Summary : Sungguh aku muak dengan sikapnya, sikap manisnya, sikap manjanya, sikap sok menggodanya, sikap SOK MENYUKAIKU. Memangnya aku ini cowok macam apa yang tidak akan tergoda dengan pesona shit! Manisnya itu? Kan jadi Baperfly.
Genre : romantic / drama/ humor(?)
Cast : Jeon Jungkook Park Jimin (kookmin) , Kim Taehyung
Hati-hati typo menghantui!. semua cast milik tuhan dan orangtuanya. sedangkan cerita milik saya sendiri. Cerita ngarang! Asli dari benak saye. Boy x boy . yaoi. warning yaoi!
Semua Don't be silent readers! Jangan dibaca kalo gak suka ! do not plagiat! Do not copypaste
Happy reading
"iya aku tau kita sahabat, tapi aku harus bagaimana lagi Jim? Aku sudah memendam perasanku bertahun-tahun, dan lebih parahnya lagi kau selalu menggodaku Jim! Aku semakin tak tahan. Aku tau kau mungkin tak menyukaiku. Tapi kau jangan menjauh dariku Jim. Aku tak bisa kalau kau meninggalkanku Jim. Aku terlalu menyu- ah mencintaimu".
"aku tak tau kook. Aku bingung dengan perasaanku. Maaf aku pulang dulu. Maafkan aku"
Dan semua dunia serasa jatuh pada Jungkook. Setelah suara pintu tertutup dan menandakan sang pujaan hati sudah pergi meninggalkan apartemennya dan meninggalakan seribu perasaannya tergantung dan melayang tak sampai menyentuh hati pujaannya. Seharusnya aku tetap mencintainya dalam diam, karena setidaknya dia tak akan meninggalkanku, dan setidaknya hanya aku yang terluka, itu tak apa . karena selama hanya aku yang terluka semua akan baik-baik saja.
JIMIN POV
Aku tau seharusnya aku tidak pergi begitu saja meninggalkannya, dia pasti sangat kecewa sekarang, mungkin pershabatan kita akan berakhir sampai disini.
"tidak ! tidak! Aku tidak mau, setelah semua yang kita lalui, aku tidak mau persahabatn ini berakhir!" yah aku tau aku mulai seperti orang gila, bicara sendiri di sepanjang jalan .
Aku benar-benar bingung, aku tadi merasakan perasaan yang aneh, entah karena aku memang kaget akan pengakuannya atau mungkin aku juga...
"tidak! Tidak! Aku normal! Aku masih suka noona –noona berdada besar!" mungkin
"hey nak! Jangan berfikir mesum ditengah jalan! Aissh anak jaman sekarang" sial-sial kenapa aku harus ngomong dada besar disamping ahjumma-ahjumma rempong coba.
Aku bingung sekarang harus bagaimana, mungkin aku akan berfikir dulu dan menanyakan kembali perasaanku, aku memang selalu nyaman berada didekatnya, mungkin karena dia sahabatku?.
Tapi kenapa jantungku tadi sangat berisik? "ah molla mollaaa!"
When you feel my heat
Look into my eyes
It's where my demons hide
It's where my demons hide
Don't get too close
It's dark inside
It's where my demons hide
It's where my demons hide
Pas sekali si alien mesum sedang menelfon, apa aku konsultasi(?) sama si kim itu aja ya?
"yeoboseyo?"
"iya yeobo, sedang dimana?aku ingin ke apartemenmu" kan dia memang alien mesum gila dari planet yadong.
"issh, dasar gila! Aku entahlah aku dipinggir jalan, jemput aku ne?" aku bingung entah aku sudah berjalan nbrapa lama dan sudah ada dimana.
"baby, bagaimana aku bisa menjemputmu kalau aku tak tau dimana kau sekarang?" kadang aku berfikir untuk menservis otaknya ditukang servis laptop tapi entahlah mungkin kerusakannya sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
"sekali lagi kau memanggilku baby, aku akan membuang semua komikmu yang ada diapartmenku!"
"hey hey chim , itu kau yang memiinjam dan itu komikku mengapa jadi kau yang membuangnya? Ah kau lagi bete atau bagaiman sih? Yasudah, kau ada dimana sekarang?
"aku.. hmmm ah aku ada didekat toko roti xxx kau tau kan?"
"baiklah chim tunggu aku."
"hmmm bailklah cepat"
.
.
.
At apartemen Jimin
.
.
Author pov
.
"kau kenapa chim? Kau tau mukamu sudah hampir sama dengan benang kau tau, kusut!" Taehyung berdesis , sungguh dia sudah mulai lelah harus berfikir beribu macam alasan Jimin berwajah seperti itu dan Jimin sampai sekarang belum berbicara apapun.
"Tae! Kenapa kau menyebalkan sih! Aku membiarkanmu kesini untuk mendengar curahanku kegalauanku dan kesedihanku! Ishh alien menyebalkan!" Jimin mengerucutkan bibirnya lucu menylangkan tangannya didepan dadanya dan sukses membuat Taehyung berfikir temannya adalah anak TK yang terpenrangkap ditubuh orang dewasa.
"chim kau tau, aku sudah menunggumu setengah jam untuk bercerita dan kau hanya membentaku dari tadi! "
"oh benarkah? Hehe mian. Hmmm jadi begini Tae.. begini... euhm.. kau tau jadi seperti ini..."
"chim kalau kau terus begini aku cium kau!"
"yaaak! Yaa! Homo pervert! Ba-baiklah jadi begini tadi aku dan Jungkook, jadi tadi aku dan dia, yah jadi begini"
CUP
Jangan salah sangka Taehyung hanya mencium pipinya dan itu bukan pertama kalinya. Tapi tetap saja itu tidak sering, dan Jimin akan selalu berakhir dengan menciderai salah satu organ geraknya atau kepala Taehyung.
"yaak! Yaa! Apa yang kau lakukan! Ya! PyeonTae! Homo stress! alien gila!" Jimin sangat sukses membuat beberapa point tubuh Taehyung kemerahan, stop jangan mesum! Maksudnya kemerahan karena pukulan Jimin.
"chim stop stop, sebelum aku mati dan kau jadi janda" Taehyung membentengi dirinya dengan kedua tangannya dan kemudian memegangi tangan Jimin agar berhenti melakukan penganiayaan secara sepihak.
"astaga Taehyung, kenapa kau bisa jadi temanku" Jimin mengelus dadanya, mencoba sabar menghadapi cobaan yang ada (?) .
"iya ya mengapa aku hanya jadi temanmu? Dan bukan pacarmu?"
"Tae, aku serius aku dalam mode serius" Jimin sudah siap melayangkan pukulannya lagi namun dia juga menyayangi sahabat aliennya ini dia tidak mau masuk penjara dan kehilangan sahabatnya yah keduanya. Kedua sahabatnya. Kan Jimin jadi baper lagi.
"baiklah baiklah , mangkanya ayo cerita chim! Come on!" Taehyung mencoba memasang wajah mode seriusnya dan err itu cukup tampan atau sangat tampan sukses membuat saya author mengkandidatkannya menjadi the most husbandable. Oke stop.
" jadi begini Tae, begini.. anu.." Jimin kembali gagap, memandang gelisah keseluruh ruangan sebelum salah dua tangan Taehyung menangkup pipnya.
"Jim.." Taehyung menangkup pipi Jimin dan memandangnya serius, baiklah kalau si alien Kim sudah seperti ini berarti Jimin harus benar-benar serius.
"baik Tae, jadi begini. Euhm.. aku tadi dengan Jungkook menonton film lalu dia.. euhm lalu kami.. begini.. dia itu tadi..
.
Me—me—menciumku Tae"
1
2
3
Masih tak ada respon ,mari kita lanjutkan.
4
5
6
Oke aku pindah bikin ff lain aja kalo Taehung tetap begini,
"oh, begitu" Taehyung membuka suaranya mengawalinya dengan kata yang bertolak belakang dengan ekspektasi si kucing centil Jimin
"hah? kenapa kau Cuma bilang begitu Tae!? Kau tidak kaget?"
"kenapa harus kaget chim? Aku sudah tau kalau suatu saat si jeon akan meledak dan tidak dapat menahan perasaannya lagi." Oke Taehyung sudah sangat masuk dalam mode seriusnya kali ini pemirsa-pemirsa. Dan Jimin berani sumpah dia hanya melihat Taehyung seperti ini beberapa kali pertama saat dia berfikir keras mencari toilet saat dia kebelet boker ditengah taman bermain dan kedua saat dia membaca komik misteri lalu ketiga saat ini.
"ma—maksudku kau kan tau aku dan Jungkook sahabat , dan ah lebih dari itu kita itu sama-sama namja! Kau bisa berfikir itu Tae!?" Jimin bingung dia benar-benar tidak tau harus apa sekarang,
"kenapa? Aku akan shock atau apa karena kutau dia gay begitu? Kenapa? Kau kaget Jim? atau malah jijik dengannya?" Taehung sedikit memberi penekanan pada kalimat terkahirnya dan itu sukses membuat tatapan Jimin menjadi sangat tidak nyaman.
"demi tuhan Kim Taehyung! Aku –aku tidak berfikir seperti itu! Dia sahabatku kenapa aku harus jijik?"
"well, kalau kau ingin kaget lagi aku juga sama dengannya Jimin, aku juga gay"
Jimin membekap mulutnya tidak percaya, dia sangat kaget tentu, yah walaupun dia selalu mengatai Taehyung homo tapi dia tidak berfikir kalau itu nyata, dia selalu berfikir bahwa Taehyung juga sama dengan dirinya suka menggoda.
"kau kaget Jim? Maaf tidak memberi tahumu, tapi inilah aku dan kekuranganku. Apa kau juga akan pergi ah, maaf aku sedang diapartemnmu, apa aku akan diusir ? dan kau akan melarikan diri lagi?begitu?" Taehyung benar-benar tau caranya memojokkan orang dan membuat mood orang yang sudah jelek jadi hancur.
"tidak Tae, aku—aku maksudku kau sahabatku Tae! Bagaimana bisa kau menyembunyikannya? Aku pasti menerimanya Tae! Aku pasti menerima apapun itu! Kau sahabatku!" Jimin mulai sadar bahwa sedikit lagi air matany akan lolos dari sarangnya yang sudah lama tidak terbuka.
"sst maafkan aku chim, jangan menangis" Taehyung merutuki dirinya, dia merasa bersalah membuat sahabat manisnya ini menangis dihari yang sudah membuatnya sedih.
"tidak,hiks.. tidak , aku yang minta maaf Tae, aku bahkan tidak tau apapun tentang sahabat-sahabatku, aku bahkan mengatai kalian, hiks maaf hiks.." Jimin sudah tidak bisa lagi menahannya persetan dengan Taehyung yang sudah mendekapnya erat dia malah lebih nyaman begini.
"sudah sst jangat menangis, chim kau jelek kalau menangis" Taehyung mengusap air mata Jimin.
" bodoh hiks! Aku tampan ! kau yang jelek!" Taehyung tertawa pelan kemudian kembali memeluk Jimin dan kali ini Jimin membalasnya, merasa sedikit lega .
"kau tau Jim, ada orang yang aku sukai, dialah alasanku jadi berubah 'arah' begini, hehe kau ingin tau siapa?" Jimin mendongakkan kepalanya,masih tetap dengan posisi berpelukan, tangan Taehyung terlalu sulit dilepaskan.
"dia adalah.."
BRAAK
Dan momen itu harus berakhir sangat tidak bagus, disaat pintu tertutup sangat keras karena seseorang yang baru saja keluar dari apartemen Jimin.
Jeon Jungkook.
Dia melihatnya. Dan dia sangat salah paham.
"ups sial" Taehyung yang mengumpat.
"Jungkook? Oh tidak ini makin tidak baik!" Jimin segera berlari keluar berharap dapat menyusul si sahabat kelincinya itu.
.
.
Authot pov end
.
.
Jungkook POV
.
Aku fikir aku harus meminta maaf padanya, aku harus ke apartemennya. Dia pasti disana. Aku harus mengatakan itu tadi hanya bercanda dan aku berhasil mengerjainya, demi tuhan dia tidak sanggup kehilangan Jiminnya, Jiminnya yang berharaga.
Aku tergesa-gesa ke apartemennya aku sudah tidak sabar melihat wajahnya lagi, dia pasti akan percaya saat aku mengatakan itu bohong dan hanya bercanda, dia pasti akan menggembungkan pipinya lucu kemudian memukuliku dan kembali menggodaku, ah ya, itu lebih baik sangat lebih baik.
Dan imajinasiku hanyalah imajinasi yang kini dihempaskan oleh sang kenyataan. Terima kasih atas kenyataan yang begitu pahit. Didepanku kini di depan mataku aku melihat Jiminku melihat sahabatku melihat orang yang sangat aku cintai memeluk orang lain. Aku hancur saat itu juga. Aku marah. Aku cemburu, dan aku kecewa padanya. Sangat pada Jimin.
Aku menutup pintunya sangat kasar aku tau mereka pasti melihatku , aku tidak peduli aku terus saja berlari setidaknya berlari membuat jantungku terpompa cepat karena aku berlari bukan karenanya.
"hoss hoss.. Jungkook!"
"Jungkook stop! Jangan berlari. Hosss aku capek" aku mengalah aku akhirnya menghentikan langkahku.
"Jungkook!" dia menarik tanganku dan membuat tubuhku menghadapnya terpaksa.
"hoossh hossh kenapa kau berlari? Jungkook tadi itu bukan seperti yang kau fikirkan, kau tau aku dan Tae—" sebelum Jimin sempat menyelesaikan ucapannya Jungkook memotongnya
"memang apa yang aku pikirkan? Oh kau yang ternyata gay begitu? Kau munafik sekali Jimin! Kenapa kau tak bilang saja kalau kau hanya tak menyukaiku? Kenapa kau harus membuatku merasa rendah dan jijik dihadapanmu yang kau bilang normal?! Cih munafik!"
Dan untuk pertama kalinya aku meninggalkannya menangis.
.
.
.
.
TBC
Or
END
Maaf maaf hiks. Aku gak bisa bikin ini berakhir disini. Terlalu banyak adegan yang aku fikirkan . hiks maaf.
Aku akan menyelasikannya di chap selanjutnya. So its the 2 last chap. So its mean this story just 3 chap. Maybe(?)
Aku yang awalnya mau bikin oneshot jadi chapter begini, ugh galaunya hati,
So maafkan cerita yang gantung ini. dan akan kuselesaikan di next last chap berikutnya, akan kuusahakan tidak lama, usaha usaha..
Tapi saya akan sekuat tenaga(?) melanjutkannya. Jika memang ada yang pengen lanjut hehe^^
And big thansk to all supporting. To all reader, even silent reader hehe,
Aku gak bisa sebutin nama kalian karena kuotaku hampir habis dan aku hanya bisa mengupload ini dan belum sempat mengecek reviewnya lagi. Aku minta maaf selaki eh sekali lagi, pelum cium Jimin eh pelum cium reader.
So I promise, I'll write down all ur name reader (yg review) in next chap.
Mohon reviewnya ya.
Gomawo chingu, peluk cium cetar membahana /bow/
