"Love Latte"
Remake Story by Phoebe
Park Chanyeol
Byun Baekhyun (GS)
Others
[Chanbaek]
.
.
.
.
.
.
Sudah seminggu yang lalu Chanyeol mengirim seorang detektif swasta yang mahir ke Seoul untuk memata-matai Kim Baekhee atau Baoxian alias Byun Baekhyun berbekal sedikit informasi dari Sehun saat ia masih di Jepang. Dan kabar yang di dapatnya sangat mengejutkan. Baekhyun ternyata masih seorang mahasiswa SNU jurusan perkembangan anak dan ia membiayai kuliahnya dengan gaji sebagai barista padahal seharusnya di usianya yang sekarang Baekhyun semestinya sudah lebih dari setahun menikmati waktu sebagai sarjana. Selain itu, Baekhyun selalu berada di sisi ibunya sebagai Baoxian dan Kim Haneul sama sekali tidak mengenali anaknya setiap kali bersamanya di Coffee Shop dimana Baekhyun bekerja sekarang?
Dalam sebuah foto yang difax hari ini, Chanyeol dapat membayangkan kalau wanita itu, Baoxian adalah seorang perempuan yang tomboy. Di dalam foto itu, gambar Baekhyun di ambil setengah badan dan terlihat menggunakan Apron putih melapisi kostum baristanya. Rambut bergelombangnya yang di ikat asal-asalan ke belakang seolah-olah menggambarkan bahwa wanita itu adalah pribadi yang gemar bertindak sesukanya.
Chanyeol memijat keningnya sekali lagi. Bagaimana bisa dirinya kembali berurusan dengan Baekhyun padahal sudah begitu lama gadis itu menghilang dari hidupnya. Baekhyun meninggalkannya di saat Chanyeol sangat mencintainya, dan sekarang gadis itu adalah tanggung jawabnya hingga semua warisan dari mendiang Kim Haneul jatuh ke tangannya secara mutlak.
Begitu tiba di Seoul, Chanyeol sama sekali tidak ingin buang waktu lebih banyak. Waktu istirahanya hari ini benar-benar ingin di gunakanya untuk menemui seseorang. Baoxian. Malam sudah hampir tiba dan berdasarkan informasi yang didapatnya, Baekhyun akan memulai jam kerjanya beberapa menit lagi. Chanyeol memilih duduk di pojok ruangan dan memesan secangkir Ekspresso pekat untuk menemaninya menanti. Ia berusaha menghadirkan kembali wajah gadis itu, Baekhyun dengan rambut bergelombangnya yang berwarna hitam pekat seperti yang di lihatnya di foto mungkin akan segera datang dan memasuki pintu itu.
Itukah dia? Bisik Chanyeol. Seorang wanita dengan ciri seperti yang di lihatnya di foto masuk ke dalam coffee shop dengan attitude yang anggun. Matanya, hidungnya, bibir, juga rambutnya sama persis. Tapi wanita itu tidak seperti yang Sudah Chanyeol duga sebelumnya. Baekhyun datang dengan seragam barista-nya yang berbentuk kemeja putih dengan beberapa ornamen coklat yang sangat pas dengan tubuhnya. Ia menggunakan rok mini dan sepatu ber- hak tinggi yang membuat dia tidak terkesan tomboy sama sekali. Chanyeol tersenyum kecut. Penampilan Baekhyun sama sekali tidak seperti dugaannya, gadis itu menunjukkan kalau dirinya adalah wanita sejati yang juga menyukai fashion dan high heels.
"Sista, cepatlah! beberapa pelangganmu sudah menunggu." Teriak seorang pria muda kepadanya. Dengan tangkas Baekhyun masuk kedapur dan keluar dengan menggunakan Apron bermerek sama dengan papan nama Coffee Shop di depan. Wanita itu mendekati beberapa orang pelangganya dengan ramah. Beberapa di antaranya adalah orang-orang yang sudah datang lebih dulu sebelum Chanyeol tapi mereka belum memesan apa-apa hingga Baekhyun mendekatinya.
"Sediakan aku sesuatu yang terbaik dari racikanmu malam ini, Baoxian!" Wanita setengah baya dengan penampilan super elit itu juga sudah datang sejak tadi. Dia menunggu Baekhyun hanya untuk mencicipi kopi buatanya.
"Semua racikanku adalah yang terbaik."
"Kalau begitu bawakan aku satu di antaranya!"
"Tidak adakah pesanan yang lebih spesifik, Maam? Capuchino? Ekspresso? Original…"
"Aku serahkan kepada ahlinya!" Potong wanita itu. "Kau harusnya tau apa yang terbaik disajikan untuk wanita tua sepertiku pada malam hari seperti ini!"
"Baiklah, mohon kesediaanya untuk menunggu!"
Baekhyun lalu memberikan senyum terbaiknya sebelum akhirnya ia kembali kedapur dan melewati Chanyeol begitu saja. Chanyeol mengerjapkan matanya beberapa kali seakan tak percaya. Baekhyun mengingatkanya pada seseorang yang sudah di carinya sekian lama. Tapi benarkah? Ia masih belum yakin dan masih harus melihatnya sekali lagi.
Butuh beberapa menit bagi Chanyeol untuk menunggu Baekhyun keluar dari dapurnya. Gadis itu membawa nampan berisi sebuah teko kaca berukuran sedang yang di penuhi teh hijau dengan sebuah cangkir dan beberapa bungkus gula non kolesterol. Kelihatanya Baekhyun cukup membuat wanita tua itu terperangah karena Baekhyun membawa sesuatu yang jauh dari dugaanya.
"Bukankah aku memesan kopi?" Tanya wanita tua itu.
"Maam, kau memesan salah satu dari racikan terbaikku. Dan ini juga racikan terbaikku yang kubuat dengan sepenuh hati. Teh lebih baik untukmu malam-malam begini." Dia tersenyum lalu mendekatkan punggung tangan kemulutnya sambil berbisik.
"Kopi bisa membuatmu terserang insomnia!"
Wanita tua itu kemudian tertawa, Chanyeol juga tersenyum. Cara yang menarik untuk mendapatkan hati pelanggan, sekarang Chanyeol mengerti mengapa sangat banyak orang yang menunggu Baoxian untuk melayaninya. Gadis itu pasti sudah memperhitungkan segala resiko yang bisa di dapat seorang perempuan tua bila harus minum kopi pada malam hari seperti sekarang. Teh hijau sama sekali tidak masuk kedalam menu dan dia menyajikanya hanya untuk wanita itu saja.
"Sis, laki-laki itu memanggilmu." Seorang pelayan muda lain berbisik kepada Baekhyun.
Baekhyun memandang sekilas kearah seorang pemuda misterius yang duduk di dekat pintu masuk. Binar matanya perlahan meredup, tapi ia masih berusaha menyembunyikanya dengan memberikan senyum kepada pelanggan wanita yang sekarang berada di hadapanya sebelum akhirnya Baekhyun mengatakan kata 'selamat menikmati' dan pergi.
Tidak banyak yang bisa Chanyeol tangkap. Suara Baekhyun tidak dapat di dengarnya dengan jelas dalam jarak yang jauh. Yang pasti ia bisa melihat kalau wanita itu berusaha menyapa laki-laki yang memanggilnya melalui pelayan tadi dengan ramah. Tapi laki-laki itu sama sekali tidak terlihat menggerakkan bibirnya, ia hanya mengeluarkan beberapa lembar uang dan meletakkanya di atas meja. Dalam beberapa detik laki-laki itu sudah berdiri dan meninggalkan Baekhyun tanpa memandangnya sama sekali. Chanyeol memperhatikan laki-laki itu dengan seksama. Rambutnya berwarna coklat tua yang setengahnya ditutupi oleh topi yang menyembunyikan wajahnya. Laki-laki yang sangat misterius.
Pada musim panas seperti ini dia menggunakan pakaian serba gelap seolah-olah ia sedang berada di tangah musim dingin.
Pandangan Chanyeol kembali kepada Baekhyun. Wanita itu masih belum beranjak dari sana. Kedua matanya memandangi uang di atas meja dengan pandangan kosong. Baekhyun kelihatanya sedang berusaha mempertahankan posisinya untuk terus berdiri. Kedua tanganya menopang tubunya dengan berpegangan kepada meja. Ia terlihat tertekan dan terpukul. Laki-laki tadi pasti punya hubungan dengan perubahan perilaku yang mendadak dari Baekhyun ini.
Sepertinya sekarang bukan saatnya untuk meminta Baekhyun untuk membahas soal ibunya. Meskipun Baekhyun kelihatan kembali ceria beberapa saat kemudian, tapi Chanyeol tau kalau gadis itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
.
.
.
.
.
Sebenarnya bukan hal yang menyenangkan saat Chanyeol harus melakukan tindakan yang membuatnya membayar seseorang untuk menguntit Baekhyun. Chanyeol sangat benci dengan keadaan dimana dirinya harus membiarkan Baoxian atau lebih tepatnya Baekhyun (meskipun dirinya belum benar-benar yakin) di perhatikan oleh laki-laki lain sepanjang hari, setiap detik. Tapi walau bagaimanapun, Chanyeol harus tetap melakukan hal itu demi Baekhyun, agar ia tau apa yang dilakukannya dan kemana gadis itu pergi.
Tapi sekarang, Chanyeol bersyukur atas keputusanya tersebut. Setidaknya sekarang dirinya tau kalau Baekhyun sedang dalam bahaya dan laporan itu datang tanpa kenal waktu. Tidak sia-sia rasanya menyewa seseorang yang professional di bidangnya dengan biaya yang tinggi karena saat ini Chanyeol sudah lega melihat Baekhyun yang terselamatkan dari tindak kejahatan.
"Perempuan itu sempat dipukuli sebelum kami bergerak untuk membelanya. Sekarang pelaku penodongan itu sudah di tangani polisi dan anak buahku sudah mengurusnya"
Laporan yang baru saja datang kurang dari semenit yang lalu itu adalah sebuah Pesan yang masuk ke ponselnya saat Chanyeol turun dari mobilnya. Wanita yang dimaksud itu adalah Baekhyun? Chanyeol menggelengkan kepalanya tidak percaya setelah melihat gadis itu duduk seorang diri di salah satu sudut taman.
"Perempuan itu masih disana? Dia tidak bertanya tentangmu?"
Chanyeol berujar pelan sambil sesekali memandangnya dan sekali lagi.
"Tidak, saya sudah berkenalan dengannya selama seminggu belakangan ini di coffee Shop. Jadi dia tidak bertanya yang macammacam." Jawab laki-laki yang sejak tadi menanti Chanyeol sambil memantau gadis itu dari kejauhan. Laki-laki berbadan Tegap dan berpakaian rapi itu adalah pria yang Chanyeol sewa untuk Mengikuti Baekhyun sementara waktu. Bukan hanya itu, Pekerjaanya juga merangkap sebagai Bodyguard yang harus bertindak di saatsaat Baekhyun berada dalam bahaya. Bekerja dalam waktu yang cukup lama untuk urusan membela kebenaran, membuat Chanyeol banyak mengenal orang-orang seperti laki-laki yang berdiri di hadapannya sekarang. Jungsoo
"Terima kasih atas jasamu hari ini!"
Jungsoo menganggukkan kepalanya saat Chanyeol menepuk lenganya beberapa kali. Chanyeol memandang Baekhyun yang ternyata juga sedang menatapnya dari kejauhan. Ia ingin mendekat, harus mendekat untuk memastikan gadis itu memang sudah dalam keadaan aman.
Langkah demi langkahnya untuk mendekati Baekhyun membuat Jantung Chanyeol berpacu. Kim Baekhee atau Baoxian itu kembali menunduk sambil memperhatikan kaki-kakinya yang melukis aspal. Ia mengangkat wajahnya yang dihiasi beberapa luka memar begitu Chanyeol berdiri dihadapanya tanpa suara dan terlihat agak terkejut. Matanya sempat membesar saat melihat wajah Chanyeol dan Chanyeol berusaha menerka apa yang menjadi penyebabnya. Sekali lagi ia memandang Baekhyun dengan tatapan penuh Tanya. Apa maksud pandangan kaget Baekhyun tadi? Apakah mereka saling mengenal? Apakah benar kata-kata Sehun kalau Baoxian adalah…
"Sedang apa kau disini?" Baekhyun bertanya dengan suara serak.
Jadi kau benar-benar Byun Baekhyun? Gumamnya dalam hati. Chanyeol tertawa senang tanpa disadarinya, kelakuanya itu membuat Baekhyun memandangnya dengan tatapan heran.
"Kau sudah gila? Ada yang lucu untuk di tertawakan?"
"Kau sudah benar-benar tumbuh dewasa. Aku sama sekali tidak mengenalmu jika kau tidak berkata seperti itu! Kau tidak melupakanku?"
Baekhyun berdecak, ia berdiri dan melangkah pergi. Secepat mungkin Chanyeol mencoba mengejarnya dan menarik lenganya kemudian menggenggam erat. Baekhyun berontak dan genggaman Chanyeol terlepas. Ia tidak begerak lagi dan memandang Chanyeol dengan tatapan yang sangat datar. Tapi Chanyeol merasakan sesuatu yang ,menusuk perutnya pada pandangan Baekhyun, pandangan yang hadir sebelum pandangan tanpa ekspresi yang di tampilkannya kali ini.
"Aku punya urusan denganmu!" Kata-kata itu mengalir begitu saja.
"Urusan kita sudah selesai"
"Ini tidak menyangkut urusan kita. Urusan yang ingin ku bahas adalah urusan professional dengan ibu kandungmu. Kim Haneul."
"Ibuku bukan Kim Haneul!" Baekhyun terdengar agak membentak. Jawaban yang mengesankan kalau ia memberikan sinyal negatif dengan semua ini. "Dia tidak membutuhkan Kim Baekhee sebagai anak, hanya sebagai pewaris saja!"
"Itu adalah masalahmu. Kau hanya perlu ikut aku untuk menyelesaikan semua urusan dan menangani beberapa prosedur penting lalu kembali kekeluarga ibumu. Selama ini kau sudah puas bersama dengan ayahmu, Kan? Sudah saatnya kau menggantikan ibumu untuk mengurusi semua harta peninggalannya."
"Kau mengatakan apa? Aku sudah pernah kehilangan banyak dan itu karenamu, sekarang kau ingin melakukanya lagi? Kau ingin menjauhkan aku dari keluarga yang paling dekat denganku saat ini? Kau ini siapa? Apa terlahir hanya untuk merusak hidupku?"
Mata Chanyeol membesar setelah mendengar barisan kata-kata dari mulut Baekhyun. Entah mengapa Chanyeol merasa kalau gadis itu sedang menikam Jantungnya dengan kejam. Baekhyun yang di kenalnya tidak pernah berkata sekasar ini terhadapnya, anak itu selalu tersenyum dan berkata dengan lembut seperti halnya ibu kandung Chanyeol sendiri. Tapi gadis yang berada di hadapannya sekarang melakukan hal yang sebaliknya. "Kau sudah menyakitiku dengan mengatakan kata-kata kejam itu! Kau benar-benar Byun Baekhyun? Baekhyun yang ku kenal selalu memanggilku Chanlie dengan wajah yang manis. Dia tidak pernah berkata sejahat itu sekalipun!"
"Kalau begitu aku bukan Byun Baekhyun yang kau kenal. Jadi menjauhlah!" Gadis itu memberikan serentetan ucapan dingin sebelum akhirnya dia pergi dengan langkah yang terburu-buru di iringi bunyi detakkan high heels-nya di aspal.
.
.
.
.
.
.
TBC
READ , REVIEW , FAV PLEASE?
