New Mission on New Dimension

Disclaimer : Saya tidak mengakui kepemilikan Naruto dan Higschool DxD

Pairing : Naruto X Rias

Genre : Adventure, Action, Romance

Rate : T (rating dapat berubah sewaktu-waktu)

Warning : AR, gaje, abal, typo(s), OOC(maybe), Strong!Naru, Godlike!Naru (maybe)

Summary : Dengan terlahir sebagai anak dalam ramalan, dia telah menyelesaikan tugasnya untuk membawa perdamaian untuk dunia Shinobi. Tapi dia punya tugas baru yang telah menantinya. Perdamaian di dimaensi lain. Dan juga untuk menemukan kebahagiaan yang selama ini ia cari.

"abcd" untuk nama jutsu. (italic+bold)

"abcd" untuk percakapan dari biju

"abcd" percakapan biasa

'abcd' berbicara dalam hati

Don't Like Don't Read

.

.

.

.

THIS IS IT

Chapter 2

"Namikaze Uzumaki Naruto. Pahlawan Perang Dunia Shinobi ke-4. Aku datang untuk membawa kedamaian di dunia ini, dattebayo!"

"Pembawa kedamaian? Shinobi?" Sirzech bertanya dengan nada bingung. Begitupun semua yang ada di sana ketika mendengar perkataan pemuda pirang itu.

"Err. Ceritanya panjang. Lagipula..."

KRUYUKK

Wajah Naruto langsung memerah. Sedangkan Sirzech hanya terkekeh kecil.

"Tampaknya kau kelaparan. Ikut denganku. Sebagai imbalannya kau harus menjelaskan semuanya." Ucap pria berambut merah itu.

"Tunggu, onii-sama. Kenapa kau malah membantu orang ini? Bahkan kita tidak tahu siapa dia. Bisa saja kan dia punya maksud jahat." Ucap Rias.

"Hei. Tenang saja nona. Aku tidak memiliki maksud jahat. Kan sudah kubilang aku datang untuk membawa perdamaian, ttebayo." Ucap Naruto dengan raut kesal.

"Sudahlah Rias. Lagipula dia sudah menolongmu. Nah Naruto-san. Pegang tanganku. Kita akan pergi dengan lingkaran sihir." Balas Sirzech. Rias mau tidak mau harus setuju. Lagipula Naruto telah menolongnya dari Raiser.

Naruto masih bingung apa yang dimaksud lingkaran sihir. Tapi toh dia tetap mengikuti Sirzech. Setelah Naruto memegang lengan Sirzech, mereka langsung menghilang dalam lingkaran sihir meninggalkan Rias dan Issei.

"Ne, Buchou. Sekarang bagaimana?" tanya Issei.

"Lebih baik kita ikuti nii-sama. Aku juga penasaran dengan pemuda aneh itu." Ucap Rias dengan wajah serius. Issei hanya mengangguk dan beberapa saat kemudian mereka menghilang dengan lingkaran sihir Gremory.


"Puahh. Kenyang." Ucap Naruto sambil mengusap-usap perutnya. Semua budak Rias juga Sirzech dan Grayfia tengah berkumpul di meja makan untuk mendengar penjelasan Naruto.

"Ne, Naruto-san. Jadi bisa kau ceritakan siapa dirimu sebenarnya?" tanya Sirzech.

"Baiklah. Aku adalah seorang shinobi yang datang ke dimensi ini untuk menjalankan tugasku." Jawab Naruto.

"Shinobi?" Asia memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti. Naruto yang melihat reaksi Asia hanya terkekeh kecil.

"Bisa dibilang Shinobi itu adalah ninja pria. Sedangkan ninja perempuan disebut Kunoichi." Ucap Naruto.

"Tugas apa yang kau maksud Naruto-san?" tanya Kiba.

"Tugasku adalah membawa perdamaian, ttebayo!" ucap Naruto dengan senyum lebar, "dan aku ingin menemukan kebahagiaanku," lanjutnya lirih.

Semua yang mendengar kalimat terakhir pemuda itu hanya memasang wajah bingung.

"Sebelum itu, kau tahu kami ini apa Naruto-san?" tanya Sirzech.

"Etto.."

BOFF

"Kalian iblis, kan?" Naruto langsung mengalihkan pandangannya ke asal suara yang berada di belakangnya.

"Heee?! Bola bulu! Apa yang kau lakukan di luar tubuhku? Bagaimana kau bisa keluar? Dan apa-apaan penampilanmu itu?" tanya Naruto bertubi-tubi sambil berdiri dari kursinya dan menunjuk-nunjuk bunshinnya yang tampak berbeda. Bunshin yang dilihatnya adalah berambut jabrik orange dan bermata rubah. Dari suara beratnya saja tentu Naruto sudah mengetahui siapa yang ada di dalam bunshin itu.

DUAKK

"It-ittai." Naruto langsung terduduk sambil mengusap kepalanya.

"Jika kau ingin bertanya. Tanya satu-satu, gaki. Lagipula aku tidak tahu jawaban dari semua pertanyaanmu." Ucap Kurama disertai dengusan kesal.

'jawaban macam apa itu?' batin Naruto sambil menatap tajam bunshinnya yang dirasuki Kurama itu.

"Ano. Kau siapa ya?" tanya Issei bingung.

"Aku Kurama." Semua disana yang berada di ruangan itu sweatdrop mendengar jawaban singkat Kurama.

"Bola bulu bodoh. Maksud mereka kau itu apa." Sahut Naruto.

DUAKK DUAKK

"Jangan panggil aku bola bulu, gaki!" ucap Kurama dengan perempatan urat di dahinya.

"Ittai. Bisa tidak menjitakku. Baka Kitsune!" jawab Naruto dengan kesal. Kedua makhluk berbeda itu langsung menatap satu sama lain dengan glare masing-masing.

"Kitsune? Kau siluman?" tanya Sirzech. Kurama langsung menghentikan perang glarenya dan memandang Sirzech.

"Ya. Kalau wujud asliku suatu saat kalian akan melihatnya. Aku malas menjelaskan. Dan aku bersemayam di tubuh bocah ini." Jawab Kurama sambil menunjuk Naruto yang masih memandangnya dengan glare.

"Dan darimana kau tahu kalau kami iblis?" tanya Rias. Naruto yang mendengar kata 'iblis' langsung memucat dan memandang semua yang ada disana dengan pandangan horor.

"Ka-ka-kalian iblis? Berarti ha-han-hantu?!" dan semakin memucatlah wajah pemuda pirang itu.

"Aku masih tidak menyangka orang yang takut akan hal-hal gaib berani mengemban tugas di dimensi ini dan pernah jadi pahlawan shinobi." Ucap Kurama dengan seringainya.

"Diam bola bulu! Aku manusia dan wajar kalau aku masih punya rasa takut. Lagipula aku tidak akan menolak tugas yang diberikan kepadaku." Jawab Naruto disertai glarenya.

Sirzech hanya terkekeh melihat pertengkaran dua orang di depannya. Bahkan Rias pun sempat tertawa kecil yang entah mengapa terdengar oleh Naruto dan membuatnya memerah.

"Sekarang aku percaya kau orang baik, Naruto-san. Dan jangan kau samakan kami dengan hantu. Sekarang coba lihat kami, adakah yang menyeramkan atau aneh dari kami?" tanya Sirzech disertai senyumnya.

Naruto langsung memandang semua penghuni ruangan itu, "tidak ada sih. Hanya saja laki-laki berambut coklat itu berwajah mesum," ucap Naruto sambil menunjuk Issei dengan wajah tanpa dosa.

"HAHHH?!" Issei langsung kesal ketika ditunjuk oleh Naruto.

"Bahkan orang yang baru melihat Issei-kun saja tahu kalau kamu mesum." Ucap Kiba dengan senyum tampannya disertai anggukan Koneko.

Issei langsung tertunduk dengan aura suram, "maaf kalau aku mesum."

"Dan soal bagaimana aku tahu kalian adalah iblis. Bocah ini membuka scroll yang berisi informasi tentang dimensi ini. Informasi yang masuk ke dalam pikirannya sudah pasti masuk juga ke dalam pikiranku. Dan tentu dari aura kalian. " Ucap Kurama.

"Satu lagi. Bocah ini bukan bocah biasa. Dia adalah pahlawan dan juga anak dalam ramalan." Lanjut Kurama.

Sirzech langsung memasang wajah kaget yang membuat semua penghuni ruangan itu keheranan.

"Ada apa, nii-sama?" tanya Rias.

"Aku pernah mendengar dari tetua kalau suatu saat akan ada seorang pemuda yang disebut 'anak dalam ramalan' akan datang untuk membawa kedamaian. Jangan-jangan Naruto-san?" jawab Sirzech.

":Aku tidak tahu apa maksud tetua kalian. Yang jelas aku datang untuk membawa kedamaian, ttebayo." Ucap Naruto.

"Baiklah. Aku akan tidur kembali."

BOFF

Dan bunshin itu menghilang meninggalkan Naruto yang masih menggerutu karena Kurama.

"Ne, Naruto-san. Jadi sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Akeno yang dari tadi hanya diam.

"Etto... Aku mungkin akan mencoba beradaptasi dulu dengan dunia ini." Jawab Naruto.

"Bagaimana jika kau bersekolah di Kuoh Academy?" tanya Rias.

"Bersekola?" Naruto memasang wajah bingung.

"Jika di dunia shinobi mungkin sama dengan Akademi Genin." Ucap Kurama dalam pikiran Naruto.

"Kau akan kudaftarkan di Kuoh Academy Naruto-san. Untuk sementara kau tinggal di rumah Issei. Seragammu akan ada besok pagi." Ucap Sirzech.

"Ah baiklah. Arigatou. Kalian bolah mamanggilku Naruto." Ucap Naruto dengan cengiran andalannya.

"Nah Rias. Bisa kau antarkan Naruto?" tanya Sirzech.

"Ha'i nii-sama. Ayo Naruto. Kalian semua juga ayo kembali." Ajak Rias. Semua budaknya dan Naruto kemudian beranjak dari kursi dan berjalan meninggalkan ruangan itu meninggalkan Sirzech dan Grayfia.

"Namikaze Uzumaki Naruto. Pemuda yang menarik, ne Grayfia?" tanya Sirzech.

"Ya. Kurasa begitu." Ucap wanita berambut perak itu.


"Tadaima."

"Okaeri Issei, Asia-chan." Sambut seorang wanita yang Naruto asumsikan sebagai ibunya Issei.

"Kaa-san aku membawa tamu." Ucap Issei sambil menunjuk Naruto yang berada di belakangnya.

Naruto langsung melangkah ke depan dan membungkuk dengan formal.

"Nama saya Namikaze Naruto, untuk sementara saya akan tinggal di kediaman keluarga anda, Hyoudou-san. Bolehkah?" ucap Naruto dengan sopan.

"Ah tentu. Lagipula tampaknya kamu orang baik Namikaze-kun. Kami masih punya kamar kosong." Jawab ibu Issei dengan senyumnya.

"Arigatou gozaimashu."

"Do-itashimashite."

"Ne, kaa-san. Aku lapar." Ucap Issei sambil mengusap perutnya.

"Kebetulan. Kaa-san sudah menyiapkan makan malam. Namikaze-kun, bagaimana kalau kau ikut juga?"

"Ah terima kasih. Aku sudah kenyang. Mungkin aku akan langsung ke kamar." Jawab Naruto.

"Issei. Bisa antar Namikaze-kun ke kamar kosong di sebelah kamar Asia?"

"Ha'i kaa-san. Ayo Naruto."

"Ha'i."


"Ini kamarmu. Semoga betah." Ucap Issei.

"Terima kasih. Issei."

"Kau bisa memanggilku Ise. Dan kita sekarang adalah teman." Ucap Issei sambil tersenyum lebar. Naruto hanya membalas dengan cengirannya.

"Kalau begitu. Oyasumi."

"Oyasumi." Setelah itu Issei melangkahkan kakinya ke ruang makan.

"Yosh. Aku akan masuk."

CKLEKK

Kamar Naruto adalah kamar sederhana dengan cat berwarna biru.

"Gaki. Konsentrasi dan temui aku. Ada hal penting yang harus kubicarakan."

Naruto yang mendengar suara Kurama langsung menutup pintu dan menguncinya lalu duduk di kasur dan berkonsentrasi untuk memasuki mindscapenya.


Mindscape

Sekarang Naruto berada di sebuah ruangan bernuansa putih. Dan di hadapannya ada sosok Kurama sang biju ekor sembilan. Sejak perang dunia shinobi, mindscape Naruto bukan lagi sebuh jeruji melainkan ruangan bernuansa putih dengan para biju mengelilinginya.

Pemuda pirang itu lalu membuka kelopak matanya.

"Loh, Kurama. Kemana biju yang lain? Kenapa hanya ada kau?" tanya Naruto keheranan karena seingatnya sebagian chakra para biju telah disegel ditubuhnya.

"Kau lupa? Baiklah akan kuberitahu."

FLASHBACK ON

Celah Dimensional. Tempat dimana Great Red berenang bebas untuk menjaga tempat itu.

KRAKK

Tiba-tiba retakan terjadi di langit-langit. Retakan melebarkan dan menampakkan pemuda pirang jabrik yang langsung jautuh bebas dari retakan itu.

"WAAA!"

Teriakannya entah mengapa menarik perhatian sang Great Red sehinga naga itu langsung mendatangi asal suara.

"Eh?" Naruto yang tadi panik langsung terdiam ketika mendadak dia melayang.

"Bagaimana caranya aku melayang?" tanya pemuda itu pada dirinya sendiri. Tiba-tiba dari arah depan seekor naga berwarn merah menerjang pemuda itu. Dengan pengalamannya sebagai ninja, dia berhasil mengelak.

"Apa itu? Besar sekali." Sekali lagi naga itu kembali menerjang Naruto yang lagi-lagi berhasil dihindari pemuda itu.

"Ck, kalau begini.."

"Wind Release : Rasenshuriken."Pemuda itu lalu melemparkan Rasenshuriken ke arah Great Red.

BLARR

"Berhasilkah?" tapi sayang setelah asap menghilang tampak Great Red yang masih dalam keadaan baik-baik saja.

Mendadak Naruto merasa sesak. Peluh tiba-tiba membanjiri tubuhnya.

"Sial. Ada apa ini?" tanya pemuda itu pada dirinya sendiri. Great Red maju lagi menerjang pemuda itu.

Tiba-tiba segel di perut pemuda itu bercahaya dan cahaya itu keluar dari segelnya.

DUAKK

Tampak di depan Naruto biju berekor satu, Ichibi sedang menahan Great Red. Setelah itu lagi-lagi segel di perutnya bercahaya. Kali ini sebanyak tujuh cahaya keluar dari tubuhnya dengan berbagai warna. Dan tampaklah sekarang semua biju kecuali Kurama ada di depan Naruto.

"Bagaimana kalian bisa keluar dari tubuhku?" tanya Naruto keheranan. Tentunya dengan nafas yang tersengal-sengal. Stelah itu mendadak dia pingsan dengan peluh yang membanjiri tubuhnya.

"Sial. Kurama! Bawa bocah itu keluar dari tempat ini. Jika dibiarkan tubuhnya akan hancur. Biar kami yang mengatasi naga ini." Ucap Hachibi atau Gyuuki.

"Baiklah. Berhati-hatilah. Aku akan membawa bocah ini. Kuserahkan pada kalian." Ucap Kurama yang terdengar dari segel di perut Naruto.

BOFF

Bunshin Naruto yang sudah dimasuki Kurama lalu membawa pemuda itu pergi. Dan tiba-tiba retakan dimensi muncul tepat di depan mereka.

"Cepatlah!" ucap Sanbi.

Kurama mengangguk lalu memasuki retakan itu.

FLASHBACK OFF

"Jadi mereka mengorbankan diri ya?" tanya Naruto dengan raut wajah sendu.

"Kau tenang saja gaki. Lihat scroll di sekelilingku?" tanya Kurama. Naruto lalu mengalihkan pandangannya. Dan memang bernar terdapat delapan scroll yang mengelilingi Kurama.

"Ini adalah scroll Kuchiyose. Kau bisa memanggil mereka sebagai hewan Kuchiyose. Dan.."

"Dan?"

"Aku tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi. Yang aku bisa rasakan adalah kekuatan senjutsumu menghilang. Saat ini kau hanya dapat menggunakan lima elemen dasar dan mode biju. Dan coba sekarang kau pejamkan matamu dan berkonsentrasi. Pusatkan chakra ke mata dan punggungmu." Ucap Kurama.

Naruto mengikuti instruksi Kurama dan memejamkan matanya. Tiba-tiba dia merasakan sesuatu tumbuh dari punggungnya dan ada kekuatan luar biasa di matanya.

"Buka matamu."

Naruto membuka matanya. Sekarang yang dilihat Kurama bukan lagi iris sewarna biru langit. Melainkan bola mata berwarna ungu dengan iris berwarna merah dengan pola shuriken berwarna hitam. Tidak lupa juga urat-urat yang menonjol di sekitar matanya.

Bukan hanya itu. Di punggung Naruto sekarang nampak dua pasang sayap berbeda warna. Sepasang di atas berwarna biru dan sepasang di bawah berwarna orange.

"Aku merasakan kekuatan di mataku. Dan kenapa punggungku menjadi berat?" Naruto bertanya pada dirinya sendiri.

"Berbaliklah"

Tepat ketika Naruto berbalik, tiba-tiba cermin raksasa muncul di hadapannya. Dia langsung terkejut begitu melihat penampilannya sekarang.

"NANI? Sayap apa ini?!" seru pemuda itu.

"Itu adalah Jinchuriki Wings. Dan juga Jinchuriki Eyes. Aku tidak tahu bagaimana caranya aku bisa mengetahui semua itu. Hanya saja ketika tidur tiba-tiba sebuah ingatan tentang ini muncul di kepalaku." Ucap Kurama menjawab kebingungan hostnya.

"Tampaknya ini kekuatan dari scroll hijau itu." Ucap Naruto. Cermin raksasa itu menghilang dan pemuda itu lalu berbalik kembali menghadap Kurama.

"Jadi kekuatan mata ini apa?" tanya Naruto.

"Dari ingatanku, mata itu adalah gabungan dari tiga doujutsu terkuat. Urat itu dari byakugan, warna ungu itu dari Rinnegan dan iris itu dari Sharingan. Kekuatannya mungkin sama dengan masing-masing doujutsu."

"Tunggu. Berarti aku bisa menggunakan Juuken?"

"Tidak. Kau hanya dapat memfokuskan pandangan sama halnya seperti Byakugan biasanya. Tapi yang dapat kau lihat di dimensi ini bukanlah chakra melainkan aura. Kau dapat menggunakan genjutsu khas Sharingan dan juga beberapa kemampuan Rinnegan."

"Bagaimana cara menghilangkannya?"

"Konsentrasi dan hentikan aliran chakra pada mata dan punggungmu."

Naruto mengikuti instruksi Kurama dan memejamkan matanya sekali lagi. Sayapnya tiba-tiba menghilang. Dan ketika dia membuka matanya, iris sewarna langit biru miliknya telah kembali.

"Saat ini hanya ini yang dapat kuberitahu. Pergi sana. Aku mau tidur lagi." Usir Kurama.

"Khe. Bola bulu. Aku akan pergi." Ucap Naruto dengan nada kesal. Dia lalu berkonsentrasi dan menghilang meninggalkan Kurama.

"Aku yakin kau dapat menyelesaikan tugasmu, gaki."

Real World

Kelopak mata pemuda pirang itu terbuka.

"Aku tidak menyangka senjutsuku harus hilang. Tapi tidak apa-apa. Mungkin jika aku kembali latihan, aku akan mendapat kekuatan baru." Ucap pemuda itu dengan cengiran lebar.

"Aku masih bingung bagimana cara mereka semua keluar dari tubuhku." lanjut Naruto kebingungan.

"Tampaknya sudah larut. Aku harus tidur." Pemuda itu lalu berganti posisi dari duduk menjadi berbaring.

Kelopak matanya terpejam dan kemudian dia mulai memasuki dunia mimpi.

TBC


Yoo Hikaru is back. Saya tidak menyangka akan mendapat 60 review. Padahal target saya hanya 20. Tapi Alhamdulillah.

Sebelum saya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para reader, saya ingin mengucapkan sesuatu.

Jika ada yang merasa fic saya ini tidak masuk akal, saya hanya akan mengatakan :

Dunia fanfiction adalah dunia bebas. Selama fic yang dibuat bukan plagiat dan tidak merugikan author lain, semua orang berhak membuat fic. Gak ada yang gak mungkin di fanfiction. Yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin dan yang biasa bisa menjadi luar biasa.

Saya tidak sempat membalas review, saya hanya akan menjawab setiap pertanyaan dari para reader yang sama. Saya mengetik ini hanya dalam waktu beberapa jam, itupun di tengah tugas saya sebagai ketu kelompok. Jadi mohon maaf jika banyak kesalahan di cerita,

Q : apakah naruto memiliki mode rikudou?

A : Naruto tidak punya mode rikudou.

Q : Apakah disini pair harem?

A : Untuk semua reader yang berharap ini akan jadi fic harem, mohon maaf sebesar-besarnya. Selain karena saya sangat tidak ahli membuat fic harem, pair harem juga akan mengganggu plot yang udah ada di kepala saya. Pair disini adalah NaruRias.

Q : jurus naruto pake bahasa jepang

A : untuk yang ini mohon maaf juga. Untuk jutsu sendiri saya akan berusaha membuat banyak jutsu original, oleh karena itu saya akan menggunakan bahasa inggris karena pengetahuan saya tentang jutsu bahasa jepang sangat sedikit

Q : disini naruto punya doujutsu dan kekuatannya naik secara perlahan?

A : ya. Naruto punya doujutsu gabungan. Kekuatannya akan saya buat naik perlahan-lahan.

Q : kekuatan naruto hanya jutsu atau ada secret power lainnya?

A : err mungkin untuk power lainnya akan saya pikirkan

Q : kenapa pairnya selalu rias?

A : errr, saya hanya merasa Naruto mungkin akan cocok dengan Rias. Lagipula karakter yang paling saya perhatikan itu adalah Rias bahkan dari LN jilid 1-15

Q : apa naruto bisa mokuton, jinton, atau yoton?

A : mungkin untuk mokuton saya bisa pertimbangkan, tapi untuk jinton dan yoton saya rasa tidak akan ada.

Q : Nanti naruto menikah sama rias?

A : waw, cerita masih panjang, saya belum mikir sejauh itu XD

Yak cukup segitu dulu. Mohon maaf jika ada pertanyaan yang belum terjawab.

Saya akan membuat Rias suka kepada Naruto secara perlaha-lahan. Beda halnya dengan naruto yang memang sudah mulai nampak menyukai rias.

Dan satu lagi, disini nanti Issei tidak akan jatuh cinta kepada Rias.

Saya mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalm penulisan dalam cerita maupun plot. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Dan saya juga hanya seorang aouthor amatiran yang masih belajar membuat fanfiction.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada yang review, fav, follow, maupun para silent reader. Anda semua adalah semangat saya untuk menulis.

Yak, jika ada yang mau saran maupun kritik harus disertai dengan alasan yang sangat jelas. Bisa lewat PM maupun review.

Akhir kata, See you next chap.

RnR?