Aloohhaaa #nari hawai

Apakah ada yang merindukan saya?

Readers : Gak ada #lempar bakiak ke author

T-T

Mohon maaf hiatusnya lamaaaa banget. Mohon dimaklum karena emaknya Tao yang kesekian ini mau dipinang Jadi mohon dimaklum saja kalau update fic bisa berbulan-bulan lamanya yah

-XOXO-

Seme Magazine

Chapter 2/2

Warning : SMUT, Typho(s), GaJe.

-XOXO-

Kyungsoo mulai semakin memberontak dalam cengraman kuat Jongin. Disisi lain, ia juga semakin terheran-heran dengan burung milik namja yang menindihnya itu yang ia rasa semakin lama semakin membesar dan memanjang. Dan bukan hanya itu saja, suhu burung milik Jongin perlahan mulai naik, Kyungsoo bisa merasakan kehangatan diselangkangannya yang berasal dari burung milik Jongin.

Kedua alis Kyungsoo mulai bertautan, ia terheran-heran sendiri kenapa burung miliknya tidak bisa membesar dan memanjang seperti milik Jongin. Apa yang bisa membuat sebuah(?) burung lelaki bisa seperti itu? Jelas saja rontaan atau sikap memberontak Kyungsoo perlahan mulai mereda, tergantikan dengan rasa ingin tahu yang amat besar. Sedang disisi lain, Jongin masih asyik mencari kenikmatannya sendiri dengan kegiatan yang tengah dilakukannya. Tak ia sangka Kyungsoo begitu pasrah diperlakukan seperti ini olehnya, walau Jongin tahu itu semua karena Kyungsoo tak tahu dan tak paham dengan apa yang tengah mereka berdua lakukan sekarang.

Kyungsoo mulai menatap Jongin yang juga tengah menatap dirinya. Satu alis Jongin naik, seolah ia bertanya -ada apa- pada Kyungsoo, jelas saja Jongin menghentikan kegiatannya itu. Saat itulah Kyungsoo menggunakan kesempatannya tersebut untuk melepaskan diri dari cengkraman kedua tangan Jongin. Setelah terbebas, Kyungsoo mendorong kedua dada bidang Jongin dan melangkah kesamping, menjauhi Jongin yang sedikit terkejut dengan gerakkan tiba-tiba dari Kyungsoo barusan.

Jongin bersiul pelan dan menyunggingkan sebuah seringai kecil. "Tingkah polosmu membuatku tertipu mentah-mentah pororo, sangat menarik." Ujarnya sembari terkekeh pelan.

Kyungsoo tak mempedulikan ucapan Jongin. Kedua matanya terfokus pada sesuatu yang menggembung diantara kedua paha namja berkulit tan itu. Kyungsoo lalu kembali menatap Jongin dengan tatapan innocent sembari menunjuk selangkangan milik namja itu dengan raut wajah penasaran.

"Burungmu… kenapa bisa membesar dan memanjang seperti itu? Barusan juga terasa sangat hangat. Kau ini seorang penyihir yah?" kata Kyungsoo yang sesaat kemudian mengubah pandangan polosnya menjadi tatapan curiga pada Jongin.

Jongin mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dan kemudian tertawa pelan. Kyungsoo sendiri kebingungan dengan tawa Jongin. Memangnya ada sesuatu yang lucu dari pertanyaannya barusan yah?

Setelah berhenti tertawa, Jongin menggelengkan kepalanya pelan, lalu melangkah maju mendekati Kyungsoo. "Kau sangat sangat polos sekali pororo. Apa kau benar-benar sepolos itu heh?"

Kyungsoo melangkah mundur, ia mengambil sebuah penggaris kayu di atas meja dan menodongkan penggaris itu pada Jongin. "Jangan dekati aku penyihir! Jawab saja pertanyaanku barusan atau kupukul wajah jelekmu itu dengan penggaris ini." ancam Kyungsoo yang sedikit ketakutan. Ia takut jika Jongin benar-benar seorang penyihir dan berkeinginan besar untuk membuat dirinya celaka.

Jongin menghentikan langkah kedua kakinya, menuruti permintaan atau mungkin perintah namja bermata bulat tersebut. Jongin sendiri kini mulai terlihat sedang memikirkan sesuatu sebelum akhirnya ia menyeringai lebar, seringaian lebar yang terkesan mesum dimata author #plak

"Apa kau… mau tahu bagaimana caranya agar burungmu bisa membesar dan memanjang seperti milikku, pororo?" tawar Jongin dengan senyum manisnya. Kyungsoo terdiam dan berpikir beberapa saat, sebelum akhirnya ia menatap lekat Jongin dengan pandangan menyelidik.

"Apa kau benar-benar mau memberitahuku caranya… atau kau hanya ingin bermain-main denganku saja?"

"Aku bersungguh-sungguh pororo. Simpan kembali penggaris itu dan mendekatlah padaku, akan kuperlihatkan caranya padamu, aku bersumpah!"

Kyungsoo kembali terdiam sesaat. Membuat suasana kelas untuk beberapa saat menjadi hening. Ia lalu menyimpan kembali penggarisnya, kemudian menatap Jongin dengan tajam. "Awas jika kau membohongiku Kim Jongin. Akan aku hajar kau jika kau berani membohongiku nanti." ucapnya dengan nada mengancam.

"Tidak akan pororo, percayalah padaku." balas Jongin dengan nada yakin.

Kyungsoo mendekat pada Jongin, membuat senyum Jongin semakin lebar. Tak ia sangka akan semudah ini mendapatkan kepercayaan Kyungsoo. Jongin benar-benar berhasil menjala seekor ikan besar nan cantik dengan sangat mudah yang dimana ikan itu akan ia lahap tak lama lagi.

"Apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Kyungsoo saat ia sudah berada tepat dihadapan Jongin.

"Buka semua pakaianmu, telanjanglah dihadapanku." titah Jongin tanpa dosa.

Kyungsoo menggembungkan pipinya lucu. "Memangnya harus seperti itu? Bukankah tidak berpakaian didepan umum seperti itu sangat tidak sopan? Bisa-bisa aku ditangkap oleh polisi tahu!" tolaknya dengan nada ketus dan juga jengkel mendengat titah Jongin.

Jongin terkekeh pelan dan tanpa aba-aba mulai melepas semua pakaian yang ia kenakan hingga benar-benar telanjang bulat dihadapan Kyungsoo. "Lihat pororo, aku membuka semua pakaianku dan tidak ada sesuatu yang buruk terjadi padaku kan? Jadi sekarang, buka juga semua pakaianmu. Ini termasuk salah satu syarat agar burungmu bisa berubah menjadi besar dan panjang." tuturnya dengan nada tidak sabaran.

Kedua mata Kyungsoo berbinar-binar mendengar penuturan Jongin. "Benarkah? Kenapa kau tidak mengatakannya sejak tadi," timpal Kyungsoo semangat. "Dan berhentilah memanggilku pororo. Namaku Do Kyungsoo bukan Pororo!" imbuhnya kesal dengan dirinya sendiri yang kini mulai membuka pakaiannya satu persatu.

Jongin menjilat bibir bawahnya mendapati pemandangan indah nan sexy saat Kyungsoo melepas semua pakaiannya. Kedua manik mata hitam kelamnya menjalari setiap inci tubuh polos Kyungsoo yang begitu putih bersih dan mengundang dirinya untuk ia sentuh dan ia berikan banyak kissmark disana.

Jongin benar-benar sekuat tenaga menahan gejolak nafsunya agar ia tidak menyerang tubuh polos Kyungsoo sekarang. Karena jauh didalam lubuk hatinya, ia ingin menjamah tubuh Kyungsoo dan menjadikan lelaki manis itu menjadi miliknya. Tapi untuk kali ini, Jongin harus bersabar, karena ia tahu ia tak mungkin bisa dengan mudah menjadikan Kyungsoo miliknya. Setidaknya, Jongin harus membuat Kyungsoo mengerti dan paham tentang arti dari kegiatan semacam ini.

"Lalu setelah ini bagaimana?" tanya Kyungsoo saat ia benar-benar sudah telanjang bulat dihadapan Jongin sekarang. Membuyarkan pemikiran kotor Jongin barusan.

Jongin menyeringai kecil, ia menepuk sebuah kursi disamping kanannya. "Duduklah disini dengan nyaman Kyungsoo." titahnya yang langsung dituruti oleh Kyungsoo.

Setelah duduk, Kyungsoo memandang Jongin yang mulai berjongkok didepannya. "Apa yang akan kita lakukan setelah ini Jongin?" tanyanya tak sabaran.

Jongin tersenyum tipis. "Sabar sedikit Kyungsoo, kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan secepatnya," Balas Jongin yang telah berjongkok tepat dihadapan Kyungsoo. "Buka kedua pahamu lebar-lebar Kyungsoo." titahnya lagi yang kali ini pun dituruti oleh Kyungsoo tanpa adanya penolakan yang berarti.

Kyungsoo membuka kedua pahanya lebar-lebar, seperti apa yang diperintahkan oleh Jongin padanya. Jongin mulai mencodongkan kepalanya kedepan, mendekatkan wajahnya dengan milik Kyungsoo yang mungil dan masih tertidur. Jongin sendiri penasaran akan sebesar dan sepanjang apa milik Kyungsoo jika ia memberikannya rangsangan nanti. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Jongin dengan segera menenggelamkan kepalanya itu diantara selangkangan Kyungsoo.

"Jongin, apa yang mau kau lakukan disa-aakkhh ge-geli Jongin aakkhh." Kyungsoo memekik pelan saat ia merasakan sebuah benda lunak nan basah yang tak bertulang membelai ujung burung miliknya. "Jo-Jongin gelihhh he-hentikan aakkhhh jo-jongin…" kedua tangan Kyungsoo mulai mendorong pelan kepala Jongin. Namun kedua tangan Jongin langsung mencengkramnya erat, menghentikan rontaan dan penolakan dari Kyungsoo.

"Ya! Hentikan gelihhh, geli Jongin aahh aahh gelihhhh." teriak Kyungsoo lantang sambil terus meronta-ronta di posisi duduknya. Dimana Jongin malah asyik dengan lidahnya yang terus ia mainkan di kepala kejantanan Kyungsoo, terasa manis dilidah Jongin, membuatnya ketagihan dan tak mempedulikan penolakan dari Kyungsoo sama sekali.

"YA! Hentikan kubilang! Akkhh gelihhh Jongin hentikannn aahhh…" pinta Kyungsoo dengan nada lantang.

Jongin menghentikan kegiatannya dan menatap Kyungsoo kesal. "Berhentilah menolak Kyungsoo! Aku sedang berusaha membuat burungmu besar dan panjang seperti yang kau minta. Jadi, bisakah kau diam dan nikmati saja dengan apa yang kulakukan padamu sekarang ini?" ujarnya dengan nada kesal.

Kyungsoo cemberut dan memukul kepala Jongin. "Tapi apa yang kau lakukan itu membuatku merasa geli Jongin. Tidak adakah cara yang lain selain cara ini?" balasnya ketus.

"Tidak ada lagi Kyungsoo. Memang harus seperti ini." timpal Jongin tak kalah ketusnya.

"Ugghh… ya sudah! Lanjutkan saja." ujar Kyungsoo sebal sembari melipat kedua tangan didadanya.

Jongin memutar bola matanya bosan sebelum akhirnya ia kembali menjilati milik Kyungsoo dengan lidahnya. Kyungsoo sendiri berusaha menahan rasa geli yang mendera di bawah sana dengan menutup kedua mulut miliknya dengan dua tangan.

Kedua mata bulat Kyungsoo semakin membulat saat burung miliknya mulai Jongin masukan kedalam mulutnya. Maksud Jongin melahap milik Kyungsoo adalah agar ia bisa memanjakan burung Kyungsoo didalam mulutnya. Namun dimata Kyungsoo berbeda, Kyungsoo sontak saja memukul kepala Jongin -lagi- dan menjauhkan burung miliknya dari Jongin.

"Ka-kanibal! Dasar kau kanibal! Kau mau memakan burung milikku eoh?" kata Kyungsoo ketakutan dengan kedua tangan yang ia simpan diselangkangannya, menutupi atau memberikan penjagaan pada burung kecilnya itu.

Jongin menggeram kecil sembari mengelus kepala bekas pukulan Kyungsoo yang cukup menyakitkan. Tak ia sangka akan mendapatkan pukulan menyakitkan seperti ini saat ia tengah asyik mengulum milik Kyungsoo didalam mulutnya.

"Siapa juga yang ingin memakan burungmu Pororo! Sudah kubilang dari awal memang seperti itu caranya. Kenapa denganmu ini Kyungsoo? Kau ini benar-benar membuatku frustasi." Jongin mengacak-acak rambutnya karena kesal.

"Itu karena salahmu sendiri yang memasukkan burungku kedalam mulutmu. Kau membuatku takut Kim Jongin! Kupikir kau ingin memakan burung milikku." ujar Kyungsoo membela diri. Ia kemudian mengambil semua pakaiannya dan mulai kembali mengenakannya. Sontak saja kedua mata Jongin melotot sempurna melihat Kyungsoo yang mulai kembali memakai pakaiannya itu.

"Ya! Kyungsoo, apa yang kau lakukan? Kenapa kau kembali memakai pakaianmu lagi?" tanya Jongin dengan nada tak suka dan tak rela. Ia mendekat pada Kyungsoo yang kini sedang memakai celana jeans dengan terburu-buru.

"Aku mau pulang! Ini sudah sore Kim Jongin, aku bisa dimarahi eomma jika pulang telat. Kita lanjutkan nanti saja." balas Kyungsoo yang kini mulai memakai baju seragamnya.

Jongin membuang napas frustasi. "Apa maksudmu dengan kita lanjutkan nanti saja? Barusan aku hampir membuat burungmu membesar dan memanjang loh." Jongin berusaha keras agar Kyungsoo tidak pergi dan mau melanjutkan kegiatan mereka barusan. Karena…

"Kau bohong! Punyaku tidak bertambah besar dan panjang, tapi milikmulah yang semakin membesar dan memanjang. Dan kau sudah membuatku benar-benar kesal Kim Jongin."

Yap! Jongin sudah hard dan butuh pelampiasan untuk menyelesaikannya. "Ta-tapi Kyungsoo."

"Tidak ada tapi-tapian, aku mau pulang," Kyungsoo mulai bersiap pergi dengan menenteng tas ranselnya. "Oh ya aku lupa." Kyungsoo berbalik, memandang Jongin yang sedang blank karena tak menyangka akan pergi ditinggal oleh Kyungsoo begitu saja.

Kyungsoo mendekat pada Jongin dan memberikan kecupan di pipinya. Membuat Jongin langsung tersadar dari lamunannya.

"Itu sebagai ucapan terima kasihku karena kau sudah berusaha membuat burung milikku bisa sepertimu, walaupun hasilnya gagal sih," ujar Kyungsoo dengan nada kesal. "Diwaktu selanjutnya, kuharap kau melakukannya dengan benar dan tidak gagal sama sekali Kim Jongin. Selamat tinggal dan sampai bertemu besok." tambah Kyungsoo yang sesudahnya mulai berlari pelan meninggalkan Jongin yang masih terdiam membisu ditempatnya.

Jongin menempelkan telapak tangan kanan di pipi kanannya, tempat dimana Kyungsoo memberikan kecupan untuknya tadi.

Jongin menghela napas kecewa. Walau ia tak berhasil merebut keperawanan eh keperjakaan Kyungsoo hari ini, setidaknya ia sudah cukup senang mendapatkan kecupan dari Kyungsoo. Meski begitu, Jongin masih berniat untuk mengambil kesucian Kyungsoo esok hari, seperti yang dikatakan oleh Kyungsoo barusan, di waktu selanjutnya Jongin tidak akan GAGAL!

"Bersiaplah untuk menjerit kenikmatan dibawah tubuhku Do Kyungsoo. Kupastikan untuk selanjutnya, aku tak akan gagal untuk merebut kesucianmu, seperti kata-katamu tadi. Tidak akan GAGAL khekhekhe~."

END

Tolong jangan hajar author karena masih gantung ficnya hohoho~ #plak

Jongin : -" cuman segini? Mana adegan NCnya? Mana adegan gua ngerape Kyungie yang polosnya kagak nahan itu hah?

Author : Kok nyalahin saya sih? Salah situ sendiri yang gagal ngeanu-anuin Kyungsoo. Anda kurang greget, belajar gih sana sama menantu saya biar nanti sukses #tunjuk Kris yang lagi grepe-grepe Tao

Jongin : Hmm… boleh juga.

Kyungsoo : #nelenludah

Sequel (Maybe)

Sex Lesson

Spesial thanks and Big Love to all reviewer and readers yang sudah mau menyempatkan waktunya membaca dan mereview ff abal-abal saya *deep bow*

Tak bisa berkata-kata lagi, hanya bisa mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Dan mohon jangan marah jika update semua ff author agak lama *deep bow again*

Would you like to give me a review and criticsm?