Title : Fate
Rated : mungkin M,(tidak tau rate-nya apa? Bingung. Ada yang tau kalau cerita beginian rate-nya apa?)
Warning : AU, OOC, gaje, SHO-AI, misstypo, adegan kekerasan dan penganiayaan, dll. Oh, ada satu lagi Don't Like Don't Read. Author gak menerima flame.
Summary : Lee Donghae adalah seorang murid senior high school yang selalu dikerjai teman-teman sekelasnya. Setiap hari dia selalu disuruh kesana kemari oleh teman-temannya. Apakah nasib Donghae akan seperti itu terus? Silahkan baca fic saya ini. Hehe
Disclaimer : Semua anggota Super Junior tentunya bukan milik author. Tapi kalau bisa jadi milik author, author tentu mau.(reader : semua juga mau kali.)
Silahkan membaca^^
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Keesokan harinya…
Donghae POV
Aku berusaha membuka mataku ,namun tidak bisa, seperti ada sesuatu di mataku sehingga membuat mataku sulit untuk dibuka. Badanku juga terasa sakit semua. Aku berusaha untuk membuka mataku terus menerus hingga mataku dapat terbuka. Saat mataku sudah terbuka, aku sedang berada di dalam suatu ruangan yang asing bagiku yang berdinding putih. Kulihat sekelilingku dan kusadari aku ada di salah satu ruangan di dalam rumah sakit. Kembali kuingat-ingat kejadian yang kualami kemarin, kejadian pemukulan atau bisa disebut penganiayaan kemarin. Kuingat kemarin sebelum aku kembali pingsan ada seseorang yang memanggilku. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena pandanganku kabur saat itu.
CKLEK
Kudengar suara pintu yang dibuka. Kutolehkan kepalaku kearah suara itu berasal dan kulihat seorang suster yang lumayan cantik masuk ke ruangan aku dirawat dan menyapaku. " kau sudah sadar? Syukurlah" katanya. Aku hanya menganggukkan kepalaku karena kurasakan tenggorokanku serasa terbakar dan tidak akan mampu untuk mengeluarkan suara. Suster itu datang menghampiri ranjangku dan kemudian memeriksaku. "sepertinya keadaanmu sudah membaik. Luka-lukamu juga sepertinya hampir mengering semua." kata suster itu setelah selesai memeriksa keadaanku. "kau sudah boleh pulang hari ini." Lanjutnya lagi. "suster…" ahh… akhirnya suaraku dapat keluar juga. "Ne?" tanyanya. "siapa yang membawaku ke sini?" tanyaku dengan suara lirih. "emm…. Seorang namja yang telah membawamu ke sini. Namun namja itu tidak memberitahukan namanya, dia hanya mengatakan bahwa dia adalah salah satu temanmu." jelas suster itu. "yang pasti namja itu sangat tampan dan punya tubuh yang atletis." Lanjut suster itu dengan wajah yang bersemu merah. Sepertinya suster ini menyukai penolongku. Aku hanya diam melihatnya. "kalau begitu permisi aku mau melanjutkan memeriksa pasien lainnya." Kata suster itu. Kemudian dia berjalan menuju pintu dan keluar. Saat suster itu tidak terlihat lagi, kututup mataku untuk beristirahat lagi.
End Donghae POV
NADAM HIGH SCHOOL
Di dalam sebuah ruang kelas terlihat seorang namja yang tampan. Namja tersebut sepertinya sedang memikirkan sesuatu atau mungkin dia malah sedang melamun. Namja tersebut memandang ke arah luar jendela dengan tatapan mata yang kosong.
Hyukjae POV
Huhh…membosankan. Kenapa tidak ada kegiatan yang menarik sih di sini.
"Hyukjae oppa.." aku tersadar dari lamunanku saat kudengar ada yang memanggilku. Kutolehkan kepalaku kearah suara panggilan itu berasal. Seorang yeojya datang menghampiriku dengan membawa sebuah bungkusan yang dibungkus dengan pita kado. Dan di belakang yeojya itu masih ada dua yeojya lagi yang menunggu di dekat pintu kelas.
"nae?" tanyaku.
"hyukjae oppa, tolong terima coklat pemberianku ini" kata yeojya itu. Yeojya itu menyerahkan bungkusan yang dia bawa padaku dengan kepala yang menunduk dan wajah yang bersemu merah.
"Gomawo, jiyeon-shii" kataku saat menerima coklat pemberian yeojya itu.
Setelah menyerahkan coklat, Jiyeon segera berlari menuju pintu kelas dan keluar. Saat Jiyeon sudah tidak terlihat lagi, kudengar teriakan-teriakan senang yang sepertinya berasal dari Jiyeon dan kedua temannya yang datang ke kelasku tadi. Kuletakkan coklat yang kuterima tadi di atas mejaku dan ku pandangi coklat itu. Sebenarnya sich aku sudah tidak heran lagi dengan semua pemberian ini, karena hampir tiap hari ada yang memberiku hadiah. Aku memang termasuk namja idola di sekolah ini, karena wajahku yang lumayan tampan dan kekayaan orang tuaku, akan tetapi aku sudah bosan dengan status idola ini. Aku bosan setiap hari harus mendengar teriakan-teriakan dari yeojya yang mengidolakanku dan harus menerima berbagai macam hadiah dari yeojya-yeojya itu. Padahal aku ingin bersekolah dengan normal. Apa mungkin aku harus pindah sekolah? Semoga saja ada sekolah yang cocok sehingga aku dapat bersekolah dengan normal. O iya, bagaimana keadaan namja yang kutolong kemarin ya? Apakah dia sudah baikan? Kuharap keadaannya sudah membaik. Hahh.. aku jadi ingin bertemu dengannya lagi. Wajahnya begitu indah bagaikan seorang malaikat yang jatuh dari kayangan. Sebenarnya apa yang menimpanya kemarin? Apakah benar yang kulihat waktu itu, namja yang kutolong ini benar-benar dipukuli oleh kira-kira 3 orang namja.
FLASHBACK MODE ON
Waktu itu aku sedang jalan-jalan di sebuah daerah yang sepi karena aku bosan di rumah terus. Saat berjalan kudengar suara teriakan minta tolong dan disusul dengan tawa seseorang. Aku berlari kearah suara itu berasal. Saat hampir tiba di tempat suara itu berasal aku memperlambat lariku. Aku mengintip dari balik pagar dan sangat terkejut dengan apa yang kulihat. Kulihat ada sekitar 3 orang namja yang sedang memukuli seorang namja dan ada 1 namja lagi yang diam menonton teman-temannya memukuli namja itu.
"Hei kalian, apa yang kalian lakukan?" entah karena apa aku jadi ingin menolong namja yang dipukuli itu. Orang-orang yang sedang memukuli namja itu terlihat kaget dan segera melarikan diri begitu juga dengan namja yang hanya diam saja tadi. Saat mereka sudah tidak terlihat lagi, aku segera berlari menghampiri namja yang sudah tergeletak tak berdaya di tanah tadi. Saat kubalikkan badannya alangkah kagetnya aku, namja itu mempunyai wajah terindah yang pernah kulihat, dia bagaikan seorang malaikat, walaupun wajah babak belur namun itu tidak menutupi keindahannya.
"hei, kau tidak apa-apa?" tanyaku untuk menyadarkannya.
"To...tolong aku.." hanya itu yang keluar dari mulutnya dan setelah itu dia kembali pingsan. Tanpa berpikir panjang lagi segera kugendong dia dan kubawa ke rumah sakit yang terdekat dengan kawasan itu. Saat sampai di rumah sakit, seorang suster segera menghampiri kami dan menanyakan apa yang terjadi. Suster itu kelihatan agak panik karena saat melihat namja yang ada di tanganku itu. Saat itu kujawab dengan spontanitas kalau namja itu jatuh dari tangga dan aku ini temannya. Suster itu segera menyuruhku untuk membawa namja itu ke sebuah ruangan untuk mengobatinya. Setelah itu aku pergi ke bagian administrasi dan membayar semua biaya pengobatan namja itu tanpa memberikan identitasku lalu pergi.
FLASHBACK MODE OFF
Seharusnya kemarin itu kutunggui saja dia hingga siuman. Kira-kira dia bersekolah di mana ya? Kemarin dia memakai seragam anak SMA kan? Mungkin aku dapat pindah ke sekolahnya dan menjaganya. Heh? Alasan macam apa ini? Kenapa aku bisa berpikiran untuk melindunginya? Apakah benar aku jatuh cinta padanya? Hah...aku ingin sekali bertemu dengannya lagi, lagi-lagi kukatakan hal itu. Aku kembali memandang ke arah luar jendela. Aku kembali terbayang akan wajah namja kemarin yang kutolong. Entah kenapa bayangannya jadi selalu muncul dalam pikiranku. Baiklah, akan kucari informasi tentangnya, tinggal mengadakan sedikit penelitian maka aku akan bertemu dengannya lagi. Hyukjae-ah sepertinya kau memang sudah jatuh cinta dengannya.
To be Continued
xxxxxxxxxxxxxxxx
mian, chingudeul baru bisa update sekarang. Padahal Aya dah janji kalau sudah ada 5 review fic ini bakal di update. Ini semua gara-gara tugas yang bejibun dan test-test yang buat kepala author seakan mau pecah, jadinya gak bisa update cepet. Sekali lagi mian chingu T.T
oh, iya, mulai sekarang gak ada target-targetan lagi. OK.
Mind to
R
E
V
I
E
W
