa ia gunakan. Rasa lelah di jiwa dan fisiknya membuat rasa kantuknya semakin berkuasa dan akhirnya dia jatuh dalam dunia mimpi dengan harapan...
Semoga semua hanya mimpi...
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUE!
A/N: halo bertemu lagi dengan saya Author yang ababil ini. maaf karna karna lamanya updete fic ini.
terima kasih karna telah mendukung fic yang gila ini saya harap tidak ada yang kecewa karna Naruto di sini TIDAK godlike
terimakasih yang sudah mendukung fic sy dan juga pada para senpai dan reader yang memberi saran maupun kritikannya itu sungguh sangat berguna untuk saya. untuk Naruto DxD : in rain you lost dan Naruto Lucifer Namikaze : Revenge of The Absolute Satan akan segera update setelah ini!
terakhir jangan lupa reviewnya!
Tony Uchiha Namikaze out...!
