Umur cast di sini
Ryeowook = 33 th
Yesung = 35 th
Sungmin = 35 th
Kyuhyun = 33 th
Donghae = 17 th
Eunhyuk = 15 th
Kibum = 20 th
Heechul = 57 th
Miss You
Disclameir : semua cast milik orangtua mereka masing-masing.
Pairing : Yewook, Kyumin, Haehyuk, Haebum, sibum.
Warning : GS, abal, ide pasaran, gaje,aneh, Typo(selalu waspada), dll.
para cast di fic ini hampir sama dengan fic First Love, Cuma jalan ceritanya yang rada beda, ini juga bisa di sebut versi lainnya fic itu.
yang nggak suka GS jangan baca.
Don't like don't like, warning berlaku jadi no bash.
Chapter 1
Star
.
.
.
Enjoy
"Saengil chukha hamnida, saengil chukha hamnida, saranghaneun Kim Donghae, saengil chukha hamnida.." terdengar nyanyian selamat ulang tahun di sebuah rumah mungil di sudut kota Seoul.
Kim Donghae putra tunggal yeoja bernama Kim Ryeowook, sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 17.
"Selamat ulang tahun Hae Oppa." Ucap seorang yeoja cantik berambut blonde berusia 15 tahun bernama Cho Hyukjae atau Eunhyuk pada Donghae, yeoja blonde itu memeluknya penuh kasih sayang.
"cheonma.." balasnya.
"chukhae nae aegya, semoga kau menjadi anak yang sehat dan selalu pintar." Ucap sang Umma sambil mengecup pipi anaknya.
"Ne Umma, mudah-mudahan di tahun ini kita akan selalu di beri kebahagiaan dan kesehatan bersama." Ujarnya, Ryeowook hanya menatap sedih putra semata wayangnya, bagaimana tidak dari pertama kali putranya berbicara hingga berusia 14 tahun putranya pasti selalu berdo'a ingin bertemu dengan sang Appa, sekali pun kali ini permohonannya berbeda tapi Ryeowook selalu merasa yakin jika dari lubuk hati putranya terdapat keinginan yang sama.
"Oppa, ini hadiah dariku, kajja di buka." Eunhyuk menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang pada Donghae dengan penuh semangat, matanya berbinar-binar begitu Donghae menerimanya dengan senyum yang membuatnya semakin tampan.
"Gomawo ne Hyukkie." Donghae membuka kado pemberian dari Eunhyuk yang isinya sebuah syal berwarna hijau lumut dengan motif ikan di kedua ujungnya sungguh indah.
"Oppa harus memakainya ne saat musim dingin nanti." Donghae mengangguk.
"Tentu saja." Ujarnya, Eunhyuk tentu saja semakin berbinar, anak dari pasangan Cho itu memang sudah lama menyukai Donghae dan kedua orang tua Eunhyuk yaitu Kyuhyun dan Sungmin memang berencana menjodohkan mereka dan hal itu juga di setujui oleh Ryeowook.
"Mian Hae, Umma Cuma bisa memberikan ini untukmu." Ryeowook menyodorkan sebuah kunci motor untuk Donghae.
"Umma, kenapa Umma harus repot-repot membelikan aku ini, lebih baik uangnya di tabung saja." Tolaknya halus, sang Umma tersenyum lembut.
"Hae, sekarang kau sudah memasuki sekolah senior jadi Umma rasa kau sangat membutuhkannya, apa kau lupa Hyukk juga sering berangkat bersamamu." Katanya dengan sedikit bujukan.
"Apa yang di katakan Ahjumma ada benarnya Oppa, terima saja." Eunhyuk juga ikut membujuk Donghae.
Donghae mengangguk pelan dan menerima kunci motor yang di berikan Ummanya, "Gomawo Umma, aku akan menjaga baik-baik apapun yang di berikan Umma untukku." Ucapnya kemudian memeluk sang Umma.
"Umma akan selalu memberikan yang terbaik untukmu." Ryeowook mengusap pelan punggung putranya sebelum akhirnya melepas pelukan mereka.
"Nah sekarang bagaimana kalau Donghae Oppa segera memotong kuenya." Seru Eunhyuk tangannya memegang sebuah pisau kue.
"Ah benar juga hae ayo potong dulu kuenya." Donghae memotong kue tart berukuran sedang di depannya dan memasukannya kedalam piring kecil.
"Ini untuk Umma." Katanya sambil menyodorkan sepotong kue pada Ryeowook.
"Sebaiknya untuk Hyukkie dulu."
"Tapi..ah sudahlah. Hyukkie ini untuk mu." Ucap Donghae.
"Gomawo Oppa~."
Setelah memberikan potongan kue pertamanya untuk Eunhyuk Donghae pun memotong kembali kuenya untuk di berikan pada sang Umma.
Malam harinya.
Seorang yeoja cantik berambut blonde keluar dari kamarnya hendak menuju dapur, yeoja cantik itu berjalan perlahan.
Grek grek
Namun saat akan masuk Eunhyuk di kejutkan oleh suara aneh yang berasal dari sana, 'Suara apa itu? Ja..jangan-jangan pencuri lagi' ucapnya dalam hati, yeoja cantik pemilik gummy smile itu langsung berbalik arah dan menuju kamar Ryeowook.
Cklek
"Ahjumma, Ahjumma ireonna." Eunhyuk menggoyang-goyangkan tubuh Ryeowook.
"Wae Hyukkie?" Ryeowook terbangun dan melihat kearah Eunhyuk.
"Aku mendengar suara aneh di dapur jangan-jangan itu pencuri, Ahjumma aku takut."
"Mwo? Jinja? Kau tidak usah takut ayo kita kesana, Ahjumma akan menghajarnya." Ucap Ryeowook, kedua yeoja itu pun keluar dari kamar Ryeowook.
Ryeowook dan Eunhyuk berjalan tanpa menimbulkan suara ke arah dapur.
Grek grek
Si 'pencuri' tampaknya masih asik menggeledah rak penyimpanan makanan di dapur sampai-sampai tidak menyadari kedatangan Ryeowook dan Eunhyuk yang kini berjalan kearahnya dengan sebuah alat penggorengan di tangannya.
"Ahjumma aku takut~" rengek Eunhyuk yang bersembunyi di belakang punggung Ryeowook.
"Ssst jangan berisik, Ahjumma akan memukulnya sekarang." Bisiknya pelan tangannya teracung dan siap memukulkan penggorengan di tangannya ke arah sang 'pencuri'.
Bletak
Tanpa sungkan Ryeowook memukulkan penggorengan itu ke kepala sang 'pencuri' yang saat itu sedang menutup rak makanan.
"YA APPO!" Teriaknya kesakitan, Ryeowook dan Eunhyuk terkejut begitu tau siapa orang yang di kira 'pencuri' itu, ternyata dia adalah Donghae.
"Umma kenapa memukulku T_T?" ringisnya sambil mengusap-usap bagian kepalanya yang sepertinya benjol.
"Mian, Umma tidak tau Hae." Ryeowook yang merasa bersalah ikut mengusap kepala putranya.
"Aku yang salah ko Oppa, ku kira tadi ada pencuri." Eunhyuk menundukan kepalanya.
"Kau ini, masa wajah tampan begini di kira pencuri, hancur deh image prince ku." Katanya penuh percaya diri.
Deg
Ryeowook tersentak mendengar kalimat itu, kata-kata yang persis yang dulu pernah di ucapkan seseorang.
'Mianhae Oppa, kupikikr tadi ada pencuri yang masuk kekamarku'
'Ya! Wajah tampan ku terlalu bagus untuk di samakan dengan pencuri'
Ryeowook mengeluarkan setitik cairan bening di ujung matanya bila mengingat kembali kenangan masa lalu nya.
"Umma, uljima aku tidak marah ko pada Umma." Donghae menghapus cairan bening yang mengalir di pipi sang Umma.
"Aniya chagie Umma baik-baik saja, memangnya apa yang kau lakukan malam-malam begini?" Tanya Ryeowook lembut.
"Aku sedang mencari makanan Umma." Jawab Donghae agak salah tingkah.
"Dasar kau ini."
"Oppa, Hyukk minta maaf ne." ucap Eunhyuk yang masih berada di belakang Ryeowook dengan raut wajah murung.
"Gwaenchanna, kajja sebaiknya kita kembali kekamar." Eunhyuk kembali ceria dan menuruti ucapan Donghae untuk kembali kekamarnya.
Eunhyuk memang tinggal bersama Ryeowook dan Donghae atas permintaan Kyuhyun dan Sungmin yang saat ini berada di China, Ryeowook dan Sungmin sudah bersahabat sejak mereka masih duduk di sekolah dasar namun mereka harus berpisah karena sungmin pindah ke china bersama keluarganya, usia Sungmin 2 tahun lebih tua dari Ryeowook.
"Umma, kajja Umma juga harus segera beristirahat kembali." Ajak Donghae tangannya merangkul bahu Ryeowook dan menuntunnya kedalam kamar sang Umma.
Setelah berada di dalam kamar Ryeowook mendudukan diri di pinggir tempat tidur miliknya di ikuti sang anak.
"Umma kenapa tidak langsung tidur?" Donghae beringsut dari tempatnya dan berjongkok berhadapan dengan Ryeowook.
"Umma belum mengantuk Hae." Jawab sang Umma tangannya mengelus kepala anaknya dengan lembut.
"Tidurlah nanti Umma bisa sakit." Bujuk sang anak penuh perhatian.
Ryeowook menatap sedih anaknya, seandainya dia bisa berkata jujur, dia ingin sekali mengatakan kepada sang anak jika dia sedang merindukan seorang namja yang berstatus sebagai Appa dari Donghae, ya hanya Appa bukan suami karena mereka memang belum terikat pernikahan.
"Baiklah Umma akan tidur, tapi kamu juga harus tidur karena besok kamu juga harus pergi ke sekolah." Ucapnya sambil merebahkan diri di tempat tidur.
"Baiklah, jaljayo." Dongahe mengecup sekilas kening Ryeowook kemudian melangkah keluar kamar sang Umma.
Sepeninggal Donghae diam-diam Ryeowook bangkit kembali dari tidurnya, yeoja cantik yang baru berusia 33 tahun itu lebih memilih mendudukkan diri, tatapan matanya tertuju pada sebuah laci kecil di samping tempat tidurnya.
Grek
Ryeowook membuka laci tersebut dan mengambil sesuatu di dalam sana, sebuah bingkai photo berukuran sedang, di dalam photo tersebut tampak 2 orang remaja yang masih mengenakan seragam sekolah, seorang yeoja cantik bersurai madu sedang di peluk dari belakang oleh seorang namja tampan berambut hitam lurus yang memiliki mata sipit berbentuk bulan sabit.
"Yesung Oppa, bogoshipeo." Ucapnya lirih, tanpa sadar airmatanya mengalir membasahi kedua pipinya.
Flashback
"Wookie, ada yang ingin Oppa bicarakan berdua denganmu." Ucap seorang namja tampan bermata bulan sabit pada seorang yeoja cantik bertubuh mungil yang saat itu sedang mengobrol di kelas bersama teman-teman sekelasnya.
"Ne." Ryeowook beranjak dari tempat duduknya kemudian melangkah keluar kelas mengikuti sang kekasih, ya mereka memang sepasang kekasih.
Yesung dan Ryeowook terus berjalan menaiki sebuah tangga yang menuju ke atap sekolah, sesampainya di sana Yesung langsung memeluk yeoja cantik yang sudah 1 tahun menjadi kekasihnya.
Grep
"Mianhae." Bisik Yesung lirih di telinga Ryeowook.
"Untuk apa Oppa meminta maaf?" tanya Ryeowook tidak mengerti.
"A-aku.. aku akan pindah sekolah." Ucapnya sambil tetap memeluk Ryeowook.
Kedua mata Ryeowook terbelalak, yeoja cantik yang baru memasuki usia 16 tahun itu melepas paksa pelukan sang kekasih dan menatapnya tak percaya.
"Maksud Oppa, Oppa akan pergi meninggalkan aku selamanya." Ucap Ryeowook sengit.
"Bu..bukan begitu Wookie. Dengarkan dulu penjelasan Oppa." Yesung berusaha meyakinkan sang kekasih.
"Umma dan Appa meminta Oppa untuk bersekolah di luar negri karena saat Oppa berusia 20 tahun Oppa akan langsung menggantikan posisi Appa di perusahaan jadi Oppa harus banyak belajar di negara luar."
"Mwo? Di luar.. negri?"
"Ne, kemungkinan Oppa akan di sekolahkan kembali di Amerika." Yesung menundukan kepalanya tidak berani menatap Ryeowook yang saat itu mulai mengeluarkan air mata.
"Jika itu memang demi kebaikan Oppa, tak apa mungkin aku akan menunggu." Ryeowook berusaha menetralkan suaranya agar tidak bergetar karena menangis.
"Oppa berjanji akan segera menemuimu saat Oppa kembali, berjanjilah untuk tidak mencintai siapapun selain Oppa, tunggulah Oppa kembali arra." Yesung kembali memeluk Ryeowook dan menangis di pelukan yeoja yang sudah menjadi separuh hidupnya.
"Kapan Oppa akan berangkat?" tanya Ryeowook.
"Besok malam."
"Tapi kenapa tidak menunggu sampai Oppa lulus saja dan lagi usia Oppa masih 18 tahun."
"Belajar menjadi seorang pebisnis itu tidak membutuhkan waktu sebentar Wookie, maka dari itu Oppa harus berusaha dari sekarang." Jelas Yesung.
Ryeowook mengangguk paham, mereka berpelukan cukup lama karena setelah hari itu mereka takan merasakan hal yang sama kembali.
.
.
.
Setelah mendengar ucapn Yesung yang pergi ke Amerika, Ryeowook menjadi sedikit pendiam dan jarang berkumpul bersama teman-temannya, yeoja mungil bersurai madu itu lebih memilih diam di kelasnya daripada pergi keluar atau hanya sekedar mengobrol ringan bersama teman sekelasnya.
"Wookie kamu kenapa tidak keluar, apa kamu sedang sakit?" tanya seorang yeoja cantik bernama Sunny dia adalah sahabat Ryeowook.
"Gwaencha-.." ucapan Ryeowook terhenti kala ia merasakan sesuatu yang aneh dari perutnya, mulutnya tiba-tiba merasa mual.
Tanpa pikir panjang Ryeowook langsung berlari kekamar mandi sekolah, sesampainya di sana dia langsung menuju kearah washtafel dan memuntahkan isi perutnya.
"Wookie-ah gwaenchana, kamu kenapa muntah-muntah seperti itu?" tanya Sunny panik saat melihat wajah Ryeowook yang tampak pucat.
"Entahlah, tiba-tiba aku merasa mual dan pusing, perutku juga sangat tidak enak." Ryeowook memijit keningnya yang terasa berdenyut.
"Kau ini seperti orang yang sedang hamil saja." Candanya.
Deg
"Eh?" Ryeowook tersentak saat mendengar ucapan Sunny, sekalipun yeoja cantik itu hanya bercanda tapi bagi Ryeowook kata-kata itu adalah hal yang paling di takutinya.
"Kajja kita ke UKS."ajak Sunny, baru saja Sunny akan menyeret sang sahabat, Ryeowook menghentikan pergerakan sahabatnya.
"Aku sebaiknya pulang saja Sunny, kau bisa mengijinkan aku kan."
"Ah, baiklah kau tenang saja, memang sebaiknya kau beristirahat di rumah."
Ryeowook akhirnya pulang kerumahnya, di sana dia tidak langsung beristirahat, yeoja mungil itu hanya mengganti bajunya saja kemudian keluar dari rumahnya.
.
.
.
"Dari hasil tes yang kami dapatkan, anda di nyatakan positif 2 minggu." Ryeowook mencelos mendegar ucapan dokter di depannya.
Hamil
Adalah kalimat yang tidak ingin di dengarnya dari siapapun, tapi apa yang bisa di lakukannya, menggugurkannya? Oh tidak dia bukan seorang pembunuh.
"Gomawo uisanim, sepertinya aku harus secepatnya pulang." Ryeowook mengambil kertas yang hasil tesnya dari sang dokter kemudian beranjak dari duduknya dan berpamitan pada sang dokter.
"Ne sama-sama, saya sarankan jaga kesehatan baik-baik, makan yang teratur dan jangan terlalu cape." Saran sang dokter sebelum Ryeowook melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu.
.
.
.
Ting tong
Seorang yeoja paruh baya keluar sambil membukakan pintu rumahnya yang terlihat sangat mewah dan besar.
"Nugusyo?" tanyanya dingin, terdengar jelas nada angkuh di sana.
"Saya Kim Ryeowook nyonya." Ucap Ryeowook sedikit takut saat berhadapan dengan yeoja yang ternyata adalah Umma dari kekasihnya, dia adalah Kim Heechul.
"Untuk apa kau kemari?"
"Saya ingin bertemu dengan Yesung Oppa." Ryeowook menundukan kepalanya, keberadaan mereka masih sama yaitu di luar rumah, Heechul tampaknya enggan sekali mempersilahkan yeoja mungil itu untuk masuk.
"Yesung sudah berangkat ke Amerika, bersama Appanya." Heechul melipat kedua tangannya di depan dada, ciri khas seorang bangsawan dengan sejuta keangkuhannya.
"Tapi Yesung Oppa bilang dia akan berangkat malam ini." Bantah Ryeowook, dia tidak percaya begitu saja ucapan yeoja di depannya.
"Lalu untuk apa kau menemuinya, tidak mungkin kau datang kemari tanpa alasan kan?" tanya Heechul sedikit penasaran, yeoja berusia sekitar 40 tahunan yang masih terlihat cantik dan awet muda itu kemudian mengalihkan pandangannya pada sebuah kertas kecil yang di bawa Ryeowook di tangannya.
"Apa itu?" tanyanya.
"I..ini.." ucapan Ryeowook terpotong ketika tangan Heechul mengambil benda putih di tangannya, kemudian membaca isinya.
"Kau.. hamil?" tanya Heechul tak percaya, Ryeowook hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Heechul bergegas masuk kedalam rumah, membiarkan Ryeowook berdiri di depan pintu rumahnya, tak lama kemudian dia kembali dengan sejumlah uang di tangannya lalu melemparkannya di depan Ryeowook.
"Ambil uang itu dan buang anak haram itu, jangan sampai aku melihat wajahmu lagi." Bagaikan tersambar, hati Ryeowook benar-benar sakit saat mendengar ucapan dari Umma kekasihnya, apa yang baru saja di katakannya 'buang'? ya bukannya Ryeowook tidak tahu arti kata 'buang' yang di maksud Heechul, tapi karena dia tidak bisa melakukannya.
"Aku datang kemari hanya ingin bertemu Yesung Oppa dan meminta pertanggung jawaban darinya, bukan meminta uang dari anda."
"Apa kau sudah lupa jika Yesung sudah tidak ada di Korea, kalau memang uang itu tidak cukup katakan saja dan aku akan menambahkannya lagi." Ryeowook diam mematung di tempatnya, tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Asal kau tau sekalipun anak yang kamu kandung itu adalah anak Yesung aku tetap tidak akan membiarkanmu bersamanya ingat itu, sekarang pergi dari hadapanku." usirnya yeoja cantik itu memang benar-benar sudah keterlaluan.
"Baiklah nyonya saya pergi, sampaikan ucapan selamat tinggal saya untuk Yesung Oppa." Ryeowook melangkahkan kakinya dari beranda rumah Yesung tanpa mengambil sedikit pun uang yang di berikan Heechul, dalam hati dia bertekad untuk membesarkan anaknya seorang diri.
'Chagie, jangan khawatir Umma akan selalu ada untukmu, kita akan hidup bersama meskipun tanpa kehadiran seorang Appa untukmu' batinnya sambil terus melangkah tanpa arah.
Andai saja dulu dia dan Yesung tidak melakukan sebuah kesalahan mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi, nasi sudah menjadi bubur dan bubur tidak akan kembali menjadi beras.
Flashback off
Ryeowook masih termenung, andai saja dia tidak bertemu dengan sungmin, entah akan di bawa bagaimana hidupnya bersama Donghae.
Cklek
"Umma, kan sudah aku bilang untuk tidur kenapa Umma malah bangun lagi." Omel Donghae yang tiba-tiba saja masuk kembali kekamarnya.
Ryeowook yang kaget buru-buru menyembunyikan bingkai photo itu ke bawah tempat tidurnya dan menghapus jejak air matanya kemudian tersenyum kearah Donghae.
"Hae, kenapa belum tidur, kau kan besok harus kesekolah?"Donghae menghampiri Umma nya.
"Kenapa Umma malah balik bertanya padaku. Umma tau aku belum belum bisa tidur jika tidak memastikan Umma juga teridur, kajja Umma harus tidur." Perintahnya, sang Umma hanya bisa menuruti saja, maklum anaknya ini akan menjadi sangat cerewet jika melihat Ummanya tidak menjaga kesehatannya,' Sama seperti Appanya' batinnya.
"Aku akan di sini sampai Umma benar-benar tertidur." Lamjutnya dengan nada yang di buat sedikit galak, Ryeowook tersenyum lembut putranya memang sangat perhatian padanya, perlahan kedua matanya menutup begitu juga dengan Donghae yang ikut tidur dengan posisi duduk di lantai dengan kepala yang berada di pinggir tempat tidur sang Umma.
Ke esokan harinya.
Sepulang dari sekolahnya Donghae tidak langsung pulang kerumahnya, namja tampan itu pergi kesebuah restourant pizza milik sahabat baiknya yang berasal dari china bernama Zhoumi.
"Hae, kau sudah datang?"
"Ne, apa ada pesanan pizza yang akan aku antar hari ini?" tanya Donghae.
"Ne, kau antarkan pizza ini sekarang, namanya Kim Kibum dia meminta pesanan ini datang secepatnya, ini alamatnya." Zhoumi memberikan sebuah kertas kecil bertuliskan sebuah alamat rumah.
"Ne baiklah, aku berangkat." Donghae keluar dari dalam restourant dengan sekotak pizza di tangannya, menaiki motornya kemudian melaju dengan kecepatan sedang.
Di kediaman kim.
Seorang yeoja cantik berambut hitam sedang menggerutu kesal di depan televisi, yeoja cantik bernama Kibum itu sepertinya sedang kesal karena menunggu sesuatu.
"Kenapa sampai sekarang pesanan ku belum juga datang sih, huh dasar pengantar pizza lelet, awas saja dia kalau sudah datang, huuh." Dumelnya, sambil menggonta-ganti chanel tv di depannya.
Ting tong
Tak lama terdengar suara bell berbunyi dari arah pintu depan rumahnya.
Cklek
"Pesanan datang." Ucap Donghae begitu sang pemilik rumah membukakan pintu.
"Ya! Kenapa hanya mengantar pesanan saja lama seka...li." Kibum terpaku di tempatnya begitu melihat sosok sang pengantar pizza.
"Mianhae nona Kibum, tadi saya terjebak macet." Ucap Donghae tak lupa dengan senyum ramahnya.
'Ommo! Namja ini tampan sekali, seperti pangeran yang ada dalam mimpi ku' batinnya, Kibum tak henti-hentinya menatap namja tampan di depannya.
"Aaaa,, silahkan masuk dulu." Kibum langsung mempersilahkan Donghae untuk masuk, di mana kemarahanmu yang sempat keluar itu? Meluap lagi eoh?.
"Mianhae, tapi tugas saya hanya mengantar pesanan ini kemudian pergi lagi." Jelasnya sesopan mungkin.
"Aaa,, baiklah tapi kau bisa datang lagi kemarikan?" tanya Kibum sambil menyodorkan uang untuk membayar pizza pesanannya.
"Kalau anda memesan lagi mungkin bisa." Ujarnya sambil menerima uang di tangan Kibum.
"Bukan begitu, maksudku kau bisa datang kemari hanya untuk sekedar bermain di rumahku, soalnya aku selalu sendirian di rumah."
"Mungkin kalau soal itu saya tidak bisa karena terlalu sibuk." Donghae melihat jam yang melingkar di tangangnya.
"Aa.. sepertinya saya harus segera pergi banyak pesanan yang harus saya antarkan, nona saya permisi dulu." Pamitnya.
Grep
"Setidaknya beri tau dulu siapa namamu?" Kibum menahan lengan Donghae.
"Kim Donghae." Jawab Donghae singkat kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda menuju ke arah motornya kemudian menaikinya.
Kibum menatap kepergian Donghae dengan tatapan tidak rela, jika boleh jujur Kibum sebenarnya sangat terpesona pada ketampanan Donghae saat yeoja pemilik killer smile itu melihatnya pertama kali.
"Akan aku pastikan kau akan datang menemuiku lagi, Donghae." Gumamnya sambil terus menatap punggung namja yang mulai menghilang dari pandangannya.
.
.
.
Donghae saat ini sedang menikmati perjalanan menuju rumahnya, dirnya baru saja pulang dari tempat kerjanya, waktu menunjukan pukul 7 malam Donghae sedikit mempercepat laju motornya.
Setibanya di depan rumah Donghae melihat sebuah mobil berwarna hitam terparkir di depan rumahnya dan dia tau siapa pemilik mobil tersebut.
"Umma, aku pulang."
"Hae kenapa pulang malam lagi nak?" tanya Ryeowook cemas, akhir-akhir ini Donghae memang selalu pulang malam.
"Aku tadi sedang mengerjakan tugas sekolah di rumah Minho, jadi aku pulang malam." Bohongnya, Ryeowook memang tidak pernah tau jika Donghae mempunyai pekerjaan karena jika dia tau dia pasti sudah melarang anaknya untuk bekerja.
"Baiklah kali ini Umma mengerti."
"Hehe, tapi sepertinya ada yang datang nih." Ucapnya sambil melihat kearah sofa ruang tamu yang berada tak jauh darinya.
"Ho, calon menantuku sudah pulang rupanya." Seru seorang namja tampan berambut ikal berwarna coklat.
"Calon Appa, apa kabar?" Donghae menghampiri dan memeluk sosok namja yang memang adalah calon mertuanya, Cho kyuhyun.
"Hae-ah, tidak memeluk calon Umma kedua juga." Ucap seorang yeoja cantik bergigi kelinci yang berada di samping suaminya, dia adalah Cho Sungmin.
"Aa, calon Umma kedua apa kabar?" Donghae melepas pelukannya dengan Kyuhyun dan beralih memeluk yeoja cantik bergigi kelinici itu.
Ryeowook tersenyum melihat kedekatan mereka yang memang sudah seperti keluarga, pasangan Cho itu memang sudah menandai Donghae sebagai calon menantu mereka, sejak Donghae baru saja di lahirkan.
Kyuhyun dan Sungmin memang langsung menikah saat mereka lulus sekolah, Kyuhyun dan Sungmin kebetulan satu kelas, usia Kyuhyun 2 tahun di bawah Sungmin namun kerena prestasi dan nilainya yang sangat mengagumkan Kyuhyun sering melompat kelas saat masih sekolah.
"Ahjumma aku di acuhkan Appa dan Umma ToT." Adu Eunhyuk pada Ryeowook, sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ryeowook.
"Sudah chagie, mereka tidak mengacuhkanmu ko."
"Aigoo, putri cantikku maafkan Appa ne." Kyuhyun menghampiri Eunhyuk kemudian menarik putri satu-satunya kedalam pelukannya.
"Terus kenapa Appa dan Umma tidak langsung menemuiku?" tanya Eunhyuk, pasalnya kedua orangtuanya datang sejak 3 jam yang lalu tapi mereka tidak langsung menemuinya, dan malah sibuk mengeobrol dengan Ryeowook.
"Kami pikir tadi kamu sedang beristirahat chagie, jadi kami memutuskan untuk mengorol saja dengan Wookie Ahjumma."
"Dan satu lagi, taa-daa ini kejutan dari Appa dan Umma." Sungmin memperlihatlan sebuag kotak mungil berwarna merah di tangannya.
"Apa itu Umma?" tanya Eunhyuk penasaran, Kyuhyun dan Sungmin saling berpandangan kemudian mengangguk bersama.
"Ini cincin pertunangan kalian." Ucap pasangan Kyumin berbarengan.
"Kyaa, aku senang sekali, Appa, Umma aku mencintai kalian." Eunhyuk menghambur kepelukan mereka berdua.
"Hyukkie sepertinya senang sekali ne." Celetuk Ryeowook.
"Tapi Umma, apa ini tidak terlalu cepat, maksudku kami masih sekolah jadi..."
"Hae, Umma mengerti tapi kami memang sudah memutuskan untuk segera menunangkan kalian, tapi kamu tenang saja kalian cukup bertukar cincin saja, kalau masalah pestanya mungkin akan di adakan setelah kalian berdua benar-benar sudah lulus." Jelas Ryeowook panjang lebar.
"Ah, baiklah aku hanya bisa menurut saja." Ujar Donghae, ada sedikit kelegaan di hatinya, namja tampam itu bukannya tidak mau bertunangan hanya saja baginya usia mereka masih sangat muda.
"Oppa, kemari kita harus bertukar cincin." Eunhyuk menarik tangan Donghae penuh semangat.
"Ne." Acara pertunangan pun dimulai, sederhana memang tapi bagi yeoja cantik putri pasangan Cho itu sudah merupakan kebahagiaan yang besar baginya.
.
.
.
Seorang namja berambut hitam bermata sipit tengah melangkahkan kakinya keluar dari bandara, tampak beberapa orang bodyguard yang mengiringi setiap langkah sang namja tampan, dia adalah Kim Yesung.
"Aku kembali." Gumamnya pelan, sebuah senyum pahit di tampilkannya.
"Apa kalian sudah menemukan keberadaan Ryeowook?" tanya namja tmapan itu pada salah satu anak buahnya.
"Belum tuan, kami sudah berusaha semampu kami selama ini tapi keberadaannya benar-benar tidak bisa temukan." Yesung terdiam mendengarkan jawaban dari orang yang di tugaskan mencari keberadaan kekasihnya.
'Sayang sebenarnya kau berada di mana? 15 tahun aku mencarimu tapi semua usahaku hanya sia-sia, bahkan sampai sekarang aku belum bisa menemukanmu' batinnya frustasi, kesal karena saat dia pertama kali kembali dirinya tidak pernah lagi mendengar kabar tentang kekasihnya.
'Bukankah kau sudah berjanji untuk menungguku? Apa yang sebenarnya terjadi padamu?' lirihnya dalam hati, jika saja namja tampan itu tidak mengenakan kacamata hitam, mungkin kita bisa melihat dengan jelas kesedihan di mata obsidiannya.
TBC
Haiii kimi comeback gag lama kan..
Mudah'n chap ini tidak membosankan dan kapok buat bacanya..XD
Chap ini belum terlalu full soal penjelasannya, jadi seiring berjalannya tiap chap saja.
Buat yang udah review kimi ucapkan terima kasih, mian jika kimi belum bisa bales review dari kalian.
Thank's to :
Fikaclouds, adel, Yulia Cloudsomnia, kirefa, EternalClouds2421, yensianx, cloude prince, uruskyclouds, asurasky elf, ChoiMerry-Chan, Veeclouds, SnowyMochi, meyy, dwiihae. Hanazawa kay, baby yewook, Park-choikinan, meidi96.
Terima kasih buat dukungan dan semangatnya ya.
Berhubung besok lebaran kimi ucapkan
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Selamat hari lebaran.
Akhir kata review please.
.
.
.
By
Kimi.
