Famiglia


•••••••o0o•••••••

Don Vongola bisa lebih bersantai dengan adanya mereka, Hibari dan Mukuro. Sudah lama ia mendengar sepak terjang mereka dalam membunuh. Keduanya sangat keji.

Ia bisa menebak apa yang tengah dilakukan keduanya saat ini. Bercinta. "Bukannya aku melarang." Sang Don Vongola merasa markasnya sedikit aneh berkat mereka.

"Kenapa tak coba dunia mereka?" sahut Reborn yang tengah menyesap Espresso-nya. "Menurutku tak masalah." Asal kedua telinga ataupun matanya tak menangkap basah keduanya.

"Kau benar. Tapi aku menyukai mereka." Sang Don menyunggingkan senyuman tipisnya.

"Jangan senang dulu." Reborn menatap sang Don intens.

"Aku tahu Reborn. Aku tak tuli."

Beberapa bulan terakhir ini Sang Don mendengar desas-desus tentang keduanya. Tak ada bukti yang cukup untuk menjerat mereka.

"Selama mereka masih setia pada Vongola, aku tak perlu mencemaskan apa pun."

Reborn menyeringai tipis mendengar pernyataan yang tak langsung dari mulut sang Don.

"Ah, apa kau mendengar kabar yang terakhir Reborn?"

"Aku mendengarnya. Sangat kejam." Justru Reborn sangat menyukainya.

Sang Don tertawa kecil. Mereka pasangan unik. Kalian tahu kabar itu? Kabar itu adalah pembunuhan yang dilakukan keduanya. Korbannya sudah memohon pada keduanya agar tak dibunuh. Posisi si korban seperti orang yang sedang berdoa.

Lantas Hibari menembak kedua tangannya dan ditutup oleh Mukuro dengan menembak kepalanya. Jika sudah menjadi incaran mereka, tak ada ampun lagi. Kerja mereka selalu bersih.

"Tapi itu tak seberapa dengan yang terdahulu." Sang Don mengingat cara lain yang jauh lebih kejam dari mereka.

"Jadi kau ingin yang seperti apa?"

"Tidak ada yang kuinginkan." Apa pun cara yang mereka pakai, yang penting musuhnya musnah.

"Aku dengar Gesso akan kita dapatkan, apa itu benar?"

"Itu hanya kabar angin Reborn."

Vongola dan Gesso sudah berkonflik sejak lama. Tak pernah ada titik temu antara dua Famiglia itu.

"Ini sangat melelahkan."

Sang Don tidak akan tinggal diam. Konflik berkepanjangan seperti ini akan berpengaruh pada kedudukan Vongola saat ini. Sang Don akan melakukan segala cara.

"Apa kau sudah melihat mereka hari ini?"

"Sepertinya mereka sedang keluar." Sang Don menghela napas. Mereka tergolong licin meski sudah berada di kandang.

"Padahal aku ingin menjamu mereka."

Reborn mengangguk. Mereka jarang bargaul. Membuat Reborn sulit untuk mengenali mereka.

"Masih banyak waktu."

Sang Don tak bisa mengenali dunia mereka. Terlalu banyak penghalang di antara mereka. Untuk urusan pekerjaan sudah tak diragukan lagi.

"Mungkin aku juga harus meluangkan waktuku untuk mereka."

"Menaikkan gaji akan membuat mereka menghabiskan waktu denganmu."

Sang Don mengingatnya dengan jelas. Saat kenaikan gaji mereka yang pertama. Mereka memperlihatkan keloyalan mereka.

"Mereka bukan tipe penjilat."

"Lebih tepatnya mereka sangat merepotkan." Reborn tak tahu apa jadinya jika ia menghabiskan waktu cukup lama dengan mereka. Ada kemungkinan ia akan menjadi Gay sama seperti mereka.

"Aku bisa merasakannya, Reborn." Sang Don tertawa mengingat semua kejadian bersama mereka. Dan Sang Don terkadang seperti disuguhi sandiwara anak zaman sekarang.

"Mereka terlalu unik."

•••••••o0o•••••••

Mungkin hari ini bisa disebut hari keberuntungan bagi Vongola. Sudah lama mereka menantikan hal ini. Di mana Gesso setuju dengan perjanjian damai yang dilayangkan Vongola.

"Ini kabar baik, Reborn." Siapa pun pasti akan senang mendengarnya, termasuk sang Don sendiri.

"Kau ingin berpesta?"

"Siapkan semua yang kita butuhkan. Baru kita berpesta."

Segala kemungkinan akan selalu terjadi. Dunia bawah tanah tak selalu bisa diprediksi. Terbuai kesenangan awal malah akan menjadi senjata.

Beberapa pekan yang lalu, sang Don mengirimkan surat perdamaian pada Gesso Famiglia. Don Gesso menerimanya. Mungkin kedua Don sudah lelah dengan pertikaian yang terus terjadi. Ada kemungkinan lain mereka menginginkan hal yang lebih menguntungkan.

"Kita harus tetap waspada untuk segala kemungkinan."

Reborn setuju. "Aku akan menyiapkan segalanya."

"Ah, aku ingin dua orang itu menjadi pengawal."

"Ternyata kau lebih tertarik pada mereka. Aku mengerti. Akan kusampaikan pada mereka."

Sang Don tersenyum puas. Reborn sangat mengerti akan dirinya. Dia takkan pernah dilepaskannya. Kesetiaannya, sang Don jatuh cinta pada kesetiaannya.

Pertemuan itu akan diadakan di tempat netral. Tentu untuk mencegah segala hal yang tak diinginkan. Kedua Famiglia setuju dengan tak perlu membawa banyak orang dalam pertemuan tersebut.

Keduanya telah gencat senjata. Vongola tahu. Sepicik apa pun Gesso, mereka takkan menyia-nyiakan kesempatan yang jarang terjadi ini. Apalagi Vongola yang memulainya.

Hanya tinggal menunggu waktu untuk keduanya bertemu. Sang Don ingin cepat selesai dan mereka berdamai untuk saling menguntungkan satu sama lain.

Don Vongola tampil dengan rupawannya. Sekilas matanya melirik jam tangannya. Seorang Mafioso harus tepat waktu. Itu adalah salah satu kode etik yang harus dipatuhi oleh semua Mafioso.

"Kita bersiap."

•••••••o0o•••••••

Setelah kepergian Don mereka yang terdahulu, Timoteo, Gesso kini dipimpin oleh Byakuran. Seorang pria yang terkenal keji dalam kepemimpinannya. Awal memimpin, Byakuran sudah melakukan banyak terobosan demi menyaingi Vongola.

Byakuran sendiri tak tahu pasti awal konflik yang terjadi dengan Vongola. Menurutnya itu terlalu kuno. Banyak yang ingin diubahnya. Byakuran tak mau menggunakan orang-orangnya untuk hal yang tak penting.

Vongola melayangkan surat perdamaian. Sangat tak terduga. Byakuran takkan berpikir panjang lagi. Semua demi mereka yang lelah dengan dua Famiglia itu.

Selain itu masih ada masalah lain. Ini tentang Don Gesso yang terdahulu. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Byakuran takkan melepaskan mereka.

"Mereka pasti akan kudapatkan."

Sebelum itu, Don Gesso yang baru ini harus membuat gebrakan baru. Semua yang ada dipikirannya sudah mantap.

•••••••o0o•••••••

Pertemuan dua Famiglia yang terus bersengketa ini bagaikan mimpi. Pertemuan sederhana namun dengan isi yang berbobot. Semua harus berjalan sesuai dengan rencana. Tak boleh ada kesalahan sedikit pun.

Keduanya benar-benar ingin berdamai demi terpeliharanya kode etik yang mereka junjung tinggi. Yang sudah menjadi tradisi.

Tempat netral adalah pilihan terbaik. Jauh dari kekuasaan mereka masing-masing. Bagaimanapun juga manusiawi setiap manusia menginginkan ketenangan dalam hidupnya.

Termasuk dalam perjanjian penting yang akan mengubah segalanya. Ketenangan dan kenyamanan sangat diperlukan selain membuat rencana cadangan.

Dan dari semua kesempurnaan yang terbentuk, akan tetap ada pengrusak yang bersembunyi di baliknya. Kesepakatan yang diinginkan bisa jadi tak tercapai.

Namun setiap perubahan yang dipupuk akan selalu menciptakan tunas baru yang dipenuhi kejutan di dalamnya. Generasi baru akan selalu membawa perubahan.

Jangan lupakan wajah-wajah lama yang selalu menjadi pusat perhatian orang-orang yang menginginkannya. Lebih tepatnya kedudukan tinggi yang akan selalu menjadi puncak dari kejayaan.

•••••••o0o•••••••


NEXT