Discliamer : Detective Conan -c Aoyama Gosho
Arigatou gozaimaz~ utk yg sdh fav dan follow :D
RnR please~!
Chapter 2.
'Oh jadi namanya Kudo ya? Murid laki-laki yang duduk 2 bangku disebelah kananku itu, Apa dia yang kurasa menatapku kemarin-kemarin?' dilihatnya murid laki-laki itu.
*Degg..
'Ah.. Kenapa dia menoleh kesini? Sial! Dia juga menatap ke arahku!'. Segera Shiho palingkan wajahnya kedepan. 'Kenapa ini? Saat matanya bertemu mataku. Ahh.. Jantungku tiba-tiba berdebar keras..'
'Apa karena aku kaget dia tiba-tiba menoleh padaku? Tapi.. terasa ada rasa nyeri.. –nyeri yang sama sekali tidak sakit– malah terasa seperti menyenangkan..'
"Shiho.. besok pulang sekolah kau ada acara tidak?" pertanyaan Ran yang tiba-tiba membuat Shiho kaget.
Diaturnya napas sebelum menjawab "Ti..tidak Ran"
"Memang kenapa?" tambahnya saat sudah bisa memulihkan debaran jantungnya.
"Aku ingin mengajakmu ke toko buku besok, kau mau kan? Aku ingin membeli buku penunjang pelajaran Fisika" jawab Ran yang tidak menyadari ucapan Shiho yang terbata sebelumnya.
"Hai'.. Besok aku bisa, Ran"
"Arigatou, Shiho" ucap Ran tanpa meninggalkan senyum khasnya yang ramah.
Shiho hanya membalasnyanya dengan senyuman. 'Kami-sama.. kenapa aku tadi?'
.
Jam Istirahat –di ruang guru
"Ano.. permisi, Jodie-sensei" ucap murid yang diketahui bernama Kudo tersebut setelah ia sampai di ruang guru, tepatnya di depan meja kerja Jodie-sensei.
"Oh, Cool Guy.." jawab Jodie-sensei riang.
"Ada apa sensei memanggil saya?"
"No, jangan pakai bahasa yang terlalu formal begitu. Kita kan sudah akrab dari kau kelas 1 saat aku menjadi wali kelasmu, Cool Guy." Ucap Jodie-sensei sedikit merajuk.
"Ah, iya.. Kenapa kau memanggilku sensei?"
"Begini, kau tahu kan bulan depan ada turnamen sepak bola antar SMA se-kota Beika? Dan turnamen itu akan diadakan tinggal sebulan lagi."
"Tentu"
"Kemarin Shuu.. –Ah maksudku Akai-sensei menelponku, dia berpesan kalau kau harus segera menyiapkan anggota timmu dengan baik untuk ikut dalam turnamen itu. Dan dia menyuruhmu memimpin latihan untuk nanti sore."
"Kenapa dia tidak bilang langsung saja padaku?"
"Sejak kemarin lusa dia harus pergi ke Tokyo untuk studi banding dan pertemuan antar guru olahraga se-kota Beika. Makanya dia baru kemarin mengabariku."
"Oh.. Baik aku mengerti sensei. Kalau begitu permisi."
"Okay Cool Guy. Good Luck~."
~-Fuji-~
Ting teng, ting tengg.. Ting Teng Ting Teengg..
Bel tanda usainya jam sekolah hari ini pun terdengar. Suara gaduh mulai terdengar dari setiap penjuru kelas. Namanya juga siswa, siapa juga yang tidak senang kalau waktu pelajaran telah selesai dan waktunya untuk pulang. Demikian juga dengan kelas 2-D yang setelah pelajaran disudahi oleh Miwako-sensei, murid-murid pun gaduh membuat suasana menjadi riuh sambil merapikan buku-buku dan alat tulis mereka.
Tak sampai 1 menit murid-murid satu-persatu mulai berhamburan keluar kelas.
Saat ini di kelas 2-D tinggal menyisakan dua gadis yang tengah sibuk dengan kegiatan baru mereka yang baru dimulai 10 menit yang lalu.
"Gomen, Shiho.. kau jadi tidak bisa segera pulang. Padahal hari ini kan jadwal piketku." kata Ran.
"Kita kan teman. Toh ini bukan pekerjaan yang berat." Ucap Shiho.
Mereka berdua sedang membersihkan kelas yang lumayan kotor setelah seharian dipakai. Ran menyapu lantai dan Shiho menghapus rumus-rumus aljabar yang tadi di hasilkan dari pelajaran matematika Miwako-sensei.
"Uhuk.. uhuk.." Shiho terbatuk-batuk karena debu kapur yang dihasilkan oleh dua penghapus papan tulis yang ia ketukkan satu sama lain untuk merontokkan debunya.
"Kau tak apa Shiho?" Tanya Ran sedikit khawatir.
"Tak apa Ran.. O ya aku ke toilet dulu, meja guru sudah aku bersihkan dengan kemoceng."
"Hn, Shiho."
~-Fuji-~
Kini 2 gadis sahabat tersebut berjalan santai melewati hall depan gedung sekolah. Mereka telah selesai dengan kegiatan pembersihan mereka yang memakan waktu 20 menit. Tiba-tiba pandangan Shiho teralih ke arah kanan perjalanan mereka. Di lapangan depan hall sekolah yang biasanya dipakai untuk upacara di hari senin memang terdapat lapangan sepak bola dengan sedikit rumput yang tumbuh, dominan warna tanah yang ada. Hari ini pun disana ada beberapa anak laki-laki sedang berada disana.
'Dia juga disana.. yang bernama Kudo itu.' batin Shiho.
"Kau lihat apa Shiho?" Ran ikut menoleh ke lapangan berisi murid laki-laki yang sedang melakukan pemanasan. "Emm.. "
"Konnichiwa Shinichi~" sapa Ran sedikit berteriak. Dan si empunya nama pun menoleh.
"Ah.. Ran.. Konnichiwa" balasnya tak kalah. "Kenapa kau baru pulang?" tambahnya, masih dari jarak 100 m dari tempat 2 gadis itu berdiri.
"Hn, Shinichi.. tadi aku baru selesai membersihkan kelas."
"Sendirian?"
"Tidak, aku dibantu oleh Shiho.." jawab Ran sambil menoleh ke Shiho. Seketika Shiho hampir terlonjak dari tempatnya berdiri, tidak lain karena yang diajak bicara oleh Ran langsung mengalihkan pandangannya pada Shiho –tepat menatap Shiho.
"Oh, begitu.." balas Shinichi dengan menyunggingkan sedikit senyum.
'Kami-sama..' batin Shiho.
"Sudah dulu ya, Shinichi. Aku pulang dulu.. Jaa-ne.." pamit Ran.
Shiho hanya bisa terdiam sambil segera mengambil langkah agar cepat-cepat pergi dari situ. Ran segera menyusulnya. Mereka berjalan bersama menuju halte. Mereka memang naik bus yang berbeda, tapi mereka bisa menunggu bus di halte yang sama. Di tengah perjalanan ke halte Shiho sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Kami-sama.. si Kudo itu.. kenapa dia menatapku seperti itu? Hah.. gara-gara dia akhir-akhir ini aku jadi sering senam jantung.' gerutu Shiho dalam hati.
"Oh ya Shiho, apa kau sudah kenal Shinichi?" Tanya Ran tiba-tiba.
"… Hah?"
"Kau belum kenal? Ya ampun Shiho, dia kan satu kelas dengan kita." ucap Ran tak percaya.
'Aku tahu, dia kan yang duduk dua bangku disebelah kananku itu..' batin Shiho.
"Memang sih kita baru 2 hari berada di kelas 2-D. Tapi setidaknya kau harus lebih cepat mengakrabkan diri dengan teman-teman sekelas dari 1F dan 1G." lanjut Ran.
"Hn. ya."
"Dan kau tahu? Shinichi itu aku mengenalnya sudah lama. Dari kami kecil, dari SD. Dia sangat berbakat dalam sepakbola. Dari SMP dia ikut sudah ekskul sepakbola dan waktu kelas 1 SMA dia sudah ikut berbagai macam turnamen antar sekolah maupun klub. Ah.. dia sangat keren!."
"Ya.. kau kelihatan sangat akrab dengannya, Ran." Sahut Shiho menanggapi penjelasan panjang Ran.
"Benar, Shiho.. dan ada satu hal yang mau kuberi tahu padamu."
"Apa?"
"Aku.. menyukainya.." sahut Ran riang sambil tersenyum manis.
"..."
"Jangan bilang siapa-siapa, Shiho. Aku malu." Lanjut Ran sambil tersipu. "Kau kuberi tahu karena kita sudah berteman lama dan kau paling dekat denganku."
Shiho bingung harus menanggapi apa, seharusnya dia senang karena teman baiknya ini punya cinta pertama yang dia sukai. Tapi di sisi lain ada perasaan aneh yang menyerang dirinya, seperti tidak rela –'Ahh.. tidak boleh! Seharusnya aku ikut senang jika temanku punya sesuatu yang membuatnya bahagia' batin Shiho.
"Aku tidak akan mengatakannya pada siapapun, Ran. Kau bisa percaya padaku." Ucap Shiho akhirnya.
"Arigatou, Shiho.." ucap Ran. "Eh, busnya sudah datang. Aku duluan ya Shiho.. Jaa-ne.."
"Hn. Jaa-ne.." Balas Shiho sambil tersenyum tipis.
To be continued.. :)
