Suara musik yang melantun itu memenuhi sebuah ruang rekaman di salah satu gedung entertainment di China. Beberapa namja sedang sibuk mengotak-atik berbagai macam alat dan sebagainya juga ada yang sedang berdiskusi sesuatu. Hingga pintu bercat cokelat itu terbuka dan menampakkan sosok yang sedang ditunggu-tunggu. Namja tampan berdimple itu menyunggingkan senyumnya dan memberi salam kepada semua orang yang ada di ruang rekaman itu.

"Kau siap, Yixing-ah? Hari ini kita punya banyak lagu yang harus disiapkan untuk albummu." Ucap salah satu staf disana dan namja yang dipanggil segera menganggukkan kepalanya.

"Tentu saja aku siap. Aku sudah menunggu hal ini." sambung Yixing yang mampu membuat beberapa staf tertawa melihat tingkah tidak sabar salah satu idol mereka itu. Tanpa menunggu lama, Yixingpun langsung memasuki ruang rekaman setelah menerima beberapa kertas dari salah satu staf. Namja itu mencoba untuk merilekskan dirinya dan membuat beberapa nada agar suaranya tidak mengalami gangguan.

Rekaman itupun dimulai dengan serius dan diselingi dengan canda tawa untuk beberapa saat. Terkadang raut serius dan beberapa perdebatan kecil juga hadir namun mengingat untuk menghasilkan sebuah karya yang baik dan dapat diterima dan dinikmati oleh para pendengar –dan fans Yixing tentunya, mampu membuat mereka optimis bahwa hasilnya akan baik. Mereka juga sudah berusaha dengan baik dan pasti hasilnyapun akan baik. Selalu optimis dalam segala hal adalah yang terbaik, bukan?

Tanpa menyadari waktu yang telah berlalu, Yixing dan para staf di ruang rekamanpun akhirnya menyambut bahagia keberhasilan mereka menyelesaikan semua lagu dalam album itu. Hanya tinggal menambahkan beberapa hal dan mereka sudah akan bersiap untuk sesi yang lain. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam dan Yixing baru menyadari bahwa waktu bergerak begitu cepat. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada para staf dan segera beranjak meninggalkan ruang rekaman bersama sang manager. Ia harus mengistirahatkan tubuhnya untuk pemotretan di hari berikutnya.

"Oh iya, Yixing-ah. Kau mau membeli sesuatu untuk makan malam? Kau hanya memakan beberapa roti saja tadi?" tanya sang manager sesaat setelah mobil mereka melaju meninggalkan parkiran gedung. Ia menoleh sesaat ke arah sang idol yang masih sibuk dengan ponselnya sebelum ia mendapat gelengan kepala darinya. Ia hanya bisa menghela napasnya dan melajukan mobil mereka ke apartment Yixing. Perjalanan mereka termasuk perjalanan yang singkat karena jalanan yang tidak ramai malam itu. Yixing segera beranjak turun dari mobil itu dan melambai ke arah sang manager yang menyuruhnya segera beristirahat.

Namja itu akhirnya berjalan memasuki apartmentnya dan tersenyum ke arah penjaga apartment, berbincang sejenak tentang dinginnya malam ini dan berjalan masuk. Ia memilih menaiki tangga menuju apartmentnya di lantai 3 dan berbelok ke arah kiri. Namja itu memencet kata sandi disamping pintu apartmentnya dan berjalan masuk sambil menyalakan lampu. Ia amati sejenak apartmentnya yang sepi, ah ia merindukan semua membernya yang ada di Korea. Namja itu membaringkan tubuh lelahnya di atas kursi dan memejamkan matanya sejenak.

"Yixing-ge."

Yixing mengernyitkan alisnya saat mendengar suara Jongdae –seseorang yang selalu dirindukannya. Astaga, Yixing berharap ia tidak mengalami gangguan halusinasi atau gangguan kejiwaan lainnya karena terlalu merindukan namja kucing nan menggemaskan itu hingga harus mendengar suaranya yang merdu. Yixing memijat pelipisnya sejenak sebelum menghela napasnya dan menjernihkan pikirannya. Ia harus tetap fokus agar dirinya tidak menjadi gila karena memikirkan namja manis itu.

"Yixing-ge." Suara itu kembali muncul dan kali ini Yixing memilih untuk menelungkupkan dirinya ke atas sofa. Ia menggelengkan kepalanya mencoba untuk menghiraukan suara merdu itu terus memanggil namanya. Rasanya sangat dekat bahkan Yixing merasa kalau namja manis itu ada di apartmentnya. Eh tunggu...

Namja tampan itu langsung mendudukkan tubuhnya dan melihat sosok namja manis yang sangat ia rindukan itu sedang berdiri dengan sebuah tas di tangannya dan bibirnya yang mengerucut kesal. Yixing mengerjapkan matanya sejenak sebelum berteriak kencang membuat Jongdae terlonjak dari tempatnya.

"Gege, kenapa berteriak seperti itu? Kau membuatku kaget." Teriak Jongdae yang mampu membuat Yixing langsung terdiam. Namja manis itu meletakkan tasnya dan berjalan mendekati Yixing. "Gege, apa kau tidak mau memelukku? Apa kau tidak senang aku ada disini?"

"Ti-tidak.. maksudku aku.. aku hanya.. shock saat melihatmu berdiri disana. Kau.. kau ada di apartmenku, k-kau di China. K-kau disini." Ucap Yixing tergagap dengan rona merah yang sedikit mewarnai pipinya membuat Jongdae menyunggingkan senyumnya dan langsung memeluk namja itu. Namja yang sangat ia rindukan dan ia nekat untuk datang ke China hanya karena ia tidak merasa puas dengan kedatangan singkat namja itu.

"Aku disini dan aku akan selalu disini menemanimu, Yixing-ge."

.

.

.

End.

Duh aneh ya.. Ini hanya imajinasiku loh ya jadi jangan anggep Chen beneran ke China hehehehe.. Aku lagi kepanasan karena gak nemu momen mereka jadinya ya beginilah. Eh itu ada lanjutannya loh langsung cek ya..

Saya sayya.