-Ketika seorang fotografer prewedding masih memiliki perasaan pada kliennya –
-Ketika cinta bertepuk sebelah tangan mulai memudar-
-Ketika cinta dipertaruhkan karena pengkhianatan-
-Ketika selembar foto menjadi saksi jalan yang memiliki dua arah –
-Ketika hati yang terluka berhasil menemukan obatnya - inilah jawabannya... –
The Wedding's Photo Frame
Cho Kyuhyun
Choi Siwon
Lee Donghae as Cho Donghae
Tan Hangeng
Kim Heechul
Lee Hyukjae as Eunhyuk
Park Jungsoo as Leeteuk
And other, akan bertambah seiring cerita
Rate : T
Author tidak punya apapun selain cerita ini, semua cast punya Tuhan
Warning: Boys Love, yang ga suka silahkan klik tombol back atau tanda silang di pojok kanan atas, DLDR, Typo(s), tidak sesuai EYD, usia Hangeng di sini lebih tua daripada Heechul.
Pairing akan terbentuk sesuai cerita :)
-Happy Reading-
Photo 2
.
.
"hyung" seorang anak kecil dengan bola besarnya berjalan riang memanggil seseorang yang tengah asyik merapikan make-upnya,
"oh kau sudah kembali Hongki-ya, bagaimana tugasmu apa kau berhasil?"
Anak kecil yang bernama Hongki tersebut tersenyum, "ne hyung, aku sudah melakukan apa yang hyung minta, selanjutnya apakah aku boleh pergi bermain?" Tanyanya polos,
"tentu, bermainlah di sana, jangan mengacaukan pekerjaan ku hari ini, arra"
"ne hyung"
"Heechul-sshi, sudah waktunya syuting di mulai lagi, seorang kru memanggil Heechul yang tengah merapikan make up nya,
"arraseo, aku akan segera ke sana"
Heechul berdiri dari tempat duduknya sambil merapikan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan, "Hongki-ya kemarikan foto yang hyung berikan padamu tadi" Heechul mengulurkan tangannya meminta sesuatu,
Hongki menyerahkan dua lembar foto yang ia bawa dan menyerahkannya pada Heechul. Namja tersebut tersenyum penuh arti memandang foto yang ia pegang, "berani kau membuat Hannie mengacuhkanku, maka akan kubuat kau menderita bocah kecil" Heechul meremas foto yang ia pegang hingga tak berbentuk dan membuangnya begitu saja ke tempat sampah.
.
.
Siwon membuka pintu mobilnya kasar, bersiap - siap menumpahkan segala kekesalannya, namun langkah kakinya terhenti ketika seseorang yang sudah siap ia semprot ternyata bergetar ketakutan. Siwon terdiam di tempat. Ia memperhatikan dengan seksama tubuh yang terduduk ketakutan itu,
"hei, neo gwaenchana?" Entah mengapa hanya dengan melihat tubuh gemetaran itu perasaan kesal Siwon seakan - akan lenyap begitu saja, berganti menjadi penuh kekhawatiran.
Siwon berjongkok menyamakan tingginya dengan Kyuhyun. Perlahan ia menyentuh bahu yang masih gemetaran itu, "gwaenchana? Mianhae, aku, kau harusnya berhati - hati, apa, yang kau lakukan di tengah jalan seperti tadi eum" tanya Siwon, namun Kyuhyun tidak menjawab, "apa kau terluka? Kita ke rumah sakit bagaimana?" Tanyanya lagi, namun Kyuhyun masih tetap diam, "jebal katakan sesuatu setidaknya aku tahu kau baik - baik saja" Siwon semakin khawatir karena namja yang duduk di hadapannya sekarang hanya diam,
Siwon menghela nafas, "hei" Siwon berteriak sambil menggoyang - goyangkan tubuh Kyuhyun mencoba menyadarkan namja itu,
Kyuhyun tersentak akibat teriakan keras itu, perlahan ia mengangkat wajahnya. Seperti gerakan slow motion, perlahan ke dua mata mereka bertemu satu sama lain. Siwon terdiam. Ia merasa waktu seakan berhenti di sekitarnya. Wajah itu, wajah ketakutan yang bersimbah air mata itu. Dan, ketika ke dua bola mata mereka bertemu, Siwon merasakan getaran aneh di dadanya, namun ia tidak tahu apa itu. Ia seakan - akan tersedot oleh tatapan sendu mata di hadapannya. Seseorang yang bahkan tak ia kenal.
Namja tampan tersebut tanpa sadar mengulurkan tangannya mencoba menghapus air mata yang mengalir melewati pipi chubby di hadapannya, namun gerakannya tertahan, seperti teringat akan sesuatu.
Siwon merasa resah, seakan - akan ia seperti tertangkap basah selingkuh dengan orang lain, namja tampan itu berdiri tanpa sempat melakukan apapun pada air mata Kyuhyun, "mianhae" hanya satu kata itu yang ia ucapkan sebelum pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian di tengah jalan. Meninggalkan namja manis yang masih ketakutan tersebut.
.
Kyuhyun memandang mobil mewah yang melewatinya begitu saja itu, "setidaknya.. Kau bisa membawa ku ke pinggir jalan pabbo" gumamnya sambil menghapus air matanya. Ia bersyukur nyawanya masih terselamatkan, tapi tidakkah namja itu membantunya berdiri mungkin.
Kyuhyun mencoba berdiri dengan menopangkan tangannya pada aspal jalanan, namun baru satu kaki yang berhasil ia angkat tubuh itu mendadak ambruk, Kyuhyun merasa kakinya tidak bersahabat dengannya, ke dua kakinya masih bergetar hebat. Sejujurnya Kyuhyun masih merasa shock dengan kejadian barusan. Sedetik saja namja itu terlambat menginjak rem mungkin ia sedang terbaring di rumah sakit sekarang.
"Kyuhyunnie" suara seseorang menyadarkan Kyuhyun dari lamunan, "astaga apa yang kau lakukan di tengah jalan seperti ini"
"gege..." Lirih Kyuhyun, air mata masih mengalir di kedua matanya,
"apa yang terjadi padamu" Hangeng, berjongkok di hadapan Kyuhyun dan membantunya berdiri, namun tubuh Kyuhyun kembali merosot jatuh, dengan sigap namja China itu menggendong tubuh yang lebih kecil darinya itu ala bridal style, tanpa menyadari Siwon melihat semua itu dari dalam mobilnya.
Namja tersebut merasa bersalah karena meninggalkan Kyuhyun dan ingin kembali, namun sebuah mobil dan seorang namja dengan setelan jas rapi terlebih dulu membantu namja manis itu. Siwon memegang dadanya yang mendadak terasa panas. Cemburu? Tanpa sadar ia memukul kemudi mobilnya dengan keras. Seolah - olah menyalurkan kekesalannya.
.
"apa yang terjadi sebenarnya Kyu? Kenapa kau bisa duduk di jalan raya seperti tadi?" Hangeng mengulangi pertanyaannya, namun namja yang duduk di sampingnya itu seakan-akan tidak mendengar suaranya.
Hangeng meminggirkan mobilnya ketika melihat sebuah mini market 24jam. Ia keluar dari mobil dan masuk ke dalam mini market tersebut dan kembali setelah membeli sesuatu, "minumlah dulu Kyu" Hangeng membukakan penutup botol air mineral dan menyerahkannya pada Kyuhyun.
Namja manis itu dengan ragu menerima botol tersebut, namun Hangeng tersenyum lembut padanya, membuatnya merasa lebih tenang, "lebih enakan?" Tanya Hangeng,
Kyuhyun mengangguk kecil, air dingin itu menyegarkan tubuhnya, ia merasa lebih tenang sekarang, "xie xie gege" ucap Kyuhyun pelan,
Hangeng tersenyum, ia kembali menjalankan mobilnya, "apa kau lapar? Bagaimana jika kita makan dulu?" Tawar Hangeng, ia ingin bertanya pada Kyuhyun mengenai kejadian tadi, namun hal itu harus ia tahan saat ini, Kyuhyun bukan tipe orang yang sulit terbuka jika dipaksa, karena itu ia biarkan saja Kyuhyun bercerita padanya jika ada masalah.
"aniyo, kita langsung pulang saja ge, gege makan malam di rumah saja sekalian, kebetulan eomma dan appa ada di rumah, mereka sudah lama tidak bertemu gege" ucap Kyuhyun pelan, ia masih merasa lemas,
"jinjja? Baiklah gege terima tawaran makan malammu"
Kyuhyun tersenyum, ia merasa sangat nyaman bersama namja ini, Hangeng tidak akan bertanya lebih lanjut jika ia tidak ingin bercerita. Padahal sejujurnya Kyuhyun ingin bercerita kejadian tadi, tapi ia tidak ingin membuat sahabat hyungnya itu terbebani karena mengkhawatirkannya. Lagipula ia tidak apa - apa, tidak lecet atau terluka sedikitpun. Hanya rasa kesal yang masih tersimpan di hatinya pada namja yang hampir menabraknya itu.
.
Hangeng memapah Kyuhyun keluar dari mobil diikuti teriakan dari dalam rumah. Donghae berlari tergopoh – gopoh disusul Eunhyuk di belakangnya, ia membantu Hangeng memapah Kyuhyun ke dalam rumah.
"apa yang terjadi pada mu dongsaengi, kenapa kau dipapah Hangeng hyung seperti ini" Donghae bertanya cemas saat mereka mendudukkan Kyuhyun di sofa,
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya kesal, ia menatap tajam ke arah Donghae, "ini karena ikan hyung tahu, coba hyung mengantarku pulang dulu tadi aku tidak akan di ta…" Kyuhyun menghentikan kata – katanya, membuat kening semua orang berkerut,
"di apa Kyu?" tanya Donghae, ia masih sangat panik menghadapi Kyuhyun,
"ani, aku lapar, aku mau makan" Kyuhyun berdiri dari duduknya tapi terduduk lagi,
"aish kau ini bandel sekali sih, duduk sini dulu, hyung akan suruh pelayan menyiapkan makanan" Donghae berlari ke dalam rumah, memanggil beberapa pelayan untuk menyiapkan meja makan, karena mereka akan memulai makan malam.
.
Makan malam di keluarga Cho cukup ramai hari itu. Selain karena kedatangan dua pengusaha besar Cho Yunho dan sang istri Cho Jaejoong yang baru saja tiba dari perjalanan bisnis mereka. Makan malam kali ini juga membahas mengenai persiapan pernikahan Donghae dan Eunhyuk.
"bagaimana persiapan kalian, apa kalian sudah memutuskan akan bulan madu dimana?" tanya sang kepala rumah tangga, Yunho,
Uhuk, Donghae tersedak makanan yang ia makan, Eunhyuk langsung panik mengangsurkan air minum sementara Kyuhyun hanya mengangkat alisnya malas, Hangeng melirik Kyuhyun dengan senyum kecil di bibirnya.
"appa kenapa bertanya seperti itu, kami menikah saja belum" Donghae mengelap bibirnya dengan kain yang ada di sampingnya,
"memang apa salahnya appa bertanya seperti itu eoh? Kalian kan akan menikah sebentar lagi, bulan madu itu masa paling penting dalam setiap pernikahan, jadi kalian harus memikirkannya matang – matang, jangan cuma asal jalan – jalan saja" nasehat Yunho,
"ah Hangeng-ssi, bagaimana kabar entertainment mu?" Jaejoong mengalihkan pembicaraan, ia yakin setelah ini pasti akan ada perdebatan sengit jika suaminya itu tidak di hentikan,
"baik – baik saja, Jaejoong-ssi, kebetulan akhir tahun ini artis kami akan mengadakan syuting iklan untuk produk parfum yang kau buat" ucap Hangeng sopan,
"jinjja? Oh aku tidak tahu tentang hal itu, baguslah" Jaejoong melirik Hangeng dan Kyuhyun bergantian, dia ingin bertanya sesuatu, namun namja cantik itu hanya mengangkat kedua bahunya tidak ingin mengganggu nafsu makan putra bungsunya yang tengah sakit sepertinya. "apa kalian sudah menyiapkan foto prewedding Hae?" Jaejoong memutuskan lebih bertanya masalah putra sulungnya daripada Kyuhyun,
"belum eomma, kami masih mencari yang tepat fotografernya" jawab Donghae,
"mwo? Ini sudah beberapa bulan menjelang waktu pernikahanmu kau masih belum membuat foto prewedding?" Yunho melirik sambil tetap memotong daging sapi yang ada di piringnya,
Donghae mengangguk, "Hae hyung meminta ku mengurus semuanya appa, dia sendiri asyik pacaran dengan Hyuk hyung" gumam Kyuhyun, cukup keras untuk di dengar hingga telinga semua orang membuat kening Donghae mengkerut,
"Donghae, kenapa kau membuat adikmu melakukan persiapan pernikahan huh, bukankah kau yang akan menikah" ucap Jaejoong tajam, Donghae menunduk, melirik Kyuhyun yang hanya menampilkan senyum evil kebanggannya, 'kena kau Hae hyung, rasakan pembalasanku' batin Kyuhyun sambil tetap memakan makanannya dengan tenang.
"ah, begini, Jae-eomonim" Eunhyuk memulai, "mengenai foto prewedding, hari minggu ini, kami berencana menemui salah seorang fotografer kenalan temanku, dan dia sudah mengaturkan janji agar kami bisa bertemu" Eunhyuk menggenggam tangan Donghae di sisinya, agar namja itu diam
"oh benarkah? Kyuhyunnie, kau ikut mereka ne, sekalian jalan – jalan, apa kau ada acara besok minggu Hangeng?" tanya Jaejoong,
Hangeng yang cukup asyik dalam dunianya sendiri-memandang Kyuhyun- terkejut ketika Jaejoong melontarkan pertanyaan itu, "ah, aku tidak ada acara di hari itu, kalau Kyuhyun mau, aku bisa menemaninya sekalian"
"nah, jadi Kyuhyunnie kau harus ikut besok minggu" putus Jaejoong,
"mwo? Ya! Eomma, kenapa aku harus ikut, yang mau menikah kan Hae hyung, aku tidak mau" tolak Kyuhyun,
"tidak ada tapi – tapian sayang, kau harus ikut, siapa tahu dia bisa jadi fotografer prewedding mu nanti"
Klontang, tanpa sadar Kyuhyun menjatuhkan pisaunya ke lantai, dan memandang horror ke arah eomma nya yang masih tampak tidak terganggu dengan suara berisik itu, "eommaaaaa"
.
.
Siwon meletakkan waffle yang ia buat ke dalam piring dan menuangkan sedikit caramel syrup diatasnya, namja tampan itu lalu duduk di kursi makan dan membagi waffle itu kepada Leeteuk,
"eoh kau hari minggu ini ada janji bertemu dengan klien?" Leetek melihat kalender yang ada di meja, ada lingkaran merah dan tulisan tangan Siwon di sana,
"ne hyung, teman ku merekomendasikanku pada kenalannya yang akan menikah, karena mereka orang yang cukup sibuk jadi akhirnya kami sepakat bertemu di hari minggu ini" jawab Siwon sambil memakan waffle buatannya itu,
"oh, aku kira ada apa, tumben sekali kau mau menerima pekerjaan di hari minggu" Leeteuk ikut duduk di hadapan Siwon dan mengambil garpu, mulai memakan waffle di depannya.
"mollayo, aku juga tidak tahu kenapa langsung menyetujui ajakan itu," Leeteuk mengangguk – anggukkan kepalanya, "tapi tidak apa – apalah, kebetulan hari itu aku juga tidak ada acara, jadi daripada diam di apartment lebih baik bertemu klien" Siwon mengambil botol sirup dan menuangkan lagi isinya ke atas waffle,
Leeteuk memandang Siwon cukup lama, sedikit menelisik wajah seseorang yang sudah ia anggap sebagai dongsaeng itu, "ada apa di wajahku Teuki hyung, kenapa kau memandangku sejak tadi" Siwon tanpa mengangkat kepalanya bertanya pada Leeteuk, membuat namja yang lebih tua darinya itu tertawa hambar,
"ah aniya, aku hanya merasa wajahmu sedang kecut hari ini, apa ada masalah" tanya Leeteuk mencoba memancing,
Siwon memandang Leeteuk sejenak lalu menggeleng, "Siwon-ah," panggil Leeteuk, namun Siwon hanya menjawab dengan gumaman,
"tadi, orang tuamu menelepon" ucap Leeteuk langsung,
Siwon menghela nafas kasar dan kembali mengiris wafflenya yang masih sisa separuh, "mereka, bertanya mengenai keadaanmu" ucap Leeteuk hati – hati, ia tahu ini adalah masalah yang cukup sensitif bagi Siwon, "mereka bertanya apa, yeoja yang…."
"aku sudah selesai" Siwon meletakkan garpunya ke atas piring dengan agak kasar, memotong kalimat Leeteuk, namja itu berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah kamarnya, membanting pintu itu dengan cukup keras.
Leeteuk menghela nafas, "selalu seperti ini," Leeteuk mengaduk – aduk wafflenya hingga tak berbentuk, nafsu makannya mendadak hilang entah ke mana.
.
Siwon membaringkan tubuhnya di atas kasur king sizenya. Ia menjadikan lengannya sebagai bantal dan menatap kosong ke langit – langit, "kau dimana sekarang… aku merindukanmu…." Siwon membayangkan wajah seseorang yang pernah mengisi hari – harinya selama dua tahun, ia membayangkan semua kenangan indah yang pernah mereka jalani bersama. Meski keduanya harus menutupi hubungan tersebut dari semua orang termasuk keluarga, namun Siwon benar – benar merasakan kebahagiaan yang sebenarnya saat itu.
Senyum merekah di wajahnya, ia bahkan melupakan kemarahan dan kekesalannya pada orang tuanya, "bogoshippo, chagiya" gumam Siwon sambil memandang cincin perak dengan warna hitam di lingkaran tengahnya, "apa kau masih mencintaiku? Ataukah kau benar – benar membenciku? Kenapa kau pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasanku chagi" pandangan Siwon mengabur, ia melepas cincin yang selalu ia kenakan setiap hari itu lalu memandangnya, "apakah dua tahun kita bersama belum cukup bagimu untuk percaya padaku seutuhnya" Siwon menggenggam cincin itu dengan erat, ia memejamkan matanya, namun mendadak wajah Kyuhyun terlintas di benak Siwon, namja itu langsung terbangun, "kenapa…. Kenapa tiba – tiba wajah namja itu melintas di benakku, aku sedang membayangkan kekasihku" Siwon mengusap kasar wajahnya, ingatannya akan seorang namja manis yang tengah di gendong ala bridal membuat hatinya terasa panas tiba – tiba, "ck" Siwon berdecih dan mencoba kembali fokus pada orang yang ada di hatinya, namun wajah Kyuhyun dengan air mata mengalir di pipi kembali muncul memenuhi pikirannya, "aish ada apa denganku, kenapa aku malah memikirkan namja asing itu" Siwon melepas pakaian yang ia kenakan dan berjalan ke arah kamar mandi, mungkin mandi dengan air dingin bisa menyegarkan pikirannya.
Namun, setelah menghabiskan waktu lebih dari tiga puluh menit di dalam kamar mandi, bayang – bayang wajah Kyuhyun tidak bisa lepas dari pikiran namja tampan itu, Siwon mematikan shower dan berjalan ke luar kamar, namja itu hanya dengan memakai bathrope membuka kaca balkon kamarnya. Pemandangan kotaSeoul terpampang jelas. Meski angina malam sedikit menusuk, namun namja itu tidak perduli, ia duduk di kursi dekat pembatas, matanya menerawang entah kemana, namun bayang – bayang wajah Kyuhyun masih setia memasuki pikirannya, "apa ini karena aku merasa bersalah padanya, sehingga wajahnya tiba – tiba melintas di pikiranku" gumam Siwon, "ne pasti begitu, tapi, bukan aku yang salah, dia yang tiba – tiba ada di tengah jalan raya bukan" Siwon bermonolog, "ne, dia yang salah, jadi untuk apa aku merasa bersalah, dan untuk apa aku merasa seperti orang bodoh begini"
Siwon kembali masuk ke dalam kamarnya, memakai pakaiannya dan kembali memasang cincin yang tadi sempat ia lepas sesaat, namja tampan itu berbaring dan mengambil sebuah foto dari dalam laci mejanya, fotonya dengan seorang namja yang terlihat manis namun tampan di saat lain, Siwon memandang sendu foto itu, lalu mengecup namja yang ada di foto dan memejamkan matanya, tertidur sambil mendekap erat foto yang selalu tersimpan rapi di laci mejanya tersebut.
.
.
Hangeng berjalan mendekati Kyuhyun yang sedang duduk di atas ayunan sambil memandang langit malam, Kyuhyun tersenyum kala Hangeng duduk di sampingnya. Ayunan tersebut sedikit bergoyang, "gege tidak ngobrol dengan eomma dan appa?" Tanya Kyuhyun sambil tetap melihat bintang,
"tidak, mereka sedang berbicara dengan hyungmu" jawab Hangeng sambil tetap memperhatikan Kyuhyun dari samping, betapa manisnya namja di sisinya itu, "Kyu"
"hm?"
"kau tidak sedih?"
"untuk apa?"
"sebentar lagi Hae akan menikah, dan pasti akan meninggalkan rumah ini kan?"
Kyuhyun melirik Hangeng lalu kembali memandang langit, "tentu saja sedih ge, aku pasti kesepian, Hae hyung selalu membuat rumah ramai, tapi, siapa aku bisa menghalanginya pergi, toh mereka juga akan pindah di apartment dekat sini, aku masih bisa sering - sering menemui mereka" Kyuhyun tersenyum lembut,
Hangeng diam - diam merasa bangga pada Kyuhyun, betapa dewasanya ia, "kelak kau tidak akan kesepian lagi Kyu, jika kau bersama ku nanti, aku janji tidak akan pernah membuatmu kesepian" gumam Hangeng dalam hati, ia menyentuh rambut Kyuhyun dan membelainya, lembut, "gege akan terus melimpahkan kasih sayang untukmu Kyu, gege harap suatu hari nanti kau bisa membalas perasaan gege ini"
Tanpa keduanya sadari, Jaejoong berdiri di samping pintu kaca dan memandang penuh kebahagiaan pada kedua namja itu, "putra - putraku sungguh beruntung memiliki orang - orang yang sangat menyayangi mereka" namja cantik itu berdiri cukup lama memperhatikan bagaiamana Hangeng memperlakukan Kyuhyun begitu lembut, setelah di rasa cukup, ia lalu kembali masuk ke dalam rumah, menyiapkan segala sesuatunya untuk perjalanan bisnisnya bersama sang suami esok hari.
.
"Kyuhyun"
"ne gege" Kyuhyun menoleh ke arah Hangeng,
Hangeng menatap lama wajah Kyuhyun, "mmm, apa kau tidak merasa kedinginan? Kita sudah cukup lama di luar"
Kyuhyun mengusap kedua lengannya, kedinginan? Tentu ia kedinginan, tapi entah kenapa ketika Hangeng berada di sisinya ia justru merasa hangat.
Hangeng melepas jas yang ia kenakan dan memakaikannya ke tubuh Kyuhyun, "pakailah, setidaknya ketika lebih lama berada di luar seperti ini kau tidak akan kedinginan" Hangeng membenarkan letak jasnya agar terasa pas di tubuh Kyuhyun, tanpa ia ketahui Kyuhyun menundukkan wajahnya, menutupi rona merah yang membuat wajahnya sedikit memanas.
"xie xie Han gege" Kyuhyun merapatkan jas yang terpasang di tubuhnya, hangat dan nyaman, "gege tidak apa berada di sini sampai malam?" Tanya Kyuhyun,
Hangeng mengerutkan keningnya, "tentu saja, memang kenapa?"
"aniya, aku takut nanti... Ada... Yang... Marah" Kyuhyun merasa malu mengatakan kalimat itu. Aish Cho Kyuhyun bukankah Hangeng sudah sering berada di rumah mu sampai larut malam, kenapa bertanya pertanyaan bodoh begitu. Kyuhyun menundukkan kepalanya dalam - dalam dan merutuki bibirnya yang lancang,
Hangeng tertawa renyah, membuat Kyuhyun langsung mengangkat kepalanya, "kenapa pertanyaan mu seperti itu eum? Apa kau lupa aku sendirian di apartment? Apa kau lupa aku sedang tidak punya pasangan?" Hangeng menyentil pelan hidung mancung kyuhyun, "aaa gege tahu, kau pasti cemburu yaaa" godanya,
Wajah Kyuhyun langsung bersemu merah, namun tidak terlalu kentara karena suasana cukup gelap malam itu, "a, aku cemburu? Kata siapa? Tidak kok gege" Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah lain,
Hangeng kembali tertawa, namja itu mengacak - acak rambut Kyuhun membuat namja itu merengut kesal, "Ya! Gege menghancurkan rambutku" teriak Kyuhyun, Hangeng berdiri dari ayunan dan berlari menghindari amukan Kyuhyun, namun namja manis itu tidak mau kalah, ia melemparkan jas milik Hangeng ke sembarang tempat dan berlari mengejar gege China nya itu.
"gege tunggu jangan lari tunggu" Kyuhyun berteriak sepanjang taman di kediaman keluarga Cho dan disambut dengan tawa Hangeng, "aish gege larinya jangan cepat - cepat" Kyuhyun mulai mengomel membuat tawa Hangeng semakin keras, "berhenti meledekku gege" teriak Kyuhyun.
Keduanya saling mengejar satu sama lain, tawa dan teriakan mewarnai taman bunga keluarga Cho malam itu, melahirkan kebahagiaan bagi anggota keluarga yang lain yang entah kenapa sama - sama menonton adegan kejar - kejaran tersebut.
"jika Kyuhyunnie bersama dengan Hangeng hyung aku setuju" ucap Donghae tiba - tiba,
"ne, eomma juga, bagaimana dengan mu yeobo" tanya Jaejoong yang kembali ke luar kamar dan ikut menonton aksi putra bungsunya itu,
"dua lawan satu tentu kalian menang" jawab Yunho singkat,
"tapi Hyukkie belum memberikan pendapatnya" ucap Donghae,
Yunho mengangkat alisnya malas, "tentu saja dia akan mengikuti mu, untuk apa bertanya lagi pabbo" Eunhyuk yang dibicarakan kedua ayah dan anak itu hanya menunduk malu. Betapa bahagianya ia bisa diterima dengan hangat di keluarga Donghae, padahal yang ia tahu Tuan dan Nyonya Cho adalah pebisnis yang terkenal dengan tangan dingin dan kedisplinan serta ketegasannya. Namun ketika bertemu mereka secara langsung, keduanya berbeda sekali dengan yang di bicarakan orang - orang, keduanya sangat baik dan menyenangkan. Bahkan sesekali bertengkar dengan anak - anak mereka, Eunhyuk tanpa sadar tertawa,
"kenapa kau tertawa chagi?" Tanya Donghae bingung,
"aniya, aku hanya merasa bahagia bisa bertemu dengan mu dan akan menikah denganmu Hae, kau tidak boleh meninggalkan ku, ingat itu" ucap Eunhyuk,
"mana mungkin aku meninggalkan istri cantikku ini nanti huh, justru aku yang takut kau dilirik orang lain nanti" Hae mengerucutkan bibirnya, membuat ke dua orang tuanya hanya mengangkat bahu malas,
"aish mulai lagi, kajja yeobo kita lanjut siap - siapnya, memperhatikan mereka hanya buang - buang waktu, kita pacaran di kamar saja" Jaejoong menarik tangan Yunho dan berjalan meninggalkan Donghae dan Eunhyuk yang hanya mengangkat bahu.
"aish eomma appa, bukankah sifat kalian juga seperti itu" teriak Donghae tidak terima.
.
Minggu pagi itu suasana sangat cerah, burung – burung berkicau menyambut datangnya sang mentari yang biasnya mulai memasuki kamar milik seorang namja tampan. Leeteuk membuka pintu kamar Siwon setelah berkali - kali ia ketuk namja itu tidak juga membukakan pintu, "aigoo dia kalau tidur seperti orang mati saja" Leeteuk berjalan ke arah kasur Siwon dan bersiap mengguncang tubuhnya ketika melihat namja yang sudah ia anggap sebagai dongsaengnya itu tertidur dengan nyenyak sambil memeluk sebuah foto.
Dengan perlahan Leeteuk meraih foto tersebut dan mengembalikannya ke dalam laci, tempat yang sudah ia hafal, "kau masih belum bisa lepas dari bayang – bayangnya ya Siwonnie, karena itu kau menolak perjodohan orang tuamu kan" lirih Leeteuk sambil duduk di sisi kasur Siwon, namja itu membelai lembut rambut Siwon sambil berfikir, "kau memilih profesimu sekarang juga karena dia kan, memfoto banyak orang agar mungkin salah satu dari mereka adalah dia, tapi, Siwonnie, apakah kau yakin jika dia akan menikah padahal dia sangat mencintaimu eoh"
Leeteuk menghentikan gerakannya ketika ia merasa tidur Siwon terusik, "oh hyung," dengan suara serak khas orang bangun tidur, Siwon merapikan rambutnya yang searasa berantakan, "ada apa hyung pagi – pagi begini di kamarku" tanya Siwon bingung, Leeteuk tersenyum, baru bangun tidur saja Siwon sudah setampan ini, apalagi jika ia telah rapi, pantas saja banyak yang sangat mengaguminya, "hyung kenapa malah melamun, aku bertanya padamu" ulang Siwon,
"ah mian Siwonnie, aku hanya ingin mengingatkanmu, ini sudah jam delapan pagi, bukankah kau ada janji dengan seseorang hari ini?" Leeteuk mengingatkan,
Siwon melirik jam dan mengernyit, "astaga hyung kenapa kau baru membangunkanku jam segini," Siwon langsung melompat panik dari kasurnya dan berlari ke arah kamar mandi, "kami janji bertemu jam sembilan hyung" teriak Siwon dari dalam kamar mandi,
Leeteuk berdenyut kesal, "ck salahmu sendiri jika tidur seperti orang mati, asal kau tahu, mulut dan tanganku sudah pegal mengetuk pintu kamarmu itu eoh, hyung sudah siapkan sandwich untukmu, setidaknya sebelum berangkat kau harus makan, tadi malam kau belum makan apapun selain waffle bukan" ucap Leeteuk dari depan pintu, "hyung akan panaskan mobilmu jadi kau bisa langsung memakainya nanti, ah iya, malam ini hyung akan pulang terlambat, hyung ada janji dengan Kanginnie" lanjut Leeteuk,
Siwon tidak mendengarkan lebih jelas, karena ia sedang terburu – buru, mandi seadanya dan berpakaian, Siwon mengernyit melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan, bergegas ia keluar kamar dan membawa apa yang ia butuhkan, mengambil setangkup sandwich buatan Leeteuk dan berlari ke luar, "aku duluan Teuki hyung" teriak Siwon sambil menutup pintu apartmentnya, meninggalkan Leeteuk yang hanya bisa geleng – geleng kepala, "dia selalu saja begitu, tidak pernah berubah".
.
Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi, namja itu termasuk salah orang yang pantang terlambat jika berjanji dengan seseorang. Pukul sembilan kurang lima menit Siwon telah tiba di studio miliknya. Dengan berlari kecil ia keluar dari mobil dan membuka pintu, kemudian masuk ke dalam, merapikan beberapa benda yang dirasa berantakan.
Mobil Hyundai Santa FE milik Donghae terparkir sempurna di samping Hyundai equus milik Siwon. Donghae dan Eunhyuk turun bersamaan, sementara Kyuhyun sibuk melepas sabuk pengaman yang ia kenakan, "gege benar tidak mau ikut ke dalam?" tanya Kyuhyun,
"tidak, kalian saja, gege menunggu di sini," ucap Hangeng,
"baiklah kalau begitu" Kyuhyun turun dari mobil, meinggalkan Hangeng yang sibuk berjalan – jalan di sekitar area studio. Kyuhyun sebenarnya juga malas untuk masuk ke dalam, namun entahlah, ada sesuatu yang seperti mendorongnya untuk tetap pergi.
Donghae membuka pintu studio yang tertutup, ketiganya langsung takjub begitu melihat ke dalam studio, beberapa foto prewedding terpampang di dinding, "wuah fotonya seperti nyata ya Hae" ucap Eunhyuk, mereka berjalan mengikuti deretan figura – figura besar tersebut menuju sebuah ruangan yang berada di tengah – tengah.
Ruangan itu terlihat minimalis, hanya ada lampu sorot, sebuah jendela kecil dan sebuah meja di pojokan. Beberapa foto juga terpajang di dinding – dinding dengan background kebanyakan alam terbuka. Eunhyuk berdecak kagum melihat hasil foto – foto tersebut.
Ketiganya lalu melangkah menuju satu – satunya orang yang ada di dalam ruangan tersebut, "ah, mianhae, kami yang sudah membuat janji dengan anda" Eunhyuk membuka percakapan,
Siwon yang saat itu sedang membelakangi mereka karena tengah merapikan beberapa figura cukup terkejut karena mendengar suara, bergegas ia meletakkan figura yang ia pegang dan berbalik.
Tepat saat itu, Siwon dan dua orang namja yang ada di hadapannya menunjukkan ekspresi yang berbeda – beda. Namun satu ekspresi yang sama mereka tunjukkan adalah. Terkejut.
TWPF
Tuhan mempertemukan setiap jodoh dengan cara yang berbeda – beda, meskipun kelak mereka akan mengalami kesedihan dan keputusasaan, namun, takdir manusia telah terlukis. Dan Tuhan tidak akan pernah melakukan kesalahan dalam menuliskan takdir setiap umatnya. Kebahagiaan adalah janji yang tidak akan pernah dilanggar oleh Tuhan, hal yang selalu menunggu di akhir di setiap kesusahan yang dialami setiap manusia.
Tbc
Hai haiiiiii, hyunnie kembali lagi dengan chapter dua~~~ adakah yang mau menebak lagi siapa yang terkejut dan kenapa? Hehe
Bener – bener ga nyangka respon di chap satu melebihi perkiraan, gomawo buat semua yang udah review dan udah baca, hyunnie sangat terharu
Udah tahu kan siapa yang mau nabrak Kyu? Yap dia adalah Siwon
Banyak yang nebak itu cupit atau makhluk halus(?) ya anak kecil di akhir chap? Hehe bukan, dia manusia kok, dan ada yang benar nyebutinnya. Udah ketebak kan siapa anak kecil itu? XD
Oya ada yang tanya, hyunnie wks? Tentu hyunnie adalah WKS, i love wonkyu :D
Ya udah sekian aja cuap – cuapnya, apakah ada yang masih bingung? Silahkan bertanya, di chap berikutnya akan hyunnie jawab ^^
Untuk jewELF tokoh utamanya di sini adalah Kyuhyun dan Siwon ^^ eunhae adalah cast yang mempertumkan wonkyu nantinya. Terus buat vira aku kaget loh kamu nebak ampe sejauh itu XD kita lihat selanjutnya karena cerita ini tidak sesedarhana itu hehe…
Mianhae hyunnie ga bisa balas satu2 review dari kalian, tapi hyunnie baca kok, dan beberapa pertanyaan sudah hyunnie coba jawab di atas.
Yang mau teror atau kenalan [ceileh] silahkan mampir ke twitter saya di kyuph , mention untuk followback atau bbm 7E5FC6AF atau di PM ffn juga boleh ^^
.
oh ya, hyunnie lagi senang karena Siwon oppa menemani kyuhyun di rekaman musik hari ini, sampai update twitter hohoho
dan chukkae buat kyuhyun yang akhirnya punya album solo ^^
Lets spread wonkyu love around the world
-chohyunnie-
