SHOULD THIS HOW? © FEBRI FEVEN
DISCLAIMER © BELONG TO MASASHI KISHIMOTO
Main Pair : Naruhina, Sasusaku
Rated : T (teens)
Genre : Angst, Hurt/Comfort, Family
Warning : Eyd tidak beraturan, Gaje, Alur kecepatan.
Summary : Hyuuga hinata hidup dengan senyum palsunya tinggal dengan sahabatnya Haruno sakura, ia mengganti namanya menjadi Haruno Hinata dikarenakan Hyuuga Neji kakaknya menelantarkannya atas pelampiasan kematian kedua orangtuanya. Kehidupannya berubah ketika bertemu lagi dengan pemuda pirang yang dulu menabraknya dan mengajarinya bagaimana itu hidup yang asli sehingga membuatnya dapat tersenyum tulus kembali.
.
. Should this how?
.
.
2. Arigatou..
Hinata Pov
Kukerjap - kerjapkan mataku, berusaha untuk menyesuaikan dengan cahaya lampu yang berada didalam ruangan berdinding putih ini. Putih? Setelah kesadaranku pulih dengan baik, kududukkan badanku dari semula tidur menjadi duduk. Kemudian menatap sekeliling dengan cermat.
"Dimana ini?" ujarku pelan, nyaris berbisik.
.
.
Normal Pov
.
.
Tiba - tiba pintu berwarna putih yang terletak beberapa meter di hadapan ranjang Hinata terbuka menampilkan sosok laki - laki berambut pirang dengan senyuman lebarnya yang memperlihatkan deretan gigi - gigi putihnya.
"He..he.. Kau sudah sadar, Hinata-chan?" ujar Naruto serta tak luput dari cengiran khasnya.
"Ka-kau siapa? Bagaimana bisa mengetahui namaku?" tanya Hinata dengan takut - takut sambil menarik selimut sebatas leher.
"Tenang saja, err.. Sebenarnya aku yang menabrakmu kemarin itu, dan aku sudah mempertanggung jawabkannya." ucap Naruto merasa bersalah.
Hinata kemudian mengingat - ngingat kejadian kemarin sore dan berhasil..! Ia mengingat semuanya. Air mata kemudian jatuh dari kedua mata amethystnya mengalir ke kedua pipi gembilnya.
"Hiks...hiks..." Isak Hinata pelan.
"He-hei, mengapa menangis? Tanya Naruto yang kaget lalu berjalan menghampiri Hinata, kemudian memegang pundaknya berusaha untuk menenangkan Hinata.
"Semua ini salahku hiks.. Kematian kaa-san, tou-san.. Nii-san jahat hiks.. Hidupku tak berguna hiks.. hiks.." tangis Hinata menjadi - jadi, sedangkan Naruto yang tidak tahu apa - apa hanya menenangkannya.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan." ucap Naruto sok tau, yang jelas jelas tidak tau.
Setelah lima belas menit lamanya menangis, Hinata kemudian jatuh tertidur. (lagi..!)
.
.
.
Di dalam kamar ruangan bernuansa putih yang lebih tepat disebut Rumah Sakit terdapat beberapa orang sedang berbincang - bincang kemudian keluar, menyisakkan dua orang anak perempuan yang satu berambut pink sebahu sedang duduk menunggu satua anak perempuan lagi berambut indigo bangun.
"Akhirnya kau bangun juga, Hinata." ujar Sakura langsung memeluk Hinata dengan rindu.
"Ngh.. Sakura-chan." ucap Hinata membalas pelukan Sakura.
"Jangan memikirkan Neji-nii, dan Hanari. Hinata! Dia sangat jahat, aku tak menyangka dia akan melakukan ini padamu." kata Sakura sambil mengepalkan tangannya.
"Aku juga Sakura, tak menyangka ini akan terjadi." lirih Hinata.
"Jadi, mulai hari ini, detik ini juga kau akan tinggal bersamaku dan keluargaku. Aku dan keluargaku sudah membicarakan ini dan mereka mengizinkannya."
"Ta-tapi aku..."
"Sudahlah Hinata, aku sudah muak dengan sifatmu yang egois itu. Memendam semua masalah sendirian, dan aku tidak akan membiarkan sahabatku yang imut ini mengalami kejadian buruk sendirian lagi."
"Arigatou Sakura-chan."
"Soal yang menabrakmu itu namanya Naruto, dia sepupuku. Orangnya sangat nakal, jadi ceritanya gini—
.
Flashback On..!
.
"Ayolah pak Yamato ajari aku naik mobil, please..please.." ucap Naruto mengeluarkan puppy eyesnya.
"Tidak boleh Naruto, kau belum cukup umur untuk menaiki kendaraan ini." kata Yamato menegaskan.
"Tapi, akukan pengen coba, pak Yamato." ucap Naruto memasang ekspresi sebal.
"Sudah kubilang, tidak ya tidak! Naruto. Tunggu sebentar disini aku mau membeli sesuatu dulu." kata Yamato membanting stir ke tepi jalan di depan sebuah mini market, kemuadian mematikan mesin mobil dan berlalu pergi.
"Huh, dasar pak Yamato. Eh, kunci mobilnya tak dibawa hehehe.. Kesempatan!" ucap Naruto dengan seringai jahilnya.
Naruto lalu beralih duduk ke tempat pengemudi, menghidupkan mesin mobil dan meginjak rem "Lho, kok tak jalan?" ucapnya bingung. Kemudian beralih kesebelah tempat rem dan menginjaknya sekerasnya. "AAA..! BAGAIMANA INI..!" ujar Naruto panik memutar stir kekanan kekiri. Untunglah pada saat itu jalanan sepi jadi dia tidak menabrak orang, tapi terlihat seorang anak perempuan berambut indigo berlari - lari ketengah jalan sambil menyeret - nyeret kopernya dan
"KYAA..!" terdengar suara pekikan anak perempuan itu.
.
Flashback Off
.
—jadi gitu ceritanya." ucap Sakura panjang lebar.
"Oh, sudah tidak apa – apa kok." kata Hinata sambil tersenyum kecil.
"Kau ini, harusnya marah tau.!"
"Tidak apa, dia juga sudah bertanggung jawab kan."
"Iya, iya. Tipe orang pemaaf, huh." Ujar Sakura sebal.
.
.
Tahun demi tahun berlalu, Hyuuga Hinata atau biasa dipanggil dengan Haruno Hinata. Hidup dengan penuh kebohongan, entah darimana ia mendapat sifat itu. Berpura –pura baik di depan keluarga Haruno hanya untuk menutupi semua keadaannya berbanding terbalik denga yang dulu.
.
Di sebuah mansion mewah kediaman Haruno, terlihat beberapa pelayan sedang mondar – mandir mengepack beberapa barang untuk dikirim ke Konoha.
"Jaga dirimu baik –baik Sakura-chan, Hinata-chan." Ucap Mebuki kepada kedua putrinya, kenapa dua? Kan Hinata masuk keluarga Haruno.
"Iya Kaa-chan / Kaa-san." Ucap Sakura dan Hinata bersamaan, sambil tersenyum kecil.
"Ya sudah, kalau gitu cepat berangkat nanti ketinggalan pesawat."
"Ha'i, lagipula Konoha kan dekat." ucap Sakura, sedangkan Hinata hanya tersenyum.
"Ayo berangkat adik – adikku yang manis." Ucap Sasori sambil menyalakan mobil sport merahnya, dan diikuti Sakura dan Hinata masuk kedalam mobil milik Sasori.
.
Oto Airport
"Jaga dirimu baik – baik Saku-chan, Hina-chan. Aku akan menyusul ke Konoha beberapa minggu lagi, tunggu aku disana ya." Kata Sasori sambil memeluk Sakura kemudian Hinata sebagai salam perpisahan.
"Baik Sasori-nii, Jaa-ne." ujar Sakura membalas pelukan Sasori.
"Baik." Ujar Hinata juga membalas pelukan Sasori.
Dan beberapa menit kemudian pesawat dengan tujuan Oto – Konoha terbang menembus awan putih.
.
.
…To Be Countinued…
Balasan Review :
Minyak Tanah : ini udah lanjut..^^
Utsukushi Hana-chan : ya udah tau kok, ini udah lanjut..^^
MysteriOues Girl : ini udah lanjut..^^
Blue-senpai : ini udah lanjut..^^
Motoharunana : iya, makasih. ini udah lanjut..^^
Mala Febrianis : ini udah lanjut..^^
Clyne Lockheart : ini udah lanjut..^^, kapan lanjut fic Shadow tu ne?
152 cm : ini udah lanjut..^^, iya.
Lukireichan : ini udah lanjut..^^
Ryuhara Shanci : ini udah lanjut..^^
Fukushu Ryuk : iya, ini udah lanjut..^^
Yuzuki-chan : ini udah lanjut..^^
Guest : ini udah lanjut..^^
Qamara-chan Hyuuga : iya, makasih. ini udah lanjut..^^
Aoi Namikaze Kezia : Cuma beda setahun, ini udah lanjut..^^
Dhezthy UchihAruno : iya, ini udah lanjut..^^
JihanFitrina-chan : iya, ini udah lanjut..^^
Asya Himeka : iya, makasih. ini udah lanjut..^^
.
Maaf kalau ada kesalahan penulisan nama, arigatou sudah Review.
.
A/N : Apa masih ada yang ingat dengan fict ini? Tambah jelek aja sih nih fict. Angstnya nggak dapet, tapi chap depan pasti dapet. #hehe.. author mau hiatus dulu beberapa minggu untuk menhadapi Ulangan Umum Bersama dan Ujian Akhir Semester tanggal 4 juni besok. Do'a kan author supaya peringkat author naik ya, kalau naik nanti janji deh lanjut langsung.
.
.
…See you next chapter^^…
