Stay

Cast : Kim Jongwoon, Kim Heechul, Kim Ryeowook, Lee Sungmin, and others

Rated : T

Disclaimer : FF ini sepenuhnya milik author yg miskin ide. All casts belong to God, their family, SMEnt & ELF

Warning : Gender Switch, typos, out of EYD, abal, dll.

HAPPY READING ^^

.

.

.

"Ahjussi…"

"Ne?"

"Apa tidak ada lagi kaset twinkle twinkle itu?" tanya seorang yeoja.

"Twinkle apa, nona?"

"Ya~ twinkle twinkle little star…"

"Coba saja cari di rak bagian tengah itu…"

"Aku sudah mencarinya dan tidak ada…"

"Kalau begitu memang sudah tidak ada…"

"Ya, ahjussi…"

"Sudahlah, kau coba cari ke toko lain, siapa tahu mereka punya…"

"Aku tidak bisa menemukannya juga di toko lain… Ah ahjussi, kau mau kan memesankan kasetnya lagi untukku?"

"Ya! Kaset seperti itu mana ada yang mau beli… Aku bisa rugi…"

"Aku akan membelinya…"

"Aku akan rugi jika hanya memesan satu kaset… Sudahlah, kau cari di toko lain saja…"

"Permisi, apa kau menginginkan kaset yang waktu itu?"

Suara berat seorang namja mengalihkan perhatian kedua orang yang sedang berbincang tadi. Yeoja itu dan pemilik toko akhirnya sama-sama menoleh ke sumber suara.

"Maksudmu lagu twinkle twinkle itu?" tanya ahjussi pemilik toko.

"Ne, ahjussi…" jawab si namja.

"Nah! Ya, nona! Kau pinjam saja padanya… Aku tidak akan memesankannya untukmu…" kata ahjussi itu.

"Permisi, ahjussi… Bisakah kau bungkuskan kaset ini?" tanya seorang pelanggan menginterupsi mereka.

"Pinjamlah padanya… Tuan, tolong kau pinjamkan kasetnya pada yeoja ini, ne? Maaf, aku ada pelanggan…"

Namja itu hanya tersenyum tipis.

.

Kedua orang itu kini sedang berjalan di sekitar pertokoan Gangnam. Meskipun jalanan sangat padat akan orang-orang, namun tidak mengurangi kenyamanan kedua orang itu untuk mengobrol sepanjang jalan.

"Darimana kau tahu aku sekolah di Seoul High School?" tanya namja itu.

"Kau ingat satu minggu yang lalu saat kita bertemu di toko kaset itu? Kau masih mengenakan seragam sekolah…"

"…"

"Tidak kusangka kita akan bertemu lagi disini… Aku tidak pernah melihatmu di sekolah…" kata yeoja itu.

"Mwo? Kau satu sekolah denganku?"

"Hmm! Kau pasti tidak menyangka…" jawab yeoja itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Ne aku tidak menyangka… Apa kau mau cola?" tanya si namja.

"Hmm! Tentu saja…" jawab yeoja itu.

"Tunggu sebentar, ne?" kata namja itu lalu pergi ke sebuah vending machine.

Namja itu kembali sambil membawa dua kaleng cola. Namja itu menyerahkan satu kaleng itu pada yeoja yang sejak tadi diajaknya mengobrol.

"Gomawo, Yesung-ah…" kata yeoja itu dan dibalas anggukan oleh si namja– Yesung.

"Kenapa kau tidak bilang kalau kau sangat menginginkannya?" tanya Yesung.

"Kupikir kau yang sangat menginginkannya saat itu…" jawab yeoja itu.

"Ini…" kata Yesung sambil menyerahkan sebuah kaset pada yeoja di sampingnya.

"Kau memberikannya untukku?" tanya yeoja itu.

"Ani… Aku meminjamkannya padamu… Kembalikan setelah kau puas mendengarkannya…"

"Ne?"

"Ryeowook-ah!"

"Oh, Sungmin-ah?"

Yeoja yang dipanggil Sungmin itu segera mendekat ke yeoja yang dipanggil Ryeowook.

"Oh, kau bersama.. Yesung?" tanya Sungmin. Ada nada keraguan dalam perkataannya. Seingatnya Yesung bukanlah orang yang mudah bergaul, apalagi dengan orang baru seperti Ryeowook.

"Ne… Kami bertemu di toko kaset tadi…" jawab yeoja itu– Ryeowook.

"Oh begitu…"

"Kau sedang jalan-jalan?" tanya Ryeowook.

"Hehe… Ne…" jawab Sungmin.

"Aku permisi dulu… Aku harus pergi…" kata Yesung lalu membungkukkan badannya dan pergi dari hadapan kedua yeoja itu.

.

.

.

Ryeowook dan Sungmin bergegas menuju kantin saat bel istirahat menggema di seantero sekolah mereka. Beruntung kantin sedang tidak terlalu ramai, sehingga mudah bagi kedua yeoja mungil itu membeli makanan yang mereka inginkan.

"Sungmin-ah, kita duduk bersama Yesung dan temannya ya?" tawar Ryeowook.

"Mwo? Shireo… Kau tidak lihat Yesung hanya bersama Kyuhyun disana?" balas Sungmin.

"Memangnya kenapa?"

"Pokoknya aku tidak mau…"

"Ada sesuatu yang harus kukatakan pada Yesung…"

"Apa?"

"Ikutlah denganku jika kau penasaran…" jawab Ryeowook sambil berlalu dari hadapan Sungmin.

"Yesung-ah, annyeong…" sapa Ryeowook.

"Oh, kau…" balas Yesung.

"Boleh aku duduk disini?" tanya Ryeowook.

"Hmm…" jawab Yesung sambil mengangguk-angguk.

"Yesung-ah, mianhae aku belum mengembalikan kasetmu… Aku belum sempat mendengarkannya…" kata Ryewoook.

"Hmm, gwaenchanha…"

Ryeowook hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memakan makanan yang tadi dibelinya.

"Kau tidak perlu buru-buru mengembalikannya… Suatu hari akan kuminta darimu dan kau harus megembalikannya…" kata Yesung setelah beberapa saat.

"Oh, baiklah… Gomawo Yesung-ah…" balas Ryeowook.

"Kajja, Kyuhyun-ah…" ajak Yesung.

"Tapi aku belum selesai makan…" jawab Kyuhyun.

"Kajja!" kata Yesung lalu menarik lengan Kyuhyun.

.

.

.

Tok… Tok… Tok…

Seorang yeoja mungil segera berlari menuju pintu rumahnya. Seorang yeoja tinggi dan cantik berdiri dengan penuh senyum di depan pintu rumahnya.

"Nuguseyo?" tanya yeoja mungil itu.

"Kau Kim Ryeowook?" tanya tamu itu.

"Ne… Nuguseyo?" tanya Ryeowook lagi.

"Wookie… Kau tidak mengenaliku?"

"Wookie, nuguseyo?" tanya abeoji Ryeowook.

"Oh? Nona Heechul?" kata abeoji Ryeowook saat mendekat ke pintu rumahnya.

"Mwo? Nona Heechul? Heechul eonnie?" tanya Ryeowook.

"Ne uri Wookie…" kata yeoja itu– Heechul.

"Whoa, eonnie!" kata Ryeowook girang sambil memeluk Heechul.

"Masuklah eonnie…" kata Ryeowook setelah kegirangannya mereda.

Heechul pun duduk dan menyerahkan beberapa buah tangan yang dibawanya.

"Ya~ Eonnie tidak perlu membawanya…" kata Ryeowook sambil menerima bingkisan-bingkisan yang dibawa Heechul.

"Aku juga tidak akan membawanya jika appa dan eomma tidak memaksaku… Lagipula aku baru saja kembali dari Jepang, jadi ada beberapa oleh-oleh yang kubawa dari Jepang…" jawab Heechul.

"Gomapsemnida Nona…" kata abeoji Ryeowook.

"Ya, ahjussi… Saat di luar jam kerja panggil saja aku Heechul… Seperti yang biasa ahjussi lakukan dulu…"

"Ne… Baiklah Hechullie…" kata abeoji Ryeowook sambil tersenyum.

"Whoa, aku sangat suka panggilan itu…"

"Ne… Cocok untuk eonnie yang cantik…" timpal Ryeowook.

"Ya~ Aku baru sadar kau sangat cantik sekarang…" balas Heechul.

"Eonnie sedang bercanda bukan?" balas Ryeowook.

"Aniyo… Aku serius… Kau sangat imut saat kecil, pantas saja sekarang kau cantik…"

"Aku pintar membesarkan anak, bukan?" timpal abeoji Ryeowook yang membuat mereka tertawa.

"Ah Hechullie, ahjussi buatkan teh favoritmu, ne?" tawar abeoji Ryeowook.

"Ne ahjussi… Sudah lama sekali aku tidak meminumnya… Gomawo ahjussi…" jawab Heechul.

"Eonnie…" panggil Ryeowook saat ayahnya telah beranjak menuju dapur.

"Eonnie hanya datang sendiri?" tanya Ryeowook.

"Ne… Waeyo?"

"Jongwoon… Dia tidak ikut?"

"Ah… Eehh… Sebenarnya aku ingin mengajaknya tadi, tapi ternyata ia tidak ada di apartmentnya…"

"Apartment?"

"Ne… Sejak masuk SMA Jongwoon tinggal di apartment… Anak itu menghindari urusan keluarga, khususnya perusahaan… Maka dari itu ia memilih tinggal di apartment…"

Ryeowook hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Oh ya, kau bersekolah di Seoul High School bukan?" tanya Heechul.

"Ne…"

"Apa kau tidak pernah bertemu dengannya?"

"Dengannya? Nugu?"

"Ya~ Siapa lagi kalau bukan dongsaengku itu… Ye- Eh, Jongwoon…"

"Mwo?"

"Ne… Jongwoon bersekolah di sekolah yang sama denganmu… Kalian tidak pernah bertemu?"

Ryeowook hanya terdiam. Pikirannya penuh dengan berbagai pertanyaan dan dugaan-dugaan tentang Jongwoon. Apa Jongwoon menghindarinya?

"Wookie…" panggil Heechul.

"Oh, ne eonnie… Ah~ ani… Kami tidak pernah bertemu… Aku bahkan tidak tahu Jongwoon satu sekolah denganku…" jawab Ryeowook lemah. Heechul hanya tersenyum hambar.

.

A few days ago

"Yesung-ah, besok noona akan pergi ke rumah Kim ahjussi… Siapkan dirimu!"

"Mwo? Kau mengajakku?"

"Tentu saja! Bukankah kau selalu menanyakan kabar Ryeowook sejak Kim ahjussi kembali bekerja bersama appa?"

"Ne, tapi… Aku sudah ada janji dengan teman-temanku jadi aku tidak bisa ikut…"

"Kau lebih memilih teman-temanmu daripada Ryeowook?"

"Bukan begitu, tapi aku harus memprioritaskan teman-temanku yang sudah lebih dulu membuat janji…"

"Aisshh kau ini… Ya sudah, apa kau ada pesan untuk Wookie?"

"Hmm.. Anya, noona… Ah noona, boleh aku minta sesuatu?"

"Hmm! Apa itu?"

"Kumohon jangan beritahu Ryeowook bahwa aku adalah Jongwoon… Aku akan memberitahunya sendiri…"

.

.

.

TBC

.

.

.

annyeong~ yeay, chap 2 is up! *nyalain kembang api*

buat yg minta update kilat, apakah ini cukup kilat? kkk~

oh ya, saya mau jawab beberapa pertanyaan review nih hehe

buat yg tanya kenapa ye sm wook gak ngenalin satu sm lain itu soalnya mereka kan udah pisah dari kecil & mereka cuma tahu nama & wajah kecil ye maupun wook dan anggep aja wajah mereka waktu kecil itu beda sm sekarang hahaha *maksa* #plak

trus buat yg nanya kok wook gak ngeh pas min cerita kalo appa-nya kerja di perusahaan ye, itu karna min gak nyebutin scr detail *ayo coba tengok lg obrolan mereka* XD

semoga readersdeul pada ngerti ya sm jalan ceritanya hehehe

jadi, jangan ragu" juga buat nanya atau mengkritik & memberikan saran lewat review, soalnya itu berguna bgt buat author :') okay?

see yaaa :*