"senang berteman denganmu Kyunie" ucap Sungmin lalu bangun dari duduknya dan berdiri dihadapan Kyuhyun

"eh...Kyunie?"

"bukankah itu namamu?"

"Kyuhyun, Namaku Cho Kyuhyun"

"baiklah Kyuhyun-ssi aku senang berkenalan denganmu, bukankah kita belum berkanalan sebelumnya?" ucap Sungmin membuat Kyuhyun tersenyum lebar dan meraih tangan Sungmin untuk bersalaman

"ya, Senang berkenalan denganmu... Lee Sungmin"

.

.

.

.

One Litre Of Tears

Cast : Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Choi Siwon

Kim Kibum

Kim Jungmo

.

.

.

.

.

Kyuhyun dan Sungmin masih disana, di sebuah tempat yang memiliki udara segar ditambah dengan kicauan burung-burung yang berada di antara pohon-pohon besar yang mempercantik taman KyungHee

mereka tidak sadar kalau sudah melewati jam-jamnya masuk kelas bahkan sebenarnya kata mereka tidak cocok karena nyatanya Kyuhyun menyadari kalau ia sudah menghabiskan waktu belajarnya hanya untuk berbincang dengan Sungmin, sedangkan gadis manis itu memilih tidak peduli dengan kata belajar.

Sungmin memang pemilik otak cerdas sama seperti Kyuhyun, hanya saja Kyuhyun dan Sungmin berbeda pemanfaatan kerja otak mereka.

"menjadi seorang dokter adalah impianku, apa menjadi seorang dokter adalah imipianmu?" tanya Kyuhyun sambil memperhatikan Sungmin yang sibuk dengan ponsel pintarnya

"ya, menjadi dokter adalah impian.. lebih tepatnya impian kedua orang tuaku" jawab Sungmin dengan nada dingin. lagi-lagi ia harus mengingat apa alasannya datang ketempat memuakkan ini

lain halnya dengan Kyuhyun yang menatap Sungmin dengan tatapan bingung

"lalu apa impianmu sebenarnya? mengapa kau datang ketempat yang menjadi impian orang tuamu? Kau yang berhak mengatur dirimu sendiri Sungmin-ssi". Sungmin tersenyum miring mendengar penuturan Kyuhyun

gadis manis itu menatap Kyuhyun dalam

"kau tidak merasakannya Kyuhyun-ssi, terlahir dari keluarga terpandang, menjadi sosok yang diinginkan kedua orang tuamu namun kau sendiri seperti membenci kehidupanmu. kau tidak akan pernah mengalami hal-hal sepertiku" jelas Sungmin, gadis itu tidak sadar kalau dengan mudahnya ia bercerita dengan seseorang yang baru 2 hari dikenalnya. bahkan yang mengetahui semua tekanan orang tuanya untuk Sungmin hanya Lee Eunhyuk, sahabat Sungmin.

"kau berhak melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia" ucap Kyuhyun setelah beberapa detik mencerna cerita Sungmin, jadi ini alasan mengapa Sungmin adalah sosok yang baik namun memiliki sisi yang dingin.

"aku memang selalu melakukan hal-hal yang membuatku bahagia, seperti ini contohnya.. meninggalkan pelajaran dan memilih berbincang denganmu membuatku bahagia"

" eh "

Kyuhyun terkejut mendengarnya, sedangkan Sungmin tersenyum manis melihat Kyuhyun sebelum akhirnya wanita itu berdiri, merapihkan kembali buku-bukunya

"sepertinya sudah terlalu sore kita berada disini, bahkan kita melewati makan siang" ujar Sungmin sedikit terkekeh dengan wajah Kyuhyun yang masih sedikit kaget soal tadi

"ah..y..ya aku juga lupa makan siang..."

'drrrrttt dddrrrttt

Kyuhyun menghentikan ucapannya saat merasa ponselnya bergetar di saku celananya, namja tampan itu meraih ponsel pintarnya dan menatap malas id call yang berada di layar ponselnya

"ne... Hyung..."

"Cho Kyuhyun... aku benar-benar akan melaporkan pada Cho Ahjussi karena kau sudah bolos di jam belajar hari ini hanya untuk duduk dengan seorang gadis" ujar seseorang disebrang sana dengan nada mengancam

"m...mwo? Hyung...kau dimana?" Kyuhyun menatap kearah sekitar mencari sosok Donghae yang pastinya berada dekat dengannya, tentu saja jika tidak dari mana namja penyuka ikan itu tau jika Kyuhyun bolos hanya untuk mengobrol dengan Sungmin

eh? Sungmin?

Kyuhyun bangkit dari duduknya setelah menyadari dirinya hanya sendirian di bangku taman ini.

kemana gadis itu?

"hya Cho Kyuhyun kauu..."

"Aishhhh diamlah Hyung!"

.

.

.

.

~~~MinnimieMing~~~

.

.

.

seorang namja tampan berdiri angkuh di depan pintu besar KyungHee univesity, namja itu bersandar pada tembok mengambaikan tatapan kagum dari beberapa wanita yang melintas di depannya,

jam belajar di KyungHee sudah berakhir tentu saja beberapa mahasiswa dan mahasiswi disana memilih kembali ke rumah mereka

salah satunya adalah Lee Sungmin, setelah meninggalkan Kyuhyun yang sibuk dengan panggilan telponnya, Sungmin memilih menuju pintu keluar kampus hingga matanya menangkap sosok yang membuatnya ingin berbalik badan dan pergi secepatnya.

"Lee Sungmin" panggil namja berwajah tampan itu, sontak saja Sungmin yang berbalik badan kini menghentikan langkahnya dan menatap namja itu

"ada apa?" tanya Sungmin dingin, dia benar-benar malas berurusan dengan anak dari bibinya lebih tepatnya sepupunya ini.

"ayo kita pulang" namja itu meraih tangan Sungmin membuat beberapa mahasiswi yang lewat dihadapan mereka menjerit iri

"lepaskan aku, Kim Jungmo!" Sungmin menarik sebelah tangannya dengan kuat tapi tentu saja kekuatannya tidak sebesar namja dihadapannya. namja tampan itu menarik tangan Sungmin hingga keparkiran mobil-mobil mewah penghuni KyungHee.

"berhenti!" jerit Sungmin keras saat dirasa sekarang waktu yang pas untuk membentak namja kurang ajar dihadapannya

"kenapa kau berisik sekali,Min? aku hanya mengajakmu pulang dan kau malah membentakku?" tanya namja pemilik nama Kim Jungmo itu pada Sungmin yang kini menatapnya dengan tatapan dingin

"siapa yang menyuruhmu menjemputku? lagi pula setelah ini aku ada janji dengan seseorang, kau bisa pulang lebih dulu" ujar Sungmin seraya menarik tangannya dari genggaman Jungmo dan berjalan kearah mobilnya

baru saja gadis itu membuka pintu mobilnya, Tiba-tiba sebuah tangan menahan lengannya dan merebut kunci mobil yang berada di tangan Sungmin

"biar aku yang mengantarmu pulang, ummamu menyuruhku untuk mengantarmu tepat waktu" ucap Jungmo dengan tergesa mendorong tubuh Sungmin kedalam mobil, lalu kemudian namja itu duduk di belakang kemudi dan mengunci pintunya

"KIM JUNGMO APA YANG KAU LAKUKAN?!" jerit Sungmin histeris

.

.

.

'braaakkk

"Lee Sungmin ada apa denganmu?" tanya seorang wanita paruh baya yang sedang merapihakn beberapa piring untuk makan malam, wanita itu menatap anak semata wayangnya dengan bingung

"annyeonghaseyo Immo" sapa seorang namja tampan dibelakang Sungmin

"Omo, Jungmo-ah lama tidak bertemu" wanita cantik itu -Ibu Sungmin- memeluk erat tubuh tinggi Jungmo

sedangkan Sungmin hanya memutar bola matanya malas sebelum akhirnya melangkah menuju kamarnya

"Minnie-ah, ganti bajumu lalu kita makan malam bersama" ucap Jungsoo setelah melepaskan pelukannya dengan Jungmo

"aku akan makan malam bersama Hyukki" jawab Sungmin dingin sebelum akhirnya pergi menuju kamarnya.

gadis itu melempar buku tebalnya dengan asal dan membanting tubuhnya pada ranjang besar miliknya

'sial! mengapa aku harus bertemu dengannya' gumam gadis itu dalam hati

ah satu hal yang ia lupa adalah saat ayahnya mengatakan jika Jungmo akan menemaninya selama kedua orang tuanya berada di Swiss

'tok tok

"Minnie-ah, keluarlah nak. umma sudah membuatkan makan malam" ucap seseorang di luar kamar Sungmin. gadis itu mendengus kesal seraya bangkit dari tidurnya dan berjalan malas menuju pintu kamarnya

"Umma, aku sudah bilang..."

"ini minggu-minggu terakir umma berada di Seoul dan kau menolak untuk makan malam bersama ibumu?" tanya Jungsoo memotong pertkataan sang anak yang ingin menolak ajakan makan malam bersamanya

"aku akan makan malam jika tidak ada namja itu dirumah kita" ucap Sungmin kesal, gadis manis itu masih berdiri di depan pintu kamarnya, sedangakan sang ibu yang berada dihadapannya hanya tersenyum tipis

"jangan seperti itu, Jungmo adalah saudaramu tentu saja tidak masalah jika ia tinggal disini"

"bukan itu masalahnya, lakil-laki menyebalkan itu selalu berbuat seenaknya terhadapku dan itu selalu membuatku marah". Jungsoo meraih tangan anaknya dan menariknya menuju ruang makan dengan lembut

ia tau putri semata wayangnya sudah sangat lelah dengan beberapa tekanan dihidupnya, hanya saja Jungsoo pun sulit untuk membantah setiap ucapan suaminya, lagipula apa yang diinginkan Kangin adalah membentuk sosok Sungmin menjadi seseorang yang mulia. Bukan seperti kebiasaan Sungmin yang sejak berada di sekolah menengah atas selalu pergi di malam hari bahkan beberapa kali Jungsoo menangkap Sungmin yang mabuk saat pergi bersama teman-temannya

ia tidak ingin anaknya terjerumus seperti itu lagi. Kangin dan dirinya adalah keluarga terhormat, apa jadinya jika semua orang tau kalau dia memiliki anak pembangkang seperti Sungmin.

"umma lihatlah, berani sekali dia duduk di bangkuku" ujar Sungmin sengit melihat sosok sepupunya duduk manis di kursi meja makannya. sedangkan Jungsoo hanya tersenyum kecil melihat tingkah kekanankan anaknya

"itu hanya kursi sayang, kau masih bisa duduk di kursi lain" ucap Jungsoo

jadilah makan malam ini hanya diisi oleh Jungmo yang menggoda Sungmin berkali-kali sedangkan gadis yang digodanya itu sesekali ingin melempar garpu ke wajah Jungmo yang memuakkan baginya

.

.

.

berbeda dari rumah keluarga Lee. suasana makan malam disebuah rumah mewah terasa sangat hangat saat seorang wanita yang bertugas sebagai ibu rumah tangga itu mengambilkan makan malamnya sendiri tanpa bantuan beberapa maid, tangan cantiknya memberikan sebuah piring berisi makan malam untuk sang suami yang sudah duduk di kursi meja makannya ditemani anak semata wayangnya yang sedari tadi tidak berhenti tersenyum.

entahlah tidak ada yang tau apa yang salah dengan pewaris tunggal Cho itu

"Kyunie, apa dagumu baik-baik saja? apa terasa sakit?" tanya Heechul saat wanita paruh baya itu memberikan sepiring makanan untuk putra semata wayangnya.

"ini sudah lebih baik umma, gomawo" Kyuhyun meraih piring yang diberikan ibunya dan kembali tersenyum mengingat kejadian hari ini. mulai dari dirinya yang datang lebih pagi untuk membaca buku ditaman kampus, lalu insiden saat dirinya kembali jatuh tepat dihadapan wanita yang sudah dua hari ini mengganggu pikirannya, dan yang terakhir adalah saat Kyuhyun mendengar dengan jelas ucapan kalau gadis itu bahagia hanya bisa duduk dan berbincang dengan Kyuhyun.

rasanya hari ini sudah cukup membahagiakan untuk Kyuhyun dan ia harap itu juga untuk Sungmin

"Hannie-ah, ada apa dengan wajah anakku? mengapa dia semakin tampan saja bahkan hari ini lebih tampan lagi dengan senyumnya yang tidak luntur" sindir Heechul seraya menyenggol lengan suaminya.

Hangeng menatap anak semata wayangnya yang sedang menatap bingung kearah Heechul

"umma, apa yang umma bicarakan? apa umma baru tahu jika anak umma ini memang sangat tampan?" ujar Kyuhyun sedikit sebal dengan sindiran Heechul,

"apa uri Kyunie sedang jatuh cinta?" tanya Heechul dengan nada masih menyindir

"kalau memang aku sedang jatuh cinta lalu apa masalahnya? aku memang sudah seharusnya jatuh cinta pada seorang gadis" lagi, Kyuhyun menatap sebal kearah Heechul yang tidak berhenti menggodanya

"aah Hannie anak kita sudah dewasa. apa sebentar lagi aku akan melihat calon menantuku?" Heechul tertawa lebar membuat Kyuhyun memutar bola matanya melihat kelakuan evil ibunya mulai keluar

"hentikan itu Chullie, ada saatnya dimana Kyuhyun akan membawa calon menantu kita. sekarang makanlah" ujar Hangeng bijak

namja paruh baya itu memimpin doa di meja makan mereka bersyukur atas apa yang Tuhan sajikan di hadapan mereka dan juga atas kesehatan yang Tuhan berikan pada keluarganya. semuanya sudah cukup hanya jika ada Heechul dan Kyuhyun di kehidupannya. tentu saja ia harus bersyukur atas apa-apa yang Tuhan berikan lebih untuknya.

setelah menyelesaikan doanya, keluarga hangat itu memulai acara mereka dengan tenang

hingga Kyuhyun merasa membutuhkan air untuk diminumnya, namja tampan itu meraih gelas yang tidak jauh dari jangkauannya

'sleepp

"eh.." Kyuhyun mengeryitkan dahinya saat tangannya tidak bisa menggapai gelas yang ada dihadapannya

"waeyo Kyunie? kau haus?" tanya Heechul seraya meraih gelas yang berada tidak jauh dari tangan Kyuhyun

"ini, minumlah" Heechul memberikan gelas berisi air putih itu pada Kyuhyun yang masih terkaku ditempatnya, namja itu masih bingung dengan tangannya sendiri.

bukan. ini bukan masalah tangannya, tapi masalah penglihatannya yang ia curigakan

padahal tadi ia yakin jika gelas itu berada dekat dengannya namun kenapa ia tidak bisa meraihnya

"Kyunnie..." panggil Hangeng membuyarkan lamunan Kyuhyun

"kau baik-baik saja?"

"ah..i..iya aku baik-baik saja" jawabnya gugup, lagi-lagi ia harus menyembuyikan kondisi fisiknya yang semakin hari semakin membuatnya bingung pada Hangeng dan Heechul. Kyuhyun meminum air yang diberikan Heechul dan membersihkan bibirnya dengan tisu sebelum akhirnya bangun dari duduknya

"aku sudah selesai, terima kasih untuk makan malam hari ini" ujar Kyuhyun pelan, membuat Hangeng dan Heechul saling melempar tatapan bingung, bukankah tadi namja itu senang-senang saja? lalu mengapa sekarang terlihat murung?

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju anak tangga di rumah mewahnya diikuti Heechul dibelakangnya, sebenarnya wanita paruh baya itu merasa tidak enak hati karena tadi sempat menggoda anaknya habis-habisan bisa saja Kyuhyun marah dengan sindirannya

"Kyunnie, bisa kita bica..."

'slapp brukk bruuk bruukk

"YA TUHAN, HANNIE...HANNIE KYUNIE TERJATUH" jerit Heechul pecah

baru saja Kyuhyun melangkahkan kakinya pada anak tangga yang ketiga saat ia merasa kakinya tidak bisa menopang tubuhnya dengan kuat hingga lemas dan bahkan terguling dari tangga.

sontak saja Hangeng dan beberapa maid mengerubuni Heechul yang menangis sesenggukan sedangkan Kyuhyun dengan wajah pucatnya hanya menatap kosong lantai di bawahnya

Kyuhyun tidak pingsan, ia hanya shock dengan tubuh yang miring dan setengah duduk, ada sebuah darah yang mengalir di pelipisnya dan itu membuat Heechul semakin histeris dan berteriak meminta seorang maid memanggilkan ambulans

"ambulans terlalu lama Chullie, sebaiknya kita bawa Kyuhyun kerumah sakit secepatnya" ujar Hangeng seraya mengangkat tubuh tinggi Kyuhyun, dibantu beberapa maid laki-laki memapah Kyuhyun menuju mobil yang sudah disiapkan kepala pelayan Jung

.

.

.

seperti dejavu, kini Hangeng dan Heechul kembali berdiri di pintu Unit Gawat Darurat rumah sakit yang sama dengan yang tadi mereka kunjungi

Hangeng tengah berdiri besandar pada sebuah tembok sedangkan Heechul menangis didalam pelukannya.

"Hannie, Kyunnie akan baik-baik sajakan? anakku akan baik-baik saja kan? Hannie jangan diam saja..." Heechul memukul-mukul dada Hangeng seraya terisak sedangkan suaminya itu hanya diam sambil mengelus rambut istrinya berusaha menenangkan.

Hangeng pun sama, ia tidak ingin hal-hal buruk terjadi pada anak semata wayangnya. Kyuhyun adalah anak kebanggannya tentu saja ia ingin anaknya meraih mimpi besarnya menjadi seorang dokter dan tentu saja ia tidak seharusnya berpikiran buruk terhadap kondisi kesehatan Kyuhyun

'kleekk

Hangeng dan Heechul sama-sama menatap kearah pintu Unit Gawat Darurat yang di buka oleh seorang dokter, sontak saja wanita paruh baya itu melepaskan pelukan suaminya dan memberikan banyak pertanyaan untuk sang dokter

"bagaimana,keadaan anak kami uisa?apa dia baik-baik saja? apa tubuhnya banyak terluka?...apa..."

"Chulli-ah tenanglah" Hangeng mengusap lengan Heechul dengan sayang

"bisa kita bicara, keruangan saya? ada beberapa yang harus saya bicarakan dengan keluarga tuan Cho" ucap Dokter itu disambut anggukan oleh Hangeng dan Heechul.

keduanya mengikuti langkah sang dokter dengan berat. Jika Kyuhyun tidak terjadi apa-apa mengapa Dokter itu menyuruh mereka bicara diruangannya? apa tidak bisa dibicarakan langsung?

atau ada hal-hal serius tentang kondisi kesehatan Kyuhyun

tidak-tidak, seharusnya mereka berdoa semoga Kyuhyun baik-baik saja

"silahkan masuk Tuan dan Nyonya Cho" ucap Dokter itu.

Heechul dan Hangeng duduk dengan tegang menunggu dokter itu mengeluarkah beberapa berkas riwayat kesehatan Kyuhyun

"mohon maaf jika saya menanyakan ini, tapi apakah tuan muda Cho memang sering terjatuh?" tanya Dokter itu serius

membuat Heechul meremas tangan Hangeng yang berkeringat

"ka..kami tidak tau.. yang kami tau sejak kemarin aku mengobati luka di sikunya, dia mengatakan jika ia terjatuh, lalu tadi pagi ada seorang gadis yang menguhubungi kami dan mengatakan jika Kyuhyun terjatuh, oleh karena itu dia mendapatkan luka di dagunya dan puncaknya adalah tadi setelah makan malam aku melihat Kyuhyun seperti kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling di tangga" jelas Heechul dengan gugup, bukan hanya gugup Heechul juga sangat takut. takut dengan keadaan putranya yang akhir-akhir ini memperihatinkan, Dokter itu menganggukan kepalanya mencoba memahami perkataan Heechul. tangannya terkepal menyatu dengan tatapan serius

"setelah kami periksa ternyata ada yang salah dengan sistem syaraf motorik pada tubuh tuan muda Cho, oleh karena itu kami akan segera melakukan tindakan CTscan" jelas Dokter itu.

"apa memang harus separah itu,uisa? bukankah anak kami hanya terjatuh biasa?" tanya Hangeng dengan nada dibuat tenang. sedangkan Heechul sudah sangat ketakutan dengan pernyataan sang Dokter, wajahnya tenggelam dalam pelukan suaminya

"kami belum bisa memastikan karena kami harus melakukan tindakan CTscan secepatnya"

.

.

.

Kyuhyun disana, berbaring di sebuah kasur yang bergerak mendorong masuk kedalam tabung besar yang didalamnya terdapat daya generator sinar X. namja itu memejamkan matanya, sedangkan Heechul dan Hangeng hanya melihatnya dari luar kaca ruangan itu mereka tidak henti-hentinya melapalkan doa untuk buat hati mereka.

"Kyunie, umma mohon Kyunie..." gumam Heechul tidak ada henti, tangan cantiknya mengelus kaca besar di hadapannya seolah mengusap pipi anaknya yang memejamkan mata disana.

sekitar 20 menit kemudian Kyuhyun di bantu seorang suster didorong dengan kursi roda menuju kearah Hangeng dan Heechul diikuti dokter yang sedari tadi menangani Kyuhyun

"hasilnya akan keluar dalam waktu 3 hari" ucap sang Dokter, membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap dokter senior itu lalu bergantian menatap kedua orang tuanya yang berwajah tegang

.

.

.

"umma, aku sungguh sudah baik-baik saja. mengapa aku harus menginap dirumah sakit seperti ini?" tanya Kyuhyun bingung. setelah kondisinya membaik Kyuhyun sempat bingung saat beberapa suster mengatakan jika ia harus melakukan CTscan malam ini juga. padahal yang terasa sakit adalah luka saat ia terjatuh, bahkan Kyuhyun tidak merasa kepalanya terantuk sesuatu dengan keras.

"percayalah umma melakukan ini untuk kebaikanmu Kyunie" jawab Heechul pelan, tangannya merapihkan selimut Kyuhyun sebelum akhirnya kembali duduk menatap anak laki-lakinya itu. sedangkan Hangeng sedang mengurus biaya administrasi, Heechul seolah enggan melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun.

hingga terdengar sebuah pintu terdorong dan memperlihatkan Hangeng yang berjalan kearah anak dan istrinya

"appa, apa kata dokter Kim? apa aku sudah bisa pulang besok?" tanya Kyuhyun cepat, sedangkan Hangeng hanya mengulas senyum tipis seraya mengusap kepala Kyuhyun

ini semua aneh bagi Kyuhyun, ummanya yang tidak mau lepas darinya sedangkan ayahnya terus-terusan menatapnya khawatir. ia tidak biasa diperlakukan seperti ini

ia sama seperti remaja pada umumnya, kekayaan sang ayah bukanlah segalanya buat Kyuhyun, dan lagi perlakuan Hangeng dan Heechul yang ia rasa berlebihan membuat tambah poin kebingungannya

"besok kau akan pulang, Dokter Kim sendiri yang mengatakannya" ucap Hangeng pelan

"aku ini seorang calon dokter, tidak seharusnya aku berbaring dirumah sakit seperti ini. harusnya aku yang menangani orang-orang yang berbaring disini" ujar Kyuhyun, matanya menatap lampu rumah sakit yang berada diatasnya dengan tatapan sendu

~~~MinnimieMing~~~

Suasana dirumah mewah bergaya eropa itu sedikit gaduh di pagi hari, lebih tepatnya ini sudah hari ketiga saat orang baru dirumah mewah itu datang dan mengganggu si tuan putri pemilik rumah.

"Kim Jungmo, berhentilah bertingkah aku sudah benar-benar muak dengan semua tingkah mu. biarkan hari ini aku berangkat sendiri!" ujar Sungmin dengan sangat kesal. bagaimana tidak jika namja bernama Kim Jungmo itu selalu mengikutinya kemanapun. ternyata kekangan ayahnya lebih baik dari pada harus diikuti kemanapun oleh namja gila ini

"Minnie-ah jangan seperti itu, Jungmo sudah sangat baik mau mengantarmu kekampus" ujar Jungsoo, Ibu cantik itu sudah rapih dengan pakaian khas dokternya

"umma, aku tidak akan mau berangkat ke kampus sekarang jika aku harus berangkat bersamanya" Sungmin hampir melepas tas dan melempar beberapa buku besarnya sebelum suara Jungsoo menghentikan kegiatannya

"Baiklah tidak perlu ke kampus hari ini, lebih baik kau ikut umma kerumah sakit sekarang. sesekali kau harus melihat bagaimana seorang dokter melakukan pekerjaannya.. Jungmo-ah kau bisa pergi sekarang, biar anak nakal ini Immo yang mengurusnya" ujar Jungsoo dengan suara lumayan keras dan tegas

sangat berbeda dengan sang suami yang memilih memaksa kehendak Sungmin, Jungsoo memilih mengambil jalan yang diinginkan anaknya namun tidak merugikan ilmu anaknya pula

"umma, apa maksudmu?" tanya Sungmin bingung. Jungsoo meraih tangan anaknya dan menariknya menuju mobil yang sudah disiapkan di depan pintu mewah keluarga Lee

"umma aku benar-benar tidak ingin pergi kerumah sakit!" ujar Sungmin sedikit menjerit, namun tidak di respon oleh sang ibu

.

.

.

Jungsoo masih melangkahkan kakinya disalah satu rumah sakit mewah warisan dari ayahnya. selain menjadi seorang pemilik rumah sakit Jungsoo adalah salah satu dokter disana walaupun jadwalnya tidak sama dengan dokter-dokter lainnya namun Jungsoo jarang absen untuk datang kerumah sakit tentu saja untuk memantau keadaan Rumah sakitnya dan sesekali melayani pasien disana.

lain halnya dengan Jungsoo yang berjalan dengan anggun membelah koridor rumah sakit mewah itu, sosok cantik di belakang Jungsoo hanya mengerutu kesal mengikuti langkah ibunya

beberapa suster yang lewat memperhatikan keduanya dan ada pula yang berbisik-bisik mengatakan tidak percaya jika anak pemilik Rumah sakit datang bersama ibunya

"lihatlah-lihatlah, bukankah mereka sama-sama cantik? tapi aku bisa melihat aura berbeda dari mereka berdua" bisik salah satu suster yang diikuti anggukan oleh rekannya

Sungmin yang samar-samar mendengar ucapan itu hanya memutar bola matanya kesal.

sampai akhirnya kedua wanita itu memasuki ruangan Jungsoo.

sang ibu yang sedari tadi memegangi tangan anaknya akhirnya mau melepaskan tangan anaknya dan duduk di bangku besar di balik meja kerjanya, sedangkan Sungmin hanya tiduran disofa besar yang berada di ruangan itu dengan malas-malasan tapi gadis cantik itu merasa lebih baik dari pada harus belajar di KyungHee yang membosankan.

"baru hari ini kau datang ke rumah sakit ini, namun orang-orang sudah berbisik tentangmu. bagaimana jika kau menjadi dokter tetap dirumah sakit ini nantinya" ucap Jungsoo sambil menyeduhkan sebuah teh untuk Sungmin yang masih tiduran dengan malas di sofanya

"cih, kau pikir aku mau menjadi dokter dirumah sakit ini" ujar Sungmin dingin, gadis itu melihat apapun diruangan ini kecuali wajah sang ibu

"Lee Sungmin jaga bicaramu!" Jungsoo mulai emosi menangani anaknya yang selalu melakukan hal-hal yang ia inginkan. tidak tahukah Sungmin jika Jungsoo dan Kangin begitu mengingkan sosok Sungmin yang lebih bertanggung jawab lagi

"sudahlah umma. lebih baik aku berjalan-jalan dirumah sakit ini, disini sama memuakannya dengan KyungHee" Sungmin bangun dari tidurnya dan merapihkan rok nya sedikit kusut karena ulahnya sebelum akhirnya kakinya melangkah dan membanting pintu ruangan Jungsoo

.

.

.

"Kau tunggu disini, umma dan appa akan bertemu dengan dokter Choi" ujar Heechul seraya mengelus kepala Kyuhyun yang duduk di ruang tunggu rumah sakit yang 3 hari lalu ia kunjungi karena kecerobohannya yang mudah jatuh.

setelah hari dimana Kyuhyun dinyatakan boleh pulang dari rumah sakit, Dokter Kim menganjurkan untuk Hangeng menemui Dokter spesialis yang lebih paham tentang penyakit yang diderita Kyuhyun

dan kini mereka semua kembali datang untuk melihat hasil CTscan yang Kyuhyun lakukan 3hari lalu, lagi-lagi ini membingungkan namja tampan itu

bukankah ia yang sakit? kenapa harus ibu dan ayahnya yang mendengarkan penjelasan Dokter?

pertanyaan seperti itulah yang berputar-putar di kepala Kyuhyun.

sedangkan pasangan suami istri yang berada didalam ruangan itu sedang terduduk dengan gugup

sang suami Cho Hangeng menggenggam erat tangan istrinya yang sedikit bergetar sesekali namja paruh baya itu membisikkan kata 'semuanya akan baik-baik saja' di telinga sang istri.

Dokter tampan dihadapan mereka hanya menatap serius pada hasil CTscan yang berada disampingnya, namja bername tag Choi Siwon itu membalikan tubuhnya dan menatap kearah Hangeng dan Heechul.

"saya sudah mendengar tentang keluhan yang dialami Tuan Kyuhyun dari Dokter Kim, dan saya akan menjelaskan tentang riwayat kesehatan Tuan Kyuhyun pada kalian. saya harap kalian bisa menerima semuanya" Dokter yang lebih muda dari Hangeng dan Heechul itu membuka suara kata-katanya seolah menambah poin ketakutan Heechul tentang keadaann anaknya

.

.

.

.

Heechul menangis sejadi-jadinya dipelukan Hangeng, namja paruh baya itupun meneteskan air matanya namun tidak berani memperlihatkannya pada sang istri.

"Tuan Cho Kyuhyun menderita penyakit degeneratif syaraf, itu adalah penyakit yang menyerang otak kecil dan tulang belakang dan menyebabkan gangguan pada syaraf motorik. Penderita akan kehilangan kendali terhadap syaraf-syaraf motoriknya secara bertahap dan makin lama kondisi fisiknya akan makin parah! Awalnya mungkin penderita hanya akan merasa lunglai saat berjalan, lalu penderita akan sering terjatuh, tidak bisa menggapai barang dalam jarak dekat, penderita ingin bergerak tapi tidak bisa bergerak, penderita ingin bicara tapi tidak bisa bicara, tapi penderita tidak kehilangan kecerdasannya dan tetap mengerti akan keadaannya. Penyakit ini sangat-amat serius!"

"Tidak, tidak mungkin. Hannie, ini tidak mungkin terjadi kan? Hannie uri Kyunie tidak mungkin menderita penyakit seperti itu..hiks.."

"Chullie-ah tenanglah"

"MANA MUNGKIN AKU BISA TENANG!"

"aku mohon selamatkan anakku, apapun itu berapapun biayanya akan kami berikan asalkan kalian mau menyelamatkan anakku"

"mohon maaf jika saya harus mengatakan ini. tapi penyakit ini belum ada obatnya dan saya akan mencoba membantu sebisa mungkin menangani penyakit ini"

"aku mohon selamatkan anakku, aku mohon"

.

.

.

.

TBC

.

.

.

THANKS TO REVIEW

TiffyTiffanyLee, jihyunelf, Awaelfkyu13, , abilhikmah, ASdewi30, Heldamagnae, orange girls, guguming.

.

.

Makasih banyak untuk reviewnya ^_^ . mohon maaf jika masih banyak Typo soalnya ngetiknya keselang sama pekerjaan hihihihi

seneng deh masih ada yang mau baca FF saya. kalau makin banyak yang review aku janji bakal update seminggu sekali setiap hari senin.

sampai ketemu di chap selanjutnya :D

.

.

StellaChoi, 21 Desember 2015