.
.
"Jadi kesimpulannya kau cemburu?" tanya Naruto. Ya, saat ini aku sedang berada di rumahnya. Menurutku, tak ada masalahnya sesekali aku bercerita dengan dia.
"Nggak."
"Lalu? Kenapa nyuekin Sakura-chan?"
"Aku bosen dengarnya."
"Itu namanya kau cemburu, Teme!"
"Aku bilang nggak!"
"Huh terserah kau saja! Tapi menurutku kau cemburu!"
"Aku bilang nggak!"
"Terserah kau saja Teme. Ngomong-ngomong gimana lagumu?"
"Belum aku pikirkan."
"Apa? Bagaimana bisa? Penilaiannya besok kau tahu!"
"Hanya menyanyi. Itu mudah saja."
"Benarkah? Aku tak pernah mendengarmu bernyanyi selama ini."
"Urusai. Kau sendiri? Apa lagumu?"
"One Direction, Perfect."
"Aku ragu kau bisa. Kenapa tidak cari yang Solo?"
"Entahlah. Tiba-tiba saja aku dengar disalah satu stasiun televisi dan aku langsung suka."
"Oh."
.
.
"Dobe."
"Hm?"
"Aku pulang dulu."
"Ya terserah."
.
.
Keesokkan harinya, aku diantar kakakku ke sekolah. ini bukan karena kemauanku, namaun kemauan Ibuku. Mana sudai aku diantar kakak yang hampir membahayakan nyawaku dulu waktu kecil. Dimana dulu ia dan aku berbocengan naik sepeda di jalan raya, dan kejadiannya saat kami menyebrang. Oh kalian pasti tahu, aku hampir saja ketabrak bus.
"Kita sudah sampai." Katanya, ketika aku tak menyadari kalau kami memang benar-benar sudah sampai.
"Hn." Aku lalu membuka pintu mobil dan berjalan menuju ke kelasku.
Setibanya di kelas, aku dihadang oleh Sakura di ambang pintu masuk kelas. Kenapa dengannya?
"Kemarin kemana aja?" tanyanya.
"Minggir Sakura."
"Kenapa tidak membalas pesanku?"
"Aku kemarin demam dan ketiduran."
"Benarkah? Aku kemarin melihatmu keluar rumah setelah aku berkunjung ke rumahmu."
"Memangnya kenapa?" aku lalu menerobos masuk ketika kulihat pertahanan Sakura melemah.
"Sasuke baka!" teriaknya tiba-tiba. Heh, biarkan saja dia. Aku lalu menghampiri tempat dudukku tak peduli tentang dia. Naruto yang datang awal, dia melihat semua kejadian tadi. Dia memberi tatapan tajam kepadaku.
"Kau jahat Sasuke."
"Hn."
.
.
Pelajaran musik dimulai, hari ini sperti yang kalain tahu akan diadakan penilaian bernyanyi. Kami akan bernyanyi di aula sekolah kami, dan ditonton oleh anak satu kelas. Guru kami, Killer Bee memanggil kami satu persatu menurut no absen. Dan tak terasa kini giliran Sakura.
"Haruno Sakura!" panggil Killer Bee.
"Ha'i" dia lalu naik panggung. Menghadap kearah kami dengan senyum khasnya dan tak lupa mic yang dia pegang.
"Haruno Sakura, menyanyi lagu apa?" tanya guru kami.
"Lagu yang berjudul 'Hello' dari penyanyi yang bernama Adele."
"Oke silakan." Irama lagu pun diputar dan Sakura siap menyanyikannya, terlihat dari raut wajahnya.
.
.
Hello, it's me
I was wondering if after all these years you'd like to meet
.
.
Seperti biasanya, aku tak heran jika semuanya terpukau. Aku sudah tahu itu. Karena, Sakura terkadang menyanyi untukku.
.
.
Hello, can you hear me
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet
There's such a difference between us
And a million miles
.
Hello from the other side
I must have called a thousand times
To tell you I'm sorry for everything that I've done
But when I call you never seem to be home
Hello from the outside
At least I can say that I've tried
To tell you I'm sorry for breaking your heart
But it don't matter it clearly doesn't tear you apart anymore
.
.
Semuanya bertepuk tangan untuk Sakura.
"Terimakasih." Katanya tak lupa dengan senyum khasnya.
"Wow. Oke berikutnya, Hyuuga Hinata."
Aku lalu melihat ke arah Sakura yang tengah turun dari panggung, tampak teman-temannya memberi pujian untukknya yang membuat pipinya merah. Tunggu dulu, kenapa mereka menunjuk ke arahku? Hal itu sontak membuat Sakura menengok ke arahku. Aku dengan sendirinya menolehkan pandanganku ke arah lain.
Pemanggilan nama masih berlangsung hingga tak terasa kini giliranku.
"Uchiha Sasuke!" aku naik ke atas panggung bersama gitar sekolah yang tadi aku ambil di ruang musik.
"Bawa gitar?" tanya Killer Bee ketika aku sudah berada di atas panggung.
"Tidak boleh?"
"Boleh-boleh saja. Oh ya, stand mic nya-"
"Sudah aku bawa." Kataku, sebetulnya bukan aku yang membawa, tapi Naruto. Dia nanti juga akan bermain gitar.
"Baiklah Uciha. Lagu apa yang akan kau bawakan?"
"Lagu dari Sheryl Sheinafia. 'Ku Tunggu Kau Putus'."
"AAAAA" kenapa sih mereka berteriak? Apakah salah jika aku memilih lagu itu?
"Whaahahaha. Seperti bukan kau saja Uchiha." Kali ini Killer Bee yang berkomentar.
"Urusai."
"Maafkan aku, tapi kau begitu lucu. Oke-oke cepat nyanyikan lagumu."
.
.
Kita teman dekat,
Sudah saling percaya
Crita tentang kamu,
Sudah jadi makananku
.
.
Aku melirik ke arah Sakura, aku merasa aku hanya melirik (namun akhirnya menatapnya)
Putus lagi nyambung lagi
Ribut lagi baik lagi
Kau menangis
Dipundakku
Dipelukanku
.
Maafkan aku jadi suka sama kamu
Awalnya curhat lama-lama kucemburu
Maafkan aku yang menharapkan cintamu
Bila belum saatnya kusabar menunggu
Bila masih bersama kutunggu kau putus
.
Kita teman tapi kutunggu kau putus
Dari dulu kutunggu kau putus
.
.
"AAAAA! SASUKE-KUN!"
"SASUKE-KUN! SO SWEEEETTT!"
Apaan sih mereka. Menganggu saja. Aku lalu turun dari panggung dan menghampiri Naruto untuk memberikannya gitar. Namun, aku dihadang(lagi).
"Ada apa?" tanyaku.
"Sa-"
"Jangan nangis. Semuanya tergantung kamu. Aku hanya mencoba."
.
.
Ya, kau benar Naruto. Aku memang cemburu, aku memang menyukainya.
.
.
THE END
A/N
Yooo minna, setelah lama hiatus gara-gara UAS akhirnya Yuki comeback!
Tapi kayaknya bakalan Hiatus lagi deh. #hobi
Ya walaupun udah selesai UAS, remidi menanti Yuki nih...
BTW, aku ganti penname yang tadinya Uzumaki Yuki15 jadi phenanisheila
Itu gara-gara otak atik nama sendiri
BTW tentang fic, gimana? Garing banget ya? OOC banget ya?
Entah kenapa waktu dengerin lagunya Sheryl jadi pengin buat nih fic...
Udah ah gitu aja koar-koarnya,,, mmm mind to Review?
