EXO

By CHANINE

RATING : M

Warning : YAOI, TYPO(S), GAJE

Pairs : All of EXO's official couple(HunHan,ChanBaek,SuLay,TaoRis,ChenMin, and KaiSoo)

Disclaimer : semua cast milik Tuhan YME. seperti biasa, story is mine.

If you hate this fic, please just don't read.

Happy reading and please don't forget to review~^^

.

.

.

Chan's note : YEHAAAAA AKU KEMBALIIII! #dilempar

Aku seneng banget loh pas buka FFN ternyata FF yang aku kira gak bakal dibaca orang ini yang review lumayan~ GOMAWOOOO YEOROBUN~

Dan sesuai janji Chan, Chan akan melanjutkan FF ini.

Lope-lope buat reviewers, followers, likers, readers semuaaaa~ SARANGHAEEEE!~

.

.

.

Suasana hening di siang hari yang dingin itu. Di dalam markas EXO, sang leader, Kris dan Suho membaca buku sembari tiduran di sofa. Terlihat sangat jelas raut kebosanan tersirat di wajah kedua leader charming tersebut. Sehun, si magnae memainkan ponsel pintarnya dengan ekspresi sama dengan kedua leader. Chanyeol, Chen, dan Kai tengah bermain ular tangga dengan wajah bosan, namun tak jarang mereka bersorak jika menang, atau mengeluh jika kalah.

"Hyung, aku bosan." Keluh sang magnae. Ia menguap lebar yang menandakan ia sangat bosan.

Kris mengalihkan perhatiannya dari novel fantasi yang dibacanya dan menatap Sehun dengan tatapan setuju.

"Sama, Hyung juga bosan. Minggu ini tawaran perform tidak terlalu banyak. Jadi tidak ada kegiatan" kata Kris. Ia ikut menguap. Novel fantasi-nya ia letakkan sembarang di lantai. Kris berpikir sebentar, sampai akhirnya bola lampu imajinasi muncul diatas kepala Kris. Kris pun menyeringai.

"Dongsaengdeul, ngomong-ngomong, sudah satu minggu lamanya kita tidak menjamah tubuh seseorang. Bagaimana jika kita mencari yang baru lagi untuk disentuh?"Sang Leader Kris memamerkan smirk-nya. Member lain pun ikut tersenyum jahat mendengar penuturan leader mereka. Kecuali Chen tentunya, ia hanya tersenyum tipis.

"Ide bagus, Hyung! Aku ingin mencari mangsa yang lebih baik lagi, yang kemarin itu membosankan dan dia terus menolak perlakuanku. Jadi dia kuberi obat penghilang ingatan yang banyak biar dia amnesia sekalian. Huh! Sungguh mengecewakan!" Chanyeol menggerutu kesal mengingat mantan mangsa-nya.

"Mangsaku kemarin lebih kurang ajar lagi, Hyungdeul! kemarin dia sempat menendang juniorku yang berharga ini hingga aku tersiksa kesakitan. Makanya aku langsung memberi dia obat penghilang ingatan yang banyak seperti Chanyeol Hyung dan membuangnya asal. Sialan!" Sehun, si magnae ikut menceritakan mangsa sebelumnya.

"Mangsaku sebelumnya payah dan tidak membuatku puas. Aku jadi malas, aku langsung membuangnya keesokan harinya." Kai ikutan curhat soal mangsanya yang sebelumnya. Member lain memasang wajah -_-. Padahal desahan Kai sampai terdengar dari luar sekalipun kamar mereka kedap suara. Dan Kai belum puas?-_-

Kris mengangguk mendengar cerita dongsaeng-dongsaengnya. Ia pun mendapat ide.

"Dongsaengdeul, bagaimana jika kali ini kita adakan tantangan? jika berhasil mempertahankan mangsa selama minimal 2 minggu, akan berkesempatan menjadi leader. Tapi yang berhasil hanya akan berkesempatan menjadi leader selama 2 bulan saja, tidak selamanya. Karena leader tetap EXO itu hanya aku dan Suho. Bagaimana?" jelas Kris.

Member lain mendengarkan dengan serius karena mereka juga tertarik dengan tantangan kali ini. Mereka semua terlihat antusias. Tentu saja mereka antusias. Menjadi leader bagai menjadi raja di dorm EXO. Bisa mengatur dan menghukum member sesuka hatimu tanpa penolakan .Meskipun hanya diberi kesempatan 2 bulan menjadi leader, itu juga jika berhasil, tidak masalah bagi mereka.

"Aku setuju, Kris Hyung! ide bagus! aih, aku sudah lama ingin menyuruh Kris Hyung membersihkan kamarku!" Chanyeol berkomentar dengan semangat. Kris memutar bola matanya melihat dongsaengnya yang sepertinya sangat senang jika menyiksanya.

"Aku sangat setuju! aku ingin Kris hyung mengepel, mencuci piring, dan mencuci semua baju kita!" Ujar Chen bersemangat. Walaupun Chen tidak pernah berlaku kasar dengan 'si manis'-nya, tapi dia sangat jail dan senang menganggu member lain.

"aku juga setuju! sudah lama aku ingin Kris Hyung membersihkan sela-sela kakiku…" Kai menatap Kris dengan senyuman aneh, sedangkan Kris bergidik ngeri. "Jangan harap aku mau menyentuh kakimu, Kim Jongin. Dan kenapa daritadi hanya aku saja yang ingin kalian siksa?! bagaimana dengan Suho?! dia kan juga leader dan suka memerintah kalian! ini tidak adil!" Protes Kris. Member lain terkikik mendengar protesan Kris.

"Hus, kalian ini. Tidak baik membully Kris," Akhirnya muncullah Suho yang membela Kris. Lalu Suho melanjutkan, "Jadi bagaimana kita memulai tantangannya?"

Mendengar pertanyaan Suho, Kris pun merogoh saku celananya, lalu memperlihatkan benda yang baru saja ia keluarkan dari sakunya. 6 gumpalan kertas buram.

"Kita undi dulu siapa yang pertama kali mencari mangsa. Yang mendapat nomor sama mencari berbarengan. Dan mencarinya akan bergiliran,nomor 1, 2, lalu baru 3…" jelas Kris mengambil jeda, lalu melanjutkan, "Ambil satu kertas ditanganku, ayo." Perintah Kris dengan 6 gumpalan kertas ditangannya yang entah kapan ia buat. Masing-masing member mengambil satu gumpalan kertas.

"Sekarang, buka dan sebutkan dapat nomor berapa." Kris memerintah lagi setelah memastikan semua member sudah mengambil.

"Nomor 1." Sehun menyahut paling awal.

"Aku juga 1!" Kai berteriak girang karena mendapat giliran pertama.

"Aku 2," Kali ini Chanyeol yang menyahut.

"Sama dengan Chanyeol!" Chen berteriak antusias.

"Nomor 3… Kau pasti dapat nomor 3 juga kan, Kris?" Tanya Suho, sembari melirik kertas kecil yang dipegang Kris.

"Ne," jawab Kris singkat."Jadi, giliran pertama, Kai dan Sehun. Giliran kedua, Chanyeol dan Chen. Giliran ketiga alias terakhir, Suho dan aku. Karena besok malam kita ada jadwal perform di kedai bubbletea seperti biasa, pencarian baru akan dimulai lusa. Ingat, harus dimulai LUSA, tidak boleh hari ini atau besok, ARRA?!" Teriak Kris dengan -sok- galak. Berharap dongsaengnya akan takut dan patuh.

"Dan satu peraturan lagi, tidak boleh mengganggu mangsa member lain," lanjut Kris lagi.

.

.

.

6 orang namja manis tengah bersenda gurau di kantin sebuah sekolah.

Nama 6 namja manis itu adalah Luhan, Kyungsoo, Yixing, Xiumin, Tao, dan Baekhyun.

6 namja manis ini adalah siswa kelas 3 SMA yang sudah bersahabat sejak lama. Dan mereka sangat susah dipisahkan.

"Hey kalian tau siapa itu kelompok WOLF 88?" Do Kyungsoo, yang bermata paling besar bertanya pada sahabat-sahabatnya secara tiba-tiba.

"Tentu saja! Mereka adalah penyanyi, penari, dan rapper yang aku suka! Yah walaupun mereka cuma manggung di café-café saja dan bukan artis terkenal juga sih. Mereka sering perform di kedai bubbletea langgananku. Aku suka performance mereka!" Luhan, namja yang memiliki sorot mata seperti rusa bersorak girang menceritakan idolanya.

"Halah, paling hanya sekumpulan lelaki gay yang tidak menarik." Tao, yang paling muda diantara mereka merespon dengan bosan.

"Aku tidak kenal mereka. Dan aku juga tidak ingin tahu." Baekhyun, yang bermata paling kecil juga tidak terlalu tertarik dengan topik ini.

"Aku lupa pernah melihat mereka atau tidak," Komentar Yixing, yang berdimple. Semua sudah tahu kalau Yixing ini memang pelupa.

"Aku tidak begitu tau mereka, tapi 2 minggu lalu Luhan mengajakku ke kedai langganannya dan kebetulan mereka sedang tampil. Dan aku akui mereka fantastis, terutama namja pendek yang menyanyi nada tinggi itu, membuatku merinding…" Xiumin, yang pipinya gembul ikut bercerita.

"Ngomong-ngomong, tumben sekali kau bertanya seperti itu, Kyungsoo? Ada apa?" Tanya Luhan penasaran.

"Aniya, aku diceritakan oleh senior yang satu klub vocal denganku… dia bilang dia sangat menyukai mereka. Dan katanya WOLF 88 sering perform di kedai bubbletea langgananmu itu. Aku merasa penasaran dengan mereka. Apalagi senior itu bilang yang berkulit tan adalah yang paling keren. Kau mau tidak, menemaniku melihat mereka? Jebaaalll ne? aku traktir kau bubbletea disana… eotte?" tawar Kyungsoo penuh harap.

Tanpa mikir Luhan langsung menyetujuinya.

"Tentu saja, Kyungsoo! Aku akan menemanimu sepenuh hati~ bagaimana kalau besok malam? Aku dengar mereka ada disana besok. Kau yang traktir kan?hehehe." Luhan nyengir. Kyungsoo memutar bola matanya mendengar Luhan yang sangat senang ditraktir…

.

.

.

"Sehun-ah, kau mau berencana mencari dimana?" Kai bertanya sembari mengeratkan jaket tebalnya. Meskipun tengah hari, udara terasa sangat dingin.

"Mollayo, aku juga tidak tahu Hyung," Jawab Sehun sekenanya.

Kai dan Sehun sedang berjalan-jalan menikmati huru-hara sekitar. Mereka memutuskan untuk berjalan-jalan setelah kabur dari latihan yang seharusnya mereka berdua jalani. Yap, seharusnya sekarang mereka berdua ikut latihan bersama member lainnya. Tapi karena bandel dan sudah merasa ahli, mereka kabur. Bahkan panggilan dari Kris dan Suho mereka abaikan. Dapat dipastikan mereka akan gosong karena terbakar oleh api kemarahan leader mereka saat pulang ke apartemen nanti.

Merekapun berjalan-jalan sambil melihat-lihat namja menarik yang sekiranya bisa mereka jadikan 'mangsa'. Dan sejauh ini belum ada yang membuat mereka tertarik.

"BYE! Sampai ketemu besok!" Suatu teriakan berhasil mengalihkan perhatian Sehun. Sehun lalu mencari sumber suara dan mendapati seorang namja mungil dan manis yang sedang berjalan riang dan sesekali melompat-lompat kecil sampai ia hilang karena memasuki gang.

"YA! OH SEHUN!" Kai berteriak tepat ditelinga Sehun. Sehun melompat kaget karena Kai membuat telinganya berdenging.

"YAH! KIM JONGIN! Ukh telingaku…" Sehun memegangi telinganya yang berdengung. Kai mendengus kesal.

"Haih! Salahmu sendiri malah bengong! Ngeliatin apa sih?! Dipanggil daritadi juga…" Kai menggerutu kesal. Sehun hanya tersenyum tipis.

"Kai Hyung, sepertinya aku sudah menemukannya." Ujar Sehun menampilkan smirk -nya...

.

.

.

TBC~