Ff ini adalah remake dari sebuah film Jepang. Saya hanya akan mengubah beberapa alur dan memberi penambahan atau pengurangan seperlunya, sesuai kebutuhan. Namun tidak mengubah plot serta konsep aslinya.
The Secret note
Main Cast : Lee Donghae
Lee Sungmin
Kim Heechul
Other Cast : Cho Kyuhyun
Lee Hyukjae as Eunhyuk
Kim Ryeowook
Kim Kibum
Lee Sungjin
Lee Sun Kyu
Disclaimer : semua cast hanya milik tuhan, keluarganya dan dirinya sendiri. saya hanya meminjam nama.
Warning : ini hanya sebuah cerita fiction. Jangan terlalu di lebihkan dan dihayati.
\(w)/~ Happy Reading ~\(^0^)9
Buku harian Lee Sungmin
16 april
Aku bertanya pada ibuku tentang hasil keseluruhan tes kesehatanku. Itu adalah tumor ganas lymphocyte, aku menderita penyakit itu saat aku merasakan ada benjolan di leherku. Kita sudah pulang dari rumah sakit.
"eomma... aku lapar." Teriak Seugjin saat kami baru masuk kerumah.
"geure, eomma akan membuatkanmu makanan." Ibuku langsung bergegas untuk membuat makan malam. Aku rasa dia lebih khawatir pada rasa lapar yang adikku alami di banding dengan kondisi kesehatanku. Aku berjalan melewatinya yang masih sibuk mengganti-ganti remot tv, seakan mencari saluran yang ia inginkan.
melewati makan malam, dan memeriksakan tubuhku di kamar. Aku bisa melihatnya dengan jelas melalui urat nadiku, sepertinya ada darah berwarna biru yang sedang mengalir. Itu kerena tubuhku dan fungsi fisikku juga sudah tidak bisa di kendalikan. Dan suatu hari nanti akan berhenti bergerak di luar keinginanku.
Aku melangkahkan kakiku menuju meja belajarku. Buku harian yang baru saja aku beli, aku ingin tahu apa aku bisa menulisnya sampai halaman terakhir. Akupun duduk untuk menulis di halaman awal buku harian ini.
10 mei
Zrrrshhh...
Aku bangun dengan kepala yang sangat pusing. Hujan selalu mebuatku sakit kepala. Aku memutuskan untuk tidak pergi kesekolah.
Cklek...
Eomma masuk dengan sangat hati-hati, ia hanya meletakkan satu nampan berisi makanan di atas meja makan. Dan kembali menutup pintu kamar dengan berhati-hati sekali. Saat kita sedang berdua dirumah, ibuku selalu menghindariku. Saat aku masih kecil, dia selalu bersikap baik padaku. Aku ingin tahu kapan dia berubah seperti ini. Aku ingat sesuatu saat aku masih duduk di bangku SD.
Flasback
"Hantu..."
Suatu hari, teman sekelasku Sun kyu mengejekku dengan memanggilku 'hantu'. Di sebuah acara TV, dia melihat sebuah foto hantu yang mirip denganku.
"Hantu..." ucapnya sat aku sedang mengambil buku di loker.
"Hantu..." bahkan saat kami sedang jam istirahat.
Sangat memengganggu sekali jika di panggil hantu setiap harinya. Jika dia suka sesuatu yang menakutkan, aku bahkan bisa membuat dia lebih takut lagi. Aku mengambil buku paket yang berada di mejanya. Aku membawanya ke samping gedung sekolah, aku mengeluarkan carter. Aku mencoba membuat jari telunjukku mengeluarkan darah segar dengan carter ini. Dan menuliskan sebuah kata di halaman depan buku Sun Kyu. Sejujurnya, aku tidak berfikir jika itu bisa berhasil.
Tapi itu membuat Sun Kyu ketakutan saat melihat kata itu, napasnya juga sangat pendek-pendek.
Tak lama Ibuku di panggil ke ruang kepala sekolah. "Ini hanya surat yang di tulis dengan menggunakan darah." Ucap kepala sekolah dengan memperlihatkan bagian buku itu.
mati... mati... mati
Begitu kata yang aku tulis di bukunya, eomma melihatku dengan sangat marah.
Apa ini penyebab dari pertengkaran itu? Dia tidak mau memegang tanganku. Sejak saat itu, orangtuaku berusaha untuk menjauhiku.
9 juli
"kak, aku mendapatkan nilai 81 untuk ujian terakhirnya. Bukankah itu sesuatu sekali?"
sangat jarang sekali dia mendapatkan nilai yang bagus, jadi dia harus menyombongkannya.
"bagaimana dengan nilaimu?"
tapi setelah dia mengetahui nilaiku jauh lebih bagus...
"baiklah, sayang sekali kau itu pintar tapi harus mati muda." Ucapnya lalu menutup pintu kamarku.
kepalaku sakit sekali. Kenapa aku harus menerima penderitaan seperti ini?
29 juli
Aku pergi untuk mencari hadiah ulang tahun untuk ibuku. Aku menghabiskan 2 jam dan akhirnya aku memutuskan untuk membelikannya cangkir. Karena ibuku suka sekali minum kopi. Harganya jauh di atas uang yang aku miliki, tapi aku tak bisa menahannya. Aku terpaksa tidak bisa membeli buku bulan ini. Aku rasa dia akan menyukainya.
30 juli
"wahhh, bagus sekali." Pekik ibuku saat membuka kado dari Sungjin.
aku ridak mengerti, bagaimana dia bisa mampu membeli tas jinjing yang bermerek seperti itu? Aku rasa ayahku yang memberikan dia uang tambahan untuk membantunya. Sungjin tersenyum sinis kepada ku, dia mengetahuinya saat aku mengintip dari balik tangga.
Aku ingin dia menggunakan cangkirnya sekarang, tapi dia menaruhnya begitu saja di lemari.
20 agustus.
Tumben sekali ada tamu di rumahku. Aku terdiam sejenak... Kenapa? Apa dia lupa jika itu adalah hadiah dariku? Aku melihat cangkir yang aku berikan berada di hadapan tamu itu, dan ibu malah menggunakan cangkir yang biasa ia gunakan. Hanya adikku yang bisa mengingatnya. Aku sadar jika betapa bodohnya aku jika aku harus peduli pada keluargaku. Aku tidak butuh ibuku, ayahku, adikku dan teman-temanku. mulai sekarang aku akan sendiri saja.
22 agustus.
Ini adalah perayaannya dan secara mental aku harus menyiapkan diriku. Tengah malam aku mengambil cangkir itu di lemari, aku membawanya ke kamarku.
Prak... prak... prak...
Cangkir itu kini telah berubah menjadi serbuk-serbuk. Aku mamakannya dengan lahap tanpa adanya sisa. Setelah selesai, aku merasa lega sekali. Cangkirnya sudah tidak ada lagi dan sekarang giliran adikku. Adikku... Aku akan menyingkirkannya.
10 september.
Jika ini di katakan sebagai "kejahatan yang sempurna" sepertinya tidak lengkap. Aku ingat tentang buku catatan yang kutulis dengan darah untuk Sun Kyu. Saat itu dia mengalami sesak napas. Aku membuka halaman-halaman dari situs web untuk mendapatkan apa yang kucari. Surat memang luar biasa. Apa mungkin bisa membunuh seseorang dengan menggunakan surat? Bagaimana jika memikirkan beberapa kutukan saat kita sedang menulisnya? Semua surat-surat yang tidak menyenangkan, kata-kata dan semuanya hampir punya nada sendiri. Gerak-gerik sang pembaca itu sangat penting. Aku bersumpah akan membuat cerita kematian. Aku langsung memulainya. Memulai menulis.
14 januari.
"aku menulis sebuah cerita. Bacalah."Aku menyerahkan buku catatanku kepada Sungjin. Ia menerimanya dengan senyum yang meremehkan.
"apa ini? Aku tak mengerti. Kelihatannya menakutkan dan tulisannya juga jelek."Tanyanya sedikit mengejek. Aku tetep diam menunggu ia membaca.
"apa... apa... apa... ini..." tanyanya sedikit terbata, napasnya tersengkal-sengkal.
Ini adalah novel tentang sebuah kutukan yang aku tulis...
"kenapa ini?"
... Agar bisa mencekik dia sampai mati.
Kutukan yang aku tulis sangat efektif.
18 februari.
Adikku meninggal. Tapi itu perlu waktu dua bulan. Masih banyak lagi yang mengerti konsep dari sebuah kutukan. Tapi mereka sudah puas dengan pengaruh yang terbatas. Aku tidak seperti mereka. Aku ingin membuat kutukan ini cukup kuat untuk membunuh tanpa ada batasan.
10 juli.
Aku memotong urat nadiku. Aku menyukainya. Pendarahan membuatku berfikir mendapatkan kutukan yang lebih menyeramkan. Merasakan akan kematian membuatku lebih memahaminya.
27 november.
Hari ini aku pergi kerumah sakit untuk mengecek perkembanganku. Aku ditanyai tentang bekas potongan di pergelangan tanganku. Kenapa di permasalahkan jika mereka tak bisa menyembuhkan penyakit yang mematikan. Mereka salah jika mereka mengira aku mencoba bunuh diri. Aku tidak berniat untuk bunuh diri. Kalau bisa, aku ingin hidup selamanya.
14 april
"Sungmin-ssi, punya waktu sebentar?"
Donghae dari klub sastra bicara denganku hari ini. Jika dia punya waktu untuk bicara denganku dia bisa menulisnya sendiri. Jika dia tak bersedia melakukannya apa yang harus dilakukannya tak bisa menjadi penulis yang hebat.
1 juni
Festival sekolah.
Aku dipilih untuk menulis naskah untuk pertunjukkan drama sekolah. Aku mencoba agar tidak tertawa terlalu keras. Itu seperti dia secara sukarela menjadi kelinci percobaanku.
9 juni
Aku akhirnya paham. Cara untuk hidup selamanya. Aku harus mengutuk diriku sendiri.
12 juni.
Ryeowook meninggal. Bodoh sekali, dia seharusnya tidak memabaca naskah yang belum selesai. Naskah yang baru akan di tulis menggunakan darahku. Itu akan melipat gandakan kekuatan kutukannya. Aku akan menulis naskah terakhir kemarian dengan waktuku yang masih tersisa.
14 juni
Giliran Lee Eunhyuk.
16 juni.
Kyuhyun Seongsaenimpun tak luput.
Giliran Kibum sudah semakin dekat.
17 juni
"apa yang kau lakukan?" teriak Heechul.
"jangan membaca buku catatannya, kau akan mati!"
tapi Donghae menghalangiku. Hanya dia yang tahu tentang kutukanku. Heechul tak mau membaca naskahnya lagi, aku harus menemukan cara lain.
Benar. Aku akan email pesannya ke ponselnya. Jumlah kata yang terbatas dan kekuatan kutukan yang di padatkan. Aku yang sekarang akan bisa melakukannya.
18 juni
Aku akan di bunuh oleh Heechul hari ini. Ini bukan sekedar firasat, aku yang akan mengetahuinya. Itulah yang aku inginkan. Ketika aku di bunuh, buku catatannya akan di isi oleh rasa kebencianku yang kuat dan kutukannya akan menjadi abadi. Kisah kutukan yang di ciptakan oleh gadis SMA yang di bunuh. Para remaja yang tidak percaya dengan kutukan akan membacanya dengan biasa. Dan aku akan tersebar diantara mereka. Aku akan mencuri jiwa, bagi siapa saja yang menerima kutukan. Aku akan hidup selamanya.
Zruup.
Sepercik darah menyiprat mengenai wajah Donghae.
Brakkk...
Tiba-tiba tubuh Sungmin terjatuh. Mata Donghe tampak membulat sempurna, ia tak mempercayai ini. Heechul menancapkan pisau ke punggung Sungmin berkali-kali, bau amis darah menyeruak. Beberapa anak murid yang masih berada di kelas berhamburan keluar kelas.
"mati, mati, mati, mati." Seiring kata-kata itu, pisau di tancapkan ke tubuh Sungmin.
Darah, mengalir membanjiri lantai, donghae hanya bisa terduduk lemas, mulutnya tercekat tak bisa berkata apa-apa. Ia shok dengan kejadian yang ia lihat di depannya.
"sekarang sudah sempurna" bisik Sungmin kepada Donghae.
-FIN-
.
Balasan review...
Tsukiyomi Daira : hai shirei... gomawo atas riviewnya. Iya aku sudah mengeditnya lg. Jadi selamat membaca. J
Wuhan : terimakasih atas reviewnya. Aku sudah perbaiki J
.
Anyeong...
Akhirnya aku bisa kembali lagi dengan FF REMAKE yang terbaru. Kalau di chapter 1 membahas sudut pandang Donghae dan di chapter 2 membahas sudut pandang Sungmin. Meski sebenernya Min bilang kalau nggak mau mempuliblish chapter 2 ini, tapi Min sangat gatel jadi, post aja deh. J
Review review review?
Hargai sedikit karya Min yang sudah readers baca ya J. So, don't be silent readers.
