Hirano Lawliet : ni udah lanjut XD

Lightning Chrome : arigatou, ni udah lanjut XD

Flowers Lavender : iya mereka so sweet abizz XD, masalah pekerjaannya sengaja aku buat Hinata lebih ekstrim dari Sasuke (author kejam XD), lanjut dongg…

Tsun : makasih ni udah updet

You-Chan : makasih, ni udah updet XD

Soee Intana : udah XD

Guest : makasih, ni udah lanjut XD

Yafa mut : iya, ni udah updet XD

Aysakura : umm ya, makasih XD

dindaMalfoy : ntar ya XD

i am er : ntar tunggu tamat ya XD

Dewi Natalia : ya, tunggu tamat ya XD

Luluk minam cullen : udah lanjut.

Nee… arigatou udah mau review

.::Criminal Love::.

Created By Sikaku Yamayuri

Naruto© Masashi Kishimoto

Rate : M

Standart Warning

Don't Like Don't Read


.::Rich Men::.

" Teme, apa kau tak khawatir pada istrimu?" ucap Naruto.

"Aku khawatir dobe, tetapi aku tak bisa melarangnya, sudah tugasnya menjadi agen CIA." ucap Sasuke.

"Yah memang. Tapi aku salut pada istrimu."

"Hmm?"

"Dia masih muda tetapi mampu melakukan tugas yang berbahaya."

"Dia wanita yang hebat." ucap Sasuke.

"Aku penasaran bagaimana bisa kalian menikah, dari gosip yang ku dengar kau saja jarang berkencan dengan wanita manapun, bahkan kurasa kau tidak pernah berkencan. Ceritakan padaku kisah kau dan Hinata." Ucap Naruto.

"Kami di jodohkan."

"Ceritakan padaku." desak Naruto.

"Baiklah."

FLASH BACK

Hinata menatap ibu dan ayah nya marah. Pasalnya ia akan di jodohkan dengan anak rekan bisnis ayah nya, padahal ayahnya tahu bahwa dia ingin fokus bekerja dulu, untuk urusan kekasih ia bisa memikirkannya nanti, lagi pula ia masih muda.

"Otou-san, aku masih muda tidak ingin menikah, aku.. aku ingin fokus bekerja, aku tak setuju dengan perjodohan ini!" ucap Hinata mencoba mengontrol emosi nya yang akan segera meledak.

"Aku tau kau masih muda, aku tak menyuruhmu menikah bukan? Aku hanya ingin kau bertunangan dulu dengannya, lagi pula ini sudah direncanakan" ucap papa Hiashi.

"Otou-san, Aku bisa mencari pria sendiri tanpa perlu kau jodohkan." ucap Hinata.

"Mana buktinya, sampai sekarang saja kau tidak punya kekasih, kau terlalu fokus bekerja sebagai agen CIA, hingga kau tak pernah berkencan dengan pria manapun."

"Itu ku lakukan agar aku tau siapa pelaku penembakan keluarga kita Tou-san, kau tak bisa memaksaku!" kemarahan Hinata akhirnya meledak. Dia sudah tak tahan lagi , apa orang tuanya pikir dia tak ingin menikah? Dia pasti menikah, hanya saja, dia ingin fokus kepada pekerjaanya dulu.

"Hinata jaga ucapanmu sayang, kau berbicara pada orang tuamu." Ucap mama Hitomi-ibu Hinata-akhirnya.

"Tapi Kaa-san aku tidak ingin di jodohkan." Ucap Hinata.

"Baiklah aku tidak akan memaksa mu lagi, tapi dengan satu syarat kau harus memiliki kekasih, jika kau tidak mendapatkan kekasih dalam waktu satu bulan, kau tetap di jodohkan dengan anak rekan kerjaku," ucap papa Hiashi memutuskan.

"Baiklah, aku pasti akan memiliki kekasih dalam waktu satu bulan, aku permisi dulu Tou-san." Ucap Hinata menyerah.

.

.

.

Hinata hanya mematung melihat pria yang hampir menabrak nya. Hinata merasa pikirannya kosong, pria di hadapannya ini cukup tampan-ralat- pria ini sangat tampan, hingga bisa membuat Hinata mematung di hadapannya.

"Nona, apa kau tidak apa-apa?" tanya pria tersebut.

"Eh.. ya aku.." Hinata menghentikan ucapannya, sepertinya pria ini dapat membantunya.

"Auu… ku rasa kakiku terkilir, aku tak bisa bangun, kau harus bertanggung jawab!" Ucap Hinata pura-pura sakit. Yah memang Hinata merasa kakinya sedikit bengkak, pasalnya saat menyebrang Hinata tidak melihat bahwa lampu berubah menjadi hijau, akhirnya Hinata hampir saja mati konyol akibat kecerobohannya.

"Baiklah." Ucap pria itu.

Tiba-tiba saja pria itu mengangkat Hinata ala brydal style, dan membawa nya kedalam mobil Fortune nya. Awalnya Hinata terkejut, pria ini dengan mudah nya mau bertanggung jawab, di tambah lagi dengan kenyataan bahwa pria ini pasti orang kaya, mengingat mobil yang di pakainya merupakan mobil keluaran terbaru.

'Pria kaya raya.' Batin Hinata.

.

.

Hinata hanya memandang takjub melihat pemandangan di depannya. Pria tersebut membawa Hinata kerumahnya bahkan bisa dibilang istana, terlalu besar dianggap rumah, dan cukup pas dianggap istana.

'ini istana.' Batin Hinata takjub.

Pintu gerbang terbuka otomatis, mobil yang membawa Hinata memasuki pekarangan rumah.

"Ayo ikut aku, kau akan di obati di dalam." Ucap pria itu dan menggendong kembali Hinata.

"Hmm."

.

.

.

Hinata duduk di tempat tidur sambil menatap pria yang sedang mengobati kakinya.

"Namamu siapa? Aku Sasuke." Ucap pria itu memperkenalkan diri.

"Eh.. Aku Hinata, Hinata Hyuuga." Balas Hinata. , Hinata tersentak kaget, ia takut ketahuan menatap Sasuke dengan intens.

"Oke Hinata, kau istirahat saja dulu, aku akan mengantarmu nanti." Ucap Sasuke, ketika ia telah selesai mengobati kaki Hinata.

Saat Sasuke ingin bangkit dari tempat tidur, Hinata menarik lengan kemeja pria itu, rencananya harus segera di lakukan jika tidak dia akan di jodohkan.

"Ada apa?" tanya Sasuke. Melihat Hinata tidak melepaskan lengan kemejanya, Sasuke kembali duduk di tempat tidur.

"Kau masih harus bertanggung jawab." Ucap Hinata, sambil menatap mata Sasuke.

"Apa yang kau inginkan."

Melihat sasuke dengan mudahnya menuruti permintaannya, Hinata langsung mengungkapkan keinginan nya tanpa basa-basi.

"Aku ingin kau menjadi kekasihku, maksudku kekasih sementara, hanya satu bulan saja, bagaimana?" tawar Hinata.

"Hmm, baiklah aku terima." Ucap Sasuke tanpa pikir panjang.

'Eh?' batin Hinata terkejut, Sasuke dengan mudahnya menerima tawarannya.

"Lagi pula aku tertarik denganmu" ucap Sasuke sambil memberikan senyum iritnya.

Blush

Wajah Hinata merona merah, tapi ini merupakan awal yang bagus dia harus bersyukur kepada Kami-sama, dia diberi partner baik plus tampan. Dan kisah mereka akan terus berlanjut hingga berbulan-bulan kemudian.

FLASH BACK OFF

"Dan ternyata, kau merupakan calonnya yang akan di jodohkan itu kan? ." Ucap Naruto.

"Hn"

Ashita wo terasu yo sunshine

Mado kara sashikomu tobira hiraite..

Dering smartphone Sasuke memutuskan percakapan mereka. Tertera dilayar smartphone Sasuke nama Shino Aburame, mata-mata yang di pekerjakan Sasuke untuk memberikan informasi apa saja yang dilakukan istrinya, seperti saat ini.

"Ya ada apa Shino." Ucap Sasuke di telephone.

"Hinata-sama memasuki hotel untuk melakukan penangkapan, tampaknya Hinata-sama dalam kondisi kurang baik." Ucap Shino.

"Aku akan kesana, apa nama hotelnya."

"Midori Hotel"

"Hn, arigatou." Ucap Sasuke sambil memutuskan panggilan.

"Dobe aku harus pergi." Ucap Sasuke sambil bangkit dari tempat duduk nya.

"Dasar PresDir over protektif." Ucap Narute sambil berlalu keluar dari ruangan Sasuke.

.

.

.

Hinata mendesah kesal, dia dalam kondisi bad mood, dan pria dihadapannya ini cari masalah dengan mencoba menodongkan pistol di depannya. Pria ini rupanya cari mati.

"Kau membuatku kesal bodoh! Kau ingin mati ditanganku ternyata, aku bisa membuat mu mati hanya dengan tangan kosong." Ucap Hinata dengan nada membunuh.

Ino merasa kasihan dengan pria yang sekarang berhadapan dengan temannya. Ino tau jika Hinata dalam kondisi bad mood dia bisa jadi lebih sadis dari biasanya, dan pria tersebut mencoba menantang Hinata.

Takk

Brugh

Hinata menendang pistol pria itu dan memukul wajah nya hanya dengan sekali pukul ,membuat pria itu tersungkur jatuh di pinggir sofa. Pria itu merupakan bandar narkoba yang mereka cari karena telah berhasil lolos dari penangkapan mereka sehari yang lalu. Hinata menemukannya di hotel sedang berpesta dengan pelacur murahan yang disewa pria itu. Tak peduli dengan kekerasan yang terjadi di hotel itu Hinata tetap meninju pria itu habis-habisan.

Brugh

"Kau membuat ku emosi bodoh!" ucap Hinata marah.

Brugh

"Gomenn, maafkan aku." Ucap pria itu memohon.

Plakk

Hinata menampar pria itu. Mengambil pistol pria itu, Hinata menodongkan tepat di hadapannya.

"Mati di tangan ku atau mendekam di penjara." Ucap Hinata dingin.

"Aku menyerah, jangan bunuh aku." Mohon pria itu.

"Baiklah, Ino borgol dia, aku ingin keluar, jika aku terus disini emosiku kembali naik." Ucap Hinata pada Ino yang hanya mematung melihat kejadian barusan.

Blam

Ino hanya menggelengkan kepala melihat temannya.

.

.

"Ck, sadis." Sasuke berucap ketika melihat aksi Hinata tadi. Dia hanya menatap dari luar kamar. Melihat Hinata keluar dari ruangan sasuke mencoba mendekati istrinya.

"Kau sedang PMS* ya?" tanya Sasuke.

"Bagaimana kau tahu." Ucap Hinata penasaran.

"Ra-ha-si-a." ucap Sasuke main-main.

"Terserah, sejak kapan kau disini?" tanya Hinata. Hinata merasa mood nya mulai membaik ketika ia melihat suaminya.

"Sejak kau ingin membunuh nya. Mengapa tidak kau bunuh saja dia." Ucap Sasuke pada Hinata.

"Aku ingin membunuhnya, hanya saja aku malas mengotori tanganku, dan lagi pula aku kasihan pada pemilik hotel, hotelnya akan sepi pengunjung jika disini terjadi pembunuhan." Ucap Hinata.

"Kau yakin, padahal pemiliknya ada di hadapanmu." Ucap Sasuke dengan santainya.

"Apa! Jangan bilang bahwa kau pemilik Hotel ini." Ucap Hinata terkejut.

"Menurutmu?"

"Rich Men" ucap Hinata.

"Aku sengaja membelinya untuk mu, agar kau dapat privasi, kau kan tak ingin terpublikasikan bukan?" tanya Sasuke.

"Ya, tapi kau membuang-buang uang Sasuke-kun." Ucap Hinata.

"Itu belum seberapa, itu ku lakukan untukmu. Lagi pula aku tidak akan rugi." Ucap Sasuke sambil membawa Hinata kepelukannya.

"Aku penasaran berapa jumlah kekayaanmu." Ucap Hinata, sambil memeluk Sasuke.

"Aku bisa membeli sebuah pulau, apa kau yakin ingin tahu." Ucap Sasuke dengan nada bangga.

"Kurasa tidak."

"Baiklah kita pulang, lagi pula ini hampir tengah malam." Ajak Sasuke pada Hinata, sambil menuju ke mobil mereka.

"Ya."


PMS : Pra Menstruasi Syndrom

Sebenarnya author malas menjelaskan siapa teman2 mereka, jadi author akan tulis disini. (author malas -_-)

Itachi : aniki Sasuke, sebagai agen intelijen di amerika serikat yaitu FBI. (umur 35 tahun)

Sakura : teman Hinata, profesinya sebagai dokter di Uchiha Hospital , juga istri Naruto. (umur 24 tahun)

Naruto : teman Sasuke, PresDir di Namikaze Corp. (umur 28 tahun)

Saya tahu bahwa CIA itu badan intelijen negara USA, tapi di cerita ini Jepang bekerjasama dengan CIA jadi, mereka buat cabang nya di Jepang tempat Hinata bekerja. Dan Hinata telah mendapatkan izin membunuh dari pemerintah.

Sasuke bukan artis hanya saja dia terkenal karena kerajaan bisnisnya yang dia pimpin, menjadi perusahaan yang terbesar di seluruh Asia. Media hanya melihat Hinata pada acara amal kemarin, itu pun sebentar karena wartawan yang ingin memotret Hinata kehilangan jejaknya. Jadi , Hinata tidak ingin di publikasikan, karena Hinata anti dengan namanya media massa.

Sampai jumpa di chapter berikut nya.. Jaa..

REVIEW