Scarlett : kita kembali lagi di crossover ini...

Nagi : terima kasih pada para pembaca yang berdoa biar ulangannya selesai,tinggal tunggu pelajaran yang harus diperbaiki

Scarlett : doain kita ya biar ga ada yang kena her!

Nagi : kalo nanti berhasil,kita kasi kesempatan buat para pembaca untuk request cerita jenis apa aja via review di bawah fic ini

Scarlett : mari kita mulai ceritanya!


WARNING! this fic contains OOCness,gaje-ness,and missing typo(s)


Squidward jadi Deidara?

Chap 2 : Me,the bomb,and Akatsuki

Squidward dan Deidara mulai kebingungan dengan kondisi mereka,dan ada satu masalah lagi yang harus mereka selesaikan.

Mereka berbatasan dengan dua tempat,laut dan daratan. Sementara mereka belum terbiasa dengan hal itu.

"Oh, tidak bisa bernafas di laut! dan di mulutku ada rasa asin! ",kata Squidward(yang jadi Deidara) sambil memegang lehernya.

"jangan-jangan,efek mantra itu telah habis!",kata Deidara sambil menepuk kepalanya(maksudnya,kepala Squidward).

"apa maksudmu ?"

"maksudku,aku kesini memakai mantra yang bisa membuatku bertahan dalam mantra itu akan habis efeknya ketika lewat dari 12 jam!"

"Lalu,aku harus bagaimana?"

"sebaiknya kau segera ke daratan,atau kau mati tenggelam di dalam laut!"

Squidward yang hampir sekarat(lebe!tapi emang bener sih...) segera menjalankan saran sayang,Deidara harus tinggal sementara di dalam laut,karena dia sudah menjadi hanya bisa berteriak,"sebaiknya,kau gantikan posisiku untuk sementara. Aku akan menggantikanmu disini!"

Squidward pun dengan terpaksa harus meninggalkan Bikini Bottom yang sudah melekat dalam menitikkan air mata sambil berkata,"sampai jumpa,Bikini akan merindukanmu dan aku akan kembali".

Bagaimana kejadian ketika Squidward di dalam Akatsuki? mari kita lihat sedikit cuplikannya(Authornya rendahin banget!padahal isinya banyak!)

Squidward sudah masuk ke dalam pintu gerbang(?) Akatsuki,Bung!(loh? kok jadi komentator?)

Oke,kembali ke cerita.

Ketika Squidward memasuki rumah(?) Akatsuki,Kisame yang melihatnya langsung menyambutnya dengan baik.

"Hei,DeiDei sudah kembali ternyata! aku kira tadi kamu mati ditelan cumi raksasa!",begitu katanya.

'cumi raksasa katamu?seenaknya saja kau menghinaku!',kata Squidward dalam ,dia lebih terlihat seperti cumi-cumi daripada juga berpikir bahwa cumi-cumi raksasa itu adalah ,sengsara banget ya!

"ya sudah,daripada banyak cincau,kita ngelucu dulu ya!",Kakuzu bersiap menarik tangan Squidward.

"Woy! ngelucu sih ngelucu! tapi jangan pake acara narik segala...un",Squidward masih sedikit terbata-bata mengucapkan logat 'un' ala Deidara.

"Oke,sudah siap? saya mau mulai dulu kalo sambil berdiri",kata Kakuzu sambil menghitung istrinya(baca : duit).

'wah,ternyata sikapnya Kakuzu hampir sama kaya ,sama persis malah...',Squidward pun ber-sweatdrop dalam hatinya.

Dan Kakuzu langsung menceritakan leluconnya(baca : cerita serba duit)."seorang anak kecil bertanya pada papanya yang pelayan restoran,'Pa,kenapa sih penjaga kebun binatang ngasi makan harimau kasar banget?'.Yang tau jawabannya angkat tangan!".

Suasana menjadi sangat hening,hingga suara semut pun bisa terdengar(?).

"karena harimaunya tidak mau membayar tip! HAHAHAHAHA!",Kakuzu pun tertawa juga dengan Squidward,bahkan dia tertawa sambil menangis!

" kenapa,Dei? leluconku lucu banget khan?",tanya Kakuzu kepada Deidara alias Squidward yang tertawa tanpa henti.

Squidward yang ketawa sambil natiki (nangis tiga kilo) hanya menjawab,"justru itu ga lucu banget! HAHAHA!HIHIHI!"

"trus,kamu ketawa itu ngapain?"

"Kakimu..."

Kakuzu langsung menatap ke arah kakinya yang menginjak kaki dia malu segera melepaskan kakinya. Tapi,dia sempat saja melawak(baca : buang malu) dengan berkata," mau yang lucu,wani piro?".

Semua yang melihat,langsung , dia tak melucu sedikitpun.

Tiba-tiba,sang leader yang wajahnya dipenuhi jerawat baja(baca : piercing) bernama Pein mengumumkan pada seluruh anggota Akatsuki,"semuanya,waktunya berangkat!".Semua Akatsuki yang mendengarnya langsung memasuki ruang latihan,kecuali Squidward yang memang tidak tahu cara ini membuat Pein selaku pemimpin merasa bingung ditanyalah menggungakan perantara paranormal,parabola,dan parahadirin.(lebe amat ya...)

"kamu kok ga ikut,kenapa?"

"er...ga papa,aku emang ga bisa apa-apa khan?aku sendiri sudah seperti bahan ejekan disini...(bagus,ikuti skenario! Squidward : DIEM LO!).Lagipula,aku tidak tahu cara bertarung"

"ayolah,kamu jangan kamu ngambek terus,mendingan kamu lawan aku dulu."

'hah?jangankan lawan dia,bertarung saja aku tidak sebelum ini aku nanya dulu sama DeiDei,apa kemampuannya sama kayak di komik Naruto yang kubeli ,belajar karate dari Sandy...',begitu katanya dalam tengah kebingungannya,dia pun hanya bisa berpasrah ketika melihat Pein memulai jurusnya.

"Shinra Tensei!"

Di saat Pein melempar batu yang jadi jurusnya,Squidward merogoh sakunya dan mengambil mainan burung dari tanah liat yang dia buat tatapan pasrah dan ketakutan stengah hidup(?),dia melempar mainannya itu ke wajah Pein. Dan ternyata...

ada efek suara seperti ini.

ADUH! BUK!BUAK! BOOM BOOM POW(?) !

GOTTA GET GET,BOOM BOOM POW(?) !

"gila! seranganmu ternyata hebat! aku kapok deh bilangin kamu banci!",Pein yang melawannya langsung lari tunggang lenggang berkacak pinggang seperti pocong goyang pinggul(?). Secara tidak sadar,Squdward mengalahkan sang leader dengan teman-teman seluruh Akatsuki hanya bisa jawdrop dan bersorak ria sambil menyanyikan lagu 'Berkibarlah Benderaku'(?).

Ternyata Squidward berhasil mengangkat derajat Deidara yang dianggap 'sampah Akatsuki'.

Lalu,bagaimana dengan Deidara yang sekarang ada di Bikini Bottom?apakah dia juga bisa mengangkat derajat Squidward yang dahulunya pemain klarinet paling sial se-Bikini Bottom?

~TBC~


Scarlett : terima kasih atas semuanya yang mendukung kerja saya menulis chap 2,meski harus berlama-lama

Nagi : yang penting semuanya bisa menikmati kehebatan bacaan ini

Scarlett : mohon kerjasama di chap 3 ya!

Nagi : kami terima kritik dan saran lewat review yang anda berikan,semoga kita bisa lebih baik lagi

Scarlett : dan akan datang juga kisah terusan Generator Rex di masa depan,dimana saya akan menjadi tokoh utamanya

Nagi : tentu saja hanya ada di ,kalo disini kasian sama yang bikin...